
Prisil
Akhirnya meeting telah selesai . handphone ku bergetar . dan ku lihat nomor tidak di kenal . ku angkat telepon itu .
“ hallo .. “ jawab ku .
“ hallo dengan nona prisil , kami dari rumah sakit mengabarkan bahwa pasien yang anda bawa telah berada di ruang inap dan telah sadar “ jelas seorang wanita di balik telepon .
“ oke saya akan segera kesana sus , terimakasih “ jawab ku sembari menutup telpon dan bergegas pergi dan berpamitan pada rizka .
sesampainya di rumah sakit ku langkahkan kakiku keruang inap lelaki itu setelah bertanya pada suster di mana ruangan lelaki itu berada . ku buka pintu kamr itu perlahan dan ku lihat lelaki itu berbaring di kasur dengan kaki yang masih di gip karena patah tulang , ku taru perlahan makanan dan buah buahan yang aku beli sebelum ke rumah sakit . ku duduk di samping lelaki itu ku tatap wajahnya
“ bagaimana aku meminta maaf padanya ? bagai mana keluarganya nanti ? “ batin ku yang di penuhi pertanyaan . tak berapa lama lelaki itu membuka matanya dan mengedarkan pandangannya dan akhirnya menatap ku .
“ maaf anda siapa ?” tanyanya pada ku .
“ maaf aku yang menabrak mu tadi “ jawab ku sambil membantu lelaki itu untuk duduk .
“ anda pengendara mobil yang menabrakku tadi ?” tanya lelaki itu yang masih bingunng .
__ADS_1
” benar tuan , maaf kan kecerobohan saya , saya akan bertanggung jawab dalam pengobatan dan pemulihan anda “ jelas ku .
“saya tadi terburu- buru karena ada meeting mendadak , saya harap anda mengerti “ jelas ku lagi . lelaki itu menatap ku dan tersenyum
“ tidak apa- apa saya mengerti , “ jawab lelaki itu .
“ baik sekali lelaki ini memaafkan ku , padahal aku telah membuatnya patah tulang “ batin prisil .
“ saya akan merawat anda sampai anda benar – benar pulih “ sambung prisil .
merekapu terdiam sesaat , lelaki itu memandangi dengan tatapan lembut membuat ku salah tingkah ,
“ oya jika boleh tau nama anda siap “? Tanya prisil .
“ oya kita belum berkenalan , nama ku bastian kau bisa memanggil ku tian saja “ jawab lelaki itu
sembari mengulurkan tangannya pada prisil .
“ nama yang bagus , nama ku prisiliya , kau bisa memanggil ku prisil “ ? jawab ku sembari menjabat uluran
__ADS_1
tangan lelaki itu .
“ oya keluargamu di mana , biar aku menghubungi mereka dan mengabari mereka “ tanyaku pada tian ,
“ lelaki itu hanya terdiam , beberapa lama tian memandang ku dan memberi senyuman manisnya .
“ aku baru sampai di kota ini pagi ini , keluargaku masih berada di luar negeri , “ jawab tian .
“ apa kau tidak memiliki sanak saudara yang tinggal di kota ini ?” tanyaku kembali penasaran .
“ tidak ada , keluarga ku sibuk dengan urusan bisnisnya jadi susah untuk di hubungi “ jawabnya kali ini dengan wajah yang sedih .
aku terdiam merasa bersalah telah menanyakanhal itu pada tian . aku terdiam sejenak berpikir ,
“ oke tian karena aku bertanggung jawab atas perbuatan ku , selama kau belum pulih dan keluarga mu belum kembali aku kan merawat mu , kau boleh tinggal sementara di apartemen ku dulu . bagaimana ? “ tanyaku menawarkan .
tian hanya diam dan tak lama .
“ oke aku setuju , kau harus bertanggung jawab atas kaki ku , “ jawab nya sembari becanda dan tertawa .aku pun membalas tawanya .
__ADS_1
****