
***
alex berada di rumah mewah milik keluarga wijaya untuk makan malam , setelah selesai makan malam alex memutuskan untuk pergi ke kamarnya , sebuah kamar mewah yang di dominasi dengan warna hitam dan silver . alex menghempaskan badannya di kasur king sizenya sambil menatap langit- langit kamarnya .
“apa yang sedang di lakukan prisil sekarang , “ gumam alex .
” kenapa setelah kejadian tadi aku semakin memikirkannya ?” lanjud alex .
“ apa aku menyukainya ?” lanjud alex dan kali ini sambil tersenyum .
“ ah sudahlah wanita itu seakan memenuhi pikiran ku , “ jawab alex sembari menggapai hp nya yang berada di sebelahnya dan membuka kontak dan menelpon seseorang tetapi tidak ada jawaban
“ kemana lelaki bodoh itu kenapa dia tidak mengabariku “ gerutu alex .
“ bukannkah dia mengatakan akan segera menyusulku ke sini “ sambung alex
“ aku harap dia segera datang , aku merasa bosan tidak ada teman untuk bertengkar “ kata alex dan tak lama alex
terlelap dalam tidurnya karena alex merasa lelah dengan kegiatannya yang padat hari ini untuk mengurus perusahaan
***
Di rumah sakit
bastian meminta barang- barang nya seperti dompet dan hp pada prisil yang sedari tadi ada menemaninya .
“ bisakah aku meminta hp dan dompet ku?” tanya bastian .
“ oh tentu saja , “ jawab prisil dan memberikan barang- barang bastian yang td telah dia simpan .
” terimakasih prisil “ jawab bastian .
__ADS_1
prisil hanya membalah dengan anggukan dan senyuman dan kembali berkutat dengan data- data yang ada di
leptopnya , bastian mengecek hpnya dan dia melihat panggilan yang tidak terjawab dan tercantum sebuah nama seseorang .
“ dia mengubungiku ? ah sudahlah mungkin dia ingin menggaguku seperti biasa , untuk saat ini biarkan saja hingga
aku pulih , setelah aku pulih aku akan menghubunginnya “ batin bastian dan berlalu meletakkan hp .
tak lama masuklah dokter dan memeriksa bastian ,
“ oke tuan sepertinya perkembangan anda baik mungkin beberapa hari lagi anda di perbolehkan untuk pulang jika hasilnya selalu baik . “ kata dokter itu .
“ prisil yang memperhatikan sedari tadi hanya menganggukan kepalanya . setelah memeriksa semuanya dokter berlalu pergi.
“ terimakasih dokter “ kata prisil sembari mengantar ke ambang pintu kamar ku . prisil kembali pada pekerjaannya ,
sesekali prisil menghampiri tian dan menawarkan sesuatu yang mungki dia butuhkan .
“ apa kamu tidak menginginkan sesuatu , aku bisa mengambilkannya untuk mu ?” tanya prisil pada bastian .
prisil pun kembali duduk di depan leptop nya .
“ apa yang sedang kaku kerjakan “ tanya tian penasaran yang sedari tadi memperhatikan prisil .
“ oh aku sedang mempersiapkan data untuk proyek yang sedang aku kerjakan “ jawab prisil yang tetap memandang layar leptop nya .
“ apa tidak sebaiknya kau pulang dan beristirahat di rumah prisil . “ tanya tian .
“ kau sudah seharian berada di sini menemaniku bahkan sampai malam hari ,” lanjud tian .
prisil memandang tian sejenak .
__ADS_1
“ tidak apa tian aku akan tetap di sini dan besok pagi – pagi sekali aku akan kembali ke apartemen ku dan langsung bekerja , “ jawab prisil menjelaskan .
“ dan mungkin aku akan kemari sore hari . tidak apa- apa kan ?” lanjud prisil .
“ tidak apa kau urus saja pekerjaan mu dulu , ada suster yang menjaga ku di sini tenang saja “ jawab tian dan di akhiri dengan senyuman . prisil pun membalas dengan senyuman juga .
hp prisil pun berbunyi dan di layar hp nya tertulis nama rizka , prisil segera mengambil hp nya .
“ tian aku keluar sebentar untuk memerima telepon “ pamit prisil yang di jawabanggukan oleh tian
“ Hallo riz “ jawab prisil .
“ kau ada di mana ? aku berada di depan apartemenmu “ jawab rizka di balik telepon .
“ maaf aku sedang tidak ada di rumah sekarang “ jawab prisil .
“ lantas kau di mana , kau belum menjelaskan kejadian tadi di ruang meeting . “ jawab rizka .
prisil diam sejenak dan melihat jam tangannya .
“ oke kita bertemu di cafe biasa kita bertemu 15 menit lagi “ kata prisil .
“ oke aku akan kesana , sampai bertemu di sana . “ jawab riska sembari memutuskan teleon .
prisil kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil dompet dan kunci mobilnya . prisil menatap ke arah bastian yang sedari tadi mengamatinya dari tadi
“ aku akan keluar sebentar dan segera kembali , kau istirahat lah “ kata prisil dan menjawab kebingungan tian yang
mengamatinya dari tadi .
“ ok hati – hatilah di jalan “ jawab tian yang di balas anggukan dan lambaian tangan prisil dan prisilpun berlalu di balik pintu
__ADS_1
.
****