
******
“ jangan ... “ teriak vero dan membuat
prisil bingung dan terkejut
Semua orang menatap ke arah vero .
vero pun bangkit dari duduknya dan
mengambil piring alex yang ada di
tangan prisil dan meletakkan brokoli
yang ada di piring alex dan mengganti
dengan sayur yang lain .
setelah selesai vero meletakkan piring
itu di hadapan alex . prisil yang
melihatnya terkejut dan bingung ,
dan menatap alex bingung , alex
hanya diam . vero pun kembali duduk
“ prisil apa kau tidak tau jika alex
tidak suka dengan brokoli , dan juga
makanan yang mengandung banyak
minyak “ kata vero
“ aku tidak tau karena alex slalu
memakan apa yang aku masak dan
aku siapkan di piringnya . dan juga
alex tidak pernah mengatakannya
pada ku “ jawab prisil dan menatap
bingung alex
“ kau tidak mengatakannya alex “ tanya
vero
“ tidak vero , karena apa yang di
ambilkan, di sediakan dan di masak
oleh istriku akan selalu aku makan . “
kata alex menatap lembut semua orang
“ karena dia menyukainya dan kita akan
memakan hal yang sama meski pun aku
tidak suka , asalkan itu istriku prisil aku
akan menyukainya “ kata alex lembut
dan mengusap lembut rambut prisil yang rapi
" dan juga tidak ada alasan untuk
diriku tidak menyukai masakan istri
tercinta ku ini , benarkan ayah ibu
" lanjut alex dan menatap semua yang
ada di meja bergantian
“ tapi seharusnya kau menceritakannya
pada ku alex “ kata prisil
“ tidak apa – apa sayang “ jawab alex
lembut
“ oya aku juga masih ingat jika alex
tidak menyukai buah sirsak dan durian ,
aku masih ingat semua tentang alex dan
bastian “ sambung vero
Mendengar itu prisil hanya diam
__ADS_1
mendengarkan ucapan yang di katakan
oleh vero .
merasa ada yang aneh dengan
istrinya saat vero bercerita tentang dirinya
alex meraih tangan prisil dan
menggenggam erat tangan prisil ,
merasakan sentuhan tangab alex di
tangannya prisil menoleh ke arah alex
dan alex hanya tersenyum menadakan
agar prisil jangan memikirkan hal itu .
di sela – sela prisil dan alex bertatapan
ternyata vero memperhatikan keduanya ,
mata vero teralihkan pada tangan alex
yang selalu menggenggam tangan prisil .
tanpa vero sadari mata bastian juga
memperhatikan vero yang sedang
melihat prisil dan alex
“ ada yang tidak beres dengan tatapan
vero pada prisil dan alex “ batin bastian
dan sembari memakan makanan yang ada
di hadapannya .
Setelah makan siang bersama prisil
segera kembali ke kamar dan bersiap
untuk acara 7 bulanan , di kamar sudah
tersedia baju untuk acara 7 bulanan dan
para penata rias .
tak lam prisil pun sudah siap dengan make up nya dan
akan berganti pakaian , di saat itu alex pun masuk
“ kalian boleh keluar aku yang akan
membantu prisil berganti pakaian “
perintah alex dan semuanya pun menuruti alex
“ kau sudah siap alex “ kata prisil yang
melihat alex sudah siap dengan baju adat
jawa nya
“ kemarilah aku akan membantumu memakai
baju itu “ kata alex dan mulai membantu prisil
Di saat alex membantu prisil memakai
pakaiannya alex tiba – tiba memeluk
prisil dari belakang
“ alex , ada apa “ tanya prisil bingung
“ kau tidak salah paham denagn yang di
katakan vero tadi kan sayang “ kata alex
“ maaf jika aku tidak menceritakan apa
yang tidak aku sukai “ sambung alex
Sejenak prisil diam berpikir , karena di
dalam hatinya sebenarnya prisil kesal
tapi prisil berusaha mengerti yang di
maksud oleh suaminya yang berusaha
__ADS_1
menghargai segala yang dia lakukan tanpa
menyakiti hati ku . prisil membalikkan
badannya menghadap alex
dan menatap alex .
“ tidak sayang , wajar jika dia tau semua
tentang mu karena dia pernah menyukaimu , “
kata prisil
“tapi itu dulu , dan lagi pula lelaki yang
bernama alex wijaya sudah menjadi milik
ku dan aku tidak akan pernah melepaskannya
untuk siapapun “ kata prisil sembari
mengalungkan kedua tangannya di leher alex
“ kau milik ku , selamanya milik ku “
kata prisil dan mencium kilat bibi alex
“ benarkah ? apa bukti jika aku adalah
milik mu “ jawab alex yang balik
menggoda prisil .
“ buktinya ? mereka bertiga “ kata
prisil dan mengarahkan tangan alex
ke perut besarnya .
Alex hanya tersenyum melihat prisil yang
dengan bangga mengatakan itu .
“ pokoknya jangan ambil hati yang di
katakan oleh vero . aku hanya menganggapnya
hanya sebagai adik perempuan ku saja
tidak lebih “ kata alex memastikan
“ iya alex , tapi ngomong - ngomong
katanya kau akan membantu ku tapi
jika begini terus aku tidak akan siap
tepat waktu “ kata prisil dan berusaha
memakai kancing di perutnya
“ benar juga kau sampai lupa , sini aku
bantu “ kata alex dan membantu prisil
memakai baju itu .
Setelah selesai prisil segera keluar
dengan di dampingi oleh alex dan
melakukan acara 7 bulanan di taman
belakang mansion wijaya , setelah ritual 7
bulanan selesai prisil dan alex berganti
pakaian dan menyapa semua tamu yang
hadir di acara itu .
Bastian menghampiri alex yang sedang
minum sendiri di samping kolam
“alex . kita perlu bicara sebentar “
kata bastian dan sedikit menjauh dari para
tamu undangan yang hadir . alex pun
mengikuti bastian .
*****
__ADS_1