melepaskan

melepaskan
Bab 130


__ADS_3

*****


Barang – barang telah di masukan


ke dalam bagasi mobil . alex dan prisil


berpamitan pada nenek


“ nenek prisil pulang dulu ya , nenek


jaga kesehatan dan makan yang teratur ,


jangan suka begadang “ kata prisil di


pelukan neneknya


 


 


“ kau ini cerewet sekali , harusnya


nenek yang mengatakan itu pada mu “


jawab nenek pada prisil


 


 


“ karena prisil menghawatirkan nenek “


kata prisil lagi


 


 


“ iya prisil nenek akan ingat yang kamu


katakan “ jawab nenek


 


 


“ hei ... hei ... berilah juga aku


kesempatan untuk  memeluk nenek , aku juga


cucunya sekarang “ kata alex cemburu


Prisil dan nenek pun melepas pelukannya


dan tertawa mendengar omelan alex pada mereka


“ baiklah  kemarilah  cucuku yang


tampan nenek “ kata nenek dan


merentangkan tangannya untuk di


peluk alex . alex pun memeluk nenek


“nenek minta tolong jaga prisil dengan baik ,


walau dia seperti anak kecil


bersabarlah saja “ kata nenek becanda pada alex


 


 


“ tentu nenek aku akan selalu bersamanya


dan menjaganya  , “ jawab alex


 


 


“ baiklah nek kami berangkat dulu  “ lanjut alex


dan berjalan masuk ke dalam mobil .


Nenek melambaikan tangannya begitu juga


prisil dan alex . mobil alex pun melaju keluar


dari halaman  rumah nenek menuju ibu kota ,


di sepanjang perjalanan prisil tertidur


di pangkuan alex.


 


Satu tangan alex membelai lembut

__ADS_1


perut besar prisil , dan satu lagi sedang


berkutik dengan hpnya melihat e - mali yang


masuk , saat mereka hampir sampai di


mansion alex prisil terbangun karena


merasa lapar


“ alex . sepertinya mereka mulai lapar “


kata prisil


 


 


“ benarkah itu , baiklah kita kan makan


“ kata alex dan menyuruh sopir untuk ke t


empat makan langganan alex


 


 


“ aku ingin makan masakan ibu “ kata


prisil


 


 


“ apa sayang , maksakan ibu , tapi ibu


sekarang sedang berada di ingris sayang ,


bagai mana bisa ibu ... “ jawa alex


terbata – bata bingung


Raut wajah prisil berubah kecewa dan


sedih . alex yang melihatnya menjadi bingung


dengan perubahan wajah prisil ,


alex panik dan bingung harus bagaimana


mengatasi ngidam prisil kali ini .


tidak lapar lagi “ kata prisil lemas dan


memejamkan matanya lagi


 


 


“ tapi sayang , ini juga sudah waktunya


makan malam “ kata alex


 


 


“ aku tidak lapar “ jawab prisil singkat


 


 


“ baiklah jika itu mau mu , “ jawab alex


dan merintahkan supir untuk kembali ke


arah mansion


Sepanjang perjalanan prisil hanya diam


menatap ke arah jalanan , sampai di mansion


prisil keluar dari mobil sendiri


tanpa bantuan alex yang biasanya


membukakan pintu untuknya.


prisil memilih  berjalan sendiri ke


dalam mansion ,


 


 

__ADS_1


 


sebelum ke kamar prisil mengambil beberapa


minuman dan di bawanya de dalam


kamarnya , alex hanya bisa mengikuti


langkah prisil tanpa berani mengutarakan


satu kata pun .


 


 


sampai di kamar prisil mengambil jubah


mandinya dan masuk ke dalam kamar mandi .


alex menunggu prisil di luar kamar mandi


tapi prisil  tak kunjung keluar dari kamar mandi ,


alex pun berganti dengan jubah mandinya dan masuk ke


dalam kamar mandi melihat keadaan prisil .


Alex melihat prisil tengah berendam di


kolam mandi yang cukup untuk mereka


berdua berendam bersama sembari melihat


keluar jendela .


 


 


alex menyusul prisil berendam di kolam itu .


alex mendekatkan dirinya pada prisil yang


sedang melamun .


“ apa yang sedang kau pikirkan sayang “


tanya alex sembari duduk di belakang


prisil dan memeluk prisil dengan perut


besarnya


 


 


“ tidak ada , hanya saja aku ingin


berendam “ kata prisil


 


 


“ aku tau kau sedang memikirkan sesuatu


, katakan saja  sayang , aku ada untukmu “


kata alex lagi pada prisil


Prisil mengambil nafas panjang dan


menoleh ke arah alex yang ada di


belakangnya .


“ apa masa ngidam ku menyusahkan mu alex


“ tanya prisil


Alex terkejut dengan yang di tanyakan


prisil padanya , menanggapi pertanyaan


prisil alex menghadapkan prisil ke


arahnya .


“ kenapa kau berpikir seperti itu sayang


“ tanya balik alex pada prisil


 


 


******

__ADS_1


 


 


__ADS_2