melepaskan

melepaskan
Bab 87


__ADS_3

*****


Prisil yang melihanya mulai merasa


ketakutan dan gelisah , prisil merasa


jika pandu akan melangkah ke arahnya


 


dan tanpa di duga ada seseorang


yang memanggil prisil , dan menghentikan


langkah pandu


“ prisil ... “ panggil pria itu


Pandu langsung menatap pria yang


memanggil  prisil   , pandu menatapnya


dengan kesal


“ siap pria ini “ batin pandu


 


“ brian “  kata prisil dan prisil pun l


angsung melangkah ke arah brian


 


 


“ brian “ batin pandu


 


 


“ kenapa kau bisa di sini , di mana


suamimu “tanya brian pada prisil


 


 


“ aku di sini “ jawab alex dan


menghampiri prisil dan merangkul


prisil posesif


 


 


“ alexx “ kata prisil dan memeluk alex


dengan kuat karena ketakutan .


Alex pun langsung menatap ke arah lain


dan di sebelah itu adalah pandu dengan


mengangkat gelas sampanye nya pada alex


dengan senyum yang meremehkan alex dan berlalu pergi


 


 


 


. alex yang kesal ingin mengikuti pandu tapi


di tahan oleh prisil . alex pun menatap prisil


dan prisil hanya menggelelng pelan mengartikan


jangan mengikuti pandu . alex hanya menghela nafas berat


 


 


 


“ baik lah akan aku turuti “ kata alex


dan melihat  lelaki yang ada di sebelahnya


 


“ anda siapa . kenapa anda mengenal


istri ku “ tanya alex pada brian


 


 


“ saya hampir lupa , perkenalkan saya


brian calon suami rizka teman butik prisil


dan saya juga teman kuliah prisil .


“ jelas brian memperkenalkan diri


 


 


“ saya alex wijaya suami prisil . “ kata


alex dan menjabad tangan brian


 


 

__ADS_1


“ prisil siapa pria barusan , aku


melihat dari jauh sepertinya kamu


ketakutan berhadapan dengannya “ tanya brian


pada prisil


Prisil masih diam merasa takut , melihat


itu alex yang menjawab pertanyaan brian


“ dia adalah  orang jahat yang akan


menyakiti prisil istriku “ kata alex yang membuat


brian bingung dengan ucapan alex


 


 


“ kalau begitu terima kasih kau telah


menyelamatkan istri ku , senang berkenalan


dengan mu brian , “ kata alex pada


brian


 


 


“ sama – sama apalagi prisil juga teman


ku jadi itu sudah kewajibanku “ kata brian


 


 


“ kalau begitu kami duluan brian ,


sampaikan salam kami untuk rizka  “ kata


alex dan berlalu pergi


Alex pun membawa prisil ke tempat yang


tidak terlalu ramai dan memberikan segelas


minuman kepada prisil agar


prisil  merasa tenang


“ minumlah ini sayang , agar kau tenang


“ perintah alex pada prisil


Prisil pun menerima minuman itu dan


meminumnya hingga habis  , laex memandang


prisil kawatir


akan datang dan ... “  kata prisil


tergantung karena belum sempat di jawab


alex sudah memeluknya


 


 


“ ya kita akan pulang , kau tenanglah ,


ada aku sekarng , maaf aku meninggalkan mu “


kata alex sembari memeluk prisil .


prisil hanya membalas pelukan alex


 


 


“ ayo kita pulang , nanti aku akan


mengabari ayah dan ibu , “ ajak alex dan mereka


beranjak untuk kembali ke mobil


mereka .


Sepanjang perjalanan alex menelpon ayah


dan ibunya mengabari jika mereka kembali


lebih awal karena kondisi prisil yang


tidak sehat .


“ sayang kau tidak apa- apa “  tanya bastian


pada prisil kawatir


Prisil hanya diam memandangi jalanan


malam . hingga pada akhirnya prisil


membuka suaranya


“ alex , aku ingin cepat kembali ke


paris , “ kata prisil lemas


 


“ kenapa kau ingin cepat kembali ke


paris sayang “ tanya alex


 

__ADS_1


“ aku tidak mau bertemu lagi dengan


pandu . aku takut dia akan menyakiti ku lagi “


jawab prisil sedih


 


 


“ baiklah kita akan segera kembali ke


paris setelah pekerjaan mu selesai di sini “


jawab alex meyakinkan prisil


Mereka pun sampai di apartemen prisil


dan alex sedang memparkir mobilnya di


parkiran apartemen , setelah selesai alex


keluar dari mobil dan membukakkan pintu prisil ,


prisil hanya terdiam melihat alex ,


“ ayo kita segera masuk prisil , kau


pasti lelah “ kata alex


Prisil hanya diam menatap alex datar ,


alex yang merasa kawatir pun membungkukkan


badannya hingga sejajar dengan


prisil dan membelai lembut pipi prisil .


“ ada apa dengan istri ku yang cantik


ini , kenapa dia hanya diam menatap ke


tampanan suaminya ini “ kata alex yang


berusaha menghibur istrinya


Karena tidak dapat jawaban alex pun


mulai sangat kawatir dengan prisil .


“ istriku sayang ada apa , “


tanya alex lgi pada prisil yang mulai cemas


 


“ gendong “ kata prisil membuat alex


terkejut dengan pintanya


 


“ kau bilang apa sayang “ tanya alex


lagi .


 


“ gendong , aku minta gendong  ,


karena perbuatan mu tadi siang


membuat kaki ku masih terasa sakit “


kata prisil  sambil mengerucutkan bibirnya


Alex tertawa Mendengar perkataan istrinya


itu , alex tertawa pelan dan menganggukan


kepalanya , alex mencubit  gemas hidung prisil sekilas


“  baiklah aku akan bertanggung jawab dan


menggendong istriku ini sampai kamarnya “


jawab alex sembari tersenyum


“ benarkah , kalau begitu cepatlah “


kata prisil dan melepas sepatunya dan


menentengnya dengan tasnya lalu


merentangkan tangannya untuk di


kalungkan di leher alex


Melihat manjanya


istrinya alex hanya menggelengkan kepala


dan menggendong prisil keluar dari


mobil dan segera menuju ke atas


 


 


melihat perlakuan suaminya itu


prisil pun mengecup sekilas bibir alex


alex yang terkejud hanya melihat


prisil


 


 


" istri ku ini mulai menggoda ku "


kata alex dengan mata nakalnya

__ADS_1


 


****


__ADS_2