melepaskan

melepaskan
Bab 31


__ADS_3

30  menit sebelum lamaran 


Sebuah mobil hitam berhenti di halaman


rumah nenek prisil . itu adalah moili alex .


 


Alex telah sampai di rumah nenek prisil


. alex di sambut oleh nenek prisil yang kebetulan lagi berada di halaman depan


“ selamat sore ini betul rumah nenek


prisiliya ,” tanya alex


 


“ kau teman dari prisil “ tanya nenek


 


“ ya benar aku teman prisil , nama saya


alex “ jawab alex


 


“ kalau begitu masuklah dulu prisil


sedang jalan – jalan di taman sebelah “ jelas nenek


 


“ saya menyusulnya ke taman


sebelah “ tanya alex


 


“  kalau begitu  kau hanya perlu mengikuti


jalan setapak ini . “  jelas nenek


 


“ terimakasih nek , aku akan menyusulnya


. “jawab alek dan pergi mengikuti arahan nenek tadi


Nenek hanya tersenyum dan melanjudkan


kegiatannya kembali


Alex mengikuti jalan setapak dan melihat


sekitar mencari keberadaan prisil . tak lama alex melihat prisil , alex segera


menghampiri prisil tetapi langkah alex terhenti melihat seorang lelaki yang


sedang bersama dengan prisil . alex  diam mengamati lelaki itu


“ siapa lelaki yang bersama dengan prisil


“ tanya alex dalam hati


 

__ADS_1


 


“ sepertinya lelaki itu tidak asing “


lanjud alex


Lalu alex mengingat bahwa tak jauh dari


mobilnya dia melihat mobil yang mirip dengan mobil bastian . alex melihat


dengan teliti lelaki itu dan benar  saja


jika lelaki itu adalah bastian .


“ kenapa bastian ada disini ? tanya alex


lagi


Alex diam – diam berusaha mendekat agar


bisa mendengar pembicaraan mereka .


 


Betapa terkejudnya alex mendengar


percakapan mereka , ternyata selama ini bastian menyukai prisil dan begitu pula


prisil juga menyukai bastian  , lalu  sekarang  bastian tengah melamar prisil untuk menjadi istrinya .


Kaki alex terasa lemas dia tidak tau apa


yang harus dia lakukan , alex merasa bingung dia merasa sedih ,


 


 


adalah adiknya sendiri , ternyata perkiraan alex salah , alex pikir prisil juga


menaruh perasaan yang sama terhadapnya ternyata dia salah , prisil baik padanya


hanya karena pertemanan mereka ,


Alex melangkahkan kakinya mundur dan


pergi dari tempat itu , alex kembali masuk ke halaman rumah nenek prisil .


nenek prisil yang masih berada di sana melihat alex bingung , alex terlihat


kacau dan putus asa .


“ kau tidak apa – apa , apa kau tlah


bertemu dengan prisil ? “ tanya nenek


 


Alex menatap nenek sedih , berusaha


menahan air matanya


 


“ tidak nek aku tidak menemukan prisil ,


“ jawab alex

__ADS_1


 


“ kalau begitu masuklah , tunggulah


prisil di dalam “ ajak nenek


 


“ tidak , saya akan pamit pulang ada


panggilan mendadak dari ibu kota , lain kali saja saya mampir lagi . “ jawab


alex dan sekaligus berpamitan pada nenek


 


“ baiklah jika itu yang kamu mau , hati


–hatilah di jalan pulang “ jawab  nenek


lembut dan mengusap punggung alex dengan lembut .


Alex pun bergegas menuju mobilnya , di


saat dia membuka pintu dia melihat mobil yang tak asing baginya dan benar saja


itu adalah mobil bastian . alex pun segera masuk ke dalam mobilnya dan segera


keluar dari halaman rumah nenek prisil .  setelah melihat mobil alex keluar dari halaman


rumah . nenek masuk kedalam rumah untuk menyiapkan makan malam


Tak lama setelah itu prisil dan bastian


kembali dari taman dengan senyum malu – malu mereka , sekarang hubungan mereka


lebih dekat . bastian menjelaskan niat baiknya pada nenek dan nenek senang


mendengar niat baik bastian yang akan menikahi cucunya itu , bastian pun


perpamitan pada nenek untuk kembali ke ibu kota untuk mengabari orang tua


basttian .


“ sampai bertemu di ibu kota sayang , “


pamit bastian pada prisil yang berhasil membuat pipi prisil memerah karena


panggilan sayang bastian . bastian yang melihatnya hanya tertawa gemas .


 


 


“ jangan menggoda ku . “ jawab prisil


dan memukul lengan bastian . pukulan itu membuat bastian sedikit meringis ,


tapi bastian tetap tersenyum bahagia


Bastian pun kembali ke ibu kota ,  mobil bastian melaju kembali ke ibu kota ,


prisil melambaikan tangannya hingga bayangan mobil itu hilang dari tatapan


matanya . priisil pun masuk ke dalam menghampiri neneknya .


 

__ADS_1


 


__ADS_2