
30 menit sebelum lamaran
Sebuah mobil hitam berhenti di halaman
rumah nenek prisil . itu adalah moili alex .
Alex telah sampai di rumah nenek prisil
. alex di sambut oleh nenek prisil yang kebetulan lagi berada di halaman depan
“ selamat sore ini betul rumah nenek
prisiliya ,” tanya alex
“ kau teman dari prisil “ tanya nenek
“ ya benar aku teman prisil , nama saya
alex “ jawab alex
“ kalau begitu masuklah dulu prisil
sedang jalan – jalan di taman sebelah “ jelas nenek
“ saya menyusulnya ke taman
sebelah “ tanya alex
“ kalau begitu kau hanya perlu mengikuti
jalan setapak ini . “ jelas nenek
“ terimakasih nek , aku akan menyusulnya
. “jawab alek dan pergi mengikuti arahan nenek tadi
Nenek hanya tersenyum dan melanjudkan
kegiatannya kembali
Alex mengikuti jalan setapak dan melihat
sekitar mencari keberadaan prisil . tak lama alex melihat prisil , alex segera
menghampiri prisil tetapi langkah alex terhenti melihat seorang lelaki yang
sedang bersama dengan prisil . alex diam mengamati lelaki itu
“ siapa lelaki yang bersama dengan prisil
“ tanya alex dalam hati
__ADS_1
“ sepertinya lelaki itu tidak asing “
lanjud alex
Lalu alex mengingat bahwa tak jauh dari
mobilnya dia melihat mobil yang mirip dengan mobil bastian . alex melihat
dengan teliti lelaki itu dan benar saja
jika lelaki itu adalah bastian .
“ kenapa bastian ada disini ? tanya alex
lagi
Alex diam – diam berusaha mendekat agar
bisa mendengar pembicaraan mereka .
Betapa terkejudnya alex mendengar
percakapan mereka , ternyata selama ini bastian menyukai prisil dan begitu pula
prisil juga menyukai bastian , lalu sekarang bastian tengah melamar prisil untuk menjadi istrinya .
Kaki alex terasa lemas dia tidak tau apa
yang harus dia lakukan , alex merasa bingung dia merasa sedih ,
adalah adiknya sendiri , ternyata perkiraan alex salah , alex pikir prisil juga
menaruh perasaan yang sama terhadapnya ternyata dia salah , prisil baik padanya
hanya karena pertemanan mereka ,
Alex melangkahkan kakinya mundur dan
pergi dari tempat itu , alex kembali masuk ke halaman rumah nenek prisil .
nenek prisil yang masih berada di sana melihat alex bingung , alex terlihat
kacau dan putus asa .
“ kau tidak apa – apa , apa kau tlah
bertemu dengan prisil ? “ tanya nenek
Alex menatap nenek sedih , berusaha
menahan air matanya
“ tidak nek aku tidak menemukan prisil ,
“ jawab alex
__ADS_1
“ kalau begitu masuklah , tunggulah
prisil di dalam “ ajak nenek
“ tidak , saya akan pamit pulang ada
panggilan mendadak dari ibu kota , lain kali saja saya mampir lagi . “ jawab
alex dan sekaligus berpamitan pada nenek
“ baiklah jika itu yang kamu mau , hati
–hatilah di jalan pulang “ jawab nenek
lembut dan mengusap punggung alex dengan lembut .
Alex pun bergegas menuju mobilnya , di
saat dia membuka pintu dia melihat mobil yang tak asing baginya dan benar saja
itu adalah mobil bastian . alex pun segera masuk ke dalam mobilnya dan segera
keluar dari halaman rumah nenek prisil . setelah melihat mobil alex keluar dari halaman
rumah . nenek masuk kedalam rumah untuk menyiapkan makan malam
Tak lama setelah itu prisil dan bastian
kembali dari taman dengan senyum malu – malu mereka , sekarang hubungan mereka
lebih dekat . bastian menjelaskan niat baiknya pada nenek dan nenek senang
mendengar niat baik bastian yang akan menikahi cucunya itu , bastian pun
perpamitan pada nenek untuk kembali ke ibu kota untuk mengabari orang tua
basttian .
“ sampai bertemu di ibu kota sayang , “
pamit bastian pada prisil yang berhasil membuat pipi prisil memerah karena
panggilan sayang bastian . bastian yang melihatnya hanya tertawa gemas .
“ jangan menggoda ku . “ jawab prisil
dan memukul lengan bastian . pukulan itu membuat bastian sedikit meringis ,
tapi bastian tetap tersenyum bahagia
Bastian pun kembali ke ibu kota , mobil bastian melaju kembali ke ibu kota ,
prisil melambaikan tangannya hingga bayangan mobil itu hilang dari tatapan
matanya . priisil pun masuk ke dalam menghampiri neneknya .
__ADS_1