melepaskan

melepaskan
Episode 30


__ADS_3

Mobil bastian berhenti di sebuah rumah


yang sederhana tetapi memiliki halaman yang luas yang di hiasi banyak tanaman


dan pepohonan yang rindang .


“ apa ini benar rumah yang di maksud


oleh prisil . “ batin bastian dan sembari mengamati sekeilingnya


 


 


“ sebaiknya aku masuk saja dulu “ lanjud


bastian


“ permisi “ panggil bastian


Lalu seseorang lelaki tua muncul dari


dalam rumah


“ iya bisa saya bantu , anda mencari


siapa ?” kata lelaki parubaya itu pada bastian


 


 


“ apa ini benar rumah prisiliya “ tanya


bastian


 


 


“ anda teman nona prisil ?” tanya nya


pada bastian


 


 


“ benar apa dia ada di dalam ?” tanya


bastian dengan sopan


 


 


“ ya , silahkan masuk , saya akan


memanggil kan nya , nona prisil sedang berada


di kebun belakang bersama neneknya  “


jawab lelaki


itu dan berlalu memanggilkan prisil


Bastian masuk kedalam dan melihat


beberapa tanaman selagi menunggu prisil ,


dan tak lama bastian mendengar suara


wanita yang memanggil namanya ,


suaranya tidak asing bagi bastian


“ bastian ?” panggil prisil


Bastian berbalik menatap prisil dan


tersenyum manis pada prisil , dan tak jauh dari mereka berdua nenek prisil


mengamati mereka berdua .


Prisil mempersilahkan bastian masuk ke


dalam dan memperkenalkan bastian kepada neneknya


“ nenek kenalkan ini bastian , teman


prisil dari ibu kota “ kata prisil kepada nenek nya


 


 


Nenek prisil hanya tersenyum dan


menjabat tangan bastian


 


 


“ dan bastian ini nenek aku yang dulu


sempat aku ceritakan pada mu . “ kata prisil pada bastian .


 


 


“ senang bertemu dengan nenek , “ sapa


bastian dengan senyum ramahnya

__ADS_1


 


 


“ senang juga bertemu dengan mu bastian


. “ sapa nenek pada bastian


 


 


“ duduklah , nenek akan ke dalam


membuatkan mu minuman dan camilan “


perintah nenek dan berlalu ke dapur


Bastian dan prisil duduk dan hanya diam


tanpa membuka suara . ada rasa canggung di antara keduanya . pada akhirnya


bastian membuka suara


 


 


“ rumah ini sangat nyaman “ kata bastian


membuka suara


 


 


“ benar di sini sangat nyaman dan jauh


dari keramaian “ jawab prisil


Setelah prisil menjawab mereka kembali


hening hingga nenek kembali membawakan mereka minuman .


nenek yang merasakan


hal aneh pada mereka berdua menyuruh


keduanya untuk berkeliling agar tidak


canggung .


“ prisil , ajak bastian keliling kebun


dan taman untuk menghirup udara segar “


perintah nenek pada prisil .


prisil terdiam dan pada akhirnya mengajak


bastian untuk berkeliling


prisil berjalan di depan bastian ,


dan bastian mengikuti langkah prisil ,


tak lama mereka berkeliling prisil pun


memberanikan diri untuk membuka pembicaraan ,


prisil membalikkan badannya menghadap bastian ,


bastian menghentikan langkahnya


dan menatap prisil dengan tatapan lembut .


“ hmm  ... bastian “ kata prisil gugup


 


“ iya prisil “ jawab bastian lembut


 


“ tentang pertanyaan mu tapi pagi . aku


... “ kata prisil gugup


Bastian yang melihatnya hanya tersenyum


“ jika kau belum siap menjawab nya ,


tidak apa - apa masih ada banyak waktu “ kata bastian


 


 


“ tidak aku akan menjawabnya sekarang ,


jika tidak ku lakukan sekarang aku takut akan menyesal . “ kata prisil


 


 


“ baiklah aku akan mendengar dan


menerima keputusan mu ,”


jawab bastian yang berusaha tenang meski gugup


 


 

__ADS_1


“ aku ... aku ... “ jawab prisil gugup


 


 


“ sejujurnya ... aku .. aku juga menyukaimu


bastian . “ kata prisil yang sontak membuat


bastian terkejud  tak percaya jika


prisil juga menyukainya


 


 


“ tetepi aku tidak suka saat kau


membohongiku tentang keluargamu . “ lanjud prisil .


Tanpa di duga bastian memeluk prisil


dengan lembut , prisil hanya terkejud mengetahui reaksi bastian ,


“ benarkah kau menyukaiku ? “ tanya


bastian sembari melepaskan pelukannya tetapi tangannya menggenggam bahu prisl


dan memandang wajah prisil dengan lebut .


Prisil hanya menganggukan kepalanya dan


mendukan kepalanya menutupi wajahnya yang kali ini memerah ,


bastian yang melihatnya hanya tersenyu


dan kembali memeluk prisil


“ terimakasih , kau telah jujur pada ku


, kalau begitu mau kah kau menjadi kekasih ku , tidak tidak maksud ku mau kah


kau menikah dengan ku ?” tanya bastian


Bastian melepaskan pelukannya dan


berlutut di hadanpan prisil dan mengeluarkan kotak bludru merah dari sakunya


dan membuka kotak itu yang ternyata berisikan cincin berlian yang indah .


Prisil hanya terkejud melihat sikap


bastian , prisil tidak percaya jika bastian melamarnya begitu cepat . prisil


tidak bisa membendung air matanya melihat perilaku bastian padanya .


“Prisiliya prasetyo laksono bersediakah


kamu menikah dengan ku ? kata bastian dengan lembut dan tatapan mata yang sendu


. dan tangan kanan nya menggenggam tangan prisil dengan lembut dan tangan yang


lain membawa sebuah cincin berlian


Prisil diam sesaat  tak percaya dengan semua ini . air matanya


mengalir di pipinya dan tak lama prisil menganggukan kepalanya sembari menjawab


“ ya aku bersedia menikah dengan mu


bastian “  kata prisil denagn haru


Bastian yang mendengarnya pun senang bahagia dan


langsung nyematkan cicin yang dia pegang di jari manis prisil lalu bastian


memeluk prisil dengan lembut , prisil membalas pelukan bastian .


 


" aku berjanji tidak akan membuat mu menyesal dengan jawabanmu itu ,


dan akan membahagiakan mu dan satu lagi , tidak akan ada kebohongan


apapun tentang ku mau pun tentang mu di kemudian hari "


kata bastian dan mengeratkan pelukannya


 


" kau harus menepati janjimu itu , harus !! " jawab prisil


 


 


mereka berdua


menjadi pasangan bahagia di sore yang indah itu


tanpa mereka sadari sedari tadi ada


seseorang yang menyaksikan lamaran tersebut .


 


 


seseorang yang menahan rasa sakit di dadanya melihat wanita


yang di sukai telah menerima lamaran lelaki lain


dan sakitnya lagi lelaki itu adalah adiknya sendiri

__ADS_1


Seseorang itu adalah alex .


***


__ADS_2