melepaskan

melepaskan
Bab 72


__ADS_3

******


Alex menatap prisil menunggu jawaban


dari prisil


“ ya alex aku akan mencoba untuk


mencintaimu dan menerima cinta mu “


jawab prisil dan tersenyum malu


Alex tersenyum bahagia mendengar jawaban


prisil dan kembali memeluk prisil dengan lembut


“ terimakasih , terimakasih kau sudah


mulai untuk mencintaiku , “ kata alex


 


“ aku akan berjanji akan selalu


mencintaimu dan menyayangimu se umur


hidup ku “ janji alex


 


“ terimakasih juga kau telah mencintaiku


, meski aku terlambat menyadarinya “ kata prisil


Alex pun melepaskan pelukannya dan


memandang lekat mata prisil , begitupun


dengan prisil kini pandangan mereka


beradu ,


 


alex mencondongkan wajahnya pada wajah


prisil dan semakin lama semakin mendekat dan


sekarang hidung mereka telah bersentuhan


prisil pun menutup matanya begitu pula dengan alex ,


 


bibir alex pun menyentuh bibir prisil ,


ciuman pertama alex dan prisil .


lama kelamaan ciuman itu menjadi lumatan


lumatan kecil yang di lakukan alex ,


prisil pun juga membalas lumatan lumatan


yang alex lakukan .


 


 


merasa mereka kehabisan nafas alex melepaskan


ciumannya dan memandang prisil bahagia .


di pandangnya muka prisil yang tersipu malu di depan


alex membuat alex gemas dan kembali memeluk lembut istrinya .


“ kita akan memulai hubungan kita dari


awal  yang penuh dengan cinta “ kata alex


dan mencium kepala prisil sekilas .


----


Alex pun sudah mulai membaik dari


demamnya prisil pun mengajak  alex untuk


keluar kamar untuk berkeliling  dan bersantai di ruang


tengah dengan di temani secangkir coklat panas untuk

__ADS_1


prisil dan secangkir teh hijau untuk alex , karena alex


menyukai teh hijau


“ setelah aku sembuh bagaimana jika kita


pergi jalan – jalan melihat menara eiffel .


sejak kau sampai kau belum kesana


bukan “ ajak alex pada prisil


"benarkah , tapi cuaca masih


bersalju , aku kawatir kau akan


kembali demam “  jawab prisil kawatir


“ itu tidak akan terjadi , “ jawab alex


 


“ kalau begitu baiklah , aku mengikut


saja “ jawab prisil


Alex dan prisil pun berbincang – bincang


santai


“ alex ada yang ingin aku tanyakan pada


mu “  tanya prisil pada alex


 


 


“ kata kan lah prisil sebisa mungkin aku


akan menjawabnya  kata alex yang sekarang


menghadapkan badannya pada priisl sembari


membelai lembut rambut prisil


“ kenapa kau menaruh lukisan wajah ku di


 


 


“ karena aku suka “ jawab alex singkat


Tidak puas dengan jawabnnya prisil pun


bertanya kembali


 


“ ayolah alex jangan becanda aku ingin


tau alasannya ,” kata prisil lagi


 


“ baiklah aku akan menjawabnya”  kata alex dan


tersenyum manis pada prisil ,


 


“ karena hanya dengan melihat wajah mu


hati ku akan tenang meski aku sadari kau


tidak akan pernah ku miliki karena


pada saat itu kau sudah memilih bastian “  kata alex


 


“ setidaknya lukisan itu akan slalu


menemaniku setelah kau menjadi milik bastian “ jelas alex


 


 


“ tapi tuhan berkata lain , tuhan


memberiku 1 kesempatan lagi untuk

__ADS_1


menunjukan cinta ku pada mu , dan kau juga


memberiku kesempatan untuk membuktikannya ,


terimakasih prisiliya , tidak maksud


ku istri ku “  lanjud alex sembari


menggenggam tangan prisil dengan lembut .


Mendengar itu prisil memeluk alex dengan


lembut .


“ maafkan karena kau melewati masa sulit


itu sendirian , tapi mulai sekarang kita akan


mulai berjalan bersama mulai dari


awal “ kata prisil pada alex dan di balas


dengan ciuman di pundak prisil .


Mereka menikmati pelukan mereka dan


melanjudkan mengobrol hingga larut malam


dan tak terasa jam menunjukkan tengah  malam


“ prisil sudah larut apa kau tidak


mengantuk “ tanya alex pada prisil


 


“ benar sudah larut malam , ayo kita


pergi tidur “  jawab prisil dan menuju


kamar mereka .


 


 


mereka pun berjalan bersama dan


saat sampai di depan kamar prisil


alex mencium kening prisil dan mengucapkan


selamat malam sebelum alex kembali ke


kamarnya karena sudah meerasa sembuh dari sakitnya


 


 


dan saat alex akan pergi ke


kamarnya tangan prisil mengenggam tangan alex .


merasa bingung alex membalikkan


badannya menghadap prisil


“ ada apa prisil “ tanya alex dan


mendekat ke arah prisil


Prisil hanya tertunduk malu dan salah


tingkah


“ kamar mu di sini , maka tidurlah di


sini “ jawab prisil dan bergegas masuk ke kamarnya .


Alex berpikir keras dan mengikuti


langkah prisil yang masuk ke dalam kamarnya


Tidak ada yang membuka suara di dalam


kamar itu , setelah mencuci muka dan sikat


gigi ke duanya hanya diam di sisi


kasur ,


****

__ADS_1


__ADS_2