melepaskan

melepaskan
Bab 59


__ADS_3

****


 


 


Pagi sudah tiba , prisil masih terlelap


di tidurnya . begitupun dengan alex


yang juga masih terlelap dalam tidurnya .


himgga suara telepon alex membuat prisil mulai


sedikit terganggu ,


 


 


karena ini bukan bunyi telepon pertama tapi sudah


untuk yang kesekian kalinya , prisil pun membuka


matanya dan bangkit dari tidurnya .


dan melihat hp alex dan di situ terlihat 6 pnggilan tidak terjawab


“mungkin ini teleon penting , sebaiknya aku


membangunkan alex “  batin prisil


Benar saja saat prisil akan membangunkan


alex telepon alex kembali berdering .


prisil pun membangunkan alex ,


mengguncang sedikit badan alex .


 


 


alex membuka sedikit matanya , terlihat jelas


jika dia masih mengantuk , tapi prisil membangunkannya .


alex membuka matanya dan memandang prisil ,


prisil yang merasa alex sudah bangun , memberikan hp nya


yang berdering sedari tadi ,


 


 


alex pun bangkit dari tidurnya di sofa dan


menerima teleponnya di balkon kamarnya


agar prisil tidak merasa terganggu .


Melihat itu prisil memutuskan untuk


segera mandi bersiap membuatkan alex sarapan .


prisil bergegas masuk kekamar


mandi dan setelah mandi prisil masih melihat


alex yang sedang menelpon di balkon


. prisil segera bersiap dan turun ke bawah


untuk membuat sarapan .


Prisil segera memulai memasak untuk


sarapan , dan di saat prisil sedang memasak


prisil merasa ada seseorang di


belakannya dan seseorang itu meneruh kepalanya


di salah satu  pundak prisil ,


prisil terkejud dan menoleh ke arah ke belakang dan


ternyata itu adalah alex ,


prisil terkejud melihat keberadaan alex


“ alex kau mengejudkan ku “ kata prisil


dan kembali menghadap masakannya


 


 


“ maafkan aku , saat aku selesai telepon


aku tidak melihat mu berada di kamar jadi aku mencarimu “


jelas alex dan


kembali menaruh dagunya di bahu prisil manja


 


 


“ apa yang sedang kau masak , sepertinya


enak , dan perutku menjadi lapar “  kata


alex manja


 


 


“ aku sedang memasak sarapan untuk kita

__ADS_1


semua “ jawab prisil


 


 


“ mandilah dulu , sebentar lagi sarapan


akan selesai sebentar lagi . “  perinyah


prisil


 


 


“ tapi aku sudah lapar “ jawab  alex


 


 


“ tidak akan ada sarapan untuk mu jika


kau belum mandi . “  jawab prisil tegas


dan berbalik menghadap alex .


Alex hanya cemberut mengerucutkan


bibirnya mendengar perkataan prisil ,


dan tanpa mereka sadari ibu melihat


kelakuan mereka


“ ehemm ... pagi pagi sudah mesra . “


kata ibu dan membuat prisil dan alex melihat ke arah ibu


 


 


“ apa tidur mu nyenyak semalam sayang “


tanya ibu pada prisil dan membuat prisil saling


pandang dengan alex untuk


mencari jawaban


“ tentu ibu , tidur kami sangat nyenyak


“  jawab prisil sedikit gugub


 


 


“ kami ?? “ kata ibu dan melirik prisil


curiga untuk menggoda prisil


memandang alex


“ ibu , jangan menggoda prisil lagi ,


kenapa ibu suka menggoda istriku ini “


kata alex pada ibunya


 


 


“ hahaha ... iya iya ibu hanya becanda ,


kenapa kau yang kesal , ibukan menggoda prisil . “


jawab ibunya sembari tertawa


.


“ sudah ... sudah ,  pagi pagi kok malah ribut “ kata ayah yang


tiba – tiba datang


 


 


“ aku hanya sedikit menggida prisil ,


tapi lihat alex sudah merasa kesal “


jawab ibu alex sembari tertawa kecil


Prisil hanya tertawa melihat aksi anak


dan ibu itu , prisil kembali melanjudkan


masaknya dan ternyata nenek sudah ada


di samping ku .


“ biar nenek bantu prisil “ kata nenek


dan mengambil alat masak ku


 


 


 “tidak , nenek duduklah bersama dengan ibu ,


biar prisil yang masak , sebentar


lagi juga sudah siap sarapannya “


kata prisil dan menggandeng nenek untuk duduk


bersama ibu alex .


Tak lama semua masakan sudah tertata di

__ADS_1


meja makan ,prisil memanggil ayah ibu dan


nenek untuk sarapan , saat prisil


akan memanggil alex ternyata alex


sudah ada di belakangnya


“ baru saja aku akan memanggil mu untuk


sarapan “ kata prisil


 


 


" Tapi aku sudah ada di sini , ayo kau juga makan


sarapan mu “ kata alex dan menarik kursi untuk prisil


Sarapan hari ini sangat ceria sekali


sesekali mereka bercandan sembari


menikmati makanan yang di buat prisil


“ alex kenapa kau tidak memakai baju


kerja mu “  kata ayah di sela makannya


 


“ ayah aku kan baru saja menikah ,


masak  sudah masuk kerja “ jawab alex


 


“ tapi kenapa kau slalu menerima telepon


rekan kerja mu saat makan “ kata ayah yang


membuat alex diam karena tidak bisa


menjawab


beberapa waktu lalu  Saat makan alex


memang slalu menerima


telepon dari kolega atau rekan bisnisnya ,


mereka mengobrol tentang pekerjaan ,


bahkan di saat alex sedang makan .


prisil hanya melihat saja apa yang di


lakukan alex meski prisil merasa terganggu


 


“ alex itu sama saja kau bekerja secara


tidak langsung , lihat lah prisil di sampingmu yang


berusaha melayanimu makan


tapi kau hanya menelpon “ jelas ayah dan


membuat alex langsung melihat wajah


prisil


Prisil diam berusaha menyembunyikan


kecewanya , prisil pun memandang alex dan tersenyum


“ aku tidak apa apa lanjudkan saja


“  kata prisil berusaha tersenyum


 


 


“ maafkan aku . ini telepon dari bisnis


ku di paris yang penting ,  “ jelas alex


pada prisil


 


 


“ baiklah aku tidak akan menerima


telepon saat makan dengan mu “


kata alex meyakinkan prisil


Merekapun melanjudkan sarapan mereka


tapi alex sesekali melihat layar hp nya yang


bergetar karena panggilan telepon


 


, alex hanya melihatnya sekilas berusaha tidak


menerima teleponnya karena alex


sudah berjanji pada prisil  akan fokus makan


 


. prisil hanya memperhatikan semua tingkah alex


sampai makan  selesai .


 


****

__ADS_1


__ADS_2