
******
Alex menatap prisil menunggu jawaban
dari prisil
“ ya alex aku akan mencoba untuk
mencintaimu dan menerima cinta mu “
jawab prisil dan tersenyum malu
Alex tersenyum bahagia mendengar jawaban
prisil dan kembali memeluk prisil dengan lembut
“ terimakasih , terimakasih kau sudah
mulai untuk mencintaiku , “ kata alex
“ aku akan berjanji akan selalu
mencintaimu dan menyayangimu se umur
hidup ku “ janji alex
“ terimakasih juga kau telah mencintaiku
, meski aku terlambat menyadarinya “ kata prisil
Alex pun melepaskan pelukannya dan
memandang lekat mata prisil , begitupun
dengan prisil kini pandangan mereka
beradu ,
alex mencondongkan wajahnya pada wajah
prisil dan semakin lama semakin mendekat dan
sekarang hidung mereka telah bersentuhan
prisil pun menutup matanya begitu pula dengan alex ,
bibir alex pun menyentuh bibir prisil ,
ciuman pertama alex dan prisil .
lama kelamaan ciuman itu menjadi lumatan
lumatan kecil yang di lakukan alex ,
prisil pun juga membalas lumatan lumatan
yang alex lakukan .
merasa mereka kehabisan nafas alex melepaskan
ciumannya dan memandang prisil bahagia .
di pandangnya muka prisil yang tersipu malu di depan
alex membuat alex gemas dan kembali memeluk lembut istrinya .
“ kita akan memulai hubungan kita dari
awal yang penuh dengan cinta “ kata alex
dan mencium kepala prisil sekilas .
----
Alex pun sudah mulai membaik dari
demamnya prisil pun mengajak alex untuk
keluar kamar untuk berkeliling dan bersantai di ruang
tengah dengan di temani secangkir coklat panas untuk
__ADS_1
prisil dan secangkir teh hijau untuk alex , karena alex
menyukai teh hijau
“ setelah aku sembuh bagaimana jika kita
pergi jalan – jalan melihat menara eiffel .
sejak kau sampai kau belum kesana
bukan “ ajak alex pada prisil
"benarkah , tapi cuaca masih
bersalju , aku kawatir kau akan
kembali demam “ jawab prisil kawatir
“ itu tidak akan terjadi , “ jawab alex
“ kalau begitu baiklah , aku mengikut
saja “ jawab prisil
Alex dan prisil pun berbincang – bincang
santai
“ alex ada yang ingin aku tanyakan pada
mu “ tanya prisil pada alex
“ kata kan lah prisil sebisa mungkin aku
akan menjawabnya kata alex yang sekarang
menghadapkan badannya pada priisl sembari
membelai lembut rambut prisil
“ kenapa kau menaruh lukisan wajah ku di
“ karena aku suka “ jawab alex singkat
Tidak puas dengan jawabnnya prisil pun
bertanya kembali
“ ayolah alex jangan becanda aku ingin
tau alasannya ,” kata prisil lagi
“ baiklah aku akan menjawabnya” kata alex dan
tersenyum manis pada prisil ,
“ karena hanya dengan melihat wajah mu
hati ku akan tenang meski aku sadari kau
tidak akan pernah ku miliki karena
pada saat itu kau sudah memilih bastian “ kata alex
“ setidaknya lukisan itu akan slalu
menemaniku setelah kau menjadi milik bastian “ jelas alex
“ tapi tuhan berkata lain , tuhan
memberiku 1 kesempatan lagi untuk
__ADS_1
menunjukan cinta ku pada mu , dan kau juga
memberiku kesempatan untuk membuktikannya ,
terimakasih prisiliya , tidak maksud
ku istri ku “ lanjud alex sembari
menggenggam tangan prisil dengan lembut .
Mendengar itu prisil memeluk alex dengan
lembut .
“ maafkan karena kau melewati masa sulit
itu sendirian , tapi mulai sekarang kita akan
mulai berjalan bersama mulai dari
awal “ kata prisil pada alex dan di balas
dengan ciuman di pundak prisil .
Mereka menikmati pelukan mereka dan
melanjudkan mengobrol hingga larut malam
dan tak terasa jam menunjukkan tengah malam
“ prisil sudah larut apa kau tidak
mengantuk “ tanya alex pada prisil
“ benar sudah larut malam , ayo kita
pergi tidur “ jawab prisil dan menuju
kamar mereka .
mereka pun berjalan bersama dan
saat sampai di depan kamar prisil
alex mencium kening prisil dan mengucapkan
selamat malam sebelum alex kembali ke
kamarnya karena sudah meerasa sembuh dari sakitnya
dan saat alex akan pergi ke
kamarnya tangan prisil mengenggam tangan alex .
merasa bingung alex membalikkan
badannya menghadap prisil
“ ada apa prisil “ tanya alex dan
mendekat ke arah prisil
Prisil hanya tertunduk malu dan salah
tingkah
“ kamar mu di sini , maka tidurlah di
sini “ jawab prisil dan bergegas masuk ke kamarnya .
Alex berpikir keras dan mengikuti
langkah prisil yang masuk ke dalam kamarnya
Tidak ada yang membuka suara di dalam
kamar itu , setelah mencuci muka dan sikat
gigi ke duanya hanya diam di sisi
kasur ,
****
__ADS_1