melepaskan

melepaskan
Bab 111


__ADS_3

****


Sudah 2 minggu  sejak kembalinya


bastian dan begitu pula


prisil di villa itu untuk menghindari


bastian  . Prisil sedang berada di


villa keluarga wijaya sedang


menunggu alex


pulang dari kantornya .


 


 


dan tak lama mobil alex pun terlihat


dari kejuhan . alex pun turun dari


mobilnya dan masuk ke dalam ,


prisil pun berjalan ke pintu untuk


menyambut alex yang baru pulang ,


perut prisil yang semakin besar


sudah mulai membuat prisil susah


untuk bejalan cepat .


“ papa sudah pulang “ kata prisil


sembari membukakan pintu ,


denyum prisil pun juga menghiasi


wajahnya melihat alex yang datang


 


“ papa sudah pulang anak- anak “ kata


alex sembari memeluk prisil dan membelai


lembut perut prisil


 


“ lihatlah papa membawakan kalian apa “


kata alex sembari memperlihatkan boneka


dan mainan .


 


“ alex kita kan belum tau mereka laki –


laki atau perempuan . “  kata prisil


 


“ tidak apa , ini juga dari ayah dan ibu


tadi “ jawab alex


 


“ kalau ini untuk istriku yang cantik “


kata alex sembari memberika bunga


dan sekotak coklat untuk prisil


 prisil pun mengambil hadiah dari alex dan


memberi alex sebuah ciuman di pipinya


“ terimakasih alex aku suka sekali


coklat “ kata prisil dan menggandeng


alex untuk , masuk ke dalam


Dari kejauhan ada sebuah mobil yang


mengamati alex dan prisil dari jauh .


expresinya penasaran melihat alex dan


prisil di villa itu . seseorang itu keluar


dari dalam mobilnya dan berjalan


menuju rumah yang alex masuki .

__ADS_1


di tekannya bel itu


Ting ... tong ... bel rumah itu pun


berbunyi , prisil yang melihat alex


memotong buah pun menawarkan


untuk membuka pintu ,


“ mungkin itu pengantar makanan yang aku


pesan , biar aku saja yang buka  “ kata


prisil dan berjalan menuju pintu .


 


 


“ wah anda datang te ... “ kata prisil


terhenti melihat seseorang yang datang


itu adalah bastian


Bastian melihat prisil teliti dan


pandangannya terhenti di perut


prisil yang besar , merasa prisil


tidak cepat kembali alex pun


menyusulnya .


“ sayang siapa yang datang “ kata alex


yang tiba – tiba terkejut melihat itu adalah


bastian , alex pun melangkah pelan


dan berdiri di hadapan bastian dan


menyembunyikan prisil di belakang tubuhnya


“ apa kau bisa jelaskan dengan aapa yang


aku lihat “ kata bastian yang kali ini penuh


dengan penekanan


 


 


. “ kata alex dengan tatapan serius


 


FLASBACK


Beberapa hari sebelumnya


 


“ alex apa kau tau nomer prisil “ tanya


bastian pada alex sembari bersantai


di ruangan alex di kantor wijaya


 


 “ aku tidak tau , setelah dia ganti nomor


hp aku tidak tau “  jawab alex berbohong


 


“ lantas bagai mana kau mau ketemu jika


meeting . “  tanya bastian tidak percaya


 


“ aku menelpon kantornya “ jawab alex


santai .


 


“ tapi aku sudah menelpon ke kantornya


tapi prisil tidak ada di kantor “ kata bastian frustasi


 


“ mungkin dia masih sibuk dengan


bisnisnya “ jawab alex santai

__ADS_1


 


“ apa kau tidak sering bertemu dengannya


“ tanya bastian


Alex hanya diam , memikirkan jawaban apa


yang harus dia jawab karena dia sebenarnya


tidak bisa berbohong pada bastian .


alex pun melihat jamnya dan bangkit dari


tempat duduknya


“ sudah jam makan siang ayo kita makan


siang , aku sudah sangat lapar hingga tidak


konsen dengan pekerjaan “ ajak alex


 


 


“ baiklah aku juga lapar , kita makan di


rumah saja bagaimana “ kata bastian


 


 


“ boleh juga “ kata alex dan mereka pun


segera berangkat


Selama di perjalanan alex dan bastian


mengobrol


“ alex kenapa kau tidak pulang ke rumah


saja , setiap pagi aku lihat kamar mu slalu


kosong “ tanya bastian


 


 


“ karena aku berada di mansion ku “  jawab alex


 


 


“ tapi kemarin aku ke mansion mu , kau


juga tidak ada di sana ?”kata bastian lagi


yang kali ini penuh dengan


kecurigaan


Alex terdiam mendengar apa yang di


katakan bastian padanya , alex perpikir


keras mencari alasan


“ aku lupa aku kemarin lembur di kantor “


kata alex gugub


Bastian hanya melihat kegugupan alex dan


sedikit merasa curiga kepada kakak nya itu


“ kenapa aku merasa ada yang alex


tutupin pada ku , apalagi masalah prisil . “


batin bastian


 


“ prisil pun juga tidak bisa di temui ,


bahkan saat aku ke rumah neneknya dia


juga tidak ada di sana “ lanjud  batin bastian


 


“ aku harus mencari tau


sendiri ? lanjud bastian


***

__ADS_1


__ADS_2