
*****
Prisil dan alex sudah berada di dalam
mobil menuju butik prisil . sepanjang
perjalanan prisil dan alex bersandagurang
mengingat masa lalu mereka yang lucu
menurut mereka , setibanya di butik prisil
menggandeng alex dan mengajak nya untuk
masuk ke dalam , prisil juga
memperkenalkan alex pada semua karyawan
“ selamat pagi semua , “ sapa prisil
pada karyaman
“ selamat pagi bu prisil “ jawab para
karyawannya
“ perkenalkan ini alex wijaya dia adalah
suami saya . “ kata prisil dengan senyum
yang merekah dan bangga memperkenalkan
suaminya
“ selamat pagi semua saya alex suami
dari prisiliya “ kata alex memperkenalkan diri .
“ senang bisa melihat kalian lagi . ini
ada beberapa oleh – oleh yang saya
belikan untuk kalian , semoga kalian suka “
kata prisil pada karyawannya dan
memberika 1 tas oleh – oleh untuk karyawannya
.
Alex dan prisil berinteraksi dengan para
karyawannya dan di saat itu juga rizka datang
menghampiri prisil dan alex
“ hei kalian , pengantin baru , untung kalian datang
tepat waktu “ kata rizka di belakang prisil
Prisil membalikkan badannya menatap
rizka dan memeluk rizka dengan erat
“ kau tau betapa rinduya aku pada mu “ kata
prisil melepaskan rindu
“ aku tau kau pasti merindukan ku “
canda rizka
Alex hanya melihat dua sahabat itu saling
melepas rindu satu dengan yang lainnya .
“ lihat aku bawa oleh – oleh untuk mu
dan brian “ kata prisil sembari memperlihatkan
oleh – olehnya
“ kita buka nanti oke , sekarang temui
__ADS_1
tamu itu di ruang meeting . aku sudah
muak dengan orang itu “ kata rizka sambil
mendengus kesal
“ baiklah aku akan ke sana . tolong
bawakan berkas desainnya pada ku “ .
kata prisil dan berjalan ke ruang meeting
dan alex mengikuti prisil dari
belakang
Prisil pun membuka pintu meeting .
prisil melihat seorang lelaki yang sedang
melihat foto – foto kecil di meja yang
ada di ruangan itu , prisil penasaran
dengan lelaki itu yang menurutnya tidak
asing baginya . prisil pun memutuskan
untuk menyapanya
“ selamat pagi , maaf saya terlambat karena
...” perkataan prisil terpotong karena pria itu
membalikkan badan menyapa prisil
“ lama tidak bertemu Prisiliya prasetyo laksono “
kata pria itu
Prisil terkejut melihat pria yang ada di
hadapannya itu yang tak lain adalah mantan
prisil waktu smk yang ingin prisil hilangkan dari hidupnya .
“ Pandu “ kata prisil gugup
Prisil hanya terdiam , prisil berusaha
ketakutannya pada pandu
“ kau merindukan ku prisil , a .. maaf
maksud ku sayang “ kata pandu dan berjalan mendekat pada prisil
Mengetahui itu prisil melangkahkan
kakinya mundur sedikit demi sedikit karena takut dan
dengan raut wajah pucatnya , ternyata di belakang prisil
telah ada alex yang sedari tadi ada di ambang
pintu melihat pertemuan mereka . alex pun segera
merangkul prisil yang merasa ketakutan
“ apa yang anda maksud dengan panggilan sayang
pada istri saya tuan pandu prayogo “ kata alex dingin
yang sontak membuat pandu menghentikan langkahnya
dan raut wajahnya berubah masam melihat kehadiran alex yang
merangkul prisil
“ alex “ kata prisil kaget dan
mendongakkan wajahnya menatap alex
Alex hanya menatap prisil dengan
senyumnya agar prisil tenang , prisil
mengerti dan kembali melihat pandu
Pandu melihat interaksi alex dan prisil
pun merasa kesal tapi masih dalam ketenangan
pandu ,lalu pandu hanya tersenyum sinis
“ istri ?” kata pandu datar
“ ya . Prisiliya prasetyo laksono adalah
istri saya alex wijaya “ kata alex yakin
__ADS_1
“ wow ternyata kau sudah menikah prisil
, terakhir kali aku dengar bahwa calon suamimu
meninggal dalam kecelakaan pesawat ,
lantas suamimu yang sekarang ini ... “
kata pandu terpotong bingung tapi sengaja dia lakukan
“ aku kakak dari calon suaminya dulu ,
dan sekarang aku yang menikah dengannya “
kata alex yang mulai mengepal
tangannya tapi alex masih berusaha tenang
“ wow kau hebat prisil , tidak
mendapatkan adiknya kau bisa mendapat
kakak nya . kau sunggu pintar “ kata
pandu memojokkan prisil .
“ apa kata mu “ kata alex yang sudah
tersulud emosi tapi prisil menahan tubuh
alex agar tidak melawannya .
“bukan kah itu faktanya , benar kan
prisil “ kata pandu yang semakin memojokannya
Alex sudah tidak tahan lagi , alex ingin
maju ke depan memukul pandu tapi bentakan
prisil membuat keduanya diam dan alex
menghentikan niatnya
“ CUKUP “bentak prisil
“ cukup pandu , jika kau kemari hanya
untuk memojokan ku maaf aku tidak ada waktu . “
kata prisil tegas tapi menahan
tangisnya
“ dan masalah pekerjaan kita bicarakan
lain kali , sekertarisku akan menghubungi
mu lebih lanjud ,” kata prisil
“ dan satu lagi jangan ganggu kehidupan
ku dengan suami ku . “ kata prisil dan
menggandeng tangan alex pergi dari ruang
meeting itu
Sebelum pergi alex menatap tajam pandu
di depannya dan membalikan badannya
mengikuti prisil keluar dari ruang meeting
itu .
Pandu hanya diam mendengus dengan kesal
“ sial , aku benci dengan pria itu !,
apa menikah , ? kau hanya milik ku prisil ,
hanya milik ku “ kata pandu kesal
****
__ADS_1