melepaskan

melepaskan
Bab 41


__ADS_3

*****


Prisil telah sampai di rumah neneknya ,


prisil di sambut hangat oleh neneknya


yang sedari tadi sudah menunggunya .


“ Kau telah sampai prisil “ kata nenek


dan mengajak prisil masuk kedalam


 


 


“ wah sepertinya nenek memasak banyak hari


ini “ tanya prisil pada nenek


 


 


 “ iya nenek memasak banyak untuk mu , “  jawab nenek


 


 


 


“ tapi kenapa bastian tidak ikut kemari


. ? tanya nenek


 


 


“ bastian sedang ada di jepang nek


mengurus perusahaannya di sana “ jelas  prisil


 


 


“ ternyata begitu . kalau begitu kita


langsung sarapan saja “ ajak nenek


 


Nenek dan prisil pun sarapan bersama


sembari mengobrol , setelah makan prisil membantu


nenek berkemas barang bawaan nenek yang


akan di bawa ke ibu kota untuk menghadiri pernikahannya .


 


“ kenapa nenek hanya membawa sedikit


baju “ tanya prisil


 


 


“ tidak apa ,   nenek hanya tidak  ingin membawa


banyak barang saja “ jelas nenek


 


 


“ oya prisil kemarilah duduk di samping


nenek “ perintah nenek pada prisil


 


 


 


 “ iya nek ada apa “ tanya prisil dan


duduk di samping nenenknya


 


 


 


“ sebentar lagi kau akan menikah dengan


lelaki pilihan mu , mungkin sekarang waktunya


nenek berikan ini pada mu “ kata


nenek dan memberikan sekotak perhiasan pada prisil


 


 


 


“ ini apa nek “ tanya prisil penasaran


 


 


“ bukalah setelah itu kau akan tau “


perintah nenek


Prisil membuka kota perhiasan itu dan


ternyata itu adalah satu set perhiasan kalung , anting dan gelang perak


“ perhiasan nek “ jawab prisil dan


memandang neneknya mencari tau jawaban dari kebingungannya


 


 


 


“ iya benar , ini perhiasan yang di


berikan kakek mu pada nenek dulu ,


perhiasan ini nenek berikan pada ibu mu saat

__ADS_1


akan menikah dengan ayah mu ,


dan sekarang nenek mewakili ibu mu


memberikan ini pada mu untuk


di pakai di hari pernikahan mu nantinya .


“ jelas nenek dan membelai perhiasan


yang simple tapi elegan itu .


 


 


 


Prisil terdiam dan terharu mendengar


penjelasan neneknya . prisil hanya bisa menangis haru .


dia tidak tau jika


selama ini nenek nya menyimpan ini semua untuknya .


 


 


“ kau suka prisil “ tanya nenek


 


 


“ ya nek , prisil sangat suka dengan


perhiasan ini “ jawab prisil dan memeluk neneknya


 


 


“ terimakasih nek , terima kasih “ kata


prisil di dalam belukan neneknya


 


 


“ sama – sama prisil . kelak kau akan


memberikan perhiasan ini pada anak atau


menantumu nanti . kata nenek sambil


membelai lembut rambut panjang prisil


 


 


Jam telah menunjukkan jam 1 siang ,


prisil dan nenek sudah siap untuk ke ibu kota ,


di saat prisil akan masuk dalam


mobil teleponnya berbunyi ,


 


 


 


. prisil pamit pada nenk nya untuk menerima telepon


sejenak dan sedikit menjauh


dari nenek


“ hallo bastian “ jawab prisil


 


 


“ hallo sayang “ jawab bastian


 


 


“ ada apa bukannya kau sedang bekerja ?”


tanya prisil


 


 


“ aku akan kembali hari ini ke indonesia


, aku sudah menyelesaikan semua urusan di sini


“ jelas bastian dengan nada


bicara yang gembira


 


 


 


“ benarkah , kau akan kembali hari ini ?


tanya prisil menyakinkan dirinya


 


 


 


 “ benar sayang , aku akan menaiki penerbangan sore ini ,


sekitar 2 jam lagi dan


sampai tengah malam “ jelas bastian


 


 


“ baiklah , aku akan menjemputmu nanti


di bandara . “ kata prisil yang antusias


 

__ADS_1


 


 


“ tidak usah sayang sangat berbahaya


perempuan tengah malam sendirian di jalan . ”


kata bastian melarang prisil menjemputnya


 


 


 


 “tidak , aku ingin menjemputmu , aku ingin


bertemu dengan mu “ kata prisil memaksa


 


 


 


“ sepertinya kau sangat merindukanku “


goda bastian


 


 


 


“ tidak usah menggoda ku .  kata prisil kesal


 


 


 


“ hahaha ... tidak sayang , jangan marah


. oke kau boleh menjemput ku , tunggulah aku di sana .


saat aku di bandara


nanti aku akan menghubungimu lagi “ kata bastian


 


 


 


“ baiklah , aku menunggu mu “ jawab


prisil dan menutup sambungan teleponnya


 


Prisil sangat senang mendengar kabar


dari bastian , prisil pun segera masuk ke mobil .


nenek yang melihat wajah


prisil yang bahagia menjadi penasaran


 


“ telepon dari siap yang membuat mu


sebahagia ini prisil “ goda nenek


 


 


 


“ dari bastian nek . katanya dia akan


kembali dari jepang hari ini “ jelas  prisil antusias


 


 


 


“ ternyata begitu , pantas saja kau nampak


bahagia sekali “ kata nenek


 


 


 


“ nenek bisa saja , “ kata prisil malu - malu


 


 


Prisil akan mengantarkan nenek ke aparteman


dulu setelah itu prisil akan menjemput bastian di bandara .


“ jelas prisil pada


nenek sembari menjalan kan mobilnya menuju ibu kota .


 


 


 


“ sebegitu tidak sabarnya untuk bertemu


dengan bastian  ? “ goda nenek lagi


 


 


 


“ ah nenek jngan menggodaku “ rengek


prisil yang jug atersipu malu


 


 


Nenek hanya tertawa melihat tingkah

__ADS_1


prisil


*****


__ADS_2