melepaskan

melepaskan
Bab 36


__ADS_3

****


Jam pun menjukan jam 10 malam , ibu


menyuruh bastian untuk mengantarkan prisil ,


bastian pun ngantarkan prisil


pulang . sepanajang perjalanan prisil dan


 bastian mengobrol ringan


“ apa rencana mu besok sayang “ tanya


bastian pada prisil


 


 


“ hmm menyelesaikan pekerjaan di butik


setelah itu membagi undangan ke beberapa teman “ jawab prisil


 


 


“ aku akan menemanimu “ kata bastian


 


 


“ tidak , aku bisa menanganinya “ jawab


prisil menolak , bastian  yang mendengarnya hanya


mengeryitkan dahinya dan menatap


prisil , prisil yang melihatnya hanya tersenyum


 


 


 


“ bantulah ayah mu , bukannya kau


menggantikan posisi alex sementar selama alex pergi .


kasian ayah jika


menanganinya sendiri . “ jelas prisil


 


 


“ tapi kan sayang ... “ kata bastian


tapi terpotong oleh prisil


 


 


“ ayolah bastian  kasian ayah , lagi pula


saat makan siang kita akan bertemu bukan ?"


kata prisil dengan memegang tangan


bastian


 


 


Bastian yang melihat prisil hanya bisa


menuruti ucapan calon istrinya itu .


bastian tidak bisa menolak permintaan


prisil .


 


 


“ baiklah kau menang sayang “ jawab bastian


dan di balas oleh senyuman kemenangan oleh prisil


 


 


“ gitu dong , kau sangat tampan sekali “


kata prisil menggombal pada bastian


 


 


“ jangan menggodaku sayang , kau tau aku


sudah menahan untuk tidak mencium mu sejak lama “


jawab bastian nakal


 

__ADS_1


 


“ kenapa kau mesum . ? kata prisil dan


sedikit menjauh dari bastian


Bastian yang melihatnya hanya tertawa


melihat prisil tersipu malu ,


“ Andai alex di sini melihat kebahagiaan


kita . “ kata  bastian dan membuat prisil


diam dengan pandangan sedih


 


 


“ aku merindukannya . “ jawab prisil


dengan sedih , bastian melihat expresi sedih


prisil hanya membelai lembut


rambut prisil


 


 


“ aku juga merindukannya , aku harap dia


bisa menyelesaikan urusan bisnisnya


secepatnya di sana dan pulang ke mari


segera mungkin . “ kata bastian menghibur prisil


 


 


Prisil hanya tersenyum tipis .


Mobil bastian sudah berada di depan


apartemen prisil . prisil pun segera keluar dari mobil bastian , tetapi saat


prisil akan membuka pintu mobil bastian memegang tangan prisil dan menarik


prisil dalam pelukannya . bastiam memeluk prisil dengan lembut .


“ aku sangat menyanyangi dan mencintai


mu prisil , aku tidak tau jika aku tanpa mu “


kata bastian dengan lembut sembari


 


 


Prisil diam sejenak dan tersenyum


melihat sikap bastian padanya


 


 


“ aku juga sangat mencintaimu bastian ,


bersabarlah tak lama lagi kita akan menikah “


jawab prisil lembut dan membelai


rambut belakang bastian


 


 


Bastian melepaskan pelukannya dan


memandang lembut prisil .


 


 


“ aku berjanji tidak akan membuat mu


sedih dan akan membuat mu slalu bahagia di sisi ku “


janji bastian


 


 


“ aku percaya pada mu bastian . “ kata


prisil yakin


Mereka bertatapan mata .


bastian mendekatkan wajahnya ke wajah prisil


sekarang prisil bisa merasakan deru nafas bastian .


prisil hanya diam dan menutup mata nya ,


 

__ADS_1


 


bastian yang melihat reaksi


prisil yang menandakan prisil mengijinkannya menciumnya ,


 bastian pun menyentuh bibir prisil dengan


bibirnya dengan lembut .


 


 


mereka pun berciuman untuk yang pertama kalinya .


bibir prisil dan bastian bersentuhan  ,


bastian melumat lembut bibir bawah prisil


dan prisil juga membalas ciuman bastian,


 


 


mereka larut dalam suasana


itu dan  tak selang lama bastian


melepaskan ciumannya dan prisil membuka  mata


 


 


.prisil dan bastian masih bertatapan ,


mata bastian yang hitam dan tatapannya yang lembut


membuat  prisil merasa malu dan salah tingkah ,


 


 


pipi prisil telah merona  kemerahan


seperti warna tomat yang matang ,


bastian yang


melihatnya hanya tersenyum ,


Bastian menyentuh  pipi prisil dengan


lembut , prisil terkejud dan hanya memandang bastian sekali lagi


“ tidak perlu malu . “ kata bastian


sambil tersenyum lembut


 


 


Prisil hanya diam manatap mata hitam


bastian


 


 


“ masuklah , jangan lupa ngunci pintu


apartemen mu nanti ? “ perintah bastian


 


 


“ ba.. baiklah , aku akan masuk ke


apartemen ku . “ jawab prisil dan membuka pintu mobil bastian.


 


 


Sebelum masuk


prisil berbalik menghadap mobil bastian ,


dan bastian menurunkan kaca mobilnya


“ selamat malam prisil . “ kata bastian


sembari melambaikan tangannya


 


 


“ selamat malam juga bastian . “ kata


prisil dan membalas lambaian tangannya .


Mobil bastian melaju menjauh dari


apartemen prisil .


prisil pun masuk ke apartemennya .


****

__ADS_1


__ADS_2