melepaskan

melepaskan
Bab 100


__ADS_3

*****


Alex sedang membantu prisil untuk


bersiap – siap untuk kembali ke mansion


alex karena hari ini dokter telah


mengijinkan prisil untuk pulang ,


sedang kan jonny mengurus administrasi


kepulangan prisil


 


“ tuan semua sudah selesai dan mobil


sudah siap di lobby “  kata jhonny


 


 


“ baiklah jhon , tunggulah sebentar kami


akan segera keluar “ jawab alex


 


 


“ kau sudah siap sayang “ tanya nya pada


prisil


 


Prisil pun hanya menganggukan kepalanya


dan duduk di kursi roda yang telah di bawakan


jhonny , mereka pun bergegas


pergi dari rumah sakit dan meluncur ke mansion


pribadi alex


 


 


 


dan saat prisil dan alex sampai di mansion alex


di  kejut kan dengan keberadaan ayah dan ibu


alex yang  sudah ada di ruang tengah mereka


 


“ ayah ibu , kapan kalian sampai “ kata


alex terkejud


 


 


 


“ dasar anak nakal , kenapa kau tidak


mengabari kami jika prisil mengalami penculikan “


kata ibu sambil memukul alex


dan membuat alex meringis kesakitan


 


 


 


“ ibu benar alex , kenapa kau tidak


mengabari kami , “ tanya ayah dan menghampiri prisil


 


 


“ kau tidak apa – apa prisil , apa kau

__ADS_1


terluka “ tanya ayah pada prisil dan memutar tubuh


prisil mengecek ada yang


luka atau tidak


Prisil hanya adiam menatap alex yang


masih di pukul ibu . dan saat alax mendengar


pertanyaan ayah alex pun menjawab nya


“ prisil mengalami luka tembak di dada


nya ayah , dan hampir mengenai jantungnya . “


kata alex


 


 


“ APA ! “ kata ayah dan ibu bersamaan ,


dan ibu yang memukuli alex pun semakin jadi


 


 


“ hal sepenting itu kenap tidak


mengabari kamu , “ kata ibu yang semakin


jadi memarahi alex


 


 


“ ampun ibu , alex mengaku sala “ kata


alex yang berusaha menahan pukulan ibunya


Merasa puas memukul alex ibu pun


menghampiri prisil dan ayah sedari tadi hanya


bisa memperhatikan prisil


prisil , “ tanya  ayah


 


 


“ maaf kan kami ayah kami hanya tidak


ingin membuat kalian kawatir “ jawab prisil


 


 


“ tapi sekarang prisil sudah mulai pulih “


sambung prisil


Ibu pun memeluk prisil dengan erat


prisil tetapi prisil meringis kesakitan karena


luka yang ada di dada nya masih


sakit , alex yang melihatnya prisil kesakitan


pun menegur ibunya


“ ibu jangan terlalu erat , luka prisil


masih sakit “ kata alex


 


 


“ benarkah , maaf ka ibu sayang “


kata ibu menyesal


 


 


“ dan satu lagi ayah ,  ibu “

__ADS_1


kata alex mengantung


 


 


“ alex akan segera menjadi seorang ayah “


kata alex gembira


Ibu dan ayah alex pun terkejut dengan


ucapan alex dan mereka menatap prisil yang


hanya membalas kebingungan mereka


dengan senyum dan anggukan yang menadakan


bahwa yang di katakan alex itu benar


. ibu dan ayah saling pandang dan


senyuman mereka muncul


 


“ aku akan menjadi nenek “ kata ibu


memandang ayah


 


 


“ dan aku akan menjadi kakek “ kata


ayah  memandang ibu mereka pun bersorak


gembira dan berpelukan , setelah itu mereka


melihat prisil dan memeluk prisil


dengan penuh kasih sayang


 


 


“ayah  ibu jangan terlalu erat “ kata alex


 


 


 


“ diam lah , ini menantu ayah dan ibu


dan sekarang ada calon cucu ku di sana “


kata ayah  tidak memperdulikan alex


Alex hanya senyum melihat kebahagiaan


orang tuannya


 


“ baiklah prisil kau harus istirahat dan


tidak boleh capek ok “ kata ayah dan


menuntuk prisil ke kamar


 


 


 


“ benar kata ayah , jika kau ingin


sesuatu katakan pada ibu “kata ibu


antusias dan juga menuntun prisil ke


kamarnya


Alex mengikuti mereka dari belakang


dengan senyum yang merekah di bibirnya


*****


__ADS_1


__ADS_2