
*****
Prisil telah berada di teras belakang
bersama dengan alex . alex sibuk dengan
telepon dan leptop nya dan prisil juga
sedang mengecek laporan butiknya di
laptop prisil . sesekali prisil
memperhatikan alex yang sering
telepon dengan bahasa asing ,
“ mungkin itu bisnis yang sangat penting . “ batin prisil .
Prisil kembali dengan laporannya tapi
pandangannya tidak lepas dari alex ,
hingga alex selesai telepon dengan salah
satu rekan bisnisnya , alex pun duduk di samping prisil
“ hufh .... selesai juga 1 masalah “ kata alex lega
Prisil menatap alex yangterlihat lelah
“ kenapa kau tidak pergi secara langsung
dari pada slalu tetepon “ tanya prisil pada alex
“ tidak , aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri . “
kata alex yang masih memejamkan matanya
mendongak ke atas
“ tapi ibu, ayah dan nenek bersamaku “
jawab prisil
“ aku tidak bisa pergi ke paris dan
meninggalkan mu sendiri di sini “ jawab alex lagi
“ kenapa lex “ tanya ku penasaran
Alex pun duduk menghadap prisil dan
membuka matanya memandang lembut prisil .
“ karena aku sudah berjanji akan slalu berada
di sisi mu di manapun kau berada “kata alex lembut
“ Jadi aku tidak akan meninggalkan mu di
sini atau di manapun tanpa ku “ lanjud alex
dan merebahkan punggung nya
di punggung kursi yang dia duduki
Prissil pun mulai berpikir bahwa alex
slalu mengutamakan dirinya dari pada
kepentingan nya sendiri .
lumayan lama
prisil diam dan memikirkan sesuatu ,
prisil pun mengambil nafas panjang dan
mengarahkan badannya menghadap alex
yang sedang menatap layar leptop nya .
“ alex ... “ panggil prisil
“ iya prisil “ jawab alex dan
mengarahkan badannya menghadap
prisil juga dan menatap prisil
“ masalah itu .... “ pertakatan prisil
terpotong oleh suara telepon dari hp alex .
Alex pun menatap sekejap hp nya dan membalik
hp nya agar tidak mengganggu nya dengan prisil
“ kau bisa terima dulu teleponnya “ kata
prisil
“ aku bisa menunggu mu selesai menerima
telepon “lanjud prisil
Alex hanya menggelengkan kepalanya dan
kembali menatap prisil
__ADS_1
“ kau lebih penting dari telepon itu ,
katakan apa yang mau kau katakan “ jawab alex
dan semakin mendekatkan dirinya
pada prisil dan mengubah posisi duduknya
agar nyaman mengobrol dengan prisil .
Prisil hanya tersenyum terharu mendengar
apa yang di katakan alex dan sikap alex ,
prisil pun membenarkan duduknya juga
agar nyaman mengobrol dengan alex
“ masalah tempat tinggal di paris tempo
hari aku sudah memikirkannya “ kata
prisil
“ dan aku mau ikut dengan mu untuk
pindah ke sana “ jawab prisil lagi dan
membuat alex tidak percaya dengan apa
yang dia dengar , alex pun semakin memajukan
badannya dan memandang prisil
dengan lekat
“ benarkah itu prisil , kau mau pergi ke
sana bersamaku “ tanya bastian memastikan
apa yang dia dengar adalah benar
“ ya alex , menurut ku tidak ada
salahanya ikut dengan mu kesana dan apalagi kau
adalah suami ku sekarang , jadi aku harus ikut
dengan mu kemana kau pergi “ jawab
prisil lagi
Senyum alex muncul di bibir tipisnya itu
dan memeluk prisil senang dengan apa yang prisil katakan .
“ terimakasih , terimakasi prisil ,aku akan
mempersipakannya , dan besok kita akan
berangkat ke paris “ jawab alex senang .
prisil hanya diam di pelukan alex . tangan prisil
tapi tangannya kembali turun karena
hatinya masih belum yakin dengan alex
Alex pun melepas pelukannya dan
memanggil jhonny
“ tuan memanggil saya “ tanya jhonny
“ ya , siapkan penerbangan ku dan prisil untuk ke
paris besok “ kata alex dengan nada
senang
“ baik tuan “ jawab jhonny dan pergi
menjalankan perintah tuannya
Alex memandang prisil kembali dan menggenggam
erat tangan prisil
“ aku senang prisil menganggap ku
sebagai suaminya “ batin alex senang
Saat malam hari sesudah makan malam
prisil tengah berada di kamar membereskan
beberapa baju dan memasukkannya ke
dalam koper yang akan dia bawa .
prisil juga membereskan beberapa pakaian untuk
alex dan memasukannya dalam koper ,
tak banyak yang prisil bawa dalam koper
mereka .
prisil sudah mulai melakuakn kegiatan kegiatan
seorang istri untuk alex hanya satu yang tidak
dia lakukan yaitu berhubungan badan dengan suaminya
, prisil masih berpikir belum siap dan hatinya
masih di penuhi oleh bastian ,
__ADS_1
Di saat prisil sedang memasukkan barang
alex sudah ada di depan pintu sedari tadi
dan memandang prisil yang sedang
membereskan bajunya , alex mengingat - ingat
kejadian pertama kali dia bertemu
dengan prisil hingga saat dia patah hati dan
akhirnya dia menikah dengan
prisil ,
dan sebentar lagi prisil dan alex
akan ke paris tempat impian alex untuk
tinggal bersama prisil di sana setelah menikah ,
alex tidak menyangka akan terwujud .
Saat alex sadar dari lamunan masa
lalunya ternyata prisil sudah ada di
depannya menatapnya bingung karena prisil
sudah memanggilnya beberapa kali tapi alex tetap diam
“ kau kenapa lex , aku memanggil mu tapi
kau hanya diam menatap ku “ kata prisil bingung
“ kau sedang memandang apa “ kata prisil
dan melihat ke arah alek melamun tadi
“ tidak ada aku hanya memandang mu saja “
jawab alex jujur
“ kenapa , apa ada yang salah dengan
penampilan ku “ tanya prisil dan melihat
dandanan nya di cermin
“ tidak ada yang aneh prisil . hanya
saja ... “ jawab alex menggantung
“ hanya apa “ tanya prisil penasaran
“ hanya cantik saja “ jawab alex di
telinga prisil
Jawaban itu membuat pipi prisil memerah
secara mendadak . alex yang melihatnya
hanya tersenyum puas karena telah
menggoda istrinya , prisil manghadap ke
arah alek yang duduk di sofa kamar
“ kau menggoda ku lagi “ jawab prisil
kesal dengan memajukan bibirnya
“ hahaha kau hanya kelihatan lucu jika
sedang kesal “ jawab bastian
Prisil tidak mendengarkan perkataan alex
dan melanjudkan pekerjaannya
“ terimakasih kau telah merapikan koper
kudan menyiapkan kebutuhan ku “
kata alex sembari tersenyum manis pada prisil
“ itu sudah kewajiban kusebagai istrimu “
jawab prisil
“ baiklah , apa ada yang bisa anku bantu
nyonya alex “ kata alex dan menghampiri prisil
Alex pun membantu prisil hingga
pekerjaan itu selesai dan bergegas
untuk istirahat karena besok pasti akan
melelahkan di perjalanan ke paris .
****
__ADS_1