melepaskan

melepaskan
Bab 11


__ADS_3

***


 alex berada di rumah mewah milik keluarga wijaya untuk makan malam , setelah selesai makan malam alex memutuskan untuk pergi ke kamarnya , sebuah kamar mewah yang di dominasi dengan warna hitam dan silver . alex menghempaskan badannya di kasur king sizenya sambil menatap langit- langit kamarnya .


“apa yang sedang di lakukan prisil sekarang , “ gumam alex .


” kenapa setelah kejadian tadi aku semakin memikirkannya ?” lanjud alex .


“ apa aku menyukainya ?” lanjud alex dan kali ini sambil tersenyum .


“ ah sudahlah wanita itu seakan memenuhi pikiran ku , “ jawab alex sembari menggapai hp nya yang berada di sebelahnya dan membuka kontak dan menelpon seseorang tetapi tidak ada jawaban


“ kemana lelaki bodoh itu kenapa dia tidak mengabariku “ gerutu alex .


“ bukannkah dia mengatakan akan segera menyusulku ke sini “ sambung alex


“ aku harap dia segera datang , aku merasa bosan tidak ada teman untuk bertengkar “ kata alex dan tak lama alex


terlelap dalam tidurnya karena alex merasa lelah dengan kegiatannya yang padat hari ini untuk mengurus perusahaan


***


 Di rumah sakit


bastian meminta barang- barang nya seperti  dompet dan hp pada prisil yang sedari tadi ada menemaninya .


“ bisakah aku meminta hp dan dompet ku?” tanya bastian .


“ oh tentu saja , “ jawab prisil dan memberikan barang- barang bastian yang td telah dia simpan .


” terimakasih prisil “ jawab bastian .

__ADS_1


prisil hanya membalah dengan anggukan dan senyuman dan kembali berkutat dengan data- data yang ada di


leptopnya , bastian mengecek hpnya dan dia melihat panggilan yang tidak terjawab dan tercantum sebuah nama seseorang .


“ dia mengubungiku ? ah sudahlah mungkin dia ingin menggaguku seperti biasa , untuk saat ini biarkan saja hingga


aku pulih , setelah aku pulih aku akan menghubunginnya “ batin bastian dan berlalu meletakkan hp .


tak lama masuklah dokter dan memeriksa bastian ,


“ oke tuan sepertinya perkembangan anda baik mungkin beberapa hari lagi anda di perbolehkan untuk pulang jika hasilnya selalu baik . “ kata dokter itu .


“ prisil yang memperhatikan sedari tadi hanya menganggukan kepalanya . setelah memeriksa semuanya dokter berlalu pergi.


“ terimakasih dokter “ kata prisil sembari mengantar ke ambang pintu kamar ku . prisil kembali pada pekerjaannya ,


sesekali prisil menghampiri tian dan menawarkan sesuatu yang mungki dia butuhkan .


“ apa kamu tidak menginginkan sesuatu , aku bisa mengambilkannya untuk mu ?” tanya prisil pada bastian .


prisil pun kembali duduk di depan leptop nya .


“ apa yang sedang kaku kerjakan “ tanya tian penasaran yang sedari tadi memperhatikan prisil .


“ oh aku sedang mempersiapkan data untuk proyek yang sedang aku kerjakan “ jawab prisil yang tetap memandang layar leptop nya .


“ apa tidak sebaiknya kau pulang dan beristirahat di rumah prisil . “ tanya tian .


“ kau sudah seharian berada di sini menemaniku bahkan sampai malam hari ,” lanjud tian .


prisil memandang tian sejenak .

__ADS_1


“ tidak apa tian aku akan tetap di sini dan besok pagi – pagi sekali aku akan kembali ke apartemen ku dan langsung bekerja , “ jawab prisil menjelaskan .


“ dan mungkin aku akan kemari sore hari . tidak apa- apa kan ?” lanjud prisil .


“ tidak apa kau urus saja pekerjaan mu dulu  , ada suster yang menjaga ku di sini tenang saja “ jawab tian dan di akhiri dengan senyuman . prisil pun membalas dengan senyuman juga .


hp prisil pun berbunyi dan di layar hp nya tertulis nama rizka , prisil segera mengambil hp nya .


“ tian aku keluar sebentar untuk memerima telepon “ pamit prisil yang di jawabanggukan oleh tian


 “ Hallo riz  “ jawab prisil .


“ kau ada di mana ? aku berada di depan apartemenmu “ jawab rizka di balik telepon .


“ maaf aku sedang tidak ada di rumah sekarang “ jawab prisil .


“ lantas kau di mana , kau belum menjelaskan kejadian tadi di ruang meeting . “ jawab rizka .


prisil diam sejenak dan melihat jam tangannya .


“ oke kita bertemu di cafe biasa kita bertemu 15 menit lagi “ kata prisil .


“ oke aku akan kesana , sampai bertemu di sana . “ jawab riska sembari memutuskan teleon .


prisil kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil dompet dan kunci mobilnya . prisil menatap ke arah bastian yang sedari tadi mengamatinya dari tadi


“ aku akan keluar sebentar dan segera kembali , kau istirahat lah “ kata prisil dan menjawab kebingungan tian yang


mengamatinya dari tadi .


“ ok hati – hatilah di jalan “ jawab tian yang di balas anggukan dan lambaian tangan prisil dan prisilpun berlalu di balik pintu

__ADS_1


.


****


__ADS_2