
*****
Barang – barang telah di masukan
ke dalam bagasi mobil . alex dan prisil
berpamitan pada nenek
“ nenek prisil pulang dulu ya , nenek
jaga kesehatan dan makan yang teratur ,
jangan suka begadang “ kata prisil di
pelukan neneknya
“ kau ini cerewet sekali , harusnya
nenek yang mengatakan itu pada mu “
jawab nenek pada prisil
“ karena prisil menghawatirkan nenek “
kata prisil lagi
“ iya prisil nenek akan ingat yang kamu
katakan “ jawab nenek
“ hei ... hei ... berilah juga aku
kesempatan untuk memeluk nenek , aku juga
cucunya sekarang “ kata alex cemburu
Prisil dan nenek pun melepas pelukannya
dan tertawa mendengar omelan alex pada mereka
“ baiklah kemarilah cucuku yang
tampan nenek “ kata nenek dan
merentangkan tangannya untuk di
peluk alex . alex pun memeluk nenek
“nenek minta tolong jaga prisil dengan baik ,
walau dia seperti anak kecil
bersabarlah saja “ kata nenek becanda pada alex
“ tentu nenek aku akan selalu bersamanya
dan menjaganya , “ jawab alex
“ baiklah nek kami berangkat dulu “ lanjut alex
dan berjalan masuk ke dalam mobil .
Nenek melambaikan tangannya begitu juga
prisil dan alex . mobil alex pun melaju keluar
dari halaman rumah nenek menuju ibu kota ,
di sepanjang perjalanan prisil tertidur
di pangkuan alex.
Satu tangan alex membelai lembut
__ADS_1
perut besar prisil , dan satu lagi sedang
berkutik dengan hpnya melihat e - mali yang
masuk , saat mereka hampir sampai di
mansion alex prisil terbangun karena
merasa lapar
“ alex . sepertinya mereka mulai lapar “
kata prisil
“ benarkah itu , baiklah kita kan makan
“ kata alex dan menyuruh sopir untuk ke t
empat makan langganan alex
“ aku ingin makan masakan ibu “ kata
prisil
“ apa sayang , maksakan ibu , tapi ibu
sekarang sedang berada di ingris sayang ,
bagai mana bisa ibu ... “ jawa alex
terbata – bata bingung
Raut wajah prisil berubah kecewa dan
sedih . alex yang melihatnya menjadi bingung
dengan perubahan wajah prisil ,
alex panik dan bingung harus bagaimana
mengatasi ngidam prisil kali ini .
tidak lapar lagi “ kata prisil lemas dan
memejamkan matanya lagi
“ tapi sayang , ini juga sudah waktunya
makan malam “ kata alex
“ aku tidak lapar “ jawab prisil singkat
“ baiklah jika itu mau mu , “ jawab alex
dan merintahkan supir untuk kembali ke
arah mansion
Sepanjang perjalanan prisil hanya diam
menatap ke arah jalanan , sampai di mansion
prisil keluar dari mobil sendiri
tanpa bantuan alex yang biasanya
membukakan pintu untuknya.
prisil memilih berjalan sendiri ke
dalam mansion ,
__ADS_1
sebelum ke kamar prisil mengambil beberapa
minuman dan di bawanya de dalam
kamarnya , alex hanya bisa mengikuti
langkah prisil tanpa berani mengutarakan
satu kata pun .
sampai di kamar prisil mengambil jubah
mandinya dan masuk ke dalam kamar mandi .
alex menunggu prisil di luar kamar mandi
tapi prisil tak kunjung keluar dari kamar mandi ,
alex pun berganti dengan jubah mandinya dan masuk ke
dalam kamar mandi melihat keadaan prisil .
Alex melihat prisil tengah berendam di
kolam mandi yang cukup untuk mereka
berdua berendam bersama sembari melihat
keluar jendela .
alex menyusul prisil berendam di kolam itu .
alex mendekatkan dirinya pada prisil yang
sedang melamun .
“ apa yang sedang kau pikirkan sayang “
tanya alex sembari duduk di belakang
prisil dan memeluk prisil dengan perut
besarnya
“ tidak ada , hanya saja aku ingin
berendam “ kata prisil
“ aku tau kau sedang memikirkan sesuatu
, katakan saja sayang , aku ada untukmu “
kata alex lagi pada prisil
Prisil mengambil nafas panjang dan
menoleh ke arah alex yang ada di
belakangnya .
“ apa masa ngidam ku menyusahkan mu alex
“ tanya prisil
Alex terkejut dengan yang di tanyakan
prisil padanya , menanggapi pertanyaan
prisil alex menghadapkan prisil ke
arahnya .
“ kenapa kau berpikir seperti itu sayang
“ tanya balik alex pada prisil
******
__ADS_1