melepaskan

melepaskan
Bab 13


__ADS_3

Bastian


 Ku lelapkan badan ku di atas kasur yang nyaman ini ,


“ kamar ini lumayan nyaman juga “ kata bastian .


aku terdiam menatap keluar jendela dan melihat sekeliling , terdengar dering hp ku dari saku celanaku . ku lihat nama yang tertera di layar hp itu dan segera ku angkat


“ hallo , bisakah kau tidak mengganggu hari tenang ku sehari saja “ jawab ku kesal pada suara di balik telepon itu


aku berbincang bincang riang dengan seseorang di balik telepon itu cukup lama sembari tetap memandang keluar


jendela kamar . suara ketukan pintu terdengar dan membuat ku berbalik ke arah suara itu .


“ tok ... tok ... tok ...


“ tian makan malam sudah siap , ayo kita makan bersama “ kata dari seseorang di balik pintu yang ternyata adalah suara prisil .


“ nanti aku hubungi kamu lagi ok . bye .. “  jawab ku untuk seseorang di balik telepon itu .

__ADS_1


Ku letakkan hp ku dan bergegas keluar menuju dapur .


“waw ... prisil banyak sekali kamu


memasak , dan aromanya sangat enak . “ sahut ku dari balik meja


“ tidak juga , aku juga jarang memasak seperti ini , kecuali ada nenek atau tamu di rumah .” jawab prisil


“ kemarilah duduk dan kita makan , kau sudah lapar bukan ?” sambung prisil sembari menaruh beberapa buah di meja makan


“ ternyata begitu , baiklah kalau begitu aroma maskan mu membuat ku sangat lapar “ jawab ku .


“ tian kenapa kamu senyum senyum sendiri ? apa masakan ku tidak enak atau rasanya aneh ?” tanya prisil pada ku


“ tidak , masakan mu sangat lezat , aku sangat menikmatinya , “ jelas ku pada prisil


Prisil membalas dengan senyuman manisnya , membuat ku enggan memalingkan pandangan ku padanya . kami pun melanjudkan makan kami .


Setelah selesai makan , aku ingin membantu prisil tapi dia tidak mengijinkan ku dan menyuruh ku untuk duduk di depan tv dan memakan buah buahan yang telah dia sediakan untuk ku . aku hanya bisa memtuhinya . beberapa kali aku memandangi prisil dr balik sofa dan melihat prisil sedang membereskan dapur dan membuat minuman untuk kita

__ADS_1


“ jika di lihat prisil wanita yang cantik dan manis , menatap nya membuat ku tenang dan ingin melindunginnya “


batin ku .  “ apa aku mulai menyukai prisil “sambung ku .


Tanpa aku sadari ternyata prisil telah berada di depan ku . aku terkejut melihat wajahnya yang dekat dengan wajah ku dengan expresi bingung menatap ku yang sedari tadi melamun memandanginya di dapur


 “ tian ... bastian .. “ sapa prisil sembari melambaikan tangannya di hadapan wajah ku untuk menyadarkan ku .


“ ah .. iya prisil . “ jawab ku saat tersadar .


“ kamu gak papa kan tian ?” tanya prisil sembari dia duduk di sampingku dan memberikan secangkir teh .


“ gak kok gak papa “ jawab ku sembari menerima teh dari nya


 Kami pun mengobrol dan menikmati camilan malam kami , aku sangat menyukai suasana ini , sesekali kami bersandaugurau dan aku melihat senyuman dan tawa prisil yang membuat ku senyum senyum sendiri melihatnya .


 “ ap aku telah jatuh cinta pada prisil ?” batin ku .


 ****

__ADS_1


__ADS_2