
*****
Mereka pun telah berada di meja makan ,
prisil dan alex merasa sangat lapar apalagi
setelah acara mandi bersama yang di
lakuka kedua nya , mereka hanya tersenyum
dan sesekali tertawa saat makan .
“ alex , kapan kita akan menyapa ibu dan
ayah ?” tanya prisil di sela makannya
“ entahlah , aku akan tanya ke
sekertaris ayah dulu , apakah mereka di
rumah atau perjalanan bisnis “ kata alex
“ kenpa tidak kau telepon saja langsung
“ kata prisil
“ benar juga ya , baiklah sehabis makan
aku akan mengabari mereka “ kata alex
sembari tertawa kecil
“ dan prisil kapan kau akan pergi ke
butik “ tanya alex
“ kemungkinan besok aku akan ke butik
dan menyelesaikan semua nya “ jelas prisil
“ baiklah aku akan menemanimu ke butik “
kata alex
“ tidak usah besok aku kan bersama riska
, “ kata prisil
“ tidak apa – apa istri ku sayang . aku
juga ingin menyapa karyawan mu “
jawab alex dengan manisnya
Prisil sedikit menaruh curiga pada alex
kenap dia ingin ikut dengannya , tapi prisil
tidak menghiraukan dan lebih
percaya pada suaminya .merekapun
menyelesaikan makan mereka dan
bergegas untuk istirahat karena merasa capek
setelah perjalanan panjang dari paris
Pagi pun menjelang , prisil membuka
matanya dan prisil tidak melihat suaminya
alex ada di sisinya , prisil bangun
dan melihat ke berbagai arah di ruangan itu .
tapi tidk menemukan suaminya itu.
prisil pun memakai jaket piaya nya dan
menuju keluar balkon karena prisil
__ADS_1
mendengar ada sedikit keramaian di sana
dan di saat prisil melihat ke bawah
ternyata alex berada di sana sudah menyiapkan
sarapan pagi di pelatran belakang
bersama pelayan nya ,
prisil yang melihatnya hanya tersenyum ,
alex yang berada di bawah pun melihat ke atas
karena merasa di perhatikan oleh seseorang dan
benar saja alex melihat prisil berada di atasnya
tengah melihatnya , alex tersenyum
pada prisil dan mengisyaratkan untuk mandi
dan turun kebawah untuk sarapan .
prisil hanya mengganggukan kepalanya dan
bergegas untuk mandi .
Saat prisil keluar dari kamar mandi ,
prisil terkejud melihat alex sudah ada
di kamar duduk manis dengan memakai baju
yang sudah rapi , prisil yang melihatnya
terpesona dengan kepampanan alex
Alex yang merasa di perhatikan hanya
tersenyum dan bangkit dari tempat duduknya
“ apa kau sudah puas melihat ketampanan
ku “ kata alex yang menyadarkan lamunan
prisil
Prisil pun tersadar dari lamunannya pun
“ hmm aku ... aku tidak melihat mu " kata
prisil dan beralih ke meja riasnya untuk
memakan make up sebelum memakai
bajunya ,
Alex pun menghampiri prisil di meja rias
itu dan berdiri di belakang prisil , alex
memeluk prisil dari belakang seperti
biasanya , prisil hanya melihat tingkah
alex dari balik cermin .
“ apa tidak ada morning kiss untuk ku “
kata alex manja sambil menenggelamkan
wajahnya di leher jenjang prisil dan
menghirup wanginya sabun mandi yang
masih menempel di badan prisil
“ kenapa mendadak meminta morning kiss “
tanya prisil yang bingung dengan sikap manja alex
“ tidak apa , hanya saja aku ingin
mendapatkan morning kiss ku “jawab alex
dan sembari membuka salah satu sisi jubah
mandi prisil sehingga bahu prisil
sekarang terlihat oleh alex dan ,
__ADS_1
alex menciumin leher dan bahu prisil dari
belakang
Prisil merasa merinding karena kegiatan
alex tapi prisil tak beberapa lama prisil
menghentikan kegiatan alex
“ alex hentikan kita akan ke butik “
kata prisil pada alex dan alex menghentikan
kegiatannya tapi sebelum menghentikan kegiatannya
alex meninggalkan tanda cintanya di bahu prisil
Bukan tanpa alasan alex meninggalkan
bekas itu , alex ingin prisil tidak memakai
baju yang akan memperlihatkan leher
dan bahunya . apalagi prisil akan bertemu
dengan costemernya yang tak lain
adalah mantan kekasih dari prisil .
alex sudah memikirkan cara ini dari masih di
pesawat
“ alex kenapa kau meninggalkan bekas .
bagaimana jika karyawan ku melihatnya “
kata prisil sambil melihat bekas itu .
Alex tertawa kecil melihat kepanikan di
muka prisil , alex pun beranjak mengambil
sekotak besar yang ada di kasur dan
memberikannya pada prisil
“ jika begitu pakailah ini “ kata alex dan
membuka kotak itu dan memberikannya pada prisil.
“ ini baju dan sepatu “ kata prisil dan menatap alex bingung
“ ya itu baju yang aku pilih untuk mu karena
aku tidak suka kau memperlihatkan bahu dan
leher mu yang cantik itu “ kata alex
“ kapan kau membelinya “ tanya prisil
“ aku slalu memiliki cara untuk memberimu kejutan .
pakai lah segera aku tunggu di bawah “ kata alex sembari
mencium lembut kepala prisil dan berlalu keluar kamar
menuju tempat sarapan
Prisil hanya terdiam dan segera
mengganti baju yang di bawakan alex . baju dengan
kerah yang menutupi lehernya dan lengan sampai sikut
dan rok sepan yang panjangnya selutut . prisil tampak
elegan dengan baju ini dan tidak lupa sepatu hak
tinggi kesukaan prisil yang di
berikan alex bersama bajunya .
prisil pun telah siap dan turun menyusul alex
untuk sarapan .
__ADS_1
****