melepaskan

melepaskan
Bab 46


__ADS_3

****


 


Pagi pun menjelang , alex masih berada


di sebelah prisil , alex slalu menemani prisil .


alex menatap wajah prisil


dengan lembut dia membelai kepala prisil yang sedang tertidur dan tak lama ada


suara ketukan pintu , alex membuka menatap ke arah pintu ternyata itu adalah


ayah dan ibu , mereka datang untuk menjenguk prisil dan juga membicarakan


sesuatu dengan alex .


“ alex bagai mana keadaan prisil “ tanya


ibu pelan


 


“ sudah mulai tenang dan membaik , tapi


dokter menyaran kan untuk tetap ber istirahat “ jelas alex .


 


“ syukurlah jika prisil sudah membaik “


kata ibu lega


 


“ dia pasti menangis semalaman “ kata


ayah sambil membelai kepala prisil dengan lembut


 


“ dia sudah ayah anggab seperti anak


sendiri , segera membaiklah prisil  “


kata ayah dengan tatapan sedih


alex dan ibu hanya bisa melihatnya saja


, ibu menangis melihat sikap ayah pada


prisil dan hanya memalingkan muka


agar tidak terlihat alex ,


“ ayah bagai mana perkembangan pencarian


pesawat itu ,” tanya alex


 


 


“ pesawat itu telah di temukan tetapi


... “ kata ayah menggantung


 


“ tapi apa ayah “ tanya alex


 


 


“ tapi pesawat itu telah hancur alex dan


kemungkinan ada yang selamat itu tidak


ada melihat kondisi pesawat yang telah


rusak total “ kata ayah yang mulai sedih


 


 

__ADS_1


" dan ada beberapa jenazah yang di temukan , ayah


dan ibu akan kerumah sakit yang menerima jenazah itu dan


memastikan apakah dari beberapa itu adalah  bastia atau tidak "


jelas ayah lagi


Dan ibu sudah mulai menangis , alex


tidak percaya dengan apa yang dia dengar dari ayahnya ,


alex melihat ibunya dan


memeluk ibunya agar tenang


“ dan ada satu lagi yang ayah dan ibu


ingin sampaikan “ kata ayah serius .


Alex , ibu dan ayahnya keluar dari kmar


prisil dan berbicara di depan kamar prisil


“ katakan ayah . “ kata alex


“ alex , pernikahan bastian dan prisil


akan di laksanakan 6 hari lagi , kamu tau itu kan “ tanya ayah


 


Alex hanya mengganggukan kepalanya


 


 “ dan ayah tidak bisa membatalkan pernikahan itu “  kata ayah


 


 


“ saham kita mulai turun sejak berita


kecelakaan yang menimpa bastian , “ jelas ayah


 


 


pernikahan itu ayah “ tanya alex


 


 


“ jika berita tentang pembatalan


pernikahan ini terdengar oleh rekan bisni kita ,


maka harga saham kita akan


semakin turun dan kita bisa jatuh bangkrut alex . “ jelas ayah


 


 


“ jadi kami tidak bisa membatalkan


pernikahan ini “ jawab ibu


 


 


“ terus bagaimana dengan mempelai pria


ibu ,ayah ? “ tanya alex


 


 


“ kami dan nenek semalam melihat kau dan


prisil sangat dekat mungkin dengan adanya dirimu

__ADS_1


prisil akan semakin membaik


“kata ibu


 


 


“ maksud ibu , ibu akan menyuruh ku


menggantikan posisi bastian untu menikah dengan prisil . “ tanya alex


 


 


“ ya benar , kami ingin kau menggantikan


posisi bastian “ kata ayah


 


 


“ yang benar saja bu, prisil tidak


mencintaiku ,bagaimana aku bisa menikahi prisil


kata bastian yang mulai kesal


 


 


“ Tapi tidak ada cara lain buat


menyelamatkan perusahaan kita ,


dan juga usaha prisil “ kata ibu ,


 


 


Alex mulai terdiam dan mulai berpikir


, bahwa ini juga berdampak pada usaha prisil .


 


 


 “ bagaimana nanti prisil akan menjalani cobaan


yang bersamaan seperti ini   " batin alex


“ kami sudah berbicara dengan nenek


prisil semalam dan nenek mempercayakan ini pada kami , “


kata ayah meyakinkan alex .


 Baiklah , tapi akan ku bicarakan dengan prisil


nanti , apapun keputusan prisil itu juga keputusan


alex jadi ayah dan ibu tidak


boleh memaksa “ kata alex


“ baiklah ayah ibu akan menuruti mau mu


, kami harap kamu bisa memutuskan dengan bijak “ kata ayah


“ kami akan pergi mengurus semua tentang


kecelakkan bastian , kau jagalah prisil dengan baik “


pesan ayah dan berlalu pergi


Alex masih terdiam di depan kamar prisil


dan tak lama aku memutuskan untu masuk


kembali ke dalam kamar melihat kondisi


prisil

__ADS_1


****


__ADS_2