
*****
Prisil telah sampai di rumah neneknya ,
prisil di sambut hangat oleh neneknya
yang sedari tadi sudah menunggunya .
“ Kau telah sampai prisil “ kata nenek
dan mengajak prisil masuk kedalam
“ wah sepertinya nenek memasak banyak hari
ini “ tanya prisil pada nenek
“ iya nenek memasak banyak untuk mu , “ jawab nenek
“ tapi kenapa bastian tidak ikut kemari
. ? tanya nenek
“ bastian sedang ada di jepang nek
mengurus perusahaannya di sana “ jelas prisil
“ ternyata begitu . kalau begitu kita
langsung sarapan saja “ ajak nenek
Nenek dan prisil pun sarapan bersama
sembari mengobrol , setelah makan prisil membantu
nenek berkemas barang bawaan nenek yang
akan di bawa ke ibu kota untuk menghadiri pernikahannya .
“ kenapa nenek hanya membawa sedikit
baju “ tanya prisil
“ tidak apa , nenek hanya tidak ingin membawa
banyak barang saja “ jelas nenek
“ oya prisil kemarilah duduk di samping
nenek “ perintah nenek pada prisil
“ iya nek ada apa “ tanya prisil dan
duduk di samping nenenknya
“ sebentar lagi kau akan menikah dengan
lelaki pilihan mu , mungkin sekarang waktunya
nenek berikan ini pada mu “ kata
nenek dan memberikan sekotak perhiasan pada prisil
“ ini apa nek “ tanya prisil penasaran
“ bukalah setelah itu kau akan tau “
perintah nenek
Prisil membuka kota perhiasan itu dan
ternyata itu adalah satu set perhiasan kalung , anting dan gelang perak
“ perhiasan nek “ jawab prisil dan
memandang neneknya mencari tau jawaban dari kebingungannya
“ iya benar , ini perhiasan yang di
berikan kakek mu pada nenek dulu ,
perhiasan ini nenek berikan pada ibu mu saat
__ADS_1
akan menikah dengan ayah mu ,
dan sekarang nenek mewakili ibu mu
memberikan ini pada mu untuk
di pakai di hari pernikahan mu nantinya .
“ jelas nenek dan membelai perhiasan
yang simple tapi elegan itu .
Prisil terdiam dan terharu mendengar
penjelasan neneknya . prisil hanya bisa menangis haru .
dia tidak tau jika
selama ini nenek nya menyimpan ini semua untuknya .
“ kau suka prisil “ tanya nenek
“ ya nek , prisil sangat suka dengan
perhiasan ini “ jawab prisil dan memeluk neneknya
“ terimakasih nek , terima kasih “ kata
prisil di dalam belukan neneknya
“ sama – sama prisil . kelak kau akan
memberikan perhiasan ini pada anak atau
menantumu nanti . kata nenek sambil
membelai lembut rambut panjang prisil
Jam telah menunjukkan jam 1 siang ,
prisil dan nenek sudah siap untuk ke ibu kota ,
di saat prisil akan masuk dalam
mobil teleponnya berbunyi ,
. prisil pamit pada nenk nya untuk menerima telepon
sejenak dan sedikit menjauh
dari nenek
“ hallo bastian “ jawab prisil
“ hallo sayang “ jawab bastian
“ ada apa bukannya kau sedang bekerja ?”
tanya prisil
“ aku akan kembali hari ini ke indonesia
, aku sudah menyelesaikan semua urusan di sini
“ jelas bastian dengan nada
bicara yang gembira
“ benarkah , kau akan kembali hari ini ?
tanya prisil menyakinkan dirinya
“ benar sayang , aku akan menaiki penerbangan sore ini ,
sekitar 2 jam lagi dan
sampai tengah malam “ jelas bastian
“ baiklah , aku akan menjemputmu nanti
di bandara . “ kata prisil yang antusias
__ADS_1
“ tidak usah sayang sangat berbahaya
perempuan tengah malam sendirian di jalan . ”
kata bastian melarang prisil menjemputnya
“tidak , aku ingin menjemputmu , aku ingin
bertemu dengan mu “ kata prisil memaksa
“ sepertinya kau sangat merindukanku “
goda bastian
“ tidak usah menggoda ku . kata prisil kesal
“ hahaha ... tidak sayang , jangan marah
. oke kau boleh menjemput ku , tunggulah aku di sana .
saat aku di bandara
nanti aku akan menghubungimu lagi “ kata bastian
“ baiklah , aku menunggu mu “ jawab
prisil dan menutup sambungan teleponnya
Prisil sangat senang mendengar kabar
dari bastian , prisil pun segera masuk ke mobil .
nenek yang melihat wajah
prisil yang bahagia menjadi penasaran
“ telepon dari siap yang membuat mu
sebahagia ini prisil “ goda nenek
“ dari bastian nek . katanya dia akan
kembali dari jepang hari ini “ jelas prisil antusias
“ ternyata begitu , pantas saja kau nampak
bahagia sekali “ kata nenek
“ nenek bisa saja , “ kata prisil malu - malu
Prisil akan mengantarkan nenek ke aparteman
dulu setelah itu prisil akan menjemput bastian di bandara .
“ jelas prisil pada
nenek sembari menjalan kan mobilnya menuju ibu kota .
“ sebegitu tidak sabarnya untuk bertemu
dengan bastian ? “ goda nenek lagi
“ ah nenek jngan menggodaku “ rengek
prisil yang jug atersipu malu
Nenek hanya tertawa melihat tingkah
__ADS_1
prisil
*****