melepaskan

melepaskan
Bab 81


__ADS_3

****


 


 


“ cepat cari tau tentang pandu prasetyo


dan keluarganya , tidak boleh terlewatkan


satu pun dan aku ingin informasi itu


sudah ada di mansion ketika aku kembali “


perintah alex pada jhonny .


Amarah alex sudah memuncak dia ingin


menghabisi pandu saat itu juga tapi itu tidak


mungkin dia lakukan karena takut


prisil akan ketakutan padanya .


 


ALex menghampiri prisil yang mulai


tenang usai menceritakan semuanya pada alex .


 


 


 


Alex pun kembali duduk di samping prisil


dan prisil kembali memeluk alex agar dirinya tenang .


“ jangan pergi aku takut pandu akan


datang mencariku “ kata prisil ketakutan


 


 


“ tenang , ada suami mu di sini yang


akan slalu melindungimu “ kata alex pasti ,


 


Alex bingung bagaimana cara mangalihakan


perhatian prisil saat ini . alex berusaha mengalikan


perhatian prisil dengan berbagai macam tawaran ,


seperti makan , belanja atau pun jalan jalan tapi


prisil menolaknya


“ prisil bagaimana jika kita ke mansion


ayah dan ibu “ ajak alex mengalihkan


perhatian prisil


Prisil diam sejenak dan mengganggukan


kepalanya . alex yang tau pun senang dengan


tanggapan prisil . alex mengambil tas prisil dan


membawa prisil keluar dari ruangan prisil menuju


mobil , tapi langkah prisil terhenti di depan pintu


“ apa pandu masih di sini , bagaimana


jika dia masih di sini ,dan dia akan melakukan hal jahat itu lagi ,”


  kata prisil yang kembali mundur perlahan tapi

__ADS_1


alex masih menggenggam tanyan prisil .


“ prisil ada aku di sini “ kata alex .


tak tega melihat istrinya yang ketakutan .


alex pun menggendong prisil


“ jika kau takut sembunyikan wajah mu di


dadaku sama seperti di bandara , aku akan


membawamu ke mobil dengan aman “ kata


alex dengan nada yang tenang


Prisil pun hanya mematuhi alex dan


melingkarkan tangannya di leher alex dan


menenggelam kan wajahnya di dada


bidang alex .


Alex pun membawa prisil ke mobil dengan


di gendong alex , semua orang dan karyawan


melihat ke romantisan alex yang menggendong


prisil ke mobil , sesampai nya di mobil alex


meletakkan prisil di kursinya dan memakaikan


sabuk pengamannya setelah selesai alex pun melajukan


mobilnya menuju mansion wijaya .


 


 


 


memperhatikan mereka , awalnya pandu


ingin menunggu prisil untuk keluar


ternyata rencanya gagal karena meliha


t prisil di bawa oleh alex bahkan di


gendong secara romantis olehnya .


pandu pun semakin benci pada alex


“ aku tidak akan melepaskan mu prisil “


kata pandu sambil menggenggem stir


mobilnya dan melajukan mobilnya pergi dari


butik prisil .


------


Selama di perjalana prisil hanya diam


menatap keluar jendela . pandangan prisil


kosong dan terkadang air mata prisil


mengalir di pipi nya tapi prisil segera menghapusnya .


Alex yang melihat kondisii prisil sangat


sedih dan tak tau apa yang harus dia lakukan untuk alex ,


tiba – tiba  hp alex berdering dan saat di lihat itu adalah


ibu alex , alex pun menerima telepon dari ibunya


“ iya ibu , kami masih dalam perjalanan “


jawab alex langsung

__ADS_1


 


“ dasar anak nakal pulang kemari tanpa


mengabari ibu , dan mendadak akan ke rumah , “


kata ibu marah –marah


 


 


“ maaf ibu kami hanya ingin memberi


kejutan dan prisil ingin segera ke sana “


pembelaan alex


 


 


“  apa peisil berada di san a” tanya ibu .


Prisil yang mendengar namanya di sebut


oleh ibu pun langsung menghapus air matanya


dan menghela nafas panjang dan


mulai berbicara senormal mungkin


“ iya ibu aku disini , aku sangat merindukan


ibu “ jawab prisil berusaha untuk se normal saja


 


 


“ ibu juga sangat merindukan mu ,


menginaplah di rumah malam ini dan akan ibu


masakkan makanan kesukaan mu “ kata


ibu di balik telepon


Alex dan prisil hanya saling pandang dan


alex menganggukan kepalanya


“ baiklah ibu , kami akan menginap malam


ini “ kata prisil


 


 


“ baiklah , masuklah terlebih dahulu ibu


akan segera kembali setelah arisan bersama


teman – teman ibu dan beebelanja


sejenak “  kata ibu dan menutup


teleponnya


Setelah telepon di tutup raut wajah


prisil kembali datar , alex yang melihannya


hanya mengelus lembut pipi prisil


dan kembali fokus menyetir


 


****


 


.

__ADS_1


__ADS_2