
****
Rizka sampai di cafe terlebih dulu dan memesan minuman dan beberapa camilan . selang beberapa lama prisil pun sampai dan menghampiri riska sebelum itu prisil memesan minuman .
“ kau menungguku lama?” tanya prisil .
“ tidak ku juga baru sampai dan memesan minuman dan camilan “ jawab rizka .
mereka diam sejenak dan rizka memulai pertanyaannya pada prisil .
“ ok kita mulai dari mana ? kau harus menjelaskan semuanya padaku “ tanya riska sambil meminum minuman yang dia pesan. Prisil menghembuskan nafas panjang dan dia mulai menjelaskan semua nya pada riska panjang lebar prisil menceritakan kejadian tadi pagi pada riska .
“ tenyata begitu “ jawab riska sembari menganggukan anggukan kepalanya menandakan dia mengerti semua yang prisil ceritakan padanya .
“ kau tau prisil , kau membuat ku ketakutan setengah mati karena tatapan tajam pak alex tadi , aku tidak tau harus menjawab apa karena aku tidak tau kondisimu , untung saja kau datang tepat pada waktunya kalau tidak aku sudah tak tau apa yang akan terjadi pada ku dan pada semua anggota meeting hari ini . “ jelas riska pada prisil .
__ADS_1
“ maafkan aku , aku juga dalam keadaan panik dan pikiran ku terpecah . “ bela prisil .
“ tak apa yang penting sekarang aku sudah tau semuanya “ jawab riska menenangkan .
“ terimakasih kau memang sahabat dan rekan kerjaku yang sangat baik “ jawab prisil sembari menggenggam tangan sahabatnya itu .
“ayo kita pulang , aku lelah sekali seharian ini , setelah meeting aku mengurusi persiapan pernikahanku yang kurang 1 bulan lagi . rasanya waktu berjalan dengan cepat . “ ajak riska sembari memasukan hp dan dompetnya dan beranjak pergi yang di ikuti anggukan oleh prisil dan juga mengikuti riska yang meninggalkan cafe itu .
***
Bastian telah di perbolehkan pulang dari rumah sakit . gip di kakinya sudah di lepas hanya menyisakan perban di kakinya . bastian pun sudah bisa berjalan meski sedikit pincang . prisil membantunya dengan merangkulkan tangan bastian di bahunya , bastian hanya sesekali melihat wajah prisil yang kini dekat dengan wajahnya . prisil yang menyadarinya mendongakkan wajahnya menatap bastian dan memberikan senyuman manisnya dan di balas dengan senyuman oleh bastian . ada sedikit rasa canggung setelah senyum itu dan mereka pun segera kembali menatap ke depan dan terdiam . mereka segera menuju mobil dan menuju ke apartemen prisil . selama di perjalanan mereka diam tanpa berkata apapun hingga sampai di parkiran apartemen prisil . mereka bergegas masuk . prisil kembali membantu bastian berjalan menuju kamar apartemennya dan segera membuka pintu .
“ wah ... tenyata kamar apartemen mu mewah juga ya . “ kata bastian sembari melihat sekelilingnya .
“ ah tidak ini hanya bukti dari jerih payah ku selama di ibu kota . dan apalagi apartemen ini dekat dengan butik pusat ku . “ jawab riska sembari memasukkan barang- barang belanjaan yang dia beli sebelum sampai di apartemennya dan menutup pintu apartemen nya .
__ADS_1
“ apa kau hanya tinggal seorang diri di apartemen ini “ tanya bastian .
“ ya , hanya aku sendiri di sini . “ jawab prisil sembari menunjukan kamar tamu untuk bastian
“ ini kamar tamu yang bisa kamu tempati .” tunjuk prisil dan membantu bastian masuk .
“ beristirahatlah , jika butuh sesuatu panggil aku . aku akan ada di dapur untuk memasak makan malam “ jelas
prisil dan pergi meninggalkan bastian .
“ terimakasih prisil . “ sahut bastian sebelum prisil menutup pintu kamar bastian . prisil hanya membalasnya dengan
senyuman dan berlalu di balik pintu .
***
__ADS_1