melepaskan

melepaskan
Bab 107


__ADS_3

****


Ayah , ibu , prisil dan alex sedang


berada di ruang tengah menonton televisi ,


ayah dan ibu mengobrol berdua dan


sedang kan prisil bersandar di dada


bidang alex sembari menonton televisi ,


alex sedang sibuk dengan hp nya  mengecek


bisnis nya sesekali alex membelai perut istinya


itu dan memperhatikan prisil .


 


Prisil sedang menonton iklan buah mangga


muda di televisi dan itu membuat nya ingin


sekali memakan buah itu


“ alex aku mau itu “ kata prisil sembari


menunjuk iklan yang ada di televisi


 


 


 “ Apa itu sayang “ tanya alex karena pada


saat iklan alex tidak melihatnya .


 


 


“ mangga muda alex “ kata prisil


 


 


“ baiklah aku akan memanggil pelayan


agar membelikannya “ kata alex dan segera


memanggil pelayan , tapi tidak jadi


karena prisil melarangnya


 


 


“ tidak mau jika itu bukan kau sendiri


yang membelikannya “ kata prisil dan


mulai cemberut


Ibu yang mendengar percakapan alex dan


prisil hanya tertawa melihat tingkah keduannya


“ alex istrimu sedang mengidam ,


sebainya kau turuti saja , “ kata ibu


 


 


“ di supermarket terdekat pasti ada “


sambung ibu


 


 


“ benar alex , prisil hanya mau jika


kamu yang membelikan buah itu “ kata ayah


 


 


“ baiklah , aku akan pergi membeli


mangga muda dulu . “ kata alex dan beranjak


pergi membeli nya dan sebelum itu


alex mencium kening prisil sekilas


“ bagaimana perasaan mu sayang saat

__ADS_1


hamil “ tanya ibu


 


 


“ menyenangkan ibu , tapi sedihnya aku


sering meminta hal yang aneh pada alex “


jawab prisil


 


 


“ itu wajar karena kau sedang hamil


prisil “ kata ayah


 


 


“ tapi alex memenuhinya bukan “ tanya


ibu pada prisil


 


 


“ ya ibu , alex slalu memenuhi apa yang


prisil mau meski itu aneh “ jawab prisil


 


 


“ ibu senang jika alex begitu ,karena


dulu sebelum bertemu dengan mu alex


tidak pernah menurut mungkin karena


pergaulan dia selama kuliah di luar negeri ,


dia hanya akan mendengarkan kata


adiknya bastian “ jelas ibu pada prisil


 


 


seperti ini karena diri mu prisil “ kata ibu


 


 


“ Oya prisil apa kau tidak mengunjungi


nenek mu “ tanya ayah


 


 


“ aku akan mengunjungi nenek setelah


acara pernikahan teman ku , dan menginap


beberapa hari di rumah nenek “ jawab


prisil


 


 


“ baguslah jika kalian sudah


merencanakannya “ kata ayah


 


 


“ oya ibu , ibu bilang dulu alex tidak


penurut , aku penasaran bagaimana


alex dulu sebelum bertemu denganku


 


 


“ dulu alex anak yang baik prisil , dia


sangat menyanyangi adik nya bastian ,

__ADS_1


sampai kami mengirim nya untuk sekolah di


luar negeri bersama bastian , mungkin


karena pergaulan itu alex sedikit


terpengaruh oleh teman temannya .


dia sering berganti ganti wanita , bahkan


setiap kali mendatangi mereka wanita


alex slalu berganti .dan juga tidak pernah


mendengarkan apa yang kami perintahkan , “


cerita ibu


 


 


“ bahkan alex pernah tidak mau kembali


ke indonesia dan memilih kabur dengan


teman wanitanya . “ cerita ayah


 


 


“ tapi semua kebiasaan jelek itu hilang


sejak kau datang di kehidupan alex


dan bastian “ kata ibu


 


 


“ tapi dari ayah dan ibu yakin jika itu


aku yang merubah mereka ?”  tanya prisil


 


 


“ dari para sekertaris pribadi mereka ,


dan beberapa orang yang memang ayah


suruh untuk mengawasi mereka saat itu , tp


saat telah bersama mu ayah tidak menyuruh


orang – orang ayah karena percaya


pada mu “ tambah ayah .


Saat mereka asyik mengobrol terdengar


suara bel berbunyi


Ting ... tong .. “


“ itu mungkin alex , dia sudah datang


membawa mangga muda ku “ kata prisil


dan beranjak membukakkan pintu menyambut


alex


 “


hati – hati prisil , jangan berlarian , ingat kau


sedang hamil “ tegur ibu yang


melihat prisil seperti akan berlari


Prisil hanya membalas dengan senyumannya


dan melanjut kan langkahnya membuka pintu rumah


“ kau sudah datang alex , mangga mu .....”


kata prisil terhenti setelah membuka pintu


rumah dan terdiam di depan pintu


melihat seseorang yang ada di hadapannya


“ Bastian .” kata prisil  pelan dan tak percaya


jika itu adalah bastian


 


“ hai prisil  “ kata bastiandengan senyumannya

__ADS_1


****


__ADS_2