
****
Pagi sudah tiba , prisil masih terlelap
di tidurnya . begitupun dengan alex
yang juga masih terlelap dalam tidurnya .
himgga suara telepon alex membuat prisil mulai
sedikit terganggu ,
karena ini bukan bunyi telepon pertama tapi sudah
untuk yang kesekian kalinya , prisil pun membuka
matanya dan bangkit dari tidurnya .
dan melihat hp alex dan di situ terlihat 6 pnggilan tidak terjawab
“mungkin ini teleon penting , sebaiknya aku
membangunkan alex “ batin prisil
Benar saja saat prisil akan membangunkan
alex telepon alex kembali berdering .
prisil pun membangunkan alex ,
mengguncang sedikit badan alex .
alex membuka sedikit matanya , terlihat jelas
jika dia masih mengantuk , tapi prisil membangunkannya .
alex membuka matanya dan memandang prisil ,
prisil yang merasa alex sudah bangun , memberikan hp nya
yang berdering sedari tadi ,
alex pun bangkit dari tidurnya di sofa dan
menerima teleponnya di balkon kamarnya
agar prisil tidak merasa terganggu .
Melihat itu prisil memutuskan untuk
segera mandi bersiap membuatkan alex sarapan .
prisil bergegas masuk kekamar
mandi dan setelah mandi prisil masih melihat
alex yang sedang menelpon di balkon
. prisil segera bersiap dan turun ke bawah
untuk membuat sarapan .
Prisil segera memulai memasak untuk
sarapan , dan di saat prisil sedang memasak
prisil merasa ada seseorang di
belakannya dan seseorang itu meneruh kepalanya
di salah satu pundak prisil ,
prisil terkejud dan menoleh ke arah ke belakang dan
ternyata itu adalah alex ,
prisil terkejud melihat keberadaan alex
“ alex kau mengejudkan ku “ kata prisil
dan kembali menghadap masakannya
“ maafkan aku , saat aku selesai telepon
aku tidak melihat mu berada di kamar jadi aku mencarimu “
jelas alex dan
kembali menaruh dagunya di bahu prisil manja
“ apa yang sedang kau masak , sepertinya
enak , dan perutku menjadi lapar “ kata
alex manja
“ aku sedang memasak sarapan untuk kita
__ADS_1
semua “ jawab prisil
“ mandilah dulu , sebentar lagi sarapan
akan selesai sebentar lagi . “ perinyah
prisil
“ tapi aku sudah lapar “ jawab alex
“ tidak akan ada sarapan untuk mu jika
kau belum mandi . “ jawab prisil tegas
dan berbalik menghadap alex .
Alex hanya cemberut mengerucutkan
bibirnya mendengar perkataan prisil ,
dan tanpa mereka sadari ibu melihat
kelakuan mereka
“ ehemm ... pagi pagi sudah mesra . “
kata ibu dan membuat prisil dan alex melihat ke arah ibu
“ apa tidur mu nyenyak semalam sayang “
tanya ibu pada prisil dan membuat prisil saling
pandang dengan alex untuk
mencari jawaban
“ tentu ibu , tidur kami sangat nyenyak
“ jawab prisil sedikit gugub
“ kami ?? “ kata ibu dan melirik prisil
curiga untuk menggoda prisil
memandang alex
“ ibu , jangan menggoda prisil lagi ,
kenapa ibu suka menggoda istriku ini “
kata alex pada ibunya
“ hahaha ... iya iya ibu hanya becanda ,
kenapa kau yang kesal , ibukan menggoda prisil . “
jawab ibunya sembari tertawa
.
“ sudah ... sudah , pagi pagi kok malah ribut “ kata ayah yang
tiba – tiba datang
“ aku hanya sedikit menggida prisil ,
tapi lihat alex sudah merasa kesal “
jawab ibu alex sembari tertawa kecil
Prisil hanya tertawa melihat aksi anak
dan ibu itu , prisil kembali melanjudkan
masaknya dan ternyata nenek sudah ada
di samping ku .
“ biar nenek bantu prisil “ kata nenek
dan mengambil alat masak ku
“tidak , nenek duduklah bersama dengan ibu ,
biar prisil yang masak , sebentar
lagi juga sudah siap sarapannya “
kata prisil dan menggandeng nenek untuk duduk
bersama ibu alex .
Tak lama semua masakan sudah tertata di
__ADS_1
meja makan ,prisil memanggil ayah ibu dan
nenek untuk sarapan , saat prisil
akan memanggil alex ternyata alex
sudah ada di belakangnya
“ baru saja aku akan memanggil mu untuk
sarapan “ kata prisil
" Tapi aku sudah ada di sini , ayo kau juga makan
sarapan mu “ kata alex dan menarik kursi untuk prisil
Sarapan hari ini sangat ceria sekali
sesekali mereka bercandan sembari
menikmati makanan yang di buat prisil
“ alex kenapa kau tidak memakai baju
kerja mu “ kata ayah di sela makannya
“ ayah aku kan baru saja menikah ,
masak sudah masuk kerja “ jawab alex
“ tapi kenapa kau slalu menerima telepon
rekan kerja mu saat makan “ kata ayah yang
membuat alex diam karena tidak bisa
menjawab
beberapa waktu lalu Saat makan alex
memang slalu menerima
telepon dari kolega atau rekan bisnisnya ,
mereka mengobrol tentang pekerjaan ,
bahkan di saat alex sedang makan .
prisil hanya melihat saja apa yang di
lakukan alex meski prisil merasa terganggu
“ alex itu sama saja kau bekerja secara
tidak langsung , lihat lah prisil di sampingmu yang
berusaha melayanimu makan
tapi kau hanya menelpon “ jelas ayah dan
membuat alex langsung melihat wajah
prisil
Prisil diam berusaha menyembunyikan
kecewanya , prisil pun memandang alex dan tersenyum
“ aku tidak apa apa lanjudkan saja
“ kata prisil berusaha tersenyum
“ maafkan aku . ini telepon dari bisnis
ku di paris yang penting , “ jelas alex
pada prisil
“ baiklah aku tidak akan menerima
telepon saat makan dengan mu “
kata alex meyakinkan prisil
Merekapun melanjudkan sarapan mereka
tapi alex sesekali melihat layar hp nya yang
bergetar karena panggilan telepon
, alex hanya melihatnya sekilas berusaha tidak
menerima teleponnya karena alex
sudah berjanji pada prisil akan fokus makan
. prisil hanya memperhatikan semua tingkah alex
sampai makan selesai .
****
__ADS_1