
*****
alex hanya melihat prisil dan mengikuti prisil dan
sekarang berdiri di belakang prisil dengan
memegang bahu prisil . merasa ada yang
aneh dengan alex ,
prisil hanya melihat alex
dari pantulan cermin dan ternyata
alex juga sedang memandangnya
di pantulan cermin itu . pandangan
mereka beradu di dalam cermin .
prisil mulai gugub dengan situasi ini .
alex yang melihat kegugupan alex hanya
tersenyum melihat ke gugupan prisil .
prisil pun memegang salah satu tangan alex
“ maaf kan aku alex , aku belum siap “
kata prisil sembari menundukan wajahnya
Alex tersenyum melihat tingkah dan
perkataan alex , karena alex tidak
bermaksud untuk meminta prisil melakukan
kewajibannya , alex hanya sekedar melihat prisil
“ tidak siap untuk apa “ tanya alex
Perkataan alex sontak membuat prisil
kembali menatap alex bingung ,
alex pun memutar badan prisil dan sekarang mereka
saling berhadapan . alex menatap lembut prisil dan tersenyum
“ Bukan itu yang inginkan darimu saat ini “ kata alex lembut
“ aku hanya ingin memandang wajah mu
saja , karena aku lihat wajah mu sedikit pucat .” jelas alex
__ADS_1
" aku takut kau kelelahan atau pun sakit " jelas alex lagi
“ tapi karena kau membahasnya , maka aku
akan menjawab nya “ kata alex dengan
pandangan nakalnya
Perkataan itu membuat prisil membulatkan
matanya . dan sekarang prisil mulai salah tingkah ,
alex hanya tertawa melihat
expresi istrinya itu , lalu menjawab dengan lembut
“ tidak akan ada yang berubah meski kita
sudah menikah prisil , kita tetaplah teman dan
bersahabat baik , yang berubah
hanyalah status kita . “ kata alex
“ aku tidak akan memaksa mu untuk melakukan
kewajiban mu karena aku tau kau tidak mencintaiku ,
kerena kau mencintai bastian ,
perkatanya
Prisil hanya memandang alex dengan
tatapan sedih juga , prisil merasa sedih
karena semakin merasa bersalah pada
alex .
“ kenapa kau sangat baik padaku , ini
membuat ku semakin merasa bersalah ,
apa yang di katakan nenek itu benar ?”
batin prisil
Lama mereka saling menatap satu sama
lain ,
“ jadi kau tidak perlu takut ,
gugub atau pun salah tingkah di hadapan
ku “ kata bastian dengan sedikit nada bercanda
“ aku tidak gugub “ jawab prisil dan
__ADS_1
memalingkan mukanya ke arah lain karena malu
Bastian hanya melihat dan tertawa
mengacak – acak lembut rambut prisil
“ sudah malam , tidurlah , kau pasti
lelah dengan pesta hari ini , “ kata alex dan beranjak mengambil bantal dan
selimut di ranjang . dan meletak kannya di sofa panjang tidak jauh dari ranjang
. prisil bingung melihat alex yang memindahkan beberapa bantal
“ kenapa kau memindahkan bantal itu di sofa “ kata prisil bingung
“ kau tidak ingin terjadi sesuatu kan
malam nanti . aku lelaki normal prisil “
jawab bastian menggoda prisil lagi
Prisil membulatkan matanya terkejud
dengan apa yang di katakan alex ,
prisil segera menuju ranjangnya dan menutup
seluruh tubuhnya dengan selimut ,
alex yang melihat tingkah lucu prisil kembali tertawa .
alex pun mematikan lampu dan
menghampiri prisil sejenak
“ selamat malam prisil “ kata bastian
dan mengecup kening prisil .
“ selamat malam juga alex “ jawab prisil
dan menutup wajahnya yang merah
kerena aksi kecup kening alex .
Alex pun mengistirahatkan badannya di
sofa . meski tidak nyaman untuknya tapi
alex tetap melakukannya demi kenyamanan
prisil
__ADS_1
****