
****
alex sedang berada di kamarnya melihat barang prisil dan boneka boneka untuk calon anak nya . alex sangat frustasi kehilangan prisil . wajah alex sudah tidak karuan . bahkan bajunya pun juga berantakan .
"prisil kau di mana sayang . aku sangat merindukan mu dan anak - anak kita . " kata alex kacau
" aku harap kau baik - baik saja " kata alex dan menitikan air mata .
di ambang pintu kamar alex berdiri ibunya memperhatikan anaknya yang kacau . sudah 2 hari prisil menghilang dan selama itu pula alex tidak mau makan dia hanya ingin prisil .
"apa yang harus aku lakukan . alex sangat menderita tapi bastian juga masih dalam amarahnya . " batin ibu alex yang bingung .
dan sementara itu di villa tersembunyi bastian sedang menyiapkan makanan untuk prisil . setelah siap bastian mengantarkannya ke kamar prisil . dengan hati yang senang bastian menuju kamar prisil .
pintu kamar pun di buka oleh bastian . matanya melihat ke sekeliling ruangan itu . bastian melihat makanan tadi siang masih utuh tidah tersentuh oleh prisil . bastian pun mencari keberadaan prisil . dia melihat ke arah jendela dan melihat prisil duduk termenung di sana sembari melihat keluar jendela . bastian pun menghampiri nya dan merangkul lengan prisil tapi tidak ada balasan dari prisil
" kenapa kau melamun sayang " kata bastian .
__ADS_1
tidak ada jawaban dari prisil . bahkan prisil tidak melihat ke arah nya . bastian tetep memandang dan memper erat rangkulannya
" ayo makan prisil . kau tidak makan dari kemarin . bahkan kau tidak menyentuh sedikit pun makanan yang aku bawakan . kau juga terlihat pucat sayang " kata bastian dan berusaha menyentuh pipi prisil tapi prisil menghindar dari tangan bastian .
prisil menatap sekilas bastian dan melepas rangkulan bastian dan berlalu ketempat tidur dan membaringkan tubuhnya .
bastian merasa kesal tapi di balik kesalnya bastian juga merasa kawatir dengan prisil dan anak yang di kandungnya .
" prisil makanlah walau hanya sesikit kasian anak yang ada di perut mu . mereka juga butuh nutrisi " kata bastian di sebelah prisil
" terserah kau mau makan atau tidak . setidaknya pikirkan anak anak mu . " kata bastian .
" pergi . aku tidak mau melihat mu . " kata prisil singkat dan menyelimuti seluruh badannya
bastian hanya menatap kesal ke arah prisil . sebegitu bencikah prisil pada diri nya sehingga tidak ingin melihatnya .
__ADS_1
" baiklah aku akan pergi . aku akan meletakkan makanan mu di meja . jika kau lapar makanlah . dan jika butuh sesuatu aku ada di sebelah "kata bastian dan pergi dari kamar itu .
setelah memastikan baatian keluar dari kamar priail pun membuka selimutnya dan menangis memanggil alex . dengan mulut yang di tutup dengan tangannga prisil menangis sejadi jadinya . prisil menutup muludnya agar bastian tidak mendengar suara tangisnya .
tetapi tanpa prisil sadari . bastian masih diam berada di depan pintu kamar prisil . bastian mendengar suara tangia prisil meski tidak terlalu jelas . tapi bastian tau jika prisil sedang menangis dengan menyebut nama alex .
ada rasa tak tega melihat orang yang dia cintai menangis karena perbuatannya . tapi hati bastian masih belum bisa merelakan prisil untuk alex .
" tak apa semua akan berlalu , biarkan dia menangis sekarang . aku yakin prisil akan melupakan bastian dan akan menerimaku kembali . " kata bastian menguatkan dirinya sendiri
" aku hanya perlu bersabar sedikit lagi . begitu pula dengan prisil dia hanya butuh waktu melupakan alex " batin bastian dan perhi menjauh dari kamar prisil .
********
__ADS_1