melepaskan

melepaskan
Bab 134


__ADS_3

******


“ jangan ... “ teriak  vero dan membuat


prisil bingung dan terkejut


Semua orang menatap ke arah vero .


vero pun bangkit dari duduknya dan


mengambil piring alex yang ada di


tangan prisil dan meletakkan brokoli


yang ada di piring alex dan mengganti


dengan sayur yang lain .


 


 


setelah selesai vero meletakkan piring


itu di hadapan alex . prisil yang


melihatnya terkejut dan bingung ,


dan menatap alex bingung , alex


hanya diam . vero pun kembali duduk


“ prisil apa kau tidak tau jika alex


tidak suka dengan brokoli , dan juga


makanan yang mengandung banyak


minyak “ kata vero


 


 


“ aku tidak tau karena alex slalu


memakan apa yang aku masak dan


aku siapkan di piringnya . dan juga


alex tidak pernah mengatakannya


pada ku “ jawab prisil dan menatap


bingung alex


 


 


“ kau tidak mengatakannya alex “ tanya


vero


 


“ tidak vero , karena apa yang di


ambilkan, di sediakan dan di masak


oleh istriku akan selalu aku makan . “


kata alex menatap lembut semua orang


 


“ karena dia menyukainya dan kita akan


memakan hal yang sama meski pun aku


tidak suka , asalkan itu istriku prisil aku


akan menyukainya “ kata alex lembut


dan mengusap lembut rambut prisil yang rapi


 


" dan juga tidak ada alasan untuk


diriku tidak menyukai masakan istri


tercinta ku ini , benarkan ayah ibu


" lanjut alex dan menatap semua yang


ada di meja bergantian


 


“ tapi seharusnya kau menceritakannya


pada ku alex “ kata prisil


 


“ tidak apa – apa sayang “ jawab alex


lembut


 


“ oya aku juga masih ingat jika alex


tidak menyukai buah sirsak dan durian ,


aku masih ingat semua tentang alex dan


bastian “ sambung vero


Mendengar itu prisil hanya diam

__ADS_1


mendengarkan ucapan yang di katakan


oleh vero .


 


merasa ada yang aneh dengan


istrinya saat vero bercerita tentang dirinya


alex meraih tangan prisil dan


menggenggam erat tangan prisil ,


 


merasakan sentuhan tangab alex di


tangannya prisil menoleh ke arah alex


dan alex hanya tersenyum menadakan


agar prisil jangan memikirkan hal itu .


 


 di sela – sela prisil dan alex bertatapan


ternyata vero memperhatikan keduanya ,


mata vero teralihkan pada tangan alex


yang selalu menggenggam tangan prisil .


tanpa vero sadari mata bastian juga


memperhatikan vero yang sedang


melihat prisil dan alex


“ ada yang tidak beres dengan tatapan


vero pada prisil dan alex “ batin bastian


dan sembari memakan makanan yang ada


di hadapannya .


Setelah makan siang bersama prisil


segera kembali ke kamar dan bersiap


untuk acara 7 bulanan , di kamar sudah


tersedia baju untuk acara 7 bulanan dan


para penata rias  .


 


 


tak lam prisil pun sudah siap dengan make up nya dan


akan berganti pakaian , di saat itu alex pun masuk


“ kalian boleh keluar aku yang akan


membantu prisil berganti pakaian “


perintah alex dan semuanya pun menuruti alex


 


 


“ kau sudah siap alex “ kata prisil yang


melihat alex sudah siap dengan  baju adat


jawa nya


 


 


“ kemarilah aku akan membantumu memakai


baju itu “ kata alex dan mulai membantu prisil


Di saat alex membantu prisil memakai


pakaiannya alex tiba – tiba memeluk


prisil dari belakang


“ alex , ada apa “ tanya prisil bingung


 


 


“ kau tidak salah paham denagn yang di


katakan vero tadi kan sayang “  kata alex


 


 


“ maaf jika aku tidak menceritakan apa


yang tidak aku sukai “ sambung alex


Sejenak prisil diam berpikir , karena di


dalam hatinya sebenarnya prisil kesal


tapi prisil berusaha mengerti yang di


maksud oleh suaminya yang berusaha

__ADS_1


menghargai segala yang dia lakukan tanpa


menyakiti hati ku . prisil membalikkan


badannya menghadap alex


dan menatap alex .


“ tidak sayang , wajar jika dia tau semua


tentang mu karena dia pernah menyukaimu , “


kata prisil


 


 


 “tapi itu dulu , dan lagi pula lelaki yang


bernama  alex wijaya sudah menjadi milik


ku dan aku tidak akan pernah melepaskannya


untuk siapapun “ kata prisil sembari


mengalungkan kedua tangannya di leher alex


 


 


“ kau milik ku , selamanya milik ku “


kata prisil dan mencium kilat bibi alex


 


“ benarkah ?  apa bukti jika aku adalah


milik mu “ jawab alex yang balik


menggoda prisil .


 


 


“ buktinya ? mereka bertiga “ kata


prisil dan mengarahkan tangan alex


ke perut besarnya .


Alex hanya tersenyum melihat prisil yang


dengan bangga mengatakan itu .


 


“ pokoknya jangan ambil hati yang di


katakan oleh vero . aku hanya menganggapnya


hanya sebagai adik perempuan ku saja


tidak lebih “ kata alex memastikan


 


 


“ iya alex , tapi ngomong - ngomong


katanya kau akan membantu ku tapi


jika begini terus aku tidak akan siap


tepat waktu “ kata prisil dan berusaha


memakai kancing di perutnya


 


 


“ benar juga kau sampai lupa , sini aku


bantu “ kata alex dan membantu prisil


memakai baju itu .


Setelah selesai prisil segera keluar


dengan di dampingi oleh alex dan


melakukan acara 7 bulanan di taman


belakang mansion wijaya , setelah ritual 7


bulanan selesai prisil dan alex berganti


pakaian dan menyapa semua tamu yang


hadir di acara itu .


Bastian menghampiri alex yang sedang


minum sendiri di samping kolam


 


“alex . kita perlu bicara sebentar “


kata bastian dan sedikit menjauh dari para


tamu undangan yang hadir . alex pun


mengikuti bastian .


*****

__ADS_1


__ADS_2