melepaskan

melepaskan
Bab 35


__ADS_3

3 bulan kemudian


Prisil dan bastian sibuk dengan persipan


pernikah mereka yang tingal 1 bulan lagi ,


segala persiapan di siap kan sendiri


oleh prisil dan bastian ,


 


 


sebenarnya ibu bastian ingin sekali membantu bastian


dan prisil tetapi bastian tidak ingin ibunya


membantunya dengan alasan hanya


ingin berdua dengan prisil .


 


ibunya mengerti dengan maksut bastian dan


mengikuti kemauan anaknya itu


Selama 3 bulan ini bastian selalu


menemani prisil . mengantarkan prisil bekerja sebelum bastian ke kantor ,


bahkan terkadang bastian berangkat sangat pagi hanya untuk sarapapan bersama


prisil , lalu makan siang dan malam bersama , dan mengantarkan pulang prisil


sesudah bekerja ,


Bastian sungguh tidak ingin berpisah dan


berjauhan dengan prisil , prisil yang melihat tingkah bastian terkadang hanya


bisa tertawa , tapi di balik sikap bastian itu prisil sangat senang karena


mendapat banyak perhatian dari bastian dan keluarganya . karena prisil pernah


membayangkan jika keluarga bastian tidak akan menerima dirinya tetapi dugaan


prisil salah


Keluarga bastian sangat menyukai prisil


yang seorang pekerja keras dan baik .


banyak perhatian dan kasih sayang yang di


terima oleh prisil dari ayah dan ibu bastian .


 


“ bastian mana yang kau suka gaun yang


ini atau yang tadi ?” tanya prisil pada bastian yang sekarang sedang berada di


salah satu butik prisil untuk mencoba baju pernikahan mereka


“ hmm ... aku lebih suka gaun yang


pertama karena kau terlihat lebih cantik dan anggun “ jawab bastian


“ berarti gaun lain yang aku pakai tidak


membuat ku anggun dan cantik “ jawab prisil kesal


Bastian yang melihat reaksi calon


istrinya itu hanya tertawa menghampiri prisil dan memeluknya


“ kau cantik memakai gaun mana pun


sayang , hanya saja aku lebih suka kau memakai gaun yang lebih tertutup . “


jawab bastian sembari melepaskan pelukannya


“ aku tidak ingin ada orang lain yang


melihat tubuhmu selain aku “ jelas bastian yang sontak membuat prisil malu dan


kembali memeluk bastian


“Dan lagi apa kau tidak takut sakit jika memakai baju yang terbuka “ candaan


bastian dan di balas cubitan kecil di pinggang bastian yang membuat bastian


meringis


Bastian hanya tertawa melihat tingkah prisil


“ kalau begitu aku akan memilih gaun


yang tadi “ kata prisil


Bastian hanya menganggukan kepalanya


 


 

__ADS_1


“ kau tidak lupa kita akan makan siang


bersama dengan ayah dan ibuku di mansion bukan ,


ibu sudah memasak masakan


kesukaan mu “  kata bastian mengingatkan


“ tentu aku tidak lupa .  wow benarkah ibu yang memasak langsung ?


kalau begitu kita harus bergegas dan pergi menemui mereka . “ jawab prisil


antusias dan mempercepat kegitannya .


Setelah prisil selesai berganti pakaian


, prisil dan bastian segera menuju ke mansion untuk makan siang bersama . mobil


bastian telah memasuki mansion dan mereka segera masuk . bastian menemui


ayahnya dan prisil menghampiri ibu bastian di dapur untuk membantu  .


“ ibu ada yang bisa prisil bantu “ tanya


prisil pada ibu bastian yang sedang sibuk di dapur


 


 


“ kau sudah datang sayang “ jawab ibu


bastian dan memeluk prisil


 


 


“ ya baru saja , apa da yang bisa prisil


bantu “ tanya prisil


 


 


“ tidak  , kau hanya perlu duduk dan makan “


jawab ibu bastian dan mennggandeng tangan prisil ke meja makan dan duduk


 


 


“ biarkan prisil membantu ibu memasak “


 


 


“ tidak sayang , semua sudah selesai .


kau duduklah , ibu akan panggil bastian dan ayah nya “ perintah ibu bastian .


Ibu memanggil bastian dan ayahnya untuk


makan , mereka pun segera menuju ke meja makan .


bastian duduk di samping


prisil dan ayah ibu bastian di depan mereka .


 


 “makanlah yang banyak sayang , ibu spesial


memasak untuk mu hari ini “   kata ibu


 


 


“ lihat lah ibu mu sudah mulai melupakan


kita berdua dan hanya terfokus pada calon menantunya “ kata ayah pelan pada


bastian tapi bisa di dengar oleh ibu dan prisil .


 


 


“ benar ayah aku juga telah di lupakan


oleh prisil , kita senasib “ balas bastian


Ibu dan prisil hanya bisa tertawa


melihat dua lelaki itu bergosib , mereka pun makan siang dengan hikmat .


setelah makan siang mereka beralih ke taman belakang meminum teh dan camilan


sore sembari berbincang bincang riangan ,


 


 

__ADS_1


“ bastian bagaimana persiapan pernikahan


kalian ? “ tanya ibu


 


 


“ sudah mampir selesai bu hanya tinggal


membagi undangan pada teman – teman dan kerabat ,


masalah gaun dan sovenir


sudah kami selesaikan tadi siang “ jelas bastian


 


 


“ baguslah berarti kalian hanya tinggal


menunggu hari pernikahan 1 bulan lagi  “ jawab ibu lagi


 


 


“ tp untuk bastian ayah ingin memberi mu


tugas sebelum menjelang hari pernikahan mu   “ kata ayah nya


 


 


“ tugas ?” kata bastian


 


“ peusahaan ayah di jepang dalam masalah


tetapi ayah tidak bisa meninggalkan negara ini


karna juga dalam pengawasan


ketat ayah “ jelas ayah lagi


 


 


 


“ tak lama perkiraan hanya 1 minggu di


sana , ayah rasa kamu bisa menanganinya  “


jelas ayah


 


Bastian terdiam sejenak dan menatap


prisil dan ibunya bergantian .


prisil yang menatap bastian hanya menganggukan


keppalanya , bastian kali ini melihat ibunya ,


 


“ ibu yakin kamu bisa sayang “ jawab ibu


nya


 


 


“ baiklah ayah bastian akan melakukannya


“ jawab bastian


 


 


“ ini baru anak ayah , kau memang bisa


di andalkan , “jawab ayah sambil merangkul bastian


 


 


Bastian hanya tertawa


melihat tingkah ayahnya yang tidak jauh beda dengannya ,


sore itu menjadi sore


yang hangat di keluarga wijaya .


 


****

__ADS_1


__ADS_2