Mencintaimu Karena Terbiasa

Mencintaimu Karena Terbiasa
Hana


__ADS_3

Setelah mandi, Navya turun dari kamar nya untuk sarapan. Disana ada Damar dan Finny tapi tidak ada Dafin.


"Loh, kamu gak kerja Vy ?" Finny heran melihat Navya yang tidak memakai pakaian kantornya.


"Enggak Mi, Vya cuti. Pak Alvi yang suruh."


"Waah.. baik banget bos kamu." Timpal Damar.


Navya hanya tersenyum menanggapi ucapan Damar


" Mas Dafin udah berangkat Pi?" Navya tidak melihat Dafin ada bersama mereka.


"Dafin berangkat pagi-pagi karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum pernikahan kalian." Navya hanya manggut-manggut saja mendengar jawaban Damar.


"Oh ya sayang, kalau kamu libur hari ini, gimana kalau kita ke Panti? Kita beritahu Bu Sarah dan semua yang ada di sana untuk hadir pada hari pernikahan kamu nanti."


"Ya udah, Vya mau Mi. Kita berangkat setelah Vya sarapan saja, biar gak terlalu sore pulang nya."


"Ya sudah kamu lanjutkan sarapan ya, Mami siap-siap dulu. Papi mau ikut gak?"


"Mami aja ya sama Vya."


"Ya udah deh..." Lalu Finny berlalu meninggalkan Navya dan Damar di ruang makan.


"Gimana acara kantor kamu semalam Vy ?"


"Alhamdulillah lancar Pi. Tapi Pi, kemarin acara itu tidak berjalan seperti apa yang sudah direncanakan."


"Maksudnya?"


"Iya, tenyata PT. Sinar Mega itu adalah anak perusahaan Mahendra Grup yang baru saja berdiri." Hal itu sontak membuat Damar yang sedang makan tiba-tiba menghentikan kegiatannya. Tapi Navya tidak memperhatikan itu, dia masih sibuk bercerita.


"Kemarin tiba-tiba saja kakeknya Pak Alvi datang di sana, dan langsung mengumumkan sebagai Presdir Perusahaan Mahendra Grup."


Damar terdiam tidak menanggapi cerita Navya mengenai Alvi, dia tenggelam dalam pikiran nya sendiri. Navya memanggil nya beberapa kali tapi tidak mendengar nya.


"Papi ? Papi bengong ?"


"Eh... Enggak kok sayang.. Oh ya Vy, apa kamu masih akan bekerja setelah menikah nanti ?"


"Vya masih ingin bekerja Pi, tapi Vya belum bicara sama Mas Dafin."


"Sepertinya Dafin tidak akan keberatan jika kamu bekerja. Tapi mungkin perusahaan kamu tidak mengizinkan itu, karena kamu karyawan baru. Dan jika kamu berhenti sebelum kontrak habis kamu harus membayar denda." Damar menjelaskan.

__ADS_1


"Papi benar, Vya lupa jika ad peraturan seperti itu, Bos Vya memang sudah tau rencana pernikahan Navya, tapi kami belum pernah membahas itu Pi. Besok Vya akan bicara dengan nya."


"Jika kamu tidak diizinkan bekerja lagi, kamu bisa masuk ke perusahaan Papi. Masalah denda biar Papi yang urus."


Navya mengangguk, "Makasi Pi."


"Kalian ngomongin apa sih? Serius banget ?"


"Cuma ngomongin kerjaan kok. Ya sudah kamu siap-siap Vy." Damar mencoba menghindarkan pembahasan tentang Alvian dari Finny.


"Iya Pi."


***


"Alhamdulillah... Akhirnya kalian akan menikah. Saya senang sekali Bu. "Sarah sangat bahagia mendengar kabar itu. "Kami akan datang, pasti datang." Dia berkata sambil menggenggam tangan Navya, tapi Navya hanya tersenyum sekenanya.


"Iya Sarah, kamu juga ajak semua anak-anak di sini ya. Nanti saya akan kirim mobil untuk jemput kalian."


"Terimakasih banyak Bu Finny, jika Bu Hafizah dan Pak Wisnu masih ada, mereka akan sangat bahagia." Wajah Sarah tiba-tiba berubah sendu teringat kedua orang tua Navya.


"Bi, jangan sedih. Vya yakin kalau mereka juga akan bahagia." Navya coba memberi ketenangan pada Sarah.


"Navya benar, ini adalah janjiku pada Hafizah. Aku akan selalu menjaga Navya dan membuatnya bahagia." Finny kemudian memeluk bahu Navya menunjukkan bahwa dia sangat menyayangi gadis itu.


"Dia memang anak ku Bu Sarah, Kami sangat menyayangi nya."


Mereka berbincang cukup lama, lalu makan siang bersama anak-anak di sana. Navya dan Finny membawa makanan untuk makan siang mereka dan banyak sekali camilan untuk di bagikan kepada semua penghuni Panti Asuhan seperti yang biasa mereka lakukan.


Hari sudah mulai sore saat mereka memutuskan untuk pulang. Semua penghuninya Panti Asuhan mengantar mereka menuju mobil.


"Jangan lupa nanti datang ke acara Kan Vya ya." Finny mengingatkan pada mereka semua.


"Baik Bu...." Ucap mereka serentak.


"Ya sudah, kami permisi ya Sarah."


"Baik Bu Finny, Navya, hati-hati di jalan."


"Assalamualaikum...."


"Waalaikumsalam..."


Lalu mobil itu melaju meninggalkan bangunan yang menyimpan banyak kenangan Navya bersama kedua orangtuanya yang tidak begitu lama ia rasakan kasih sayangnya. Navya masih menatap bangunan itu sampai hilang dari pandangan nya saat mobil sudah keluar dari halamannya.

__ADS_1


Tak lama setelah Navya dan Finny meninggalkan tempat itu, ada sebuah mobil yang datang. Sarah yang masih membereskan ruang tamu lalu melihat ada seorang gadis yang turun dari sana, dan dia melambaikan tangannya pada si pengemudi sebelum kemudian dia melajukan mobilnya meninggalkan tempat itu.


"Hana.." Gadis itu berbalik, tersenyum melihat Sarah yang memanggil namanya.


"Ibu.... Hana pulang." Dia masuk ke dalam rumah, menghampiri sang Ibu yang terkejut dengan kedatangan anak nya.


"Sayang....." Sarah langsung memeluk sang anak dengan erat. "Ya ampun, kamu kenapa gak ngabarin ibu kalo akan pulang."


"Ya kan biar jadi kejutan." Dia melepaskan pelukan Sarah. "Mana adik-adik yang lain Bu?"


"Mereka ada di dalam, baru saja masuk tadi bantu ibu membereskan ruang tamu."


"Tadi ada tamu?"


"Iya, Navya datang bersama Bu Finny. Mereka memberikan undangan. Kebetulan kamu pulang, kita bisa pergi bersama ke acara mereka. Kamu tau, Navya akan menikah dengan Dafin anaknya Bu Finny dan Pak Damar."


"Oh ya, beruntung sekali Navya." Hana menanggapi itu sambil tersenyum tipis.


"Aku bawa ini untuk adik-adik Bu." Dia memberikan beberapa paperbag di tangannya.


Lalu Sarah memanggil anak-anak untuk mengabari kepulangan Hana dan memberikan apa yang dia bawa untuk mereka. Setelah nya anak-anak itu masuk lagi ke dalam meneruskan kegiatan mereka.


"Kamu pulang bersama siapa tadi nak ?"


"Oh itu... emmm... Hana pulang naik Taksi online dari stasiun tadi Bu." Dia menjawab gugup.


Sarah sedikit aneh dengan jawaban Hana, kenapa dia melambaikan tangan pada supir taksi pikir Sarah. Saat akan bertanya lagi suaminya datang dan terkejut dengan kehadiran Hana.


"Hana, kamu pulang Nak ."


"Iya Pak, Bapak apa kabar ?" Hana kemudian menyalami Pak Yamin.


"Bapak Baik Nak."


Mereka bertiga duduk di ruang santai. Hana mengatakan rencananya untuk pindah dan mencari pekerjaan di kota itu. Dia sudah tidak lagi bekerja di luar kota. Sarah dan Yamin sangat senang mendengar nya. Hana adalah salah satu anak yang pernah di asuh oleh Hafizah dan Wisnu. Usianya 4 tahun lebih tua dari Navya. Selama ia bekerja di luar kota, dia juga sering mengirimkan uang pada Sarah dan Yamin baik itu untuk keperluan panti atau juga keperluan pribadi mereka.


Bersambung


🙏🙏🙏🙏


Maaf baru Update, waktu benar-benar terkuras dengan kegiatan di rela life.


Doakan sehat selalu biar secepatnya update part baru yaa...

__ADS_1


Semoga masih setia mengikuti perjalanan cinta Navya... 🥰🥰🥰


__ADS_2