melepaskan

melepaskan
Episode 159


__ADS_3

vero memperhatikan sekelilingnya dan menemukan sebuah


sapu yang tidak jauh dari nya , di ambilnya sapu itu dan perlahan


masuk ke dalam kamar si kembar secara perlahan sampai berada


di belakang prisil .


prisil yang sedang berdiri di dekat ranjang anaknya sedang


bermain dengan mereka dan secara tiba – tiba vero memukul kan


sapu itu dengan keras di leher prisil dan membuat nya jatuh tidak


sadarkan diri


****


“dasar wanita bodoh “


kata vero dengan acuh dan melempar sapu yang


ada di tangannya dan sedikit menendang prisil agar


menyingkir dari jalannya .


vero pung hampiri si kembar


“hallo keponakan kecil tante , kalian ingin bermain dengan tante “


ujar vero yang seperti orang gila .


“tapi bagaimana aku membawa ketigannya , ternyata perempuan


ini melahirkan 3 anak sekaligus “


kata vero ketus sembari melihat ke arah


prisil yang tergeletak pingsan .


“aku harus berpikir cepat sebelum bastian kembali dan


tau jika dia telah aku tipu “


kata vero sembari berpikir


“sudahlah satu anak sudah cukup untuk membuat alex


berada di pelukan ku “


jawab nya sendiri dan mengambil 1 anak kembarnya


“yang mana ya ... ah bagaimana jika kau saja , anak tampan “


kata vero dan menggendong anak yang dia pilih dan tidak


lain adalah reymond


“ dan kau wanita bodoh , bersiaplah menyerahkan posisi mu pada ku ,


karena hanya aku yang pantas menjadi istri alex wijaya “


katanya dan bergegas pergi dengan keranjang banyi dan


juga salah satu anak kembar prisil .


*****


** Rumah sakit**


Mobil bastian berhenti di loby dan segera masuk dan mencari


keberadaan orang tersebut , bastian mencoba menghubungi


seseorang itu tapi nomer yang di maksud tidak bisa di hubungi


karena mati atau tidak aktif .


bastian pun menanyakan pada seseorang perawat


“permisi suster saya ingin bertanya ,”


kata bastian pada seorang suster jaga


“tentu tuan , ada yang bisa saya bantu “


jawab suster itu


“apa saya bisa menemui korban tidak sadarkan diri di dekat sini ,


seseorang lelaki paruh baya , dan wanita paruh baya ,


katanya mereka di rawat di sini karena di temukan


tidak sadarkan diri “


jelas bastian pada suster tersebut


“tunggu sebentar tuan saya akan tanyakan dan cek dulu “


jawab suster itu dan mengecek data yang ada dan juga menelpon


IGD , keamanan untuk mengeceknya .


dan tak beberapa lama suster itu pun memberi jawaban pada bastian


“maaf tuan hari ini kami tidak menerima pasian dengan ciri – ciri


tersebut hari ini , di ugd juga tidak ada laporan nya “


jelas suster menjelaskan pada bastian

__ADS_1


“benarkan , apa suster yakin “


tanya bastian lagi yang masih penasaran


“benar tuan data yang saya terima dan laporan yang ada memang


menjelaskan begitu tuan “


jelas suster itu lagi


“baiklah suster terimakasih atas bantuannya , saya permisi dulu “


kata bastian dan bergegas pergi kembali ke mansion


Selama di perjalanan bastian berpikir keras tentang kejadian ini ,


bastian juga berusaha menghubungi prisil tetepi tidak ada


jawaban dari prisil


“ mungkin dia lagi sibuk dengan si kembar , sebaiknya aku


bergegas pulang dan membantunya “


kata bastian dan melajukan mobilnya kembali ke mansion wijaya .


tidak ada yang aneh saat bastian sampai ke mansion ,


hanya saja tidak ada jawaban dari prisil saat bastian memanggilnya


“prisil ... kau di mana ?”


panggil bastian ,


berkali kali tapi tidak ada jawaban , akhirnya bastian


memutuskan untuk mengecek di kamar si kembar .


betapa terkejudnya bastian melihat prisil tergeletak


tidak sadarkan diri .


“prisil ... sadarlah prisil “


panggil bastian sembari menepuk pipi prisil


dan mengguncang sedikit tubuh prisil


“prisil ... prisil bangun lah , kumohon “


panggil bastian yang mulai kawatir


“sebenarnya apa yang terjadi “


kata bastian panik sambil menelpon orang tuanya


tetapi tidak ada respon ,


“prisil , prisil , prisil bangunlah “


kata bastian untuk yang kesekian kalinya


Dan tak lama prisil membuka matanya secara perlahan


melihat kesekelilingnya dan menyipitkan matanya melihat bastian .


prisil mencoba bangkit tetapi sulit dan dia merasakan belakang


kepalanya sakit ,


bastian yang melihat prisil mencoba membantu prisil


bangkit dari tidur dan duduk .


“kau tidak apa- apa prisil “


tanya bastian kawatir


“ya .. aku tidak apa – apa hanya


saja leher ku sangat sakit “


jelas prisil sembari memegang leher dan kepala


“sepertinya ada yang memukul leherku dengan keras


dan membuat ku tidak sadarkan diri “


jelas prisil lagi pada bastian


Mendengar penjelasan prisil bastian memperhatikan sekeliling


dan melihat sapu yang tergeletak tak jauh dari prisil .


bastian pun membantu prisil yang mencoba bangit dan


membopongnya berjalan melihat ranjang banyi bayinya


Betapa terkejudnya mereka berdua melihat 1 ranjang kosong ,


mereka pun panik dan melihat sekeliling ruangan itu


“bayi ku kemana , kemana reymon “


kata prisil panik


“Bastian kemana anak ku , kemana reymon ,


keman perginya “


kata prisil panik dan menatap bastian sedih serta kebingungan

__ADS_1


Bastian tidak kalah kaget dan panik dengan prisil ,


bastian tidak bisa berkata apa – apa dan mengedarkan


pandanganya kesegala arah .


bastian terdiam sembari memeluk prisil yang menangis


di pelukannya . tiba – tiba pandangan bastian tertuju


pada kamera cctv yg ada di kamar si kembar


“prisil kau tenang , kita akan menemukan anak mu ,


kita akan menemukan reymon “


kata bastian meyakinkan prisil .


tetapi badan prisil tiba – tiba lemas .batian dengan sigab


menangkap prisil dan menggendongnya ke kamar prisil


dan menidurkannya . setelah itu bastian juga memindah


kan anak2 prisil ke kamar prisil


“prisil kau tenangkan dulu di sini bersama anak- anak ,


aku akan mengecek semua ke amanan dan para pelayan


untuk mencari reymond “


perintah bastian dan hanya di balas pandangan


sedih dan tangisan prisil .


“kita akan menemukan reymod , kau tenang saja “


kata bastian dan berlalu pergi


Di luar kamar bastian memanggil semua pelayan dan


ke amanan mengecek semua cctv yang ada di mantion .


bastian juga menelpon ayah dan ibu agar segera kembali .


saat bastian mengecek cctv ddengan cermat di situ bastian


mendapat jawaban jika pelaku dari semua ini adalah vero .


vero telah mengambil reymod pergi , dengan muka marah dan


tatapan dingin bastian menghubungi vero tapi tidak ada


jawaban karena nomernya tidak aktif


“ternyata kau adalah dari semua ini vero , kali ini tidak akan ku


biarkan kau lolos vero , aku akan mencarimu sampai kemana pun “


kata bastian kesal dan mengepalkan tangannya


Prisil yang berada di kamar dengan anak anaknya merasa takut


dan juga cemas dengan keberadaan salah satu anaknya ,


prisil pun mengambil teleponnya dan menelpon alex tapi tidak


ada jawaban dr teleponnya .


beberapa kali prisil menelpon tetepi sama saja . akhirnya prisil


menghubungi jhoony tetapi asilnya sama , dan untuk yang


terakhir kalinya prisil mencoba menelpon jhonny


“kumohon jhonny terima teleponnya “


batin prisil yang mulai putus asa dan akhirnya jhonny


menerima teleponnya


“iya nyonya ada yang bisa saya bantu “


jawab jhonny di balik telepon


“syukurlah kau menerima telepon ku jhonny “


jawab prisil lega yang sembari terisak


“tolong berikan teleponnya pada alex jhonny “


pinta prisil sembari menangis


“kenapa nyonya menagis , tuan sedang rapat nyonya “


jawab jhonny yang bingung


“tolong jhonny ini sangat penting “


kata prisil yang tangisannya semakin menjadi


Jhonny pun semakin kawatir dan menghampiri alex


yang sedang rapat dan berbisik


“maaf tuan mengganggu tapi nyonya menelpon


sepertinya sangat penting “


kata jhonny perlahan di sebelah alex .

__ADS_1


****


__ADS_2