
****
Prisil masuk kedalam ruangan kerjanya .
setelah masuk prisil melepas kan genggamannya
pada alex dan duduk lesu di meja kerjanya
sembari memutar kursinya membelakangi alex
karena prisil tidak ingin alex melihatnya menangis .
Alex menutup pintu ruang kerja prisil
dan segera menghampiri prisil di meja kerjanya .
Sejenak alex memperhatikan istrinya yang
menahan suara tangisnya dengan tangannya ,
dada alex sakit sekali melihat prisil yang berusaha
menyembunyikan tangisnya di hadapan alex .
alex pun memutar kursi prisil agar menghadapnya
dan alex dapat melihat jelas pipi prisil yang basah .
prisil mengusab air matanya yang mengalir dan
mengalihkan pandangannya
Alex menarik dagu prisil lembut dan
menatapnya .
“ menangislah jika itu membuat mu lebih
baik , aku akan menjadi sandaran tangis mu , “
kata alex , dan kata – kata itu membuat prisil
kembali menitikan air matanya .
prisil pun memeluk alex yang berdiri di hadapannya .
alex semakin sesak alex hanya bisa membelai lembut
kepala prisil dan mengusap punggu ng prisil agar lebih tegar
. melihat istrinya yang menangis seperti itu membuat alex
semakin benci dengan pandu dan merencanakan sesuatu
di otaknya untuk membalas perbuatannya tadi . alex
menunggu sampai prisil tenang ,
Setelah tenang alex menuntun prisil ke
sofa yang ada di ruangan itu dan duduk berdua
dengan prisil sembari memberikan
__ADS_1
segelas air untuk prisil
“ apa kau akan menceritakannya pada ku ,
“ tanya alex
Prisil melihat alex yang memiliki banyak pertanyaan
pada prisil , lalau prisil menganggukan kepala nya .
alex tersenyum lega pada prisil yang mau menceritakan
masa lalu yang tidak pernah dia ketahui
“ baiklah aku akan mendengarkan semuanya “ kata alex dan
duduk di sebelah prisil sembari menggenggam tangan prisil
lembut
“ pandu ,lebih lengkapnya pandu prayogo
dia adalah seorang atlit basket nasional waktu masih
menajadi kekasih ku di kota asal ku , dan karena
dialah aku pindah ke ibu kota . “ kata prisil dengan
pandangan kosong
“ kami berpacaran selama 2 tahun sejak
aku kelas 1 smk tapi aku memutuskan hubungan
ku di saat hampir kelulusan dengannya karena .... “
tangisnya ,
Alex yang melihatnya prisil menahan
tangisnya memeluk prisil agar merasa
tenang
“ sudah cukup jika itu membuat mu
mengingat rasa sakitmu maka jangan katakan ,
aku kan menunggu mu siap untu
bercerita “ kata alex sembari memeluk prisil
Prisil pun melepaskan pelukannya dan
menghapus air matanya dan melanjudkan ceritanya
“ tidak alex , kau harus tau karena ini
adalah masa lalu ku dan kau adalah suamiku
yang harus tau “ kata prisil
“ baiklah jika itu yang kau mau , tapi
kau harus tenang “ kata alex
“ aku putus karena pandu berusaha
__ADS_1
memperkosaku saat dia mengajak ku
ke ulang tahunnya di rumahnya . berdalih
meminta hadiah ulang tahun pandu meminta
ku untuk memberikan kesucian ku pada
dia , aku pun menolak dan membuat dia
marah sehingga dia memaksa ku . “
kata prisil dan kembali menangis
“ untung pada saat itu ada orang yang
memergoki aksi jahat pandu dan pandu
melepaskan ku dan aku pun terselamatkan
dan sejak itu aku benci pada pandu dan
merasa takut jika bertemu dengan dia . “
jelas prisil dan menangis di pelukan
alex
“ aku pindah ke ibu kota agar tidak
pernah bertemu dengan dia ,
karena semenjak kejadian itu pandu
sering mencari dan menghampiriku
di rumah nenek , dan aku tidak tau jika
dia akan mengejarku sampai di sini , sekarang
dia sudah menemukan ku “ kata prisil yang mulai
ketakutan
Mendengar perkataan prisil tadi membuat
alex semakin marah , alex mengeraskan
rahangnya dan mengepalkan tangannya .
entah apa yang terjadi jika pandu ada di
depannya sekarang . alex hanya diam
mengatur nafasnya yang menahan emosi
dari tadi dan tidak terbendung lagi saat
prisil bercerita jika pandu berusaha
memperkosanya
__ADS_1
******