melepaskan

melepaskan
Bab 151


__ADS_3

*****


 


“ alex , bangunlah , jangan tidur di


lantai , nanti kau bisa masuk angin “


kata prisil sembari membelai kepala alex


dengan lembut


Alex pun membuka matanya perlahan dan


melihat ke arah prisil .


“selamat pagi sayang “ kata alex sembari


membelai lembut pipi prisil


 


“ selamat pagi juga sayang “ jawab ibu


yang sontak mengagetkan alex dan membuat


alex mencari sumber suara itu .


 


“ kau terkejut ibu yang menjawab salam


pagi mu “ kata ibu sembari menahan tawanya


 


“ kapan ibu datang “ tanya alex dan


bangkit dari duduknya dan membantu prisil untuk


berdiri dan berjalan menuju box


bayi mereka ,


 


“ baru saja , dan ibu melihat kau dan


prisil tertidur dan ibu mengambil anak


yang di pangku prisil . “ jawab ibu pada


alex


 


 


“ ibu sudah membawakan makanan untuk


kalian , dan sup untuk prisil  “ kata ibu


lagi


 


 


“ makanlah terlebih dahulu setelah itu


berikan anak – anak kalian asi “ perintah ibu


 


 


“ baik bu , tolong jaga anak – anak


sebentar “ jawab alex pada ibu


“ makanlah dengan santai “ kata ibu .


Prisil dan alex pun menikmati makanan


yang di bawakan oleh ibu untuk mereka .


setelah makan alex pergi menemui dokter


yang menangani prisil dan setelah


kembalinya dari ruang dokter alex mengabari


pada ibu jika sore ini prisil dan anak – anaknya


telah di perbolehkan pulang ,


ibu pun merasa senang dan mengabari


orang – orang yang ada di rumah untuk


menyiapkan semuanya terutama kamar


untuk bayi  - bayi alex ,


 


Sore pun tiba alex dan ibu menyiapkan


segala persiapan dan prisil tengah

__ADS_1


mengurus ketiga anak – anak mereka setelah


semuanya sudah siap prisil dan yang l


ain meninggalkan rumah sakit dan kembali


pulang ke mansion wijaya , di sana telah


berdiri bastian , nenek dan ayah yang


menunggu kedatangan prisil dan si kembar .


Mobil alex telah memasuki mansion dan


prisil keluar dengan menggendong bayi


perempuan mereka dan lain berada di


kereta mereka , nenek , bastian dan ayah


pun menghampiri mereka dan berebut


untuk membawa si kembar


“ ayah , bastian pelan kan suara kalian


kalian bisa mengganggu tidur mereka “


kata ibu pada mereka berdua


 


“ lebih baik kita masuk terlebih dahulu


dan membiarkan si kembar untuk kekamarnya , “


ajak nenek


Mereka semua pun masuk ke dalam mansion


dan menuju ke kamar si kembar yang berada di


sebelah kamar  alex yang dindingnya di


hancurkan sehingga menjadi satu dengan kamar


alex sehingga prisil akan mudah mengecek keadaan si


kembar


Setelah memastikan mereka telah nyaman


dengan tempat tidur mereka seluruh keluarga


berkumpul di ruang tengah sedang


mengobrol santai sembari makan malam ,


si vero dan bergabung dengan mereka .


“ selamat malam semua nya “ sapa vero


pada semua anggota keluarga


 


“ selamat malam juga vero sayang “ jawab


ibu pada vero


 


“ apa kau sudah makan malam sayang “


tanya ibu pada vero


 


“ belum tante karena aku langsung ke


sini setelah mendarat dari pesawat “ jawab  vero


 


“ kalau begitu duduklah makan bersama


dengan kami “ ajak ibu


 


“ benar vero bergabunglah dengan kami “


perintah ayah pada vero


 


“ baiklah jika kalian memaksa “ jawab


vero sembari tertawa


Vero pun duduk di samping bastian dan


mengambil beberapa makanan , di saat


mereka sedang makan terdengar tangisan


bayi dan prisil pun segera menghampiri


kamar bayi mereka begitu pula dengan

__ADS_1


alex yang menemani prisil


“ wah ternyata prisil telah melahirkan “


kata vero terkejud


 


“ benar vero , prisil sudah melahirkan


bayi – bayinya , mereka sangat tampan


dan lucu sekali “ kata ibu dengan senang


 


 


“ wah , kenapa aku bisa tertinggal


berita bahagia ini , dan datang tanpa


membawa hadiah untuk si kecil “ kata vero


 


 


“ kalu harus membawa 3 hadiah vero “


kata ayah becanda


 


 


“ 3 kado ?” kata vero terkejud


 


 


“ ya 3 kado untuk 3 bayi prisil “ kata


ayah lagi


 


 


“ prisil melahirkan 3 bayi kembar vero ,


bukan kah itu sangat menakjukkan “


jawab ibu senang


 


“ wah pasti akan sangat meneyenang kan “


jawab vero


 


“ kau harus melihat mereka bertiga nanti


vero . “ kata ibu


 


“ tentu tante , vero akan melihat mereka


, karena vero dan mereka haruslah dekat ,


benar kan bastian “ kata vero penuh


penekan di kata – tanta terakhirnya


dan melihat ke arah bastian dengan senyum


penuh arti


 


 


Bastian melihat ke arah vero dengan


tatapan tajam dan expresi dinginnya .


“ benar kan paman bastian “ kata vero


lagi


 


 


“ tentu tante veronika yang terhormat “


jawab bastina yang tidak kalah penuh


penekanan


Bastian menatap tajam mata vero


begitupun dengan vero yang menatap


tajam bastian dengan senyum penuh arti

__ADS_1


******


__ADS_2