
Bastian
Ku lelapkan badan ku di atas kasur yang nyaman ini ,
“ kamar ini lumayan nyaman juga “ kata bastian .
aku terdiam menatap keluar jendela dan melihat sekeliling , terdengar dering hp ku dari saku celanaku . ku lihat nama yang tertera di layar hp itu dan segera ku angkat
“ hallo , bisakah kau tidak mengganggu hari tenang ku sehari saja “ jawab ku kesal pada suara di balik telepon itu
aku berbincang bincang riang dengan seseorang di balik telepon itu cukup lama sembari tetap memandang keluar
jendela kamar . suara ketukan pintu terdengar dan membuat ku berbalik ke arah suara itu .
“ tok ... tok ... tok ...
“ tian makan malam sudah siap , ayo kita makan bersama “ kata dari seseorang di balik pintu yang ternyata adalah suara prisil .
“ nanti aku hubungi kamu lagi ok . bye .. “ jawab ku untuk seseorang di balik telepon itu .
__ADS_1
Ku letakkan hp ku dan bergegas keluar menuju dapur .
“waw ... prisil banyak sekali kamu
memasak , dan aromanya sangat enak . “ sahut ku dari balik meja
“ tidak juga , aku juga jarang memasak seperti ini , kecuali ada nenek atau tamu di rumah .” jawab prisil
“ kemarilah duduk dan kita makan , kau sudah lapar bukan ?” sambung prisil sembari menaruh beberapa buah di meja makan
“ ternyata begitu , baiklah kalau begitu aroma maskan mu membuat ku sangat lapar “ jawab ku .
“ tian kenapa kamu senyum senyum sendiri ? apa masakan ku tidak enak atau rasanya aneh ?” tanya prisil pada ku
“ tidak , masakan mu sangat lezat , aku sangat menikmatinya , “ jelas ku pada prisil
Prisil membalas dengan senyuman manisnya , membuat ku enggan memalingkan pandangan ku padanya . kami pun melanjudkan makan kami .
Setelah selesai makan , aku ingin membantu prisil tapi dia tidak mengijinkan ku dan menyuruh ku untuk duduk di depan tv dan memakan buah buahan yang telah dia sediakan untuk ku . aku hanya bisa memtuhinya . beberapa kali aku memandangi prisil dr balik sofa dan melihat prisil sedang membereskan dapur dan membuat minuman untuk kita
__ADS_1
“ jika di lihat prisil wanita yang cantik dan manis , menatap nya membuat ku tenang dan ingin melindunginnya “
batin ku . “ apa aku mulai menyukai prisil “sambung ku .
Tanpa aku sadari ternyata prisil telah berada di depan ku . aku terkejut melihat wajahnya yang dekat dengan wajah ku dengan expresi bingung menatap ku yang sedari tadi melamun memandanginya di dapur
“ tian ... bastian .. “ sapa prisil sembari melambaikan tangannya di hadapan wajah ku untuk menyadarkan ku .
“ ah .. iya prisil . “ jawab ku saat tersadar .
“ kamu gak papa kan tian ?” tanya prisil sembari dia duduk di sampingku dan memberikan secangkir teh .
“ gak kok gak papa “ jawab ku sembari menerima teh dari nya
Kami pun mengobrol dan menikmati camilan malam kami , aku sangat menyukai suasana ini , sesekali kami bersandaugurau dan aku melihat senyuman dan tawa prisil yang membuat ku senyum senyum sendiri melihatnya .
“ ap aku telah jatuh cinta pada prisil ?” batin ku .
****
__ADS_1