melepaskan

melepaskan
Bab 57


__ADS_3

*****


 


 


Alex dan prisil menikmati pesta mereka


tapi terkadang prisil masih merasakan sedih ,


alex selalu tau saat prisil merasa sedih karena


alex  slalu memperhatikan prisil meski alex


berada jauh dari sisi prisil saat pesta .


 


 


sekarang prisil tengah duduk sendiri di mejanya ,


dan meminum wine putih yang tersedia di mejanya


, alex pun menghampiri prisil yang


tengah duduk sendiri dan alex duduk di samping prisil


“ apa kau lelah “ tanya alex


 


 


“ tidak aku hanya sedikit bosan “ jawab


prisil


Alex diam sejenak memikirkan sesuatu dan


menatap prisil dengan senyum di bibirnya


“ apa kau bisa berdansa “ kata alex


 


“ dansa ?? aku tidak mahir dalam berdansa “


jawab prisil


 


 


“ aku akan mengajarimu , ayo .. ? jawab


alex dan menarik tangan prisil untuk mengikutinya


Alex menarik prisil ke tengah lantai


dansa yang telah di siapkan . setelah


mereka berada di tengah alex memberi kode


untuk mematikan musik dan lampu .


 


 


dan di saat lampu menyala kembali lampu itu


hanya menyorot ke arah prisil dan alex .


prisil sedikit bingung dengan semua ini ,


 


 


prisil hanya menatap alex bingung ,


alex pun menggenggam tangan kanan


prisil dengan tangan kirinya dan


merentangkan ke samping sedangkan tangan kiri


prisil di letakkannya di bahu alex ,


tangan kanan alex berada di pinggang prisil


. mereka sudah berada di posisi untuk berdansan

__ADS_1


dan musik klasik pun menyala . mengiringi mereka


 


 


Alex melangkahkan kakinya kekiri , depan,


kanan dan belakang , prisil yang melihat alex


hanya bisa mengikuti pola dansa


alex sesekali alex memutar prisil  dan


kembali berdansa .


 


 


 


prisil mulai menikmati


dansa mereka dan mereka pun larut di


suasana itu hingga musik selesai .  saat


lampu hidup normal kembali sontak para


tamu bertepuk tangan terhibur melihat


dansa mereka berdua yang terlihat romantis .


Pesta malam yang indah  itu pun sudah berlalu ,


sekarang prisil dan alex berada di kamar pengantin


mereka di kamar alex  . mereka merasa kan gugub ,


karena baru pertama ini mereka sekamar


dalam  ikatan suami istri , alex terlihat canggung


 


“ hmm ... aku akan mandi duluan ,


setelah itu kau . “ kata alex gugub


 


 


semua asesoris yang ada di tubuhnya


dan mengambil baju ganti dan tak lama alex


keluar dari kamar mandi dengan hanya


handuk yang di lilitkan di pinggangnya ,


 


 


alex lupa jika di kamar itu ada prisil ,


prisil yang melihatnya hanya


membalikkan badan membelakangi alex ,


alex terkejud dan membelakangi prisil


 


“maaf aku lupa jika ada kau di dalam


kamar ini prisil “ kata alex bingung


 


 


“ tak apa aku mengerti posisimu “ jawab


prisil yang tidak kalah canggungnya dan


malu dari alex


Alex memakai bajunya segera dan


mempersilahkan prisil untuk mandi .

__ADS_1


prisil pun segera masuk kedalam


kamar mandi


 


 


. cukup lama prisil di kamar mandi mungkin


dia merasa kesulitan membuka baju


yang lumayan sulit untuk di buka sendiri .


alex mulai merasa kawatir , alek


takun prisil pingsan di dalam ,


 


 


alex pun menuju depan pintu kamar mandi dan saat


alex mau mengetuk pintu kamar mandi prisil membuka


pintunya hal itu membuat alex terkejud dan salah tingkah ,


prisil yang merasa aneh  dengan tingkah alex hanya


melihatnya alex bingung


“ apa yang sedang kau lakukan di depan


kamar mandi “ tanya prisil bingung


 


 


“ tidak , aku hanya merasa menjatuhkan


sesuatu di sini tapi ternyata tidak ada yang jatuh di sini “


jawab alex dan menggaruk kepala


belakangnya yang tidak gatal


Prisil hanya tersenyun dan sedikit


tertawa . dia berjalan menuju meja


riasnya yang dan duduk menghadap cermin


memakai skincare nya .


 


 


alex hanya melihat prisil dan mengikuti prisil dan


sekarang berdiri di belakang prisil dengan


memegang bahu prisil . merasa ada yang


aneh dengan alex ,


 


 


prisil hanya melihat alex


dari pantulan cermin dan ternyata


alex juga sedang memandangnya


di pantulan cermin itu . pandangan


mereka beradu di dalam cermin .


 


prisil mulai gugub dengan situasi ini .


alex yang melihat kegugupan alex hanya


tersenyum melihat ke gugupan prisil .


prisil pun memegang salah satu tangan alex


 

__ADS_1


 


*****


__ADS_2