melepaskan

melepaskan
Episode 60


__ADS_3

*****


Prisil telah berada di teras belakang


bersama dengan alex . alex sibuk dengan


telepon dan leptop nya dan prisil juga


sedang mengecek laporan butiknya di


laptop prisil . sesekali prisil


memperhatikan alex yang sering


telepon dengan bahasa asing ,


“ mungkin itu bisnis yang sangat penting . “ batin prisil .


Prisil kembali dengan laporannya tapi


pandangannya tidak lepas dari alex ,


hingga alex selesai telepon dengan salah


satu rekan bisnisnya , alex pun duduk di samping prisil


“ hufh .... selesai juga 1 masalah “ kata alex lega


Prisil menatap alex yangterlihat lelah


“ kenapa kau tidak pergi secara langsung


dari pada slalu tetepon “ tanya prisil pada alex


 


 “ tidak , aku tidak bisa meninggalkanmu sendiri . “


kata alex yang masih memejamkan matanya


mendongak ke atas


 


 


“ tapi ibu,  ayah dan nenek bersamaku “


jawab prisil


 


 


“ aku tidak bisa pergi ke paris dan


meninggalkan mu sendiri di sini “ jawab alex lagi


 


 


“ kenapa lex “  tanya ku penasaran


Alex pun duduk menghadap prisil dan


membuka matanya memandang lembut prisil .


“ karena aku sudah berjanji akan slalu berada


di sisi mu di manapun kau berada “kata alex lembut


 


“ Jadi aku tidak akan meninggalkan mu di


sini atau di manapun tanpa ku “ lanjud alex


dan merebahkan punggung nya


di punggung kursi yang dia duduki


Prissil pun mulai berpikir bahwa alex


slalu mengutamakan dirinya dari pada


kepentingan nya sendiri .


 


lumayan lama


prisil diam dan memikirkan sesuatu ,


prisil pun mengambil nafas panjang dan


mengarahkan badannya menghadap alex


yang sedang menatap layar leptop nya .


“ alex ... “ panggil prisil


 


“ iya prisil “ jawab alex dan


mengarahkan badannya menghadap


prisil juga dan menatap prisil


 


 


“ masalah itu .... “ pertakatan prisil


terpotong oleh suara telepon dari hp alex .


 


Alex pun menatap sekejap hp nya dan membalik


hp nya agar tidak mengganggu nya dengan prisil


 


“ kau bisa terima dulu teleponnya “ kata


prisil


“ aku bisa menunggu mu selesai menerima


telepon “lanjud prisil


Alex hanya menggelengkan kepalanya dan


kembali menatap prisil


 

__ADS_1


“ kau lebih penting dari telepon itu ,


katakan apa yang mau kau katakan “ jawab alex


dan semakin mendekatkan dirinya


pada prisil dan mengubah posisi duduknya


agar nyaman mengobrol dengan prisil .


Prisil hanya tersenyum terharu mendengar


apa yang di katakan alex dan sikap alex ,


prisil pun membenarkan duduknya juga


agar nyaman mengobrol dengan alex


“ masalah tempat tinggal di paris tempo


hari aku sudah memikirkannya “  kata


prisil


 


 


“ dan aku mau ikut dengan mu untuk


pindah ke sana “ jawab prisil lagi dan


membuat alex tidak percaya dengan apa


yang dia dengar , alex pun semakin memajukan


badannya dan memandang prisil


dengan lekat


 


 


“ benarkah itu prisil , kau mau pergi ke


sana bersamaku “ tanya bastian memastikan


apa yang dia dengar adalah benar


“ ya alex , menurut ku tidak ada


salahanya ikut dengan mu kesana dan apalagi  kau


adalah suami ku sekarang , jadi aku harus ikut


dengan mu kemana kau pergi  “ jawab


prisil lagi


Senyum alex muncul di bibir tipisnya itu


dan memeluk prisil senang dengan apa yang prisil katakan .


“ terimakasih , terimakasi prisil ,aku akan


mempersipakannya , dan besok kita akan


berangkat ke paris “ jawab alex senang .


prisil hanya diam di pelukan alex . tangan prisil


tapi tangannya kembali turun karena


hatinya masih belum yakin dengan alex


 


Alex pun melepas pelukannya dan


memanggil jhonny


“ tuan memanggil saya “ tanya jhonny


 


“ ya , siapkan penerbangan ku dan prisil untuk ke


paris besok “  kata alex dengan nada


senang


 


“ baik tuan “ jawab jhonny dan pergi


menjalankan perintah tuannya


 


Alex memandang prisil kembali dan menggenggam


erat tangan prisil


“ aku senang prisil menganggap ku


sebagai suaminya “  batin alex senang


Saat malam hari sesudah makan malam


prisil tengah berada di kamar membereskan


beberapa baju dan memasukkannya ke


dalam koper yang akan dia bawa .


 


 


prisil juga membereskan beberapa pakaian untuk


alex dan memasukannya dalam koper ,


tak banyak yang prisil bawa dalam koper


mereka .


 


prisil sudah mulai melakuakn kegiatan kegiatan


seorang istri untuk alex hanya satu yang tidak


dia lakukan yaitu berhubungan badan dengan suaminya


, prisil masih berpikir belum siap dan hatinya


masih di penuhi oleh bastian ,

__ADS_1


Di saat prisil sedang memasukkan barang


alex sudah ada di depan pintu sedari tadi


dan memandang prisil yang sedang


membereskan bajunya , alex mengingat - ingat


kejadian pertama kali dia bertemu


dengan prisil hingga saat dia patah hati dan


akhirnya dia menikah dengan


prisil ,


 


 


 


dan sebentar lagi prisil dan alex


akan ke paris tempat impian alex untuk


tinggal bersama prisil di sana setelah menikah ,


alex tidak menyangka akan terwujud .


Saat alex sadar dari lamunan masa


lalunya ternyata prisil sudah ada di


depannya menatapnya bingung karena prisil


sudah memanggilnya beberapa kali tapi alex tetap diam


“ kau kenapa lex , aku memanggil mu tapi


kau hanya diam menatap ku “ kata prisil bingung


 


“ kau sedang memandang apa “ kata prisil


dan melihat ke arah alek melamun tadi


 


“ tidak ada aku hanya memandang mu saja “


jawab alex jujur


 


“ kenapa , apa ada yang salah dengan


penampilan ku “ tanya prisil dan melihat


dandanan nya di cermin


 


“ tidak ada yang aneh prisil . hanya


saja ... “ jawab alex menggantung


 


 


“ hanya apa “ tanya prisil penasaran


 


 


“ hanya cantik saja “ jawab alex di


telinga prisil


Jawaban itu membuat pipi prisil memerah


secara mendadak . alex yang melihatnya


hanya tersenyum puas karena telah


menggoda istrinya , prisil manghadap ke


arah alek yang duduk di sofa kamar


“ kau menggoda ku lagi “ jawab prisil


kesal dengan memajukan bibirnya


 


“ hahaha kau hanya kelihatan lucu jika


sedang kesal “ jawab bastian


Prisil tidak mendengarkan perkataan alex


dan melanjudkan pekerjaannya


“ terimakasih kau telah merapikan koper


kudan menyiapkan kebutuhan ku “


kata alex sembari tersenyum manis pada prisil


 


 


“ itu sudah kewajiban kusebagai istrimu “


jawab prisil


 


 


“ baiklah , apa ada yang bisa anku bantu


nyonya alex “ kata alex dan menghampiri prisil


Alex pun membantu prisil hingga


pekerjaan itu selesai dan bergegas


untuk istirahat karena besok pasti akan


melelahkan di perjalanan ke paris .


 


****

__ADS_1


__ADS_2