melepaskan

melepaskan
Bab 7


__ADS_3

Sembari memakai dasi dan jas hitamnya alek berdiri di depan kaca nya memastikan tidak ada yang kurang dari penampilannya hari ini .


“ oke penampilan sudah selesai , tidak akan ada wanita yang tidak terpesona dengan penampilanku “ kata alex dengan percaya diri tinggi .


“ tuan sudah waktunya kita berangkan “ kata jonny sembari menundukan kepala di depan alex .


“ oke ayo kita berangkat jhon “ jawab alex dan melangkahkan kakinya menuju mobilnya .


Sesampainya alex di kantornya alex  segera turun dari mobil dan menuju ruangannya , tetapi pandangannya teralihkan oelh seorang wanita yang ternyata dia adalah asisten dari prisil , alex bingung kenapa sisten prisil hanya sendiri dan juga tampak kebingungan , alex hanya memandangi dan berlalu melanjudkan langkahnya menuju ruangannya , jam tangan alex menunjukan 07.15 dan meeting akan di mulai 15 menit lagi .alex yang sudah berada


di ruangannya membayangkan expresi prisil yang kesal karena telah membuat prisil kesal dengan mengganti waktu meeting . hinggal waktu meeting tiba jhonny pun memberi tahu alex agar menuju ruang meeting . di saat alex memasuki ruang meeting matanya mengedarkan pandangan nya mencari sosok prisil yang dia nanti , tetapi alex tidak menemukan keberadaan prisil di ruangan itu , alis alek mengernyit bingung .


” kenapa wanita itu tidak da di sini “ batin alex yang masih berusah menandang kembali se isi ruangan itu . dia hanya melihat sekertaris prisil yang sedang bingung dan resah . alex masih terdian di tempat duduk dan tidak ada yang bersuara , alex pun mengeluarkan suaranya .


“ selamat pagi semua “ sapa alex .


“ selamat pagi juga pak alex “ jawab peserta meeting .

__ADS_1


“ apakah semua telah hadir  d ruang meeting ini ?” tanya alex .


semua terdiam melihat masing masing anggota . pandangan alex tertuju pada rizka asisten dari prisil . rizka hanya terdian menunduk .


“ nona rizka “ panggil alex pada rizka yang berhasil membuat nya kaget dan mendongakkan kepalanya melihat alez


“ i...iya pak alex “ jawab rizka terbata - bata  .


“ saya tidak melihat nona prisil berada di ruangan ini ? tanya alex dengan tatapan tajamnya pada rizka .


“ nona rizka saya  bertanya di mana nona prisil ? “ tanya alex yang kali ini penuh dengan penekanan di setiap katanya . prisil masih kebingungan di saat prisil akan menjawab ada suara ketukan pintu dan membuat semua orang memandang ke arah pintu . pintu pun terbuka dan masuk se orang wanita yang tak lain adalah prisil


yang dengan nafas terburu – buru dan berusah amengatur nafasnya karena kelelahan


berlari   .


" ma .. maaf semuannya , sa ... saya terlambat  “ jawab prisil sembari mengatur nafasnya yang tidak teratur tetapi berusaha tenang .

__ADS_1


keringan mengalir derah di wajahnnya . alex hanya diam memandangi prisil tidak ada yang berani menjawab sapaan prisil . tak lama alex mempersilahkan prisil masuk dan mengikuti meeting , prisil pun segera menuju tempat duduknya ,


“ untung kau datang tepat waktu , aku sudah kebingungan menjawab pertanyan pak alex yang menanyakan keberadaanmu pada ku “ gumam rizka pada prisil sambil mencondongkan wajahnya sedikit pada prisil .


“ maafkan aku tapi ceritanya panjang , nanti aku ceritakan setelah meeting selasai “ jawab prisil yang masih mengatur nafasnya .


meetingpun di mulai tetapi pandangan alex tidak terlepas dari prisil dan bingung , banyak pertanyaan di otak alex ,


“ kenapa dia tidak kesal ? apa yang terjadi?” batin alex sambil menatap prisil yang sedang presentasi di depannya .


meeting pun selesai dan prisil segera bergegas pergi setelah mendapat telepon dari pihak rumah sakit .


“ riz aku balik duluannya ada urusan penting “ pamit prisil pada riska .


“ oke kamu hati – hati ya , jangn lupa nanti hubungi aku dan jelaskan kejadian hari ini pada ku , kau berhutang 1 penjelasan pada ku “. Jawab rizka sembari melampaikan tangan .


***

__ADS_1


__ADS_2