
******
Hari – hari pun berlalu tanpa
gangguan vero di kehidupan
alex dan prisil , begitu pula
bastian , tidak ada yang
menghasut bastian atau untuk
mempengaruhi keluarga wijaya .
pagi itu nenek menemani prisil
yang berjalan – jalan pagi taman
belakang sedangkan alex masih
tertidur di kamarnya .
usia kandungan prisil hampir
memasuki 9 bulan dan di
perkirakan prisil akan melahirkan
sekitar 2 minggu lagi sehingga
prisil sering berjalan pagi dan
sore untuk mempermudah proses
melahirkannya .
“ beberapa minggu lagi kau akan
melahir kan prisil , bagai mana
perasaan mu “ tanya nenek pada
prisil sembari memberi air pada prisil yang
tengah duduk di meja taman
“ semakin dekat , semakin aku
gugub nek , tapi ada rasa tidak
sabar menanti kelahiran anak
– anak prisil nek “ kata prisil
“ hal itu lumrah di alami se orang
wanita yang akan pertama kali
melahirkan , nenek harap kau
sudah persiapkan lahir dan batin
untuk menyambut anak – anak mu “
kata nenek memberi nasehat
Tak lama muncul bastian dan ibu
menyapa nenek dan prisil di taman
“ selamat pagi semua . “ sapa bastian
dan ibu
“ bagaimana keadaan mu pagi ini sayang .
“ tanya ibu pada prisil
“prisil merasa baik – baik saja ibu ,
semalam prisil tidur nyenyak “ jawab prisil
“ di mana alex kenapa aku tidak
melihatnya bersama mu “tanya
bastian dan mengedarkan
pandangannya mencari alex
“ dia masih tidur saat aku ke bawah tadi
“ jawab priisl .
“ dia membiarkan kau sendirian sayang ,
dasar anak nakal , biar ibu yang
bangunkan alex , mana bisa dia
__ADS_1
meninggalkan istrinya yang sedang
hamil tua “ kata ibu mengoceh dan
membalikkan badannya pergi memanggil
alex , tapi alex tiba – tiba muncul
dengan menggosok gosok
matanya yang masih mengantuk
“ tidak perlu repot – repot ibu , alex
sudah ada di sini “ jawab alex yang masih
mengantuk tapi ibu memukul alex d
engan keras sehingga membuat alex
tersadar seketika dan meringis kesakitan
“ anak nakal , bagaimana bisa kau
membuat prisil sendirian “ kata ibu marah
“ aku ketiduran ibu “ jawab alex membuat
alasan
“ jika kau tidak bisa menemani nya akau
akan menemaninya “ jawab bastian
santai memancing amarah alex , karena
bastian tau alex akan menolaknya karena
menyimpan sedikit cemburu . tetapi alex
langsung menoleh ke arahnya dengan
wajah kesal
“ tidak , aku bisa menemani istri ku
“ jawab nya tegas
Bastian hanya tertawa kecil melihat
cemburu alex padanya , prisil yang
melihat bastian menggida alex hanya
bisa menggelengkan kepala melihat
tingkah keduanya
kakak mu itu “ kata prisil
“ lihat , prisil membelaku , sayang
bastian mengoda ku “ kata alex manja
sembari bersembunyi di belakang prisil dan
menunjuk bastian
Melihat itu ibu , nenek , prisil dan
bastian tertawa melihat tingkah
alex yang seperti anak kecil
“ sudah – sudah ayo kita masuk sarapan
sudah hampir selesai di dalam . “
kata ibu kepada semuanya
“ baik ibu , prisil akan mandi terlebih
dahulu , “ jawab prisil dan bangkit dari
tempat duduknya dan di bantu oleh alex
dan di saat alex akan berjalan , bastian
memegang tangannya
“ aku ingin berbicara dengan mu sejenak
“ alex ada yang ingin aku bicarakan dengan
mu “ kata bastian , alex melihat ke
arah bastian bingung lalu dia menganggukan
kepalanya
“ sayang kau pergi bersama nenek dulu ya
sayang “ kata alex pada prisil
“ nenek minta tolong temani prisil ke
kamar , alex ada yang di bivcarakan dengan
bastian “ kata alex minta toling
__ADS_1
pada nenek
“ baiklah , kau selasaikan dulu “ kata
nenek dan mengganti tangan alex dan
menuntun perlahan prisil masuk ke dalam
“ terimakasih nenek “ jawab alex lembut
Alex dan bastian masih terdiam menunggu
prisil dan yang lain menjauh dari mereka
berdua , setelah merasa jauh alex
melihat ke arah bastian
“ katakanlah “ kata alex penasaran
“ apa kau tidak curiga dengan jarangnya
vero ke rumah ini “ kata bastian
“ bukan kah bagus jika dia tidak kemari
“ jawab alex sembari duduk santai
“ aku tidak yakin itu , karena aku
mendengar dari orang ku jika vero
telah memutuskan pertunangan nya “ kata
bastian yang mulai serius
“ apa kau yakin “ kata alex kaget
“ ya aku yakin dan telah menanyakannya
pada keluarganya “ kata bastian
“ aku harap kau waspada , aku merasa dia
tengah menyusun rencana untuk mu “ kata bastian
Alex hanya diam berpikir apa yang di
bicarakan alex itu ada benarnya . karena
alex tau vero bisa nekat untuk
mendapatkan apa yang dia ingin kan ,
“ aku akan memikirkannya lagi , terima
kasih atas kekawatiran mu pada ku dan prisil “
kata alex dan berdiri menepuk
bahu bastian dan berlalu pergi
“ sama – sama “ kata bastian yang masih
diam di sana
Alex berjalan ke kamar sembari
memikirkan perkataan bastian t
entang vero dapanya .
“ apa ang di katakan bastian benar dan
apa lagi di sudah tidak bertunangan .
aku kawatir dia memutuskan nya karena
bertemu dengan ku , tapi aku sudah menikah
bahkan akan memiliki anak , aku
harap hal yang aku takutkan tidak akan
pernah terjadi “ batin alex kawatir
“ setidaknya waspada lebih baik “ batin
bastian dan masuk ke dalam kamarnya
dan mencari keberadaan prisil tetapi tidak
ada di dalam kamar . dan alex mendengar
suara gemericik air di dalam kamar
Seketika muncullah kejailan alex yang
biasa dia lakukan saat prisil mandi yaitu
menganggu kegiatan mandi prisil , alex
pun melangkah kan kakinya ke depan kamar
mandi dan memegang gagang pintu dan
memutarnya .
*****
__ADS_1