
Prisil
Ku langkahkan kaki ku di apartemen ku ,
setelah mengantar bastian ke bandara
aku memutuskan untuk pulang . aku sudah
tidak bekerja untuk sementara waktu
karena ibu bastian melarang ku untuk bekerja
sementara sebelum hari pernikahan ku selesai .
jadi aku hanya memonitor butik d
balik leptop dan laporan dari riska .
Ku baringkan tubuh ku di kasur ternyaman
ku dan melihat hp ku , bastian baru mengabariku
jika disa sedang transit dan
sekarang sudah kembali melanjudkan perjalanannya .
seketika aku teringat akan
alex aku pun menekan nomer telepon alex
untuk sekedar menanyakan kabarnya .
meskipun sejujurnya ada sedikit rindu
di hatiku pada alex yang beberapa bulan
lalu selalu menghubungiku dan menemani ku
sebelum dia pergi ke paris untuk
urusan bisnis
Aku menunggung sambungan telepon ke alex
dan tak beberapa saat alex menerimanya
“ hallo “ jawab lelaki itu yang tak lain
adalah alex ,
“ alex “ jawab ku senang
“ iya prisil ada apa “ tanya alex
“ aku hanya ingin menanyakan kabar mu ,
karena kau tidak pernah mengabariku “
Jawab ku basa – basi
“ kabar ku baik di sini prisil , bagai
mana kabar mu di sana dengan bastian . “ tanya alex
“ aku baik , hanya saja bastian pergi
untuk beberapa hari “ jawab ku mulai sedih
“ kemana perginya bastian ?” tanya alex
“ dia di pergi ke jepang untuk mengurus
perusahaan “ jelas ku
“ kapan kau akan kembali lex “ tanya ku
__ADS_1
lagi
Hanya keheningan yang aku dengar dari balik telepon
“ alex , kau masih mendengar ku “ tanya ku
“ iya prisil aku mendengar mu . aku juga
belum tau kapan aku kembali . “jelasnya
“ cepatlah kembali aku merasa kesepian ,
karena ibu melarang ku untuk bekerja hingga
pernikahan ku selesai “ jawab ku
“ kau bisa menghubungi ku jika kau
sedang bosan , aku akan mendengar semua curahan hati mu , “ kata alex yang
membuat kusenang
“benarkah ? itu tidak mengganggu mu ?” tanya ku
“ ya benar , bukan kah kita teman ,
tidak setelah ini kita adalah keluarga . “
jawab alex yang tiba – tiba menjadi pelan
“ kau dan bastian membuat ku tergantung
pada kalian ,” kata ku sambil menatap langit langit kamar ku
Ya , berawal aku terbiasa makan siang dengan mu
dan sekarang terbiasa dengan
keberadaan bastian di hidup ku , itu membuat ku tidak
ingin jauh dari kalian , ?" kata ku panjang lebar yang tidak
sengaja mengatakan curahan isi hati ku
“ benarkah begitu “ tanya bastian
“ ya benar “ jawab ku
Kami pun mengobrol cukup lama hingga
tanpa terasa aku tertidur saat mengobrol dengan alex di telepon ,
sampai pagi hari aku terbangun
karena telepon dari bastian ,
dan belum sempat aku berbicara bastian sudah
mengoceh
“ sayang kenapa baru di angkat ?,
kamu kemana saja ?
apa kamu sakit ? “ tanya
bastian beruntun
“ maaf aku tidur dan tak mendengar suara
__ADS_1
telepon mu “ jawab ku
“ apa kau habis begadang ?” tanya
bastian cemas
“ tidak hanya saja aku mengobrol dengan
alex sampai tengah malam . “ jelas ku
“ kau menghubungi alex “ tanya bastian
“ ya , aku menghubunginya dan bertanya
kapan dia kembali dan setelah itu
membahas yang lain “ jelas ku lagi
“ bagus lah , segeralah mandi dan
sarapan , dan apa rencanamu hari ini sayang “ tanya bastian
“ hari ini aku hanya akan ke utik
mengecek baju pengantin kita ,
dan mengecek apakah semua undangan telah di
kirim semua “ jelas ku sembari bangun
dari tempat tidurku dan beranjak ke dapur
“ jangan sampai kelelahan sayang . “
kata bastian
“ tentu , dan apa kegiatan mu hari ini
di sana “ tanyaku
“ aku sedang di perusahanan dan mengecek
semua laporan . “ jelasnya
“ jangan lupa untuk makan dan istirahat “
perintahku
“ baik sayang , kalau besiaplah . i love
you sayang “ kata bastian
“ i love you too bastian “ jawab lu dan
menutup telepon
Setelah mengobrol dengan bastian aku
melanjudkan dengan memasak dan bersiap pergi ke butik
. sesampai di butik aku mengecek baju
pengantin yang akan aku gunakan dan
selesai mengeceknya aku masuk ke ruangan
riska memberikan dia setumpuk kerjaan yang
harus nya kau kerjakan tetapi aku
limpahkan pada rizka
__ADS_1
****