
Prisil telah sampai butik pusat nya yang
berada tak jauh dari apartemennya . prisil segera masuk ke ruangannya setelah
menyapa beberapa karyawannya dan juga riska yang ada di sebelah ruang kerjannya
. prisil segera mengambil beberapa laporan yang ada di mejanya . tak lama hp
prisil berdering , di lihatnya layar hp nya dan terdapat telepon dari nomor
tidak di kenal . 1 – 2 kali prisil tidak menghiraukan tetapi untuk yg ketiga
gali prisil menerima panggilan telepon itu .
“ halo ... selamat pagi “ jawab prisil
“ selamat pagi nona prisil , cukup lama
sekali anda untuk menerima telepon saya “
jawab seseorang di balik telepon .
“ maafkan saya , tetapi ini siapa “
tanya prisil
“ oo maaf saya belum memperkenalkan diri
, ini saya alex wijaya “ jelas seseorang di balik telepon yang ternyata adalah
alex .
Prisil terkejut dan segera menaruh semua
berkasnya dan fokus berbicara dengan alex
“ maaf kan saya bapak alex saya tidak
mengenali suara anda .” jelas prisil
“ ada apa bapak alex menelpon saya secara
pribadi biasannya tuan jhonny yang menghubungi saya jika anda ingin mengadakan
meeting “ jelas prisil lagi
“ tidak papa , mungkin jhon tidak perlu
lagi menghubungi mu , karna mulai sekarang aku sendiri yang akan menghubungimu
“ jelas alex .
Prisil merasa aneh dengan jawaban alex ,
alex mengubah panggilannya menjadi aku dan kamu .
“ ternyata begitu “ jawab prisil sedikit
bingung
“ lantas apa yang bisa saya bantu tuan
__ADS_1
alex ?” tanya prisil
“ apa nanti malam kamu ada ada waktu “
tanya alex
Prisil terdiam bingung dan mengingat
jadwalnya hari ini .
“ sepertinya malam ini saya tidak
memiliki janji tuan alex . “ jawab prisil
“ oke kalau begitu
temani aku makan malam di hotel larisa jam 08 malam , dan aku akan menyuruh
sopir untuk menjeput mu di butik pusat mu “ jelas alex dan menutup teleponnya
sepihak , belum sempat prisil menjawab telepon sudah alex tutup . prisil merasa
bingung atas ajakan alex . prisil merasa bingung tetapi prisil berusaha untuk
perpikir positif saja . prisil pun melanjudkan pekerjaannya .
***
Jam menunjukkan jam 5 sore , waktu
karyawan butuk untuk pulang tetapi tidak untuk prisil . prisil masih berkutat
ketukan pintu .
“ tok tok tok “
Prisilpun menoleh ke arah pintu , dan
itu ada lah rizka yang di ikuti oleh seorang lelaki di belakangnya
“ sil kamu belum balik ?”tanya riska
“ belum ris bentar lagi kelar kok , kamu
sendiri kenapa belum pulang ?” tanya prisil balik
“ nih si brian maih mau di sini katanya
, sekalian ngobrol ngobrol sebentar nunggu macet di depan renggang dikit “
jelas riska
Prisil menatap brian yang sedari tadi
menatapnya , prisil tau jika brian dari tadi menatapnya tapi prisil berusaha
tidak menatap brian terlalu lama .
“ ternyata begitu “ jawab prisil sambil
__ADS_1
kembali mengecek berkas laporannya
“ sil kamu mau gabung sama kita makan
malam gak ?” tanya brian yang akhirnya mengeluarkan suaranya .
“ makan malam ?” jawab prisil ,
Ajakan brian lantas mengingat kan dengan
janji makan malamnya dengan alex jam 8 malam . prisil segera menatap jam
tangannya yang sekarang telah menunjukkan jam 7 malam
Prisil terkejut yang sontak menbuat dua
sahabatnya kebingungan melihat reaksi prisil . prisil melihat keluar jendela
dan dia melihat sebuah mobil hitam dan di luar mobil ada seseorang yang
berdiri menunggunya keluar .
“ astaga ... hampir saja aku lupa . aku
ada janji makan malam . “ kata prisil kaget
Brian dan riska saling menatap bingung
melihat prisil panik mondar mandir memberekan berkasnya di mejanya .
“ kamu ada janji makan malam sil ? sama
siapa?” tanya brian
“iya sama siapa . Biasannya juga lewat aku kalau ada klien yang ngajak makan
malam “ tanya riska
“ sama pak alex . aku gak tau kenapa dia
ngajak makan malam , “ jawab prisil
“ tapi tuan jhonny tidak menghubungiku
hari ini “ tanya riska lagi
“ pak alex menghubungi aku langsung tadi
, “ jelas prisil
“ sudahlah aku jelaskan setelah makan malam ini ,
pak alex sudah mengirim supirnya untuk menjemputku di
luar sekarang . aku jalan dulu ya ris , brian “
jelas prisil dan berlalu begitu
saja menuju mobil yang yang sedari tadi
telah menunggunya .
__ADS_1