
hanya ada keheningan dan riskapun membuka suara
“ setelah meeting nanti aku akan makan siang dengan brian , apa kau mau bergabung dengan
kami “ tanya rizka pada prisil yang terlihat sibuk menyusun berkasnya .
prisildiam sesaat dengan muka datar nya dan
dalam hitungan detik dia berbalik ke arah riska dengan senyum manisnya sebisa
mungkin
“ tidak terimakasih kalian makan berdua saja setelah meeting ada yang ingin aku kerjakan di butik “ jawabnya
setenang mungkin dan langsung berbalik kembali menatap mejanya .
prisil berusaha menenangkan pikirannya . prisil berusah tidak memikirkn brian kekasih
sahabatnya yang akan segera menikah itu , tidak banyak yang tau bahwa prisil dahulu saat kuliah menaruh hati
pada brian , meski brian juga menyukai prisil tetapi prisil menolak brian
karena prisil tau bahwa sahabatnya riska sangat menyukai brian dan pada
akhirnya prisil berusaha merelakan brian dan menyarankan agar brian dengan
riska , dan pada akhirnya brian dan riska jadian hingga sekarang dan memutuskan
untuk menikah . meski sakit tapi prisil berusaha mengiklaskan perasaanya
“ yuk kita berangkat , jangan sampai mereka menunggu kita “ ajak prisil .
“ ok semua sudah siap “ jawab riska .
merekapun berangkat menuju salah satu gedung perusahaan
__ADS_1
yang cukup bersar untuk meeting . perusaan yang bergerak di bidang fasion
ternama . prisil dan riska telah sampai di gedung tersebut dan segera masuk di
dalam gedung , tetapi saat prisil akan masuk gedung prisil tidak sengaja
bertabrakan dengan seorang laki yang berbadan tegab dan tinggi .
“ astaga ... “seru prisil kaget dan terjatuh ,
dan mengakibatkan berkas yang berada di genggaman prisil pun berhamburan kemana – mana .
tanpa kata maaf lelaki itu hanya menatap prisil kesal dan berlalu begitu saja tanpa membantu prisil .
prisil yang melihatnya tak kalah kesalnya , prisil segera membereskan berkas-
berkas yang berserakan . riska terkejud dan langsung membantu prisil membereskan
berkas – berkas itu . sesekali prisil menoleh ke arah lelaki itu pergi dan
mendengus kesal
“ sudahlah jangan hiraukan lelaki itu anggab saja angin lalu . kita harus segera bereskan ini dan
ke ruang meeting .” jawab riska yang berusaha menenangkan sahabatnya itu .
riska tau kalau sahabatnya itu suka mengomel di saat dirinya kesal .
“ ok ok kali ini lelaki itu lolos , awas saja jika bertemu lagi , “ jawab prisil yang
masih kesal .
Prisil dan rika bergegas menuju ruang meeting dan ternyata meeting belum di mulai mereka pun
bergegas menuju tempat duduk yang telah di sediakan dan menunggu pemilik
__ADS_1
perusahaan datang . tak lama berselang semua tamu telah datang dan pemilik
perusahaan itu masuk . betapa terkejudnya prisil melihat lelaki yang berada di belakang pemilik perusaahn itu
, ternyata itu adalah lelaki yang telah menabraknya tapi di loby dan meninggalkannnya
tanpa bertanggung jawab membantunya . prisil , riska dan beberapa orang lainnya
berdiri dan memberi salam . lelaki itu hanya menatap prisil dengan wajah
datarnya dan acuhnya . prisil yang
melihatnya merasa semakin kesal . pemilik perusahaan pun mengenalkan diri dan
mengenalkan lelaki yang ada di belakannya itu .
“ selamat pagi semua terimakasih telah datang di meeting ini saya alan wijaya pemilik perusahaan
wijaya grup akan mengenalkan anak saya alex wijaya sebagai pemilik anak
perusahaan wijaya fasion dan akan bertanggung jawab atas proyek fasion kali ini
“ jelas alan wijaya dan menunjuk ke arah alex yang berdiri di belakangnya dan
alex pun maju ke depan untuk memperkenalkan diri .
” selamat pagi saya alex wijaya , mohon kerja sama kalian “ sapa alex .
prisil dan riska hanya diam dansesekali saling menatap .
alex kembali menatap prisil yang alhasil membuat prisil semakin kesal dengan alex .
“ ternyata lelaki tidak sopan itu adalah pemilik perusahaan wijaya fasion “ batin priil kesal .
“ dan aku menjadi bawahannya dalam proyek fasion ini “ batin prisil semalin kesal mengingat
__ADS_1
kejadian di loby .
***