
****
Prisil sedang duduk santai di teras
depan sembari meminum teh jahe buatan nenek nya yang paling dia sukai sembari
membayangkan kebahagiaannya bersama dengan bastian hari ini .
senyum prisil muncul saat mengingat kejadian sore tadi ,
dia tidak menduga jika bastian akan
begitu cepat mengutarakan hatinya bahkan melamarnya .
tanpa prisil sadari tadi neneknya
melihatnya dari balik pintu , nenek bahagia melihat prisil bahagia , nenek pun
menghampiri prisil dan duduk di sebelah prisil
“ apa kau bahagia prisil ?” tanya nenek
sambil membelai rambut prisil
“ iya nek aku bahagia sekali “ jawab
prisil dengan senyum yang slalu terukir di wajahnya
“ apa kau mencintai bastian “ tanya nenek lagi
Prisil mengalihkan pandangannya ke depan
dan membayangkan pertama dia bertemu dengan bastian
“ awalnya dari tidak kesengajaan ku bertemu dengan bastian
nek , tapi semakin lama aku bersamanya aku mulai terbiasa olehnya sampai aku
sadari aku suka padanya “ jelas prisil
“ tapi prisil bingung apa aku hanya suka
saja atau mencintaianya , setelah tau kebohongannya prisil merasa sedih dan
marah , semakin lama prisil tau bahwa prisil tidak bisa jauh dari bastian
, bahkan saat marah pun
prisil merindukannya . “ jelas prisil lagi
“ berati kau mencintainya , karena kau
bisa menerima kesalahannya “ kata nenek dan
__ADS_1
menggenggam tangan prisil
“ benar nek prisil mencintai bastian “
kata prisil senang dan memeluk neneknya
“ nenek bahagia jika kau juga bahagia ,
semoga kau selalu dalam bahagia bersama bastian
“ kata nenek yang masih memeluk prisil
“ oya prisil , tadi ada teman mu kemari dan dia menyusulmu ke taman tapi
tidak menemukan mu di taman “ kata nenek sambil melepaskan pelukannya ,
Prisil diam sejenak , prisil terkejud
dengan perkataan nenek nya
“ teman prisil ?” tanya prisil pada neneknya
“ iya teman mu , dia bilang dari ibu
kota “ jelas nenek
“ apa itu riska ?” tanya prisil lagi yang mulai penasaran
jawab nenek
“ lantas siapa nek , prisil tidak begitu
banyak teman di ibu kota “ tanya prisil mulai frustasi
“ dia seorang laki laki tampan dan
berbadan tegap , nenek lupa namanya “ kata nenek
Prisil berusaha berpikir , siapa yang di
maksud nenek , tiba – tiba terlintas satu nama di pikiran prisil .
“ apa nama laki – laki itu alex nek “
tanya prisil ragu ragu
“ ya .. benar namanya alex , nenek baru
ingat namanya adalah alex . “ jawa nenek pasti
“ tapi katanya dia tidak menemukan mu di
__ADS_1
taman , dan dia bergegas kembali karena ada keperluan yang mendadak di ibu kota”
jelas nenek lagi
Prisil hanya terdiam , berusaha mencerna
penjelasan dari neneknya
“ alex serius pergi menyusulku ke sini ?
tapi kenapa ? dan kenapa tidak menghubungiku jika telah sampai ? bahkan sampai
sekarang dia tidak mengabariku ? “ batin prisik dengan banyak pertanyaan yang
membuat nya bingung
“ prisil ... “ panggil nenek dan menyadarkan
prisil dari lamunan nya
“ iya nek ada apa “ tanya prisil pada
nenek nya
“ kenapa kamu melamun , apa ada yang
kamu pikirkan ?” tanya nenek pada prisil
“ tidak ada nek , prisil hanya
memikirkan pekerjaan prisil saja . “ kata prisil asal
“ nek sudah larut sebaiknya kita masuk
dan nenek istirahat di dalam “ ajak prisil
Dan mereka pun masuk kedalam menuju
kamar masing – masing , prisil memasuki kamarnya dan mengetikan sesuatu di hp
nya , dia masih penasaran dengan alasan alex
Prisil
Lex , di mana ?
Tidak ada balasan dari alex . prisil
berusaha menghubungi tapi juga tidak ada jawaban
. prisil menanti balasan dari alex tapi tetap saja tidak ada balasan dari alex
hingga tanpa prisil sadari prisil merasa
__ADS_1
ngantuk dan terlelap tidur dengan menggenggam hp nya .
****