melepaskan

melepaskan
Bab 2


__ADS_3

hanya ada keheningan dan riskapun membuka suara


“ setelah meeting nanti aku akan makan siang dengan brian , apa kau mau bergabung dengan


kami “ tanya rizka pada prisil yang terlihat sibuk menyusun berkasnya .


prisildiam sesaat dengan muka datar nya  dan


dalam hitungan detik dia berbalik ke arah riska dengan senyum manisnya sebisa


mungkin


“ tidak terimakasih kalian makan berdua saja setelah meeting ada yang ingin aku kerjakan di butik “ jawabnya


setenang mungkin dan langsung berbalik kembali menatap mejanya .


prisil berusaha menenangkan pikirannya . prisil berusah tidak memikirkn brian kekasih


sahabatnya yang akan segera menikah itu  , tidak banyak yang tau bahwa prisil dahulu saat kuliah menaruh hati


pada brian , meski brian juga menyukai prisil tetapi prisil menolak brian


karena prisil tau bahwa sahabatnya riska sangat menyukai brian dan pada


akhirnya prisil berusaha merelakan brian dan menyarankan agar brian dengan


riska , dan pada akhirnya brian dan riska jadian hingga sekarang dan memutuskan


untuk menikah . meski sakit tapi prisil berusaha mengiklaskan perasaanya


“ yuk kita berangkat , jangan sampai mereka menunggu kita “ ajak prisil .


“ ok semua sudah siap “ jawab riska .


merekapun berangkat menuju salah satu gedung perusahaan

__ADS_1


yang cukup bersar untuk meeting . perusaan yang bergerak di bidang fasion


ternama . prisil dan riska telah sampai di gedung tersebut dan segera masuk di


dalam gedung , tetapi saat prisil akan masuk gedung prisil tidak sengaja


bertabrakan dengan seorang laki yang berbadan tegab dan tinggi .


“ astaga ... “seru prisil kaget dan terjatuh ,


dan mengakibatkan berkas yang berada di genggaman prisil pun berhamburan kemana – mana .


tanpa kata maaf lelaki itu hanya menatap prisil kesal dan berlalu begitu saja tanpa membantu prisil .


prisil yang melihatnya tak kalah kesalnya , prisil segera membereskan berkas-


berkas yang berserakan . riska terkejud dan langsung membantu prisil membereskan


berkas – berkas itu . sesekali prisil menoleh ke arah lelaki itu pergi dan


mendengus kesal


“ sudahlah jangan hiraukan lelaki itu anggab saja angin lalu . kita harus segera bereskan ini dan


ke ruang meeting .” jawab riska yang berusaha menenangkan sahabatnya itu .


riska tau kalau sahabatnya itu suka mengomel di saat dirinya kesal .


“ ok ok kali ini lelaki itu lolos , awas saja jika bertemu lagi , “ jawab prisil yang


masih kesal .


Prisil dan rika bergegas menuju ruang meeting dan ternyata meeting belum di mulai mereka pun


bergegas menuju tempat duduk yang telah di sediakan dan menunggu pemilik

__ADS_1


perusahaan datang . tak lama berselang semua tamu telah datang dan pemilik


perusahaan itu masuk . betapa terkejudnya prisil melihat lelaki  yang berada di belakang pemilik perusaahn itu


, ternyata itu adalah lelaki yang telah menabraknya tapi di loby dan meninggalkannnya


tanpa bertanggung jawab membantunya . prisil , riska dan beberapa orang lainnya


berdiri dan memberi salam . lelaki itu hanya menatap prisil dengan wajah


datarnya dan acuhnya  . prisil yang


melihatnya merasa semakin kesal . pemilik perusahaan pun mengenalkan diri dan


mengenalkan lelaki yang ada di belakannya itu .


“ selamat pagi semua terimakasih telah datang di meeting ini saya alan wijaya pemilik perusahaan


wijaya grup akan mengenalkan anak saya alex wijaya sebagai pemilik anak


perusahaan wijaya fasion dan akan bertanggung jawab atas proyek fasion kali ini


“ jelas alan wijaya dan menunjuk ke arah alex yang berdiri di belakangnya dan


alex pun maju ke depan untuk memperkenalkan diri .


” selamat pagi saya alex wijaya , mohon kerja sama kalian “ sapa alex .


prisil dan riska hanya diam dansesekali saling menatap .


alex kembali menatap prisil yang alhasil membuat prisil semakin kesal dengan alex .


“ ternyata lelaki tidak sopan itu adalah pemilik perusahaan wijaya fasion “ batin priil kesal .


“ dan aku menjadi bawahannya dalam proyek fasion ini “ batin prisil semalin kesal mengingat

__ADS_1


kejadian di loby .


***


__ADS_2