Mencintaimu Karena Terbiasa

Mencintaimu Karena Terbiasa
Hari Pertama


__ADS_3

Pagi ini Navya sangat bersemangat sekaligus sedikit gugup. Karena ini adalah hari pertama bekerja sebagai Sekretaris sekaligus asisten pribadi CEO dan pengalaman pertamanya bekerja. Kegugupannya juga disebabkan kepulangan Dafin dari LN. Setelah selama 5 tahun dia tidak pernah bertemu dengan Dafin, dia semakin merasa tidak akan pernah bisa dekat dengan kakak angkatnya itu. Selama ini bahkan Dafin tidak pernah menanyakan dirinya pada saat sang Mami menelpon atau saat mami dan papi mengunjungi nya di LN.


Dia susah mengenakan kemeja putih, blazer Navy dan rok span berwana senada dengan blazernya. Memberi sedikit polesan make up di wajahnya. Memakai sepatu heels yang tidak terlalu tinggi berwarna navy untuk menyempurnakan penampilannya.


" Huffffttt... Bismillahirrahmanirrahim.. " Setelah merasa yakin dengan penampilan nya, dia mengambil tas kerjanya dan keluar kamar untuk sarapan bersama Finny dan Damar.


" Pagi Mami, Papi... " Semangat sekali dia memberi salam pada kedua orangtuanya.


" Pagi sayang " Jawab Damar.


" Waaahhh anak Mami cantik banget sih, " Ucap Finny sambil mencolek dagu Navya. " Keliatan dewasa gitu "


" Jadi selama ini gak cantik ya mi ?" Navya cemberut sambil mendudukkan tubuhnya di kursi.


Damar dan Finny terkekeh. " ciieeee ngambek tuh Pi" Makin meledek putrinya.


" Jangan cemberut Sayang, ntar makin cantik loh.. Mami kalah dong cantik nya." Damar merayu sang anak, yang seketika membuatnya terkekeh. Malah gantian Finny yang cemberut.


" Papi... kok gitu sih...!?" Rajuk Finny pada suaminya. Sementara Damar masih tekekeh menanggapi istrinya.


Tapi Navya berusaha membujuk Maminya, "Gak mungkin dong Pi, Mami itu wanita paling cantik buat kita. Cantiknya Navya juga ketularan dari Mami kan."


" Pinter banget yaa kamu gombalnya..." Jawabnya sambil tersenyum bahagia.


" Apalagi hari ini kan Hari bahagia buat Mami. Kak Dafin sebentar lagi sampai, rona bahagia di wajah mami semakin terpancar." Lanjut Navya.


" Ngomong-ngomong kamu gak nunggu kak Dafin sampai dulu, baru berangkat ?"


" Gak bisa mi, ini kan hari pertama Vya bekerja. Vya harus datang pagi-pagi." Vya meyakinkan orangtuanya. "Sebenarnya aku hanya belum siap bertemu lagi dengan kak Dafin, apalagi ini hari pertamaku bekerja. Bisa-bisa mood ku rusak." Batin Navya.


" Vya udah selesai sarapannya, Vya berangkat sekarang aja ya Mi, Pi." Dia berpamitan kepada orangtuanya.


" Loh, udah mau berangkat ?" Tanya Finny.


" Iya Mi, Takut macet." Alasan sebenarnya dia ingin menghindari Dafin.


" Ya udah... Hati-hati yaa sayang"


Finny berpesan pada Anaknya.


***

__ADS_1


Navya sudah tiba di area parkir Gedung PT. Sinar Mega. Dia memang datang terlalu pagi tapi karena area parkir itu masih sepi. Hanya ada beberapa mobil yang sudah terparkir rapi di sana.


" Sebaiknya aku tunggu di Lobi saja. Kalau pun naik ke ruangan sekarang pasti belum ada orang." Navya memutuskan untuk menunggu di Lobi Perusahaan.


Selama sekitar 10menit Navya duduk di sofa yang ada di lobi sambil memainkan ponselnya. Sampai ada seseorang menyapanya, " Mbak Navya.."


Navya mendongak demi mengetahui siapa yang menyapanya. " Oh, Iya Pak." Navya berdiri.


" Anda sudah datang ?! Cepat sekali.. "


Navya tersenyum, " Ah iya Pak, saya takut terjebak macet. Jadi saya. berangkat pagi-pagi, ternyata malah kecepatan sampai m di sini."


"Kalau begitu silahkan ikut saya, saya akan antar Anda meja kerja Anda. " Ajaknya.


" Oh iya, baik Pak." Navya mengikuti langkah orang yang merupakan Kepala bagian HRD yang di kenal bernama Bayu tersebut.


" Mari mbak lewat sini ", mereka berjalan menuju Lift karyawan. Sementara Navya menatap sebuah Pintu Lift bertulisan peringatan " Lift Khusus Presdir".


Seperti tau apa yang dipikirkan Navya, dia menjelaskan " Itu Lift khusus Presdir mbak. Biasanya kalau ada rapat penting atau pertemuan rutin setiap minggunya para petinggi perusahaan yang lain boleh menggunakan nya. Karena Bapak tidak suka siapa pun terlambat."


Menjelaskan sambil mereka berjalan dan memasuki benda kotak silver itu.


Setelah sampai di Lantai khusus Presdir, mereka menuju meja kerja khusus yang sudah di siapkan untuk Navya.


Di Lantai 15 itu hanya ada Beberapa ruangan saja. Ruangan Presdir, beberapa para petinggi perusahaan dan beberapa meja Staf sekretaris.


Salah satunya milik Navya.


" Di sini meja kerja Anda mbak Navya. Dan ini Lisa salah satu staf di sini." Sambil memperkenalkan Navya pada beberapa rekan kerja yang lain yang sudah hadir di sana. Mereka sama-sama tersenyum.


" Lisa tolong nanti kamu jelaskan lagi tugas Navya ya."


" Baik Pak Bayu." Dia menjawab sopan


" Nanti Anda bisa berkenalan dengan yang lain, jika mereka sudah hadir."


" Baik Pak, terimakasih."


" Selamat bekerja."


Kemudian dia beranjak dari sana.

__ADS_1


" Hai, saya Navya Mbak." Navya duluan yang membuka suara.


" Aku Lisa." Jawabnya ramah.


Kira-kira masih ada sekitar 20menit lagi dari jam biasanya Alvi tiba di kantor. Lisa menjelaskan beberapa tugas dan jadwal yang harus Navya atur untuk Bosnya. Lisa juga memperkenalkan profil bos mereka pada Navya. Pria tampan berumur 28tahun.


"Masih muda ternyata "


" Pak Alvi baru aja pindah ke sini Vy, belum ada seminggu. Bapak orangnya tegas dan perfeksionis juga tidak suka bertele-tele. "


" Ini kamu baca lagi profil Bapak dan apa-apa yang bapak suka dan gak suka. Trus ini jadwal bapak untuk minggu ini. Kamu boleh pelajari dulu, kalau ada yang kamu gak ngerti kamu bisa tanya sama Aku ya."


Saat melihat dan membaca profil Alvi, Vya sedikit terkejut melihat fotonya. "Bukannya ini orang yang kemarin bertemu di Lobi, ternyata dia Presdir. Ya ampun, dia mengenali aku nggak ya nanti. Aku kok jadi takut yaa"


" Vy ?" Lisa menegur Vya yang sedang berpikir.


" Iya, oke mbak." Navya mengangguk sambil menerima beberapa lembar kertas yang ia terima dari Lisa.


Sambil menunggu Bosnya datang, Navya berkenalan dengan beberapa staf yang bekerja di sana yang sudah datang. Lalu melanjutkan mempelajari semua tugasnya menjadi sekretaris dan asisten pribadi Presdir. "Jadi selain mengurus jadwal, menemani meeting dan tugas kantor, aku juga harus mengurus beberapa keperluan pribadi nya ya "


Karena terlalu serius Navya bahkan tidak menyadari suara berdenting di depan sana. Pintu lift terbuka, dan Alvian Zander Mahendra keluar dari sana diikuti oleh seorang pengawal nya.


Lisa sudah berdiri menyambut Alvi, melirik Navya yang masih sibuk dengan kertas di tangannya.


" Eehhhemm!" Alvi berhenti melihat Navya bahkan tidak berdiri memberi salam padanya.


Navya mendongak, melihat Alvi lalu beralih menatap Lisa penuh tanya, Lisa yang seolah mengerti maksud tatapan Navya menjawab dengan anggukan samar.


" Selamat pagi Pak " Lisa yang pertama memberi salam dengan sopan. Sementara Navya langsung berdiri tegak.


" Se,,selamat Pagi Pak." Navya juga memberi salam pada Alvi.


" Ya..Pagi. Kamu ikut ke ruangan saya" Lalu dia berjalan masuk ke ruangannya.


" Duhh mbak, gimana nih" Navya sadar akan kesalahannya.


" Gak apa-apa, masuk aja dulu. Jangan sampai bapak nungguin." Lisa berusaha menenangkan.


Tetap saja Vya takut, dia sadar akan kesalahannya. " kenapa sih aku bisa g sadar kalau dia datang. Navya bodoh...Masa hari pertama udah bikin salah." gumamnya dalam hati sambil mengutuki dirinya sendiri.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2