
3 bulan kemudian
Prisil dan bastian sibuk dengan persipan
pernikah mereka yang tingal 1 bulan lagi ,
segala persiapan di siap kan sendiri
oleh prisil dan bastian ,
sebenarnya ibu bastian ingin sekali membantu bastian
dan prisil tetapi bastian tidak ingin ibunya
membantunya dengan alasan hanya
ingin berdua dengan prisil .
ibunya mengerti dengan maksut bastian dan
mengikuti kemauan anaknya itu
Selama 3 bulan ini bastian selalu
menemani prisil . mengantarkan prisil bekerja sebelum bastian ke kantor ,
bahkan terkadang bastian berangkat sangat pagi hanya untuk sarapapan bersama
prisil , lalu makan siang dan malam bersama , dan mengantarkan pulang prisil
sesudah bekerja ,
Bastian sungguh tidak ingin berpisah dan
berjauhan dengan prisil , prisil yang melihat tingkah bastian terkadang hanya
bisa tertawa , tapi di balik sikap bastian itu prisil sangat senang karena
mendapat banyak perhatian dari bastian dan keluarganya . karena prisil pernah
membayangkan jika keluarga bastian tidak akan menerima dirinya tetapi dugaan
prisil salah
Keluarga bastian sangat menyukai prisil
yang seorang pekerja keras dan baik .
banyak perhatian dan kasih sayang yang di
terima oleh prisil dari ayah dan ibu bastian .
“ bastian mana yang kau suka gaun yang
ini atau yang tadi ?” tanya prisil pada bastian yang sekarang sedang berada di
salah satu butik prisil untuk mencoba baju pernikahan mereka
“ hmm ... aku lebih suka gaun yang
pertama karena kau terlihat lebih cantik dan anggun “ jawab bastian
“ berarti gaun lain yang aku pakai tidak
membuat ku anggun dan cantik “ jawab prisil kesal
Bastian yang melihat reaksi calon
istrinya itu hanya tertawa menghampiri prisil dan memeluknya
“ kau cantik memakai gaun mana pun
sayang , hanya saja aku lebih suka kau memakai gaun yang lebih tertutup . “
jawab bastian sembari melepaskan pelukannya
“ aku tidak ingin ada orang lain yang
melihat tubuhmu selain aku “ jelas bastian yang sontak membuat prisil malu dan
kembali memeluk bastian
“Dan lagi apa kau tidak takut sakit jika memakai baju yang terbuka “ candaan
bastian dan di balas cubitan kecil di pinggang bastian yang membuat bastian
meringis
Bastian hanya tertawa melihat tingkah prisil
“ kalau begitu aku akan memilih gaun
yang tadi “ kata prisil
Bastian hanya menganggukan kepalanya
__ADS_1
“ kau tidak lupa kita akan makan siang
bersama dengan ayah dan ibuku di mansion bukan ,
ibu sudah memasak masakan
kesukaan mu “ kata bastian mengingatkan
“ tentu aku tidak lupa . wow benarkah ibu yang memasak langsung ?
kalau begitu kita harus bergegas dan pergi menemui mereka . “ jawab prisil
antusias dan mempercepat kegitannya .
Setelah prisil selesai berganti pakaian
, prisil dan bastian segera menuju ke mansion untuk makan siang bersama . mobil
bastian telah memasuki mansion dan mereka segera masuk . bastian menemui
ayahnya dan prisil menghampiri ibu bastian di dapur untuk membantu .
“ ibu ada yang bisa prisil bantu “ tanya
prisil pada ibu bastian yang sedang sibuk di dapur
“ kau sudah datang sayang “ jawab ibu
bastian dan memeluk prisil
“ ya baru saja , apa da yang bisa prisil
bantu “ tanya prisil
“ tidak , kau hanya perlu duduk dan makan “
jawab ibu bastian dan mennggandeng tangan prisil ke meja makan dan duduk
“ biarkan prisil membantu ibu memasak “
“ tidak sayang , semua sudah selesai .
kau duduklah , ibu akan panggil bastian dan ayah nya “ perintah ibu bastian .
Ibu memanggil bastian dan ayahnya untuk
makan , mereka pun segera menuju ke meja makan .
bastian duduk di samping
prisil dan ayah ibu bastian di depan mereka .
“makanlah yang banyak sayang , ibu spesial
memasak untuk mu hari ini “ kata ibu
“ lihat lah ibu mu sudah mulai melupakan
kita berdua dan hanya terfokus pada calon menantunya “ kata ayah pelan pada
bastian tapi bisa di dengar oleh ibu dan prisil .
“ benar ayah aku juga telah di lupakan
oleh prisil , kita senasib “ balas bastian
Ibu dan prisil hanya bisa tertawa
melihat dua lelaki itu bergosib , mereka pun makan siang dengan hikmat .
setelah makan siang mereka beralih ke taman belakang meminum teh dan camilan
sore sembari berbincang bincang riangan ,
__ADS_1
“ bastian bagaimana persiapan pernikahan
kalian ? “ tanya ibu
“ sudah mampir selesai bu hanya tinggal
membagi undangan pada teman – teman dan kerabat ,
masalah gaun dan sovenir
sudah kami selesaikan tadi siang “ jelas bastian
“ baguslah berarti kalian hanya tinggal
menunggu hari pernikahan 1 bulan lagi “ jawab ibu lagi
“ tp untuk bastian ayah ingin memberi mu
tugas sebelum menjelang hari pernikahan mu “ kata ayah nya
“ tugas ?” kata bastian
“ peusahaan ayah di jepang dalam masalah
tetapi ayah tidak bisa meninggalkan negara ini
karna juga dalam pengawasan
ketat ayah “ jelas ayah lagi
“ tak lama perkiraan hanya 1 minggu di
sana , ayah rasa kamu bisa menanganinya “
jelas ayah
Bastian terdiam sejenak dan menatap
prisil dan ibunya bergantian .
prisil yang menatap bastian hanya menganggukan
keppalanya , bastian kali ini melihat ibunya ,
“ ibu yakin kamu bisa sayang “ jawab ibu
nya
“ baiklah ayah bastian akan melakukannya
“ jawab bastian
“ ini baru anak ayah , kau memang bisa
di andalkan , “jawab ayah sambil merangkul bastian
Bastian hanya tertawa
melihat tingkah ayahnya yang tidak jauh beda dengannya ,
sore itu menjadi sore
yang hangat di keluarga wijaya .
****
__ADS_1