melepaskan

melepaskan
Bab 15


__ADS_3

Prisil telah sampai butik pusat nya yang


berada tak jauh dari apartemennya . prisil segera masuk ke ruangannya setelah


menyapa beberapa karyawannya dan juga riska yang ada di sebelah ruang kerjannya


. prisil segera mengambil beberapa laporan yang ada di mejanya . tak lama hp


prisil berdering , di lihatnya layar hp nya dan terdapat telepon dari nomor


tidak di kenal . 1 – 2 kali prisil tidak menghiraukan tetapi untuk yg ketiga


gali prisil menerima panggilan telepon itu .


“ halo ... selamat pagi “ jawab prisil


“ selamat pagi nona prisil , cukup lama


sekali anda untuk menerima telepon saya “


jawab seseorang di balik telepon .


“ maafkan saya , tetapi ini siapa “


tanya prisil


“ oo maaf saya belum memperkenalkan diri


, ini saya alex wijaya “ jelas seseorang di balik telepon yang ternyata adalah


alex .


Prisil terkejut dan segera menaruh semua


berkasnya dan fokus berbicara dengan alex


“ maaf kan saya bapak  alex saya tidak


mengenali suara anda .” jelas prisil


“ ada apa bapak alex menelpon saya secara


pribadi biasannya tuan jhonny yang menghubungi saya jika anda ingin mengadakan


meeting “ jelas prisil lagi


“ tidak papa , mungkin jhon tidak perlu


lagi menghubungi mu , karna mulai sekarang aku sendiri yang akan menghubungimu


“ jelas alex .


Prisil merasa aneh dengan jawaban alex ,


alex mengubah panggilannya menjadi aku dan kamu .


“ ternyata begitu “ jawab prisil sedikit


bingung


“ lantas apa yang bisa saya bantu tuan

__ADS_1


alex ?” tanya prisil


“ apa nanti malam kamu ada ada waktu “


tanya alex


Prisil terdiam bingung dan mengingat


jadwalnya hari ini .


“ sepertinya malam ini saya tidak


memiliki janji tuan alex . “ jawab prisil


“ oke kalau begitu


temani aku makan malam di hotel larisa jam 08 malam , dan aku akan menyuruh


sopir untuk menjeput mu di butik pusat mu “ jelas alex dan menutup teleponnya


sepihak , belum sempat prisil menjawab telepon sudah alex tutup . prisil merasa


bingung atas ajakan alex . prisil merasa bingung tetapi prisil berusaha untuk


perpikir positif saja . prisil pun melanjudkan pekerjaannya .


***


Jam menunjukkan jam 5 sore , waktu


karyawan butuk untuk pulang tetapi tidak untuk prisil . prisil masih berkutat


ketukan pintu .


“ tok tok tok “


Prisilpun menoleh ke arah pintu , dan


itu ada lah rizka yang di ikuti oleh seorang lelaki di belakangnya


“ sil kamu belum balik ?”tanya riska


“ belum ris  bentar lagi kelar kok , kamu


sendiri kenapa belum pulang ?” tanya prisil balik


“ nih si brian maih mau di sini katanya


, sekalian ngobrol ngobrol sebentar nunggu macet di depan renggang dikit “


jelas riska


Prisil menatap brian yang sedari tadi


menatapnya , prisil tau jika brian dari tadi menatapnya tapi prisil berusaha


tidak menatap brian terlalu lama .


 


“ ternyata begitu “ jawab prisil sambil

__ADS_1


kembali mengecek berkas laporannya


“ sil kamu mau gabung sama kita makan


malam gak ?” tanya brian yang akhirnya mengeluarkan suaranya .


“ makan malam ?” jawab prisil ,


Ajakan brian lantas mengingat kan dengan


janji makan malamnya dengan alex jam 8 malam . prisil segera menatap jam


tangannya yang sekarang telah menunjukkan jam 7 malam


Prisil terkejut yang sontak menbuat dua


sahabatnya kebingungan melihat reaksi prisil . prisil melihat keluar jendela


dan dia melihat sebuah mobil hitam dan di luar mobil ada seseorang yang


berdiri menunggunya keluar .


“ astaga ... hampir saja aku lupa . aku


ada janji makan malam . “ kata prisil kaget


Brian dan riska saling menatap bingung


melihat prisil panik mondar mandir memberekan berkasnya di mejanya .


“ kamu ada janji makan malam sil ? sama


siapa?” tanya brian


 “iya sama siapa . Biasannya juga lewat aku kalau ada klien yang ngajak makan


malam “ tanya riska


“ sama pak alex . aku gak tau kenapa dia


ngajak makan malam , “ jawab prisil


“ tapi tuan jhonny tidak menghubungiku


hari ini “ tanya riska lagi


“ pak alex menghubungi aku langsung tadi


, “ jelas prisil


“ sudahlah aku jelaskan  setelah makan malam ini ,


pak alex sudah mengirim supirnya untuk menjemputku di


luar sekarang . aku jalan dulu ya ris , brian “


jelas prisil dan berlalu begitu


saja menuju mobil yang yang sedari  tadi


telah menunggunya .

__ADS_1


__ADS_2