
vero memperhatikan sekelilingnya dan menemukan sebuah
sapu yang tidak jauh dari nya , di ambilnya sapu itu dan perlahan
masuk ke dalam kamar si kembar secara perlahan sampai berada
di belakang prisil .
prisil yang sedang berdiri di dekat ranjang anaknya sedang
bermain dengan mereka dan secara tiba – tiba vero memukul kan
sapu itu dengan keras di leher prisil dan membuat nya jatuh tidak
sadarkan diri
****
“dasar wanita bodoh “
kata vero dengan acuh dan melempar sapu yang
ada di tangannya dan sedikit menendang prisil agar
menyingkir dari jalannya .
vero pung hampiri si kembar
“hallo keponakan kecil tante , kalian ingin bermain dengan tante “
ujar vero yang seperti orang gila .
“tapi bagaimana aku membawa ketigannya , ternyata perempuan
ini melahirkan 3 anak sekaligus “
kata vero ketus sembari melihat ke arah
prisil yang tergeletak pingsan .
“aku harus berpikir cepat sebelum bastian kembali dan
tau jika dia telah aku tipu “
kata vero sembari berpikir
“sudahlah satu anak sudah cukup untuk membuat alex
berada di pelukan ku “
jawab nya sendiri dan mengambil 1 anak kembarnya
“yang mana ya ... ah bagaimana jika kau saja , anak tampan “
kata vero dan menggendong anak yang dia pilih dan tidak
lain adalah reymond
“ dan kau wanita bodoh , bersiaplah menyerahkan posisi mu pada ku ,
karena hanya aku yang pantas menjadi istri alex wijaya “
katanya dan bergegas pergi dengan keranjang banyi dan
juga salah satu anak kembar prisil .
*****
** Rumah sakit**
Mobil bastian berhenti di loby dan segera masuk dan mencari
keberadaan orang tersebut , bastian mencoba menghubungi
seseorang itu tapi nomer yang di maksud tidak bisa di hubungi
karena mati atau tidak aktif .
bastian pun menanyakan pada seseorang perawat
“permisi suster saya ingin bertanya ,”
kata bastian pada seorang suster jaga
“tentu tuan , ada yang bisa saya bantu “
jawab suster itu
“apa saya bisa menemui korban tidak sadarkan diri di dekat sini ,
seseorang lelaki paruh baya , dan wanita paruh baya ,
katanya mereka di rawat di sini karena di temukan
tidak sadarkan diri “
jelas bastian pada suster tersebut
“tunggu sebentar tuan saya akan tanyakan dan cek dulu “
jawab suster itu dan mengecek data yang ada dan juga menelpon
IGD , keamanan untuk mengeceknya .
dan tak beberapa lama suster itu pun memberi jawaban pada bastian
“maaf tuan hari ini kami tidak menerima pasian dengan ciri – ciri
tersebut hari ini , di ugd juga tidak ada laporan nya “
jelas suster menjelaskan pada bastian
__ADS_1
“benarkan , apa suster yakin “
tanya bastian lagi yang masih penasaran
“benar tuan data yang saya terima dan laporan yang ada memang
menjelaskan begitu tuan “
jelas suster itu lagi
“baiklah suster terimakasih atas bantuannya , saya permisi dulu “
kata bastian dan bergegas pergi kembali ke mansion
Selama di perjalanan bastian berpikir keras tentang kejadian ini ,
bastian juga berusaha menghubungi prisil tetepi tidak ada
jawaban dari prisil
“ mungkin dia lagi sibuk dengan si kembar , sebaiknya aku
bergegas pulang dan membantunya “
kata bastian dan melajukan mobilnya kembali ke mansion wijaya .
tidak ada yang aneh saat bastian sampai ke mansion ,
hanya saja tidak ada jawaban dari prisil saat bastian memanggilnya
“prisil ... kau di mana ?”
panggil bastian ,
berkali kali tapi tidak ada jawaban , akhirnya bastian
memutuskan untuk mengecek di kamar si kembar .
betapa terkejudnya bastian melihat prisil tergeletak
tidak sadarkan diri .
“prisil ... sadarlah prisil “
panggil bastian sembari menepuk pipi prisil
dan mengguncang sedikit tubuh prisil
“prisil ... prisil bangun lah , kumohon “
panggil bastian yang mulai kawatir
“sebenarnya apa yang terjadi “
kata bastian panik sambil menelpon orang tuanya
tetapi tidak ada respon ,
“prisil , prisil , prisil bangunlah “
kata bastian untuk yang kesekian kalinya
Dan tak lama prisil membuka matanya secara perlahan
melihat kesekelilingnya dan menyipitkan matanya melihat bastian .
prisil mencoba bangkit tetapi sulit dan dia merasakan belakang
kepalanya sakit ,
bastian yang melihat prisil mencoba membantu prisil
bangkit dari tidur dan duduk .
“kau tidak apa- apa prisil “
tanya bastian kawatir
“ya .. aku tidak apa – apa hanya
saja leher ku sangat sakit “
jelas prisil sembari memegang leher dan kepala
“sepertinya ada yang memukul leherku dengan keras
dan membuat ku tidak sadarkan diri “
jelas prisil lagi pada bastian
Mendengar penjelasan prisil bastian memperhatikan sekeliling
dan melihat sapu yang tergeletak tak jauh dari prisil .
bastian pun membantu prisil yang mencoba bangit dan
membopongnya berjalan melihat ranjang banyi bayinya
Betapa terkejudnya mereka berdua melihat 1 ranjang kosong ,
mereka pun panik dan melihat sekeliling ruangan itu
“bayi ku kemana , kemana reymon “
kata prisil panik
“Bastian kemana anak ku , kemana reymon ,
keman perginya “
kata prisil panik dan menatap bastian sedih serta kebingungan
__ADS_1
Bastian tidak kalah kaget dan panik dengan prisil ,
bastian tidak bisa berkata apa – apa dan mengedarkan
pandanganya kesegala arah .
bastian terdiam sembari memeluk prisil yang menangis
di pelukannya . tiba – tiba pandangan bastian tertuju
pada kamera cctv yg ada di kamar si kembar
“prisil kau tenang , kita akan menemukan anak mu ,
kita akan menemukan reymon “
kata bastian meyakinkan prisil .
tetapi badan prisil tiba – tiba lemas .batian dengan sigab
menangkap prisil dan menggendongnya ke kamar prisil
dan menidurkannya . setelah itu bastian juga memindah
kan anak2 prisil ke kamar prisil
“prisil kau tenangkan dulu di sini bersama anak- anak ,
aku akan mengecek semua ke amanan dan para pelayan
untuk mencari reymond “
perintah bastian dan hanya di balas pandangan
sedih dan tangisan prisil .
“kita akan menemukan reymod , kau tenang saja “
kata bastian dan berlalu pergi
Di luar kamar bastian memanggil semua pelayan dan
ke amanan mengecek semua cctv yang ada di mantion .
bastian juga menelpon ayah dan ibu agar segera kembali .
saat bastian mengecek cctv ddengan cermat di situ bastian
mendapat jawaban jika pelaku dari semua ini adalah vero .
vero telah mengambil reymod pergi , dengan muka marah dan
tatapan dingin bastian menghubungi vero tapi tidak ada
jawaban karena nomernya tidak aktif
“ternyata kau adalah dari semua ini vero , kali ini tidak akan ku
biarkan kau lolos vero , aku akan mencarimu sampai kemana pun “
kata bastian kesal dan mengepalkan tangannya
Prisil yang berada di kamar dengan anak anaknya merasa takut
dan juga cemas dengan keberadaan salah satu anaknya ,
prisil pun mengambil teleponnya dan menelpon alex tapi tidak
ada jawaban dr teleponnya .
beberapa kali prisil menelpon tetepi sama saja . akhirnya prisil
menghubungi jhoony tetapi asilnya sama , dan untuk yang
terakhir kalinya prisil mencoba menelpon jhonny
“kumohon jhonny terima teleponnya “
batin prisil yang mulai putus asa dan akhirnya jhonny
menerima teleponnya
“iya nyonya ada yang bisa saya bantu “
jawab jhonny di balik telepon
“syukurlah kau menerima telepon ku jhonny “
jawab prisil lega yang sembari terisak
“tolong berikan teleponnya pada alex jhonny “
pinta prisil sembari menangis
“kenapa nyonya menagis , tuan sedang rapat nyonya “
jawab jhonny yang bingung
“tolong jhonny ini sangat penting “
kata prisil yang tangisannya semakin menjadi
Jhonny pun semakin kawatir dan menghampiri alex
yang sedang rapat dan berbisik
“maaf tuan mengganggu tapi nyonya menelpon
sepertinya sangat penting “
kata jhonny perlahan di sebelah alex .
__ADS_1
****