melepaskan

melepaskan
Bab 82


__ADS_3

*****


Prisil dan alex pun sudah berada di


mansion wijaya , prisil lebih memilih


untuk masuk dan berlalu ke kamarnya ,


 


 


prisil membaringkan badannya di ranjang


kamar itu . alex pun mengikutinya dari


belakang , saat sudah masuk di kamar


alex membuka jasnya dan berbaring di


belakang prisil lalu memeluk prisil dari


belang dalam posisi tidur


“ sayang “ kata alex dan sampil


menghirup harumya rambut prisil .


Secara mendadak prisil membalikkan


badannya menghadap alex dan memeluk


tubuh alex , prisil mencium aroma tubuh


alex dan semakin menenggelamkan wajahnya


di dada alex , alex yang terkejud


dengan tingkah prisil hanya diam


bingung dan tak lama alex mengeratkan


pelukannya sembari membelai lembut kepala


prisil dan membelai lembut punggung prisil


Lama prisil berada di pelukan alex .


merasa aneh alex pun memundurka


badannya sedikit dan alex pun tau jika prisil


tengah tertidur .


“ mungkin di lelah karena banyak


menangis “ kata alex dengan pelan ,


Alex pun menggapai selimut yang ada di


bawah kakinya dan menyelimutkan prisil


dan memeluknya kembali , dan beberapa


saat prisil bergerak untuk mencari kenyamanan


di pelukan alex . alex pun membantunya di


saat prisil telah nyaman alex kembali memeluk prisil .


“ kau pasti sangat tersiksa dan terkejud


dengan kejadian hari ini “ batin alex


 


“ seharusnya aku memberitahu mu tentang


pandu sebelum datang ke butik “ batin alex menyesal


Dan tak lama ibu masuk ke dalam kamar


mereka tanpa mengetuk karena kamar itu


yang lupa alex tutup sehingga seseorang


bisa masuk dengan mudah .


“ alek , prisil ibu sudah da ..... tang


“kata ibu yang akhirnya terpotong karena


melihat prisil yang tertidur di pelukan alex .


dan alex yang melihat kedatangan ibunya


hanya mengacungkan jarinya di depan muludnya yang

__ADS_1


mengartikan jangan berisik .


Ibu yang mengerti hanya menganggukan


kepala dan menuju keluar dan menutup


kamar alex dan prisil


Ada rasa malu di wajah alex karena


ibunya melihat mereka sedang bermesraan


meskipun itu wajar tapi alex tetap malu


.


 


Sementara itu di bawah ibu tersenyum


senang melihat alex dan prisil yang semakin mesra .


 


“ jadi ingat masa muda dulu “ kata ibu


dan tertawa kecil


 


“ sudahlah lebih baik aku membuatkan


mereka masakan untuk makan malam “


kata ibu dan bergegas untuk masak .


Sudah 2 jam prisil tertidur di dalam


pelukan alex , prisil pun membuka matanya


dan mendongakkan wajahnya dan melihat


alex yang juga tertidur  . prisil pun


memindahkan tangan alex yang melingkar


di pinggangnya dan duduk di sebelah alex


, prisil melihat wajah polos alex yang tertidur


dan mengecup dahi alex sekilas


prisil merasa lengket di seluruh tubuhnya


.


Selesai mandi prisil sudah tidak melihat


suaminya berada di ranjang prisil pun


melangkahkan kakinya ke meja riasnya


disaat prisil melangkahkan kakinya prisil


merasakan ada tangan kekar yang


melingkar di perutnya dan saat prisil


melihatnya ternyata itu alex tengah


memeluknya dari belakang .


“ alex kau mengaget kan ku saja “ kata


prisil yang terkejud  dengan perbuatan


alex


 


“ hmm ... “ jawab alex sedih


 


“ ada apa alex “ tanya prisil bingung


 


“ tidak ada apa- apa , hanya aku sedih


saja melihat mu muram sejak tadi ,


hati ku sesak saat melihat mu menangis ,


se akan aku tidak berguna di samping mu “


jelas alex dengan nada sedih

__ADS_1


 


 


“ alex kenapa kau berpikir seperti itu “


tanya prisil bingung sambil membalikkan


badannya menghadap alex


 


 


“ karena aku melihat mu sering menangis


hari ini , “ jawab alex yang kali ini sangat sedih


 


 


“ alex kau sangat penting bagi ku , aku


merasa aman dan tenang saat berada di pelukanmu ,”


jelas prisil sambil memeluk


alex dengan lembut


 


 


“ bahkan aku merasa beruntuk memili ku


mu , jadi jangan pernah berpikir seperti itu “


sambung prisil


Alex hanya menjawab dengan pelukannya


“ dan masalah pandu biarkan aku yang


mengurusnya “ kata alex yang masih


memeluk prisil


Prisil yang mendengarnya hanya


mengerutkan alisnya dan melepas


pelukan alex sembari  menatapnya ,


“ apa maksud mu alex “  tanya prisil bingung


 


 


“ aku yang akan menyelesaikan masalah mu


dengan pandu . “ pinta alex .


Prisil diam sejenak alex dan memegang


kedua pipi alex


“ alex , aku tidak ingin membahas pandu


lagi , mengingatnya membuat ku takut “ kata prisil


 


 


“ tapi sayang “ kata alex


 


 


“ segeralah mandi , kau sangat bau , “


kata prisil dan mencubit pipi alex sekilas


dan beralih ke meja riasnya


 


 


Alex hanya memandang prisil kecewa tp


prisil hanya membalas dengan raut wajah tersenyum .


alex pun mengalah dan masuk

__ADS_1


ke dalam kamar mandi


****


__ADS_2