melepaskan

melepaskan
Bab 25


__ADS_3

Pintu pun terbukan dan alex pun masuk


dengan wajah datarnya . bastian  hanya


bisa menatap alex  bingung ,


 


“ bagaimana ini apa yang harus aku


lakukan , sudah lah lakukan saja sebisa mu bastian “ batin bastian


 .


bastian  beranjak dari tempat duduk nya


dan menghampiri alex dan memeluknya


 


“ hai alex ... lama kita tidak bertemu ,


aku sangat merindukan mu . “ sapa bastian sambil memeluk alex .


 alex hanya terdiam tak menjawab , ibu yang


melihatnya terasa heran dengan sikap alex yang dingin , karena alex biasanya akan sangat


senang melihat bastian


“ alex , apa kau tidak senang melihat


bastian di sini kenapa kau tidak menjawab sapaan bastian ?” tanya ibu pada


bastian


Alex melepaskan pelukan bastian  dan


menghampiri ibu .


“ tidak bu aku senang hanya saja aku


lagi banyak memikirkan masalah proyek baru ku menbuat ku banyak  pikiran “ jawab alex sembari duduk di samping


ibu dan menatap ku tajam . aku hanya bisa terdiam melihat alex


“ ternyata begitu , pasti sangat

__ADS_1


melelahkan untuk mu anak ku “ kata ibu pada alex


 


“ oke semuanya sudah berkumpul ayo kita pergi makan


siang bersama  “ perintah ayah , ibu bangkit dengan menggandeng


alex tapi di tahan ole alex


“ tidak bu aku tidak bisa ikut dengan


kalian , aku akan kembali keruangan ku dan mengurus proyek ku “ kata alex


sembari melepaskan tangan ibu .


“ tapi kita sudah lama tidak makan


bersama alex , apalagi bastian juga ada di sini kan “ jawab ibu


Ayah yang mendengarnya menghentikan


langkahnya dan berbalik memandang alek .


“ kenapa tidak alex   ? kau bisa meninggalkan pekerjaan mu sejenak


dan makan bersama dengan kita alex . “ kata ayah “ ayah tidak ingin ada alasan


alex “ kata ayah yang kali ini dengan nada yang lebih tegas


“ ayo alex kamu tau ayah mu tidak


menerima bantahan apapun . “ kata ibu pada alex pelan


Alex hanya mendengus kesal dan mengikuti


ibunya . selama di perjalanan makan siang bastian bersandagurau dengan ayahnya


dan alex berbincang ringan dengan ibunya sesekali bastian melirik kearah alex ,


alex yang mengetahuinya hanya memandangnya tajam yang alhasil membuat bastian


kaget dan mundukkan kepalanya .


Saat makan siang pun alex dan bastian


hanya diam tanpa saling berbicara . alex meminta ijin ketoilet kepada ayah

__ADS_1


ibunya . dan tak lama bastian  juga


menyusul alex ke toilet . di saat alex keluar dari toilet ternyata bastian


sudah ada di depan pintu toilet menunggu alex keluar dari toilet  . alex memilih berlalu di depan


bastian tapi suara bastian membuat alex menghentikan langkahnya


“ lex apa kau masih marah pada ku ?”


tanya bastian pada alex


Alex hanya diam saja


“ bagaimana caranya agar kau tidak marah


lagi dan bisa memaafkan ku    , aku sudah menjelaskan


semuanya pada mu tapi kau masih saja marah pada ku “ kata bastian yang mulai


putus asa .


Alex memejamkan mata sejenak dan


menghela nafas berat .


“ aku sudah memaaf kan mu dan tidak marah lagi padamu , “ kata alex


dan setelah mengatakan itu alex berlalu pergi


Bastian terkejud dengan perkataan alex .


bastian hanya bisa tersenyum senang


“ benarkah ?” teriak bastian . “


benarkah kau memaaf kan ku “ sambungnya lagi .


 


Alex hanya mengangkat tangan kanannya yang


menandakan jawaban iya . bastian senang dengan apa yang di lihat an di


dengarnya , sekarang perasaannya telah lega .


Tanpa bastian ketahui ternyata selama

__ADS_1


seminggu ini alex sering menemui prisil untuk menanyakan kebenaran yang di katakan oleh


bastian , ternyata yang di katakan bastian itu jujur .


__ADS_2