melepaskan

melepaskan
Bab 12


__ADS_3

****


Rizka sampai di cafe terlebih dulu dan memesan minuman dan beberapa camilan . selang beberapa lama prisil pun sampai dan menghampiri riska sebelum itu prisil memesan minuman .


“ kau menungguku lama?” tanya prisil .


“ tidak ku juga baru sampai dan memesan minuman dan camilan “ jawab rizka .


mereka diam sejenak dan rizka memulai pertanyaannya pada prisil .


“ ok kita mulai dari mana ? kau harus menjelaskan semuanya padaku “ tanya riska sambil meminum minuman yang dia pesan. Prisil menghembuskan nafas panjang dan dia mulai menjelaskan semua  nya pada riska  panjang lebar prisil menceritakan kejadian tadi pagi pada riska .


“ tenyata begitu “ jawab riska sembari menganggukan anggukan kepalanya menandakan dia mengerti semua yang prisil ceritakan padanya .


“ kau tau prisil  ,  kau membuat ku ketakutan setengah mati karena tatapan tajam pak alex tadi , aku tidak tau harus menjawab apa karena aku tidak tau kondisimu , untung saja kau datang tepat pada waktunya kalau tidak aku sudah tak tau apa yang akan terjadi pada ku dan pada semua anggota meeting hari ini . “ jelas riska pada prisil .

__ADS_1


“ maafkan aku , aku juga dalam keadaan panik dan pikiran ku terpecah . “ bela prisil .


“ tak apa yang penting sekarang aku sudah tau semuanya “ jawab riska menenangkan .


“ terimakasih kau memang sahabat dan rekan kerjaku yang sangat baik “ jawab prisil sembari menggenggam tangan sahabatnya itu .


“ayo kita pulang , aku lelah sekali seharian ini , setelah meeting aku mengurusi persiapan pernikahanku yang kurang 1 bulan lagi . rasanya waktu berjalan dengan cepat . “ ajak riska sembari memasukan hp dan dompetnya dan beranjak pergi yang di ikuti anggukan oleh prisil dan juga mengikuti riska yang meninggalkan cafe itu .


***


 Bastian telah di perbolehkan pulang dari rumah sakit . gip di kakinya sudah di lepas hanya menyisakan perban di kakinya . bastian pun sudah bisa berjalan meski sedikit pincang . prisil membantunya dengan merangkulkan tangan bastian di bahunya , bastian hanya sesekali melihat wajah prisil yang kini dekat dengan wajahnya . prisil yang menyadarinya mendongakkan wajahnya menatap bastian dan memberikan senyuman manisnya dan di balas dengan senyuman oleh bastian . ada sedikit rasa canggung setelah senyum itu dan mereka pun segera kembali menatap ke depan dan terdiam . mereka segera menuju mobil dan menuju ke apartemen prisil . selama di perjalanan mereka diam tanpa berkata apapun hingga sampai di parkiran apartemen prisil . mereka bergegas masuk . prisil kembali membantu bastian berjalan menuju kamar apartemennya dan segera membuka pintu .


“ wah ... tenyata kamar apartemen mu mewah juga ya . “ kata bastian sembari melihat sekelilingnya .


“ ah tidak ini hanya bukti dari jerih payah ku selama di ibu kota . dan apalagi apartemen ini dekat dengan butik pusat ku . “ jawab riska sembari memasukkan barang- barang belanjaan yang dia beli sebelum sampai di apartemennya dan menutup pintu apartemen nya .

__ADS_1


“ apa kau hanya tinggal seorang diri di apartemen ini “ tanya bastian .


“ ya , hanya aku sendiri di sini . “ jawab prisil sembari menunjukan kamar tamu untuk bastian


“ ini kamar tamu yang bisa kamu tempati .” tunjuk prisil dan membantu bastian masuk .


“ beristirahatlah , jika butuh sesuatu panggil aku . aku akan ada di dapur untuk memasak makan malam “ jelas


prisil dan pergi meninggalkan bastian .


“ terimakasih prisil . “ sahut bastian sebelum prisil menutup pintu kamar bastian . prisil hanya membalasnya dengan


senyuman dan berlalu di balik pintu .


***

__ADS_1


__ADS_2