
Acara pernikahan itu telah usai. Tak ada yang aneh, semua terlihat normal dan berjalan sebagai mestinya. Sebagian kerabat tinggal di hotel, karena keluarga Damar sengaja memesan beberapa kamar hotel untuk mereka termasuk kamar khusus untuk pengantin yang sudah di dekorasi dengan sangat indah. Dafin dan Navya memasuki kamar tersebut dengan dua orang yang membantu Navya berjalan sebab dia memakai gaun pernikahan yang menjuntai panjang. Mereka meninggalkan kamar pengantin itu saat Navya memintanya.
"Sudah mbak, saya akan lakukan sendiri. Terimakasih ya." Saat mereka ingin membangun Navya melepas hiasan rambutnya. Lalu mereka berpamitan keluar dari kamar itu. Sementara Dafin sudah ada di kamar mandi untuk membersihkan diri. Sebenarnya dia merasa tidak nyaman berada di kamar itu berdua bersama Dafin, walaupun mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Namun membiarkan dua orang tadi berlama-lama di sana juga adalah hal yang tidak mungkin, karena waktu sudah larut.
Navya mengambil baju tidur nya di dalam koper miliknya, dia berniat membersihkan diri setelah Dafin. Setelah mendapatkan keperluannya dia menunggu Dafin sambil duduk di atas tempat tidur. Memperhatikan dekorasi kamar itu yang sangat indah menurut nya, menghirup aromaterapi yang memenuhi ruangan dan membuat nyaman, mengambil satu kelopak bunga yang di hias di atas ranjang lalu Navya tersenyum miris. Mungkin ini adalah impian semua gadis saat malam pertama, untuk mereka yang menikahi laki-laki pilihan hatinya, yang mereka cintai. Tapi Navya, dia masih bingung untuk mencerna itu semua, ntah pernikahan seperti apa yang akan ia jalani bersama Dafin. Dia tidak mencintai Dafin, mungkin belum. Tapi Dafin, sampai saat ini Navya masih belum mengerti apa yang ada di dalam pikiran laki-laki itu sampai setuju menikahi dirinya. Kalau hanya untuk membahagiakan Mami dan Papi, dia tidak harus menyetujui pernikahan ini. Tapi apapun itu dia akan tetap menerima status baru nya menjadi istri Dafin, dan akan berusaha mewujudkan hubungan ini menjadi pernikahan yang bahagia.
"Aku akan berusaha." batinnya menyemangati dirinya sendiri. Lalu ia menatap pintu kamar mandi itu, masih terdengar suara percikan air di dalamnya. Hati Navya tiba-tiba berdegup lebih cepat, lalu melihat lagi hiasan indah di ranjang pengantin nya. Bayangan dirinya dan Dafin di sana sedang..... Seketika ia menggelengkan kepalanya cepat sambil memejamkan mata.
"Kamu kenapa ?" Tiba-tiba Dafin sudah ada di depan pintu kamar mandi dengan hanya berbalut handuk dipanggang. Navya terkejut lantas memalingkan wajahnya. Sementara Dafin merasa bingung dengan tingkah Navya, hanya menggelengkan kepala dan berjalan ke arah koper nya berada. "Kamu kalau mau mandi sana masuk, kenapa masih duduk di situ"
"I..iya Mas." Dia berjalan masuk ke kamar mandi sambil memeluk bagian bawah gaunnya agar bisa berjalan dengan cepat dan tidak melihat ke arah Dafin."
"Dasar cewek aneh."
__ADS_1
Cukup lama Navya menghabiskan waktunya di kamar mandi, hal itu bukan karena ritual mandinya yang lama. Tapi ia mengulur waktu, berharap saat keluar dari kamar mandi Dafin akan tertidur. Navya bingung, dia tidak siap untuk itu. Dia mau menikahi Dafin tapi untuk hubungan yang sebenarnya ia butuh waktu. "Tapi bagaiman jika Mas Dafin menginginkan nya, apa yang harus aku lakukan untuk menolak dan menundanya." Navya masih menatap pantulan dirinya di cermin, rasa cemas melanda bersama jantungnya yang berdetak kencang. "Bukankah menolak itu dosa". Hatinya bimbang.
Masih mencoba meyakinkan dirinya untuk keluar dari kamar mandi, dia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan guna memberikan ketenangan dihatinya. Perlahan dia membuka pintu kamar mandi itu sedikit sambil mengintip ke arah ranjang. Dia tidak menemukan Dafin di sana. Membuka sedikit lebih lebar dia melihat Dafin duduk di sofa dengan pakaian yang rapi, bukan baju yang akan dipakai saat tidur. Pria menatap kesal padanya.
"Kamu lama banget Navya. Aku nunggu kamu dari tadi."
Deg
Menunggu nya, Kenapa? Dan kenapa Mas Dafin memakai pakaian seperti itu.
"Sudah lah.. Aku mau keluar bertemu teman-teman ku. Kamu gak usah nunggu aku."
Tanpa menunggu jawaban Navya Dia berjalan meninggalkan Navya yang masih berdiri mematung di depan kamar mandi. Sementara Dafin sudah menghilang di balik pintu.
__ADS_1
Navya masih mencerna situasinya. Dia menatap pintu keluar yang sudah tertutup. Apa yang sudah ia pikirkan, dia mencoba menghilangkan kebimbangan hatinya, bingung memikirkan bagaimana harus menghadapi Dafin dan cara untuk menolaknya. Namun sekarang Dafin bahkan meninggalkannya tanpa meminta persetujuan darinya. Sungguh semua kebimbangan yang dia rasakan saat akan keluar dari kamar mandi sama sekali tidak beralasan. Saat ini Dafin bahkan meninggalkannya sendirian di kamar itu tanpa meminta persetujuan darinya.
Di waktu yang bersamaan dia merasa lega tapi juga merasa kecewa. Lega karena dia tidak harus melakukan kewajibannya di saat dia belum siap tapi dia juga kecewa kenapa Dafin memperlakukan dirinya begini, meninggalkan nya sendirian di sana. Tapi Navya mencoba untuk berfikir positif saja. Lalu ia memilih untuk tidur karena memang merasa tubuhnya lelah setelah acara pernikahan seharian. Navya menyingkirkan taburan kelopak mawar merah di atas ranjangnya dan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat. Hanya beberapa saat dia sudah terlelap.
Sementara Dafin memesan satu kamar hotel di lantai yang berbeda. Dia memilih tidur di kamar lain. Tapi bersama Navya dalam satu kamar yang sama akan membuatnya sangat tidak nyaman. "Apa yang dia pikirkan, berlama-lama di kamar mandi, mau mempersiapkan apa. Aku bahkan muak melihat dirinya apalagi untuk menyentuhnya. Tidak mungkin. Silahkan bermimpi gadis licik." Sebelum tidur dia menghubungi seseorang dengan ponselnya. Cukup lama mereka bicara sampai masing-masing dari mereka merasa lelah dan mengantuk. Mereka terlelap setelah sepakat menyudahinya sambungan telepon itu.
Bersambung
Mohon maaf atas keterlambatan Update 🙏🙏🙏
Liburan yang singkat ini sangat menyita waktu. Apalagi duo krucil yang sibuk minta mudik ke rumah atok nenek nya.
Semoga masih setia menunggu kelanjutan ceritanya yaa. 🙏🙏🙏❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Semoga kita semua sehat selalu.