melepaskan

melepaskan
Bab 141


__ADS_3

*****


Prisil sedang menyendiri di pinggir


kolam ikan di belakang pelataran belakang


dan melihat beberapa ikan


 


sembari memikirkan  nama bayinya


nanti  karena terlalu  fokusnya prisil


hingga tidak sadar jika  bastian telah


memperhatikannya di  bangku yang


tidak jauh dari prisil


 


 


“ apa ikan itu sedang berbicara pada mu


hingga kau begitu serius “ kata bastian


yang mengagetkan prisil yang sedang


berfikir


 


“ bastian , kau mengagetkan ku saja “


kata prisil sembari melihat bastian


 


“ kenapa kau sendiri di sini “  tanya bastian


 


“ tidak apa – apa hanya saja aku suka


melihat ikan dan tanaman di sini “ jawab prisil


 


“ aku dengar dari alex kau sudah tau


jenis kelamin anak kalian “ kata bastian


 


“ ya kami sudah tau jenis kelamin anak


kami , dan kami sedang mencari nama


yang cocok untuk mereka “ kata prisil


antusias


 


“ apa aku boleh ikut memberikan mereka


nama prisil “ kata bastian


 


“ tentu bastian , kau paman mereka kau


boleh memberi nama mereka “ kata prisil


dengan senyum manisnya .


 


“ baiklah aku akan memberi nama mereka


juga “ kata bastian antusias setelah mendapat


ijin dari prisil


 


“ sesenang itu kah “ kata prisil yang di


iringi sedikit tawa


 


“ tentu , dan aku sudah memiliki nama


untuk mereka “ jawab bastian


 


“ apa itu bastian “


 


“ kalila lovata wijaya “ kata bastian


 


“ yang artinya bastian “ tanya prisil


 


“ teman dan sahabat baik kesayangan bagi


semua orang dari keluarga wijaya  “ kata


bastian


 


“ kenapa begitu bastian “


 


“ karena aku ingin nama itu mewakili


diri mu yang menjadi orang yang membawa

__ADS_1


kebahagiaan di keluarga wijaya “  jelas


bastian sembari menatap lembut prisil


 


 


“ manis sekali bastian , alex pasti akan


suka dengan nama yang kau berikan


untuk anak perempuan kami .


 


“ semoga saja “ kata bastian


Dari kejauhan di balkon belakang alex


melihat bastian dan prisil yang sedang


tertawa dan tersenyum besamaan , ada


rasa sedikit cemburu di hati alex melihat


bastian dan prisil yang bersama


saling tersenyum . tiba – tiba muncul


vero sembari menepuk  bahu alex


“ mereka sangat cocok ya , bahkan mereka


senyum bersama dan tertawa bersama . “


kata vero sembari melirik alex yang


masih menatap keduanya


 


“ aku dengar bastian sangat mencintai


prisil , hingga dia sempat membawa lari


istri mu beberapa hari “ kata vero lagi


 


“ wah aku juga bisa melihat cinta mereka


berdua juga masih ada “ kata vero pada alex


 


“ aku lupa bahwa mereka sempat akan


menikah dan kau menggantikan bastian “


kata vero lagi dan kai ini alex menatap


tajam vero


 


 


pada istri dan adik ku , jika kau ke sini untuk


menjelekan mereka berdu maka pergilah ,


dan aku lagi dalam hati yang tidak baik


jadi pergilah “ kata alex jelas dan membalikkan


badan membelakangi arah prisil berada


 


 


“ jika hati mu lagi buruk , ayo kita


bersenang – senang bersama “ ajak vero


sembari menggandeng tangan alex


 


 


“ lepaskan , selama aku masih baik pada


mu “ kata alex lagi


Tapi vero semakin mengeratkan nya dan


menoleh ke arah prisil berada dan vero


melihat jika prisil melihat prisil yang


menatap dirinya dan alex .


 


 


melihat itu vero memeluk alex dengan


erat dan membuat prisil yang melihatnya


membulatkan mata dan sedangkan alex


merasa semakin risih


.


Prisil yang melihatnya memilih membalikkan


badan dan mengalihkan pandangannya dari


alex dan vero di balkon sana .


 


alex merasa aneh dan melepaskan paksa

__ADS_1


pelukan vero darinya dan bergegas


pergi  , vero hanya pasrah dan melihat


alex yang pergi , tetapi di hati vero sangat


senang melihat expresi prisil yang


terkejut tadi


 


“ ini hanya awal prisil , dan belum apa


– apa , tunggu saja , kau sendiri yang


akan memberikan alex pada ku nanti “


batin vero sembari memandang sinis


prisil yang ada di bawah sana .


“ wah kenapa pemandangan dan cuaca hari


ini sangat bagus , membuat mood ku menjadi


semakin baik , alex tunggu aku “


kata vero dan menyusul alex masuk ke dalam


Sedangkan prisil hanya diam memandang


ikan yang ada di kolam


“ kenapa alex dan vero .... “ batin


prisil curiga tetapi prisil segera menepis


rasa penasarannya itu dan yakin pada


alex


Melihat prisil yang melamun bastian yang


sedari tadi berbicara padanya menjadi bingung


“ prisil apa kau tidak apa – apa , apa


da yang sakit “ tanya bastian kawatir


 


“ ah tidak ada hanya saja sepertinya


kita harus masuk ke dalam , sudah waktunya


makan malam “ jawab prisil tiba –


tiba .


Bastian hanya bisa menuruti perkataan


prisil dan bastian membantu prisil berjalan


dengan menuntunnya ke dalam


perlahan , bastian hati – hati mengikuti


langkah prisil . belum sampai di dalam


rumah alex menghampiri bastian dan


prisil  yang sedang berjalan ,


“ biar aku saja bastian “ kata alex dingin


dan mengambil tangan prisil dan


membantunya berjalan .


Alex melihat ke arah prisil dan melihat


wajahnya yang mulai lelah berjalan


mungkin karena perutnya yang semakin


membesar .


“ aku akan menggendong mu sayang “


kata akex dan akan mulai menganggakt prisil ,


tapi prisil mencegahnya


 


 


“ jangan alex , kau pasti akan kesusahan


karena  berat badan ku , biarkan aku


berjalan , ini akan bagus saat persalinan nanti “


kata prisil pada alex


 


 


“ 2 bulan lagi aku akan melahirkan ,


jadi aku harus melatih diri ku mulai sekarang ,


bantu aku berjalan perlahan


saja “ kata prisil lembut pada alex


 


 


“ baiklah jika itu mau mu , panggil aku


jika kau butuh bantuan oke , ayo aku


akan menuntun mu ke meja makan “ kata alex

__ADS_1


dengan lembut juga


******


__ADS_2