
Pintu pun terbukan dan alex pun masuk
dengan wajah datarnya . bastian hanya
bisa menatap alex bingung ,
“ bagaimana ini apa yang harus aku
lakukan , sudah lah lakukan saja sebisa mu bastian “ batin bastian
.
bastian beranjak dari tempat duduk nya
dan menghampiri alex dan memeluknya
“ hai alex ... lama kita tidak bertemu ,
aku sangat merindukan mu . “ sapa bastian sambil memeluk alex .
alex hanya terdiam tak menjawab , ibu yang
melihatnya terasa heran dengan sikap alex yang dingin , karena alex biasanya akan sangat
senang melihat bastian
“ alex , apa kau tidak senang melihat
bastian di sini kenapa kau tidak menjawab sapaan bastian ?” tanya ibu pada
bastian
Alex melepaskan pelukan bastian dan
menghampiri ibu .
“ tidak bu aku senang hanya saja aku
lagi banyak memikirkan masalah proyek baru ku menbuat ku banyak pikiran “ jawab alex sembari duduk di samping
ibu dan menatap ku tajam . aku hanya bisa terdiam melihat alex
“ ternyata begitu , pasti sangat
__ADS_1
melelahkan untuk mu anak ku “ kata ibu pada alex
“ oke semuanya sudah berkumpul ayo kita pergi makan
siang bersama “ perintah ayah , ibu bangkit dengan menggandeng
alex tapi di tahan ole alex
“ tidak bu aku tidak bisa ikut dengan
kalian , aku akan kembali keruangan ku dan mengurus proyek ku “ kata alex
sembari melepaskan tangan ibu .
“ tapi kita sudah lama tidak makan
bersama alex , apalagi bastian juga ada di sini kan “ jawab ibu
Ayah yang mendengarnya menghentikan
langkahnya dan berbalik memandang alek .
“ kenapa tidak alex ? kau bisa meninggalkan pekerjaan mu sejenak
dan makan bersama dengan kita alex . “ kata ayah “ ayah tidak ingin ada alasan
alex “ kata ayah yang kali ini dengan nada yang lebih tegas
“ ayo alex kamu tau ayah mu tidak
menerima bantahan apapun . “ kata ibu pada alex pelan
Alex hanya mendengus kesal dan mengikuti
ibunya . selama di perjalanan makan siang bastian bersandagurau dengan ayahnya
dan alex berbincang ringan dengan ibunya sesekali bastian melirik kearah alex ,
alex yang mengetahuinya hanya memandangnya tajam yang alhasil membuat bastian
kaget dan mundukkan kepalanya .
Saat makan siang pun alex dan bastian
hanya diam tanpa saling berbicara . alex meminta ijin ketoilet kepada ayah
__ADS_1
ibunya . dan tak lama bastian juga
menyusul alex ke toilet . di saat alex keluar dari toilet ternyata bastian
sudah ada di depan pintu toilet menunggu alex keluar dari toilet . alex memilih berlalu di depan
bastian tapi suara bastian membuat alex menghentikan langkahnya
“ lex apa kau masih marah pada ku ?”
tanya bastian pada alex
Alex hanya diam saja
“ bagaimana caranya agar kau tidak marah
lagi dan bisa memaafkan ku , aku sudah menjelaskan
semuanya pada mu tapi kau masih saja marah pada ku “ kata bastian yang mulai
putus asa .
Alex memejamkan mata sejenak dan
menghela nafas berat .
“ aku sudah memaaf kan mu dan tidak marah lagi padamu , “ kata alex
dan setelah mengatakan itu alex berlalu pergi
Bastian terkejud dengan perkataan alex .
bastian hanya bisa tersenyum senang
“ benarkah ?” teriak bastian . “
benarkah kau memaaf kan ku “ sambungnya lagi .
Alex hanya mengangkat tangan kanannya yang
menandakan jawaban iya . bastian senang dengan apa yang di lihat an di
dengarnya , sekarang perasaannya telah lega .
Tanpa bastian ketahui ternyata selama
__ADS_1
seminggu ini alex sering menemui prisil untuk menanyakan kebenaran yang di katakan oleh
bastian , ternyata yang di katakan bastian itu jujur .