melepaskan

melepaskan
Bab 145


__ADS_3

******


 


Hari – hari pun berlalu tanpa


gangguan vero di kehidupan


alex dan prisil , begitu pula


bastian , tidak ada yang


menghasut bastian atau untuk


mempengaruhi keluarga wijaya .


 


 


pagi itu nenek menemani prisil


yang berjalan – jalan pagi taman


belakang sedangkan alex masih


tertidur di kamarnya .


 


 


usia kandungan prisil hampir


memasuki 9 bulan dan di


perkirakan prisil akan melahirkan


sekitar 2 minggu lagi sehingga


prisil sering berjalan pagi dan


sore untuk mempermudah proses


melahirkannya .


“ beberapa minggu  lagi kau akan


melahir kan prisil , bagai mana


perasaan mu “ tanya nenek pada


prisil sembari memberi air pada prisil yang


tengah duduk di meja taman


 


“ semakin dekat , semakin aku


gugub nek , tapi ada rasa tidak


sabar menanti kelahiran anak


– anak prisil nek “ kata prisil


 


 


“ hal itu lumrah di alami se orang


wanita yang akan pertama kali


melahirkan , nenek harap kau


sudah persiapkan lahir dan batin


untuk menyambut anak – anak mu “


kata nenek memberi nasehat


Tak lama muncul bastian dan ibu


menyapa nenek dan prisil di taman


“ selamat pagi semua . “ sapa bastian


dan ibu


 


“ bagaimana keadaan mu pagi ini sayang .


“ tanya ibu pada prisil


 


“prisil merasa baik – baik saja ibu ,


semalam prisil tidur nyenyak “ jawab prisil


 


 


“ di mana alex kenapa aku tidak


melihatnya bersama mu “tanya


bastian dan mengedarkan


pandangannya mencari alex


 


“ dia masih tidur saat aku ke bawah tadi


“ jawab priisl .


 


“ dia membiarkan kau sendirian sayang ,


dasar anak nakal , biar ibu yang


bangunkan alex , mana bisa dia

__ADS_1


meninggalkan istrinya yang sedang


hamil tua “ kata ibu mengoceh dan


membalikkan badannya pergi memanggil


alex , tapi alex tiba – tiba muncul


dengan menggosok gosok


matanya yang masih mengantuk


 “ tidak perlu repot – repot ibu , alex


sudah ada di sini “ jawab alex yang masih


mengantuk tapi ibu memukul alex d


engan keras sehingga membuat alex


tersadar seketika dan meringis kesakitan


 


“ anak nakal , bagaimana bisa kau


membuat prisil sendirian “ kata ibu marah


 


“ aku ketiduran ibu “ jawab alex membuat


alasan


 


“ jika kau tidak bisa menemani nya akau


akan menemaninya “ jawab bastian


santai memancing amarah alex , karena


bastian tau alex akan menolaknya karena


menyimpan sedikit cemburu . tetapi alex


langsung menoleh ke arahnya dengan


wajah kesal


 


“ tidak , aku bisa menemani istri ku


“  jawab nya tegas


Bastian hanya tertawa kecil melihat


cemburu alex padanya ,  prisil yang


melihat bastian menggida alex hanya


bisa menggelengkan kepala melihat


tingkah keduanya


kakak mu itu  “ kata prisil


 


“ lihat , prisil membelaku , sayang


bastian mengoda ku “ kata alex manja


sembari bersembunyi di belakang prisil dan


menunjuk bastian


Melihat itu ibu , nenek , prisil dan


bastian tertawa melihat tingkah


alex yang seperti anak kecil


“ sudah – sudah ayo kita masuk sarapan


sudah hampir selesai di dalam . “


kata ibu kepada semuanya


 


“ baik ibu , prisil akan mandi terlebih


dahulu , “ jawab prisil dan bangkit dari


tempat duduknya dan di bantu oleh alex


dan di saat alex akan berjalan , bastian


memegang tangannya


 


“ aku ingin berbicara dengan mu sejenak


“ alex ada yang ingin aku bicarakan dengan


mu “ kata bastian , alex melihat ke


arah bastian bingung lalu dia menganggukan


kepalanya


 


“ sayang kau pergi bersama nenek dulu ya


sayang  “ kata alex pada prisil


 


“ nenek minta tolong temani prisil ke


kamar , alex ada yang di bivcarakan dengan


bastian “ kata alex minta toling

__ADS_1


pada nenek


 


 


“ baiklah , kau selasaikan dulu “ kata


nenek dan mengganti tangan alex dan


menuntun perlahan prisil masuk ke dalam


“ terimakasih nenek “ jawab alex lembut


Alex dan bastian masih terdiam menunggu


prisil dan yang lain menjauh dari mereka


berdua , setelah merasa jauh alex


melihat ke arah bastian


“ katakanlah “ kata alex penasaran


 


“ apa kau tidak curiga dengan jarangnya


vero ke rumah ini “ kata bastian


 


“ bukan kah bagus jika dia tidak kemari


“ jawab alex sembari duduk santai


 


“ aku tidak yakin itu , karena aku


mendengar dari orang ku jika vero


telah memutuskan pertunangan nya “ kata


bastian yang mulai serius


 


“ apa kau yakin “ kata alex kaget


 


“ ya aku yakin dan telah menanyakannya


pada keluarganya “ kata bastian


 


“ aku harap kau waspada , aku merasa dia


tengah menyusun rencana untuk mu “ kata bastian


Alex hanya diam berpikir apa yang di


bicarakan alex itu ada benarnya . karena


alex tau vero bisa nekat untuk


mendapatkan apa yang dia ingin kan ,


“ aku akan memikirkannya lagi , terima


kasih atas kekawatiran mu pada ku dan prisil “


kata alex dan berdiri menepuk


bahu bastian dan berlalu pergi


 


“ sama – sama “ kata bastian yang masih


diam di sana


Alex berjalan ke kamar sembari


memikirkan perkataan bastian t


entang vero dapanya .


“ apa ang di katakan bastian benar dan


apa lagi di sudah tidak bertunangan  .


aku kawatir dia  memutuskan nya karena


bertemu dengan ku , tapi aku sudah menikah


bahkan akan memiliki anak , aku


harap hal yang aku takutkan tidak akan


pernah terjadi “ batin alex kawatir


“ setidaknya waspada lebih baik “ batin


bastian dan masuk ke dalam kamarnya


dan mencari keberadaan prisil tetapi tidak


ada di dalam kamar . dan alex mendengar


suara gemericik air di dalam kamar


Seketika muncullah kejailan alex yang


biasa dia lakukan saat prisil mandi yaitu


menganggu kegiatan  mandi prisil , alex


pun melangkah kan kakinya ke depan kamar


mandi dan memegang gagang pintu dan


memutarnya .


*****

__ADS_1


__ADS_2