
*****
Alex sedang membantu prisil untuk
bersiap – siap untuk kembali ke mansion
alex karena hari ini dokter telah
mengijinkan prisil untuk pulang ,
sedang kan jonny mengurus administrasi
kepulangan prisil
“ tuan semua sudah selesai dan mobil
sudah siap di lobby “ kata jhonny
“ baiklah jhon , tunggulah sebentar kami
akan segera keluar “ jawab alex
“ kau sudah siap sayang “ tanya nya pada
prisil
Prisil pun hanya menganggukan kepalanya
dan duduk di kursi roda yang telah di bawakan
jhonny , mereka pun bergegas
pergi dari rumah sakit dan meluncur ke mansion
pribadi alex
dan saat prisil dan alex sampai di mansion alex
di kejut kan dengan keberadaan ayah dan ibu
alex yang sudah ada di ruang tengah mereka
“ ayah ibu , kapan kalian sampai “ kata
alex terkejud
“ dasar anak nakal , kenapa kau tidak
mengabari kami jika prisil mengalami penculikan “
kata ibu sambil memukul alex
dan membuat alex meringis kesakitan
“ ibu benar alex , kenapa kau tidak
mengabari kami , “ tanya ayah dan menghampiri prisil
“ kau tidak apa – apa prisil , apa kau
__ADS_1
terluka “ tanya ayah pada prisil dan memutar tubuh
prisil mengecek ada yang
luka atau tidak
Prisil hanya adiam menatap alex yang
masih di pukul ibu . dan saat alax mendengar
pertanyaan ayah alex pun menjawab nya
“ prisil mengalami luka tembak di dada
nya ayah , dan hampir mengenai jantungnya . “
kata alex
“ APA ! “ kata ayah dan ibu bersamaan ,
dan ibu yang memukuli alex pun semakin jadi
“ hal sepenting itu kenap tidak
mengabari kamu , “ kata ibu yang semakin
jadi memarahi alex
“ ampun ibu , alex mengaku sala “ kata
alex yang berusaha menahan pukulan ibunya
Merasa puas memukul alex ibu pun
menghampiri prisil dan ayah sedari tadi hanya
bisa memperhatikan prisil
prisil , “ tanya ayah
“ maaf kan kami ayah kami hanya tidak
ingin membuat kalian kawatir “ jawab prisil
“ tapi sekarang prisil sudah mulai pulih “
sambung prisil
Ibu pun memeluk prisil dengan erat
prisil tetapi prisil meringis kesakitan karena
luka yang ada di dada nya masih
sakit , alex yang melihatnya prisil kesakitan
pun menegur ibunya
“ ibu jangan terlalu erat , luka prisil
masih sakit “ kata alex
“ benarkah , maaf ka ibu sayang “
kata ibu menyesal
“ dan satu lagi ayah , ibu “
__ADS_1
kata alex mengantung
“ alex akan segera menjadi seorang ayah “
kata alex gembira
Ibu dan ayah alex pun terkejut dengan
ucapan alex dan mereka menatap prisil yang
hanya membalas kebingungan mereka
dengan senyum dan anggukan yang menadakan
bahwa yang di katakan alex itu benar
. ibu dan ayah saling pandang dan
senyuman mereka muncul
“ aku akan menjadi nenek “ kata ibu
memandang ayah
“ dan aku akan menjadi kakek “ kata
ayah memandang ibu mereka pun bersorak
gembira dan berpelukan , setelah itu mereka
melihat prisil dan memeluk prisil
dengan penuh kasih sayang
“ayah ibu jangan terlalu erat “ kata alex
“ diam lah , ini menantu ayah dan ibu
dan sekarang ada calon cucu ku di sana “
kata ayah tidak memperdulikan alex
Alex hanya senyum melihat kebahagiaan
orang tuannya
“ baiklah prisil kau harus istirahat dan
tidak boleh capek ok “ kata ayah dan
menuntuk prisil ke kamar
“ benar kata ayah , jika kau ingin
sesuatu katakan pada ibu “kata ibu
antusias dan juga menuntun prisil ke
kamarnya
Alex mengikuti mereka dari belakang
dengan senyum yang merekah di bibirnya
*****
__ADS_1