melepaskan

melepaskan
Bab 148


__ADS_3

*****


“ alex sepertinya ketupannya pecah dan


aku akna segera melahirkan “ kata prisil


yang menahan kesakitanny


“ apa sayang , melahirkan “ kata alex


panik


Alex mulai bingung , dia tidak tau apa


yang harus dia lakukan , dia bingung


melihat prisil yang merintih kesakitan .


alex pun segera menggendong prisil


ke mobil dan membawanya kerumah sakit .


 


meski pun berat badan prisil sngat lah berat


trapi alex tidak memperdulikannya


, alex tetap menggendong prisil yang sedang


kesakitan ke mobil dan segera


bergegas ke rumah sakit .


“ sayang bersabarlah sebentar lagi kita


akan sampai di rumah sakit “ kata alex


berusaha menenangkan prisil


Prisil hanya melihat dan mendengarkan


perkataan alex , prisil hanya bisa mengatur


nafasnya sembari menahan sakit di


perutnya .


Setibanya di rumah sakit alex segera


memanggil perawat dan dokter agar


membantu istrinya . dokter dan perawat pun


bertindak cepat dan segera memeriksa


prisil . alex yang kawatir hanya bisa


berdiri di depan ruang pemeriksaan prisil .


“ suster bagaimana keadaannya “ kata


dokter .


 


“ ketubannya sudah percah dokter dan air


ketubannya hanya tinggal sedikit “ jelas suster itu


 


“ baiklah siap kan ruang operasi dan


hubungi keluarganya , “ jelas dokter dan


bersiap ke ruang operasi


 


 


“ baik dokter “  jawab suster itu


Suster dan dokter pun keluar dan satu


suster menghampiri alex yang ada di


depan ruangan


“ keluarga nonya prisil “ panggil suster


Alex yang mendengar nama istrinya di


panggil pun segera melihat ke arah suster


dan menghampirinya


“ saya suaminya sus “ jawab alex dengan


wajah yang kawatir


 


 


“ istri anda akan segera melahirkan dan


karena kendala sesuatu istri anda harus


melahirkan dengan cara operasi . saya


butuh persetujuan anda “ jelas uster itu


 


 


“ lakukan yang terbaik untuk istri dan anak


saya sus “ kata alex


 


 


“ baik , jika begitu mari ikuti sayang


untuk mengurus ini semua “ ajak suster itu .


Alex pun mengurus semua persetujuan yang


di perlukan untuk jalannya operasi dan setelah


selasai alex menuju ke ruang operasi untuk


menemani prisil tetapi sebelum memasuki


ruangan alex mengambil hp

__ADS_1


nya dan menelpon bastian


“ hallo bastian , prisil akan melahirkan


sekarang dan akan di lakukan operasi ,


aku ada di rumah sakit tidak jauh dari


kantor , aku akan menemani operasi prisil “


kata alex dan belum sempat di jawab


oleh bastian alex sudah  menutup


teleponnya


Tanpa pikir panjang Bastian yang ada di


balik telepon itu pun langsung bergegas


mengambil mobilnya dan menuju rumah


sakit yang di maksud oleh alex . bastian


pun menghubungi seseorang di balik


telepon


“ ibu , prisil melahirkan dan sekarang


berada di rumah sakit dekat kantor “


kata bastian dan menutup teleponnya


Sementara itu di ruang operasi alex


menggenggam erat tangan prisil yang


menjalani operasi cesar . sembari mengelus


kepala prisil alex berusaha menguatkan prisil


yang terkadang merasakan kesakitan .


 


dan tak lama terdengar suara tangisan bayi .


alex dan prisil pun terkejut dengan suara


tangisan bayi itu tak lama seorang suster


menggendong seorang bayi dan


memberikannya pada prisil untuk di beri


asi pertamanya .


“ ini anak kita alex “ kata prisil haru


dan melihat bayi itu yang berada di dadanya .


 


“ benar sayang , dia sangat tampan


seperti ku “ jawab alex dan hanya di sambut


tawa haru oleh prisil


 


“ akan ku beri nama adya putra wijaya


dari keluarga wijaya “ jelas alex pada


prisil dan menngendong bayi laki lakinya itu


 


Dan tak lama seorang suster kembali


membawa anak laki laki prisil yang kedua


dan meletakkannya di dada prisil


 


 


“ laki laki yang manis , matanya seperti


mu alex “ kata prisil yang kembali haru


melihat anak keduanya ,


 


 


“ melihat matanya seperti membawa


kebahagiaan sayang “ jawab alex


 


“ nama apa yang akan kau berikan alex “


tanya prisil pada alex , dan di balas


senyum manis oleh alex


 


“ aku akan memberi nama raymond sakya


wijaya yang artinya pelindung dan  kebahagiaan


keluarga wijaya “ kata alex


“ nama yang bagus alex “ jawab prisil


yang mulai lemah


Dan seorang suster kembali membawa


seorang bayi kepada prisil . alex pun


mengambil bayi yang ada di dada prisil


“ seorang bayi perempuan yang cantik


sekali nyonya “ kata suster itu dan menaruhnya


lagi di dada prisil untuk memimum asi pertama


seperti ke dua saudaranya .


 

__ADS_1


 


“ perempuan alex , “ kata prisil senang


 


 


“ dia cantik sekali sayang , sama


seperti mu “ kata alex takjuk dan


terharu .


 


 


“ siapa namanya alex “ tanya prisil


 


 


“ kita akan memberi nama sesuai


keinginan dari pamannya sayang “


jawab alex lembut pada prisil


 


 


“ kalila lovata wijaya yang artinya


teman dan sahabat kesayangan


keluarga wijaya “ kata prisil dan mencium


lembut  kepala bayinya begitu pula dengan


alex yang mencium lembut prisil


 


 


“ terimakasih sayang kau telah memberikan


keturunan yang sangat berharga bagi ku “


kata alex dan memeluk lembut prisil


dan anaknya ,


 


 


“ aku sangat bahagia sayang, sangat ,


dan sangat bahagia “kata alex lagi


dengan air mata yan mengalir di pipinya


 


“ aku mencintaimu sayang , sangat


mencintaimu “ kata alex lagi


 


“ aku juga mencintaimu alex “ jawab


prisil .


Bayi bayi itu pun di serahkan pada


suster untuk di bersihkan dan di berikan


perawatan pertama dan prisil menyelesaikan


operasinya dan di bawa ke ruang rawat inapnya


Di luar ruang operasi telah menunggu


ayah , ibu , nenek dan juga bastian .


setelah alex keluar dari ruang operasi


mereka langsung menghampiri alex


dan menanyakan tentang bayi


mereka dan keadaan  prisil


“ alex bagaimana kondisi mereka semua “


tanya bastian yang melihat alex pertama kali


 


“ mereka sehat dan baik – baik saja ,


mereka sedang di bawa ke ruang perawatan ,


tunggulah sejenak “ kata alex dengan


wajah leganya


 


 


“ syukurlah kalau begitu , apalagi yang


kita tunggu ayo kita ke sana “ kata ayah


antusias


 


 


“ kalian duluan saja aku akan menjeput


anak – anak ku “ kata alex


 


“ ibu akan ikut dengan mu alex “ kata


ibu dan mengikuti alex


Dan yang lain menuju ke ruang inap


prisil .

__ADS_1


 


*****


__ADS_2