
*****
Alex sudah rapi dengan baju santainya dan turun kebawah untuk sarapan bersama dengan prisil . Pris yang melihat alex tidak memakai setelan jasnya pun heran .
“ apa kau tidak pergi ke kantor alex “ tanya prisil heran .
“Tidak sayang , mulai hari ini dan sampai kau melahirkan aku tidak akaan pergi ke kantor “ jelas alex dan duduk di kursi meja makan .
“ Kenapa tidak . Bagaimana dengan bisnis mu nanti . Nanti ayah akan marah pada mu . “Tanya prisil lagi .
“ Ayah tidak akan marah pada ku karena ayah yang menyuruh ku untuk menjaga mu sampai kau melahirkan . Masalah kantor ayah yang menggantikan ku dan masalah bisnis yang lain jhonny yang menanganinya .” jelas alex sembari mengambilkan makanan untuk prisil
“ Dan mulai sekarang aku akan slalu bersama mu . Apa sebaiknya kita berbulan madu ? . Karena kita tidak sempat bulan madu “ tanya alex pada prisil .
Mendengar rencana alex wajah prisil berubah menjadi merah karena malu . Alex hanya tersenyum melihatnya
“ apa yang kau pikirkan sayang “ kata alex menggoda .
“ Tidak ada . Ayo makan . Aku sudah lapar “ kata prisil sembari mengalihkan pandangannya karena malu . Alex hanya mengacak rambut prisil gemas .
Sebelum makan alex mengelus perut besar prisil dan berbicara sejenak dengan calon bayinya .
“ Anak papa makan juga ya . Makan yang banyak biar cepat besar , mari makan anak anak papa “ kata alex dan memakan makanannya . Prisil dan alex pun makan dengan lahap nya .
“ alex aku ingin mnengunjungi nenek ku . Apa kau tidak keberatan jika kita pergi mengunjungi nenek dan menginap beberapa hari di sana . “ tanya prisil pada alex di saat dia makan
__ADS_1
“ Tentu sayang . Kemana pun kau pergi aku akan menemanimu . Aku juga rindu dengan nenek “ jawab alex lembut .
“ benarkah itu alex “ tanya prisil senang
“ Tentu sayang . Sehabis makan nanti kita bersiap dan segera pergi . Dan kita bawakan nenek oleh oleh yang banyak , bagaimana “ kata alex
“ baiklah , aku setuju . “ jawab prisil senang .
Setelah makan prisil segera menyiapkan keperluan yang akan dia dan alex bawa ke rumah nenek . Dan sedangkan alex sedang menelpon jhonny dan mengurus beberapa bisnisnya selagi menunggu prisil menyiapkan semua nya . Tak beberapa lama prisil pun telah siap dengan kopernya
“Alex aku sudah siap “ kata prisil pada alex
Alex pun menoleh ke arah prisil dan melihat prisil memakai dres tipis dan juga terlalu pendek .
Prisil diam memperhatikan baju yang ada di badannya .
“ Entahlah tapi aku sangat ingin memakai baju ini , dan bukan kah kau yang membelikan baju ini alex . “ jawab prisil polos .
“ Benar juga aku yang membelikannya untuk prisil “ batin alex
“Hmm kalau begitu tunggulah sebentar aku akan mengambilkan sesuatu untuk mu . “ kata alex pada prisil dan berlalu menuju kamar mengambil sesuatu .
Alex pun kembali dari kamar dengan membawa jaket rajut panjang selutut berwanar biru gelap dan memakaikannya pada prisil agar menutupi bajunya yang minim
“ pakailah ini . Ini adalah jaket rajut dari ibu . Dia merajutnya sendiri dan memberikannya saat aku kuliah di luar negeri . Memang terlalu besar untuk mu tapi ini cukup besar untuk menutupi perut besar mu dan juga menghangatkan mu “ kata alex bercerita pada prisil
__ADS_1
“ Ibu yang merajutnya ?” tanya prisil
“Ya . Ibu membuatnya saat musim dingin beberapa tahun lalu “ jawab alex
“ Wah bagus sekali dan lembut . “ kata prisil sembari memegang tekstur jaket itu .
“ Syukurlah jika kau suka . Kau bisa memakainya agak slalu mengingat ku “ jawab alex dengan bangganya
Prisil hanya terdiam melihat suaminya yang kePd annya tinggi itu
“ Sebaiknya kita cepat berangkat sebelum kau merayuku dengan segala keromantisan mu “ kata prisil dan berlalu pergi
“ sayang tunggu aku . Bagai mana kau bisa meninggalkan suami mu yang sangat tampan ini “ kata alex .
" bagaimana jika aku hilang " kata alex
" tidak akan mungkin . karena kau adalah milik ku " jawab prisil santai
" benar kah itu " kata alex berjalan menuju mobil
prisil hanya menganggukan kepalanya pasti
Alex dan prisil pun berangkat menuju rumah nenek prisil dan sebelumnya alex dan prisil membeli oleh oleh untuk nenek
******
__ADS_1