melepaskan

melepaskan
Bab 79


__ADS_3

*****


 


Prisil dan alex sudah berada di dalam


mobil menuju butik prisil . sepanjang


perjalanan prisil dan alex bersandagurang


mengingat masa lalu mereka yang lucu


menurut mereka , setibanya di butik prisil


menggandeng alex dan mengajak nya untuk


masuk ke dalam , prisil juga


memperkenalkan alex pada semua karyawan


“ selamat pagi semua , “ sapa prisil


pada karyaman


 


“ selamat pagi bu prisil “ jawab para


karyawannya


 


 


“ perkenalkan ini alex wijaya dia adalah


suami saya . “ kata prisil dengan senyum


yang merekah dan bangga memperkenalkan


suaminya


 


 


“ selamat pagi semua saya alex suami


dari prisiliya “ kata alex memperkenalkan diri .


 


 


“ senang bisa melihat kalian lagi . ini


ada beberapa oleh – oleh yang saya


belikan untuk kalian , semoga kalian suka “


kata prisil pada karyawannya dan


memberika 1 tas oleh – oleh untuk karyawannya


.


Alex dan prisil berinteraksi dengan para


karyawannya dan di saat itu juga rizka datang


menghampiri prisil dan alex


“ hei kalian , pengantin baru  , untung kalian datang


tepat waktu “  kata rizka di belakang prisil


 


 


Prisil membalikkan badannya menatap


rizka dan memeluk rizka dengan erat


 


 


“ kau tau betapa rinduya aku pada mu “ kata


prisil melepaskan rindu


 


 


“ aku tau kau pasti merindukan ku “


canda rizka


Alex hanya melihat dua sahabat itu saling


melepas rindu satu dengan yang lainnya .


“ lihat aku bawa oleh – oleh untuk mu


dan brian “ kata prisil sembari memperlihatkan


oleh – olehnya


 


 


“ kita buka nanti oke , sekarang temui

__ADS_1


tamu itu di ruang meeting . aku sudah


muak dengan orang itu “ kata rizka sambil


mendengus kesal


 


 


“ baiklah aku akan ke sana . tolong


bawakan berkas desainnya pada ku “  .


kata prisil dan berjalan ke ruang meeting


dan alex mengikuti prisil dari


belakang


 


Prisil pun membuka pintu meeting .


prisil melihat seorang lelaki yang sedang


melihat foto – foto kecil di meja yang


ada di ruangan  itu , prisil penasaran


dengan lelaki itu yang menurutnya tidak


asing baginya . prisil pun memutuskan


untuk menyapanya


“ selamat pagi , maaf saya terlambat karena


...” perkataan prisil terpotong karena pria itu


membalikkan badan menyapa prisil


 


 


“  lama tidak bertemu Prisiliya prasetyo laksono “


kata pria itu


Prisil terkejut melihat pria yang ada di


hadapannya itu yang tak lain adalah mantan


prisil waktu smk  yang ingin prisil hilangkan dari hidupnya .


“ Pandu “ kata prisil gugup


Prisil hanya terdiam , prisil berusaha


ketakutannya pada pandu


“ kau merindukan ku prisil , a .. maaf


maksud ku sayang “ kata pandu dan berjalan mendekat pada prisil


Mengetahui itu prisil melangkahkan


kakinya mundur sedikit demi sedikit karena takut dan


dengan raut wajah pucatnya , ternyata di belakang prisil


telah ada alex yang sedari tadi ada di ambang


pintu melihat pertemuan mereka . alex pun segera


merangkul prisil yang merasa ketakutan


 “ apa yang anda maksud dengan panggilan sayang


pada istri saya tuan pandu prayogo “  kata alex dingin


yang sontak membuat pandu menghentikan langkahnya


dan raut wajahnya berubah masam melihat kehadiran alex yang


merangkul prisil


“ alex “ kata prisil kaget dan


mendongakkan wajahnya menatap alex


Alex hanya menatap prisil dengan


senyumnya agar prisil tenang , prisil


mengerti dan kembali melihat pandu


Pandu melihat interaksi alex dan prisil


pun merasa kesal tapi masih dalam ketenangan


pandu ,lalu  pandu hanya tersenyum sinis


“ istri ?” kata pandu datar


 


 


“ ya . Prisiliya prasetyo laksono adalah


istri saya alex wijaya “ kata alex yakin


 

__ADS_1


 


“ wow ternyata kau sudah menikah prisil


, terakhir kali aku dengar bahwa calon suamimu


meninggal dalam kecelakaan pesawat ,


lantas suamimu yang sekarang ini ...  “


kata pandu terpotong bingung tapi sengaja dia lakukan


 


 


“ aku kakak dari calon suaminya dulu ,


dan sekarang aku yang menikah dengannya “


kata alex yang mulai mengepal


tangannya tapi alex masih berusaha tenang


 


 


“ wow kau hebat prisil , tidak


mendapatkan adiknya kau bisa mendapat


kakak nya . kau sunggu pintar “ kata


pandu memojokkan prisil .


 


 


“ apa kata mu “ kata alex yang sudah


tersulud emosi tapi prisil menahan tubuh


alex agar tidak melawannya .


 


 


“bukan kah itu faktanya , benar kan


prisil “ kata pandu yang semakin memojokannya


Alex sudah tidak tahan lagi , alex ingin


maju ke depan memukul pandu tapi bentakan


prisil membuat keduanya diam dan alex


menghentikan niatnya


“ CUKUP “bentak prisil


 


 


“ cukup pandu , jika kau kemari hanya


untuk memojokan ku maaf aku tidak ada waktu . “


kata prisil tegas tapi menahan


tangisnya


 


 


“ dan masalah pekerjaan kita bicarakan


lain kali , sekertarisku akan menghubungi


mu lebih lanjud ,” kata prisil


 


 


“ dan satu lagi jangan ganggu kehidupan


ku dengan suami ku . “ kata prisil dan


menggandeng tangan alex pergi dari ruang


meeting itu


Sebelum pergi alex menatap tajam pandu


di depannya dan membalikan badannya


mengikuti prisil keluar dari ruang meeting


itu .


Pandu hanya diam mendengus dengan kesal


“ sial , aku benci dengan pria itu !,


apa menikah , ? kau hanya milik ku prisil ,


hanya milik ku “ kata pandu kesal


****

__ADS_1


__ADS_2