
Mobil bastian berhenti di sebuah rumah
yang sederhana tetapi memiliki halaman yang luas yang di hiasi banyak tanaman
dan pepohonan yang rindang .
“ apa ini benar rumah yang di maksud
oleh prisil . “ batin bastian dan sembari mengamati sekeilingnya
“ sebaiknya aku masuk saja dulu “ lanjud
bastian
“ permisi “ panggil bastian
Lalu seseorang lelaki tua muncul dari
dalam rumah
“ iya bisa saya bantu , anda mencari
siapa ?” kata lelaki parubaya itu pada bastian
“ apa ini benar rumah prisiliya “ tanya
bastian
“ anda teman nona prisil ?” tanya nya
pada bastian
“ benar apa dia ada di dalam ?” tanya
bastian dengan sopan
“ ya , silahkan masuk , saya akan
memanggil kan nya , nona prisil sedang berada
di kebun belakang bersama neneknya “
jawab lelaki
itu dan berlalu memanggilkan prisil
Bastian masuk kedalam dan melihat
beberapa tanaman selagi menunggu prisil ,
dan tak lama bastian mendengar suara
wanita yang memanggil namanya ,
suaranya tidak asing bagi bastian
“ bastian ?” panggil prisil
Bastian berbalik menatap prisil dan
tersenyum manis pada prisil , dan tak jauh dari mereka berdua nenek prisil
mengamati mereka berdua .
Prisil mempersilahkan bastian masuk ke
dalam dan memperkenalkan bastian kepada neneknya
“ nenek kenalkan ini bastian , teman
prisil dari ibu kota “ kata prisil kepada nenek nya
Nenek prisil hanya tersenyum dan
menjabat tangan bastian
“ dan bastian ini nenek aku yang dulu
sempat aku ceritakan pada mu . “ kata prisil pada bastian .
“ senang bertemu dengan nenek , “ sapa
bastian dengan senyum ramahnya
__ADS_1
“ senang juga bertemu dengan mu bastian
. “ sapa nenek pada bastian
“ duduklah , nenek akan ke dalam
membuatkan mu minuman dan camilan “
perintah nenek dan berlalu ke dapur
Bastian dan prisil duduk dan hanya diam
tanpa membuka suara . ada rasa canggung di antara keduanya . pada akhirnya
bastian membuka suara
“ rumah ini sangat nyaman “ kata bastian
membuka suara
“ benar di sini sangat nyaman dan jauh
dari keramaian “ jawab prisil
Setelah prisil menjawab mereka kembali
hening hingga nenek kembali membawakan mereka minuman .
nenek yang merasakan
hal aneh pada mereka berdua menyuruh
keduanya untuk berkeliling agar tidak
canggung .
“ prisil , ajak bastian keliling kebun
dan taman untuk menghirup udara segar “
perintah nenek pada prisil .
prisil terdiam dan pada akhirnya mengajak
bastian untuk berkeliling
prisil berjalan di depan bastian ,
dan bastian mengikuti langkah prisil ,
tak lama mereka berkeliling prisil pun
memberanikan diri untuk membuka pembicaraan ,
prisil membalikkan badannya menghadap bastian ,
bastian menghentikan langkahnya
dan menatap prisil dengan tatapan lembut .
“ hmm ... bastian “ kata prisil gugup
“ iya prisil “ jawab bastian lembut
“ tentang pertanyaan mu tapi pagi . aku
... “ kata prisil gugup
Bastian yang melihatnya hanya tersenyum
“ jika kau belum siap menjawab nya ,
tidak apa - apa masih ada banyak waktu “ kata bastian
“ tidak aku akan menjawabnya sekarang ,
jika tidak ku lakukan sekarang aku takut akan menyesal . “ kata prisil
“ baiklah aku akan mendengar dan
menerima keputusan mu ,”
jawab bastian yang berusaha tenang meski gugup
__ADS_1
“ aku ... aku ... “ jawab prisil gugup
“ sejujurnya ... aku .. aku juga menyukaimu
bastian . “ kata prisil yang sontak membuat
bastian terkejud tak percaya jika
prisil juga menyukainya
“ tetepi aku tidak suka saat kau
membohongiku tentang keluargamu . “ lanjud prisil .
Tanpa di duga bastian memeluk prisil
dengan lembut , prisil hanya terkejud mengetahui reaksi bastian ,
“ benarkah kau menyukaiku ? “ tanya
bastian sembari melepaskan pelukannya tetapi tangannya menggenggam bahu prisl
dan memandang wajah prisil dengan lebut .
Prisil hanya menganggukan kepalanya dan
mendukan kepalanya menutupi wajahnya yang kali ini memerah ,
bastian yang melihatnya hanya tersenyu
dan kembali memeluk prisil
“ terimakasih , kau telah jujur pada ku
, kalau begitu mau kah kau menjadi kekasih ku , tidak tidak maksud ku mau kah
kau menikah dengan ku ?” tanya bastian
Bastian melepaskan pelukannya dan
berlutut di hadanpan prisil dan mengeluarkan kotak bludru merah dari sakunya
dan membuka kotak itu yang ternyata berisikan cincin berlian yang indah .
Prisil hanya terkejud melihat sikap
bastian , prisil tidak percaya jika bastian melamarnya begitu cepat . prisil
tidak bisa membendung air matanya melihat perilaku bastian padanya .
“Prisiliya prasetyo laksono bersediakah
kamu menikah dengan ku ? kata bastian dengan lembut dan tatapan mata yang sendu
. dan tangan kanan nya menggenggam tangan prisil dengan lembut dan tangan yang
lain membawa sebuah cincin berlian
Prisil diam sesaat tak percaya dengan semua ini . air matanya
mengalir di pipinya dan tak lama prisil menganggukan kepalanya sembari menjawab
“ ya aku bersedia menikah dengan mu
bastian “ kata prisil denagn haru
Bastian yang mendengarnya pun senang bahagia dan
langsung nyematkan cicin yang dia pegang di jari manis prisil lalu bastian
memeluk prisil dengan lembut , prisil membalas pelukan bastian .
" aku berjanji tidak akan membuat mu menyesal dengan jawabanmu itu ,
dan akan membahagiakan mu dan satu lagi , tidak akan ada kebohongan
apapun tentang ku mau pun tentang mu di kemudian hari "
kata bastian dan mengeratkan pelukannya
" kau harus menepati janjimu itu , harus !! " jawab prisil
mereka berdua
menjadi pasangan bahagia di sore yang indah itu
tanpa mereka sadari sedari tadi ada
seseorang yang menyaksikan lamaran tersebut .
seseorang yang menahan rasa sakit di dadanya melihat wanita
yang di sukai telah menerima lamaran lelaki lain
dan sakitnya lagi lelaki itu adalah adiknya sendiri
__ADS_1
Seseorang itu adalah alex .
***