
****
“ cepat cari tau tentang pandu prasetyo
dan keluarganya , tidak boleh terlewatkan
satu pun dan aku ingin informasi itu
sudah ada di mansion ketika aku kembali “
perintah alex pada jhonny .
Amarah alex sudah memuncak dia ingin
menghabisi pandu saat itu juga tapi itu tidak
mungkin dia lakukan karena takut
prisil akan ketakutan padanya .
ALex menghampiri prisil yang mulai
tenang usai menceritakan semuanya pada alex .
Alex pun kembali duduk di samping prisil
dan prisil kembali memeluk alex agar dirinya tenang .
“ jangan pergi aku takut pandu akan
datang mencariku “ kata prisil ketakutan
“ tenang , ada suami mu di sini yang
akan slalu melindungimu “ kata alex pasti ,
Alex bingung bagaimana cara mangalihakan
perhatian prisil saat ini . alex berusaha mengalikan
perhatian prisil dengan berbagai macam tawaran ,
seperti makan , belanja atau pun jalan jalan tapi
prisil menolaknya
“ prisil bagaimana jika kita ke mansion
ayah dan ibu “ ajak alex mengalihkan
perhatian prisil
Prisil diam sejenak dan mengganggukan
kepalanya . alex yang tau pun senang dengan
tanggapan prisil . alex mengambil tas prisil dan
membawa prisil keluar dari ruangan prisil menuju
mobil , tapi langkah prisil terhenti di depan pintu
“ apa pandu masih di sini , bagaimana
jika dia masih di sini ,dan dia akan melakukan hal jahat itu lagi ,”
kata prisil yang kembali mundur perlahan tapi
__ADS_1
alex masih menggenggam tanyan prisil .
“ prisil ada aku di sini “ kata alex .
tak tega melihat istrinya yang ketakutan .
alex pun menggendong prisil
“ jika kau takut sembunyikan wajah mu di
dadaku sama seperti di bandara , aku akan
membawamu ke mobil dengan aman “ kata
alex dengan nada yang tenang
Prisil pun hanya mematuhi alex dan
melingkarkan tangannya di leher alex dan
menenggelam kan wajahnya di dada
bidang alex .
Alex pun membawa prisil ke mobil dengan
di gendong alex , semua orang dan karyawan
melihat ke romantisan alex yang menggendong
prisil ke mobil , sesampai nya di mobil alex
meletakkan prisil di kursinya dan memakaikan
sabuk pengamannya setelah selesai alex pun melajukan
mobilnya menuju mansion wijaya .
memperhatikan mereka , awalnya pandu
ingin menunggu prisil untuk keluar
ternyata rencanya gagal karena meliha
t prisil di bawa oleh alex bahkan di
gendong secara romantis olehnya .
pandu pun semakin benci pada alex
“ aku tidak akan melepaskan mu prisil “
kata pandu sambil menggenggem stir
mobilnya dan melajukan mobilnya pergi dari
butik prisil .
------
Selama di perjalana prisil hanya diam
menatap keluar jendela . pandangan prisil
kosong dan terkadang air mata prisil
mengalir di pipi nya tapi prisil segera menghapusnya .
Alex yang melihat kondisii prisil sangat
sedih dan tak tau apa yang harus dia lakukan untuk alex ,
tiba – tiba hp alex berdering dan saat di lihat itu adalah
ibu alex , alex pun menerima telepon dari ibunya
“ iya ibu , kami masih dalam perjalanan “
jawab alex langsung
__ADS_1
“ dasar anak nakal pulang kemari tanpa
mengabari ibu , dan mendadak akan ke rumah , “
kata ibu marah –marah
“ maaf ibu kami hanya ingin memberi
kejutan dan prisil ingin segera ke sana “
pembelaan alex
“ apa peisil berada di san a” tanya ibu .
Prisil yang mendengar namanya di sebut
oleh ibu pun langsung menghapus air matanya
dan menghela nafas panjang dan
mulai berbicara senormal mungkin
“ iya ibu aku disini , aku sangat merindukan
ibu “ jawab prisil berusaha untuk se normal saja
“ ibu juga sangat merindukan mu ,
menginaplah di rumah malam ini dan akan ibu
masakkan makanan kesukaan mu “ kata
ibu di balik telepon
Alex dan prisil hanya saling pandang dan
alex menganggukan kepalanya
“ baiklah ibu , kami akan menginap malam
ini “ kata prisil
“ baiklah , masuklah terlebih dahulu ibu
akan segera kembali setelah arisan bersama
teman – teman ibu dan beebelanja
sejenak “ kata ibu dan menutup
teleponnya
Setelah telepon di tutup raut wajah
prisil kembali datar , alex yang melihannya
hanya mengelus lembut pipi prisil
dan kembali fokus menyetir
****
.
__ADS_1