
Alex kembali ke tempat duduknya dan
menikmati makanan yang ada di hadapannya , aku masih menatap bingung alex dan
sesekali alex menatap ku dengan senyum yang menucurigakan bagi ku .
“ sudahlah ini kan hanya berteman biasa“
batin ku berusaha menenangkan pikiran ku
Kami melanjudkan makan malam kami dengan
obrolan - obrolan kecil masalah kerjaan ,
sesekali kami bercanda gurau dengan lelucon kecil hingga
kami lupa waktu telah menunjukkan tengah malam .
“ wah sudah jam segini , sebaiknya kita
pulang alex “ ajak ku pada alex
“ tentu ayo kita pulang , aku akan
mengantarkan mu pulang “ jawba alex dan bangun dari tempat duduknya . aku
terkejut dengan jawaban alex
“ tidak usah alex aku bisa pulang naik
taksi saja “ jawab ku berusaha menolak secara halus
“ tidak tidak tidak sudah malam begini
tidak baik seorang wanita pulang sendirian . “ jawab alex
“ prisil kau tidak bisa menolaknya “
sambung alex dan menarik tangan ku menuju parkiran di mana mobil sport nya di
parkir
Aku hanya bisa mengikuti perintah alex dan
__ADS_1
mengikutinya berjalan di belakang nya . alex membukakan pintu mobil dan
mempersilahkan ku masuk ke dalam mobilnya .
“ oke di mana alamat rumah mu “ tanya
alex dan badannya menghadap pada ku , matanya menatap ku dengan lembut membuat ku diam
menatap mata hitamnya yang terlihat lembut ,
“ prisil ... prisil “ sambung alex
sambil mengguncang sedikit badan ku , aku pun tersadar
“ ah iya alex itu ... itu rumah ku di...
di apartemen yang berada di sebelah
butik ku “ jawab ku terbata - bata salah tingkah dan menundukkan wajah ku .
Kulihat sejenak alex tersenyum dan
tertawa kecil dan kembali menatap ke arah depan dan melajukan mobinya untuk
mengantarkan ku . selama di perjalanan aku hanya terdiam sesekali melihat alex
“ oke kita telah sampai , wah lumayan
juga ya tempat tinggal mu , apa kamu tinggal sendirian di apartemen ini . “
tanya alex pada ku
“ iya aku tinggal seorang diri di
apartemen ini , “ jawab ku
Sejenak hening hanya aku dan alex yang
saling menatap dan membuat ku salah tingkah dengan tatapan matanya ,
“ hmm ... kalau begitu terimakasih alex
sudah mengantarkan ku pulang , aku masuk dulu , hati - hati di jalan . “
__ADS_1
pamit ku pada alex dan keluar dari mobilnya .
Disaat aku akan masuk ke dalam , alex
memanggil ku
“ prisil ... “ panggilnya dan menurunkan
kaca mobilnya
Aku pun menoleh dan menjawab
panggilannya
“ iya lex “ jawab ku bingung
Dia diam sejenak dan menunjukan senyum
manisnya
“ selamat malam prisiliya ... “ jawab alek menatap ku dengan
mata indahnya dan senyuman manisnya
“ selamat malam juga alex “ jawab ku
yang juga memberi senyuman untunya
Alex pun melambaikan tangan dan
melajukan mobilnya menjauh dari apartemen ku .ku balas lambaian tangan nya dan
aku mentapnya mobil sport itu ,
setelah hilang dari pandangan ku aku pun masuk kedalam apartemen , aku pun naik menuju lantai kamar ku
selama di dalam lif aku berpikir kenapa alex sangat aneh hari ini tidak seperti biasanya
sikap nya lebih lembut dan ramah beda saat pertama dan saat meeting .
pikiran itu terus berkutat di kepalaku hingga pintu lif terbuka dan aku pun keluar dari lif dan masuk ke kamar
apartemen ku . kulihat tv menyala dan ternyata bastian tertidur di sofa depan tv . ku ambil sebuah selimut dan ku selimutkan pada bastian . sejenak ku tatap wajah bastian yang sedang terlelap tidur . entah kenapa senyum ku muncul saat menatapnya
__ADS_1
" jika di lihat ternyata tian tampan , bibirnya yang tipis , hidung yang mancung dan juga alis yang tebal " batin ku
" apa yang aku pikirkan ? lanjud batin ku dengan senyum konyolku dan menyadarkan ku dari lamunan . aku pun bangkit dari hadapan bastian dan menuju kamar ku untuk beristirahat .