
*****
Prisil dan alex pun sudah berada di
mansion wijaya , prisil lebih memilih
untuk masuk dan berlalu ke kamarnya ,
prisil membaringkan badannya di ranjang
kamar itu . alex pun mengikutinya dari
belakang , saat sudah masuk di kamar
alex membuka jasnya dan berbaring di
belakang prisil lalu memeluk prisil dari
belang dalam posisi tidur
“ sayang “ kata alex dan sampil
menghirup harumya rambut prisil .
Secara mendadak prisil membalikkan
badannya menghadap alex dan memeluk
tubuh alex , prisil mencium aroma tubuh
alex dan semakin menenggelamkan wajahnya
di dada alex , alex yang terkejud
dengan tingkah prisil hanya diam
bingung dan tak lama alex mengeratkan
pelukannya sembari membelai lembut kepala
prisil dan membelai lembut punggung prisil
Lama prisil berada di pelukan alex .
merasa aneh alex pun memundurka
badannya sedikit dan alex pun tau jika prisil
tengah tertidur .
“ mungkin di lelah karena banyak
menangis “ kata alex dengan pelan ,
Alex pun menggapai selimut yang ada di
bawah kakinya dan menyelimutkan prisil
dan memeluknya kembali , dan beberapa
saat prisil bergerak untuk mencari kenyamanan
di pelukan alex . alex pun membantunya di
saat prisil telah nyaman alex kembali memeluk prisil .
“ kau pasti sangat tersiksa dan terkejud
dengan kejadian hari ini “ batin alex
“ seharusnya aku memberitahu mu tentang
pandu sebelum datang ke butik “ batin alex menyesal
Dan tak lama ibu masuk ke dalam kamar
mereka tanpa mengetuk karena kamar itu
yang lupa alex tutup sehingga seseorang
bisa masuk dengan mudah .
“ alek , prisil ibu sudah da ..... tang
“kata ibu yang akhirnya terpotong karena
melihat prisil yang tertidur di pelukan alex .
dan alex yang melihat kedatangan ibunya
hanya mengacungkan jarinya di depan muludnya yang
__ADS_1
mengartikan jangan berisik .
Ibu yang mengerti hanya menganggukan
kepala dan menuju keluar dan menutup
kamar alex dan prisil
Ada rasa malu di wajah alex karena
ibunya melihat mereka sedang bermesraan
meskipun itu wajar tapi alex tetap malu
.
Sementara itu di bawah ibu tersenyum
senang melihat alex dan prisil yang semakin mesra .
“ jadi ingat masa muda dulu “ kata ibu
dan tertawa kecil
“ sudahlah lebih baik aku membuatkan
mereka masakan untuk makan malam “
kata ibu dan bergegas untuk masak .
Sudah 2 jam prisil tertidur di dalam
pelukan alex , prisil pun membuka matanya
dan mendongakkan wajahnya dan melihat
alex yang juga tertidur . prisil pun
memindahkan tangan alex yang melingkar
di pinggangnya dan duduk di sebelah alex
, prisil melihat wajah polos alex yang tertidur
dan mengecup dahi alex sekilas
prisil merasa lengket di seluruh tubuhnya
.
Selesai mandi prisil sudah tidak melihat
suaminya berada di ranjang prisil pun
melangkahkan kakinya ke meja riasnya
disaat prisil melangkahkan kakinya prisil
merasakan ada tangan kekar yang
melingkar di perutnya dan saat prisil
melihatnya ternyata itu alex tengah
memeluknya dari belakang .
“ alex kau mengaget kan ku saja “ kata
prisil yang terkejud dengan perbuatan
alex
“ hmm ... “ jawab alex sedih
“ ada apa alex “ tanya prisil bingung
“ tidak ada apa- apa , hanya aku sedih
saja melihat mu muram sejak tadi ,
hati ku sesak saat melihat mu menangis ,
se akan aku tidak berguna di samping mu “
jelas alex dengan nada sedih
__ADS_1
“ alex kenapa kau berpikir seperti itu “
tanya prisil bingung sambil membalikkan
badannya menghadap alex
“ karena aku melihat mu sering menangis
hari ini , “ jawab alex yang kali ini sangat sedih
“ alex kau sangat penting bagi ku , aku
merasa aman dan tenang saat berada di pelukanmu ,”
jelas prisil sambil memeluk
alex dengan lembut
“ bahkan aku merasa beruntuk memili ku
mu , jadi jangan pernah berpikir seperti itu “
sambung prisil
Alex hanya menjawab dengan pelukannya
“ dan masalah pandu biarkan aku yang
mengurusnya “ kata alex yang masih
memeluk prisil
Prisil yang mendengarnya hanya
mengerutkan alisnya dan melepas
pelukan alex sembari menatapnya ,
“ apa maksud mu alex “ tanya prisil bingung
“ aku yang akan menyelesaikan masalah mu
dengan pandu . “ pinta alex .
Prisil diam sejenak alex dan memegang
kedua pipi alex
“ alex , aku tidak ingin membahas pandu
lagi , mengingatnya membuat ku takut “ kata prisil
“ tapi sayang “ kata alex
“ segeralah mandi , kau sangat bau , “
kata prisil dan mencubit pipi alex sekilas
dan beralih ke meja riasnya
Alex hanya memandang prisil kecewa tp
prisil hanya membalas dengan raut wajah tersenyum .
alex pun mengalah dan masuk
__ADS_1
ke dalam kamar mandi
****