melepaskan

melepaskan
Bab 58


__ADS_3

*****


 


alex hanya melihat prisil dan mengikuti prisil dan


sekarang berdiri di belakang prisil dengan


memegang bahu prisil . merasa ada yang


aneh dengan alex ,


 


 


prisil hanya melihat alex


dari pantulan cermin dan ternyata


alex juga sedang memandangnya


di pantulan cermin itu . pandangan


mereka beradu di dalam cermin .


 


 


prisil mulai gugub dengan situasi ini .


alex yang melihat kegugupan alex hanya


tersenyum melihat ke gugupan prisil .


prisil pun memegang salah satu tangan alex


“ maaf kan aku alex , aku belum siap “


kata prisil sembari menundukan wajahnya


Alex tersenyum melihat tingkah dan


perkataan alex , karena alex tidak


bermaksud untuk meminta prisil melakukan


kewajibannya , alex hanya sekedar melihat prisil


“ tidak siap untuk apa “ tanya alex


Perkataan alex sontak membuat prisil


kembali menatap alex bingung ,


alex pun memutar badan prisil dan sekarang mereka


saling berhadapan . alex menatap lembut prisil dan tersenyum


“  Bukan itu yang inginkan  darimu saat ini  “ kata alex lembut


 


“ aku hanya ingin memandang wajah mu


saja , karena aku lihat wajah mu sedikit pucat .” jelas alex

__ADS_1


 


" aku takut kau kelelahan atau pun sakit " jelas alex lagi


 


“ tapi karena kau membahasnya , maka aku


akan menjawab nya “  kata alex dengan


pandangan nakalnya


Perkataan itu membuat prisil membulatkan


matanya . dan sekarang prisil mulai salah tingkah ,


alex hanya tertawa melihat


expresi istrinya itu , lalu menjawab dengan lembut


“ tidak akan ada yang berubah meski kita


sudah menikah prisil , kita tetaplah teman dan


bersahabat baik , yang berubah


hanyalah status kita . “  kata alex


 


 


“ aku tidak akan memaksa mu untuk melakukan


kewajiban mu karena aku tau kau tidak mencintaiku ,


kerena  kau mencintai bastian ,


perkatanya


Prisil hanya memandang alex dengan


tatapan sedih juga , prisil merasa sedih


karena semakin merasa bersalah pada


alex .


“ kenapa kau sangat baik padaku , ini


membuat ku semakin merasa bersalah ,


apa yang di katakan nenek itu benar ?”


batin prisil


Lama mereka saling menatap satu sama


lain ,


“ jadi kau tidak perlu takut ,


gugub  atau pun salah tingkah di hadapan


ku “ kata bastian dengan sedikit nada bercanda


“ aku tidak gugub “ jawab prisil dan

__ADS_1


memalingkan mukanya ke arah lain karena malu


Bastian hanya melihat dan tertawa


mengacak – acak lembut rambut prisil


“ sudah malam , tidurlah , kau pasti


lelah dengan pesta hari ini , “ kata alex dan beranjak mengambil bantal dan


selimut di ranjang . dan meletak kannya di sofa panjang tidak jauh dari ranjang


. prisil bingung melihat alex yang memindahkan beberapa bantal


“ kenapa kau memindahkan  bantal itu di sofa “  kata prisil bingung


 


 


“ kau tidak ingin terjadi sesuatu kan


malam nanti . aku lelaki normal prisil “


jawab bastian menggoda prisil lagi


Prisil membulatkan matanya terkejud


dengan apa yang di katakan alex ,


prisil segera menuju ranjangnya dan menutup


seluruh tubuhnya dengan selimut ,


 


 


alex yang melihat tingkah lucu prisil kembali tertawa .


alex pun mematikan lampu dan


menghampiri prisil sejenak


“ selamat malam prisil “ kata bastian


dan mengecup kening prisil .


 


 


“ selamat malam juga alex “ jawab prisil


dan menutup wajahnya yang merah


kerena aksi kecup kening alex .


Alex pun mengistirahatkan badannya di


sofa . meski tidak nyaman untuknya tapi


alex tetap melakukannya demi kenyamanan


prisil


 

__ADS_1


 


****


__ADS_2