Mencintaimu Karena Terbiasa

Mencintaimu Karena Terbiasa
Balas Budi, Bukan Balas Dendam.


__ADS_3

Pintu ruang kerja terbuka lagi, Damar masuk lalu duduk di sofa.


"Dafin, ada yang ingin Papi ceritakan pada kamu."


Lelaki itu masih duduk di tempatnya tadi sebelum Damar keluar untuk mengantarkan istri nya ke kamar.


"Keluarga kita berhutang budi pada orang tua Navya." Kepalanya langsung terangkat melihat Papinya.


"Maksud Papi?"


"Di hari saat Navya dan orang tuanya mengalami kecelakaan, mereka sedang diikuti oleh orang-orang yang ingin mengetahui keberadaan Mami dan Papi."


"Siapa yang Papi Maksud?"


"Kakek kamu, Sultan Mahendra."


"Dafin gak ngerti Pi. Kenapa dengan kakek?"


"Sampai saat ini, Mami kamu belum tau kebenaran ini. Yang ia tau mereka hanya mengalami kecelakaan biasa. Saat-saat terakhir Hafizah meminta Mami untuk menjaga Navya, makanya ia merasa itu adalah janji yang harus ia tepati. Mami kamu baru saja bertemu dengan sahabatnya Hafizah, setelah sekian tahun berpisah. Itu semua karena kesalahan orang tua kami, maka Papi dan Mami harus menghilang beberapa waktu dari lingkungan keluarga.


Dafin masih mendengarkan cerita Damar. Tidak menyela pembicaraan Papinya, dia juga penasaran kenapa baru sekarang dia tau ada hubungan darah antara dirinya dan Alvi.


"Dulu semua karena keserakahan kakek Wisnu, dia iri dengan pesatnya kemajuan Mahendra Group yang di bantu dukungan keluarga Syifa, Ibunya Alvi.


Dulu Syifa adalah sahabat Papi. Dulu kami sering di ajak ke acara perjamuan bisnis. Papi senang bicara dengannya karena dia ramah dan tidak menyombongkan kekuasaan. Saat itu ayah sudah tau bahwa dia berpacaran dengan Papanya Alvi dan Syifa juga yang memperkenalkan kami berdua. Hingga kami bertiga menjadi dekat. Kebetulan Syifa, Mami kamu dan Hafizah adalah teman sekolah. Kadangkala kami berkumpul bersama."

__ADS_1


"Lalu apa masalah nya?"


"Masalah nya adalah pada saat itu Proposal kerjasama milik Kakek Wijaya kalah saing dengan Sultan Mahendra. Kakek tidak terima, sementara perusahaan kita hampir bangkrut saat itu. Tender itu adalah satu-satunya usaha terakhir kakek.


Lalu dia meminta Papi melamar Syifa. Tapi hanya untuk melakukan pernikahan bisnis agar bisa memiliki sebagian saham milik syifa.


Papi menolak, sebab Syifa tidak akan mungkin mau menerima Papi. Dia mencintai Indra. Alasan menikah itu tidak bisa Papi terima.


Tidak lama kemudian ada undangan yang dikirim ke rumah, yaitu undangan pernikahan Syifa dan Indra. Kakek Wijaya semakin marah ketika tau mereka akan menikah. Dan akhirnya Dia menyusun rencana lain. Karena tau Papi pernah beberapa kali bertemu dengan Mami jadi Kakek ingin Papi mendekati Mami kamu, menikahi nya dan mengganggu ketenangan keluarga Mahendra. Mengancam untuk mencelakai Syifa dan suaminya jika Papi tidak mau melakukanya.


Papi tidak ingin itu terjadi, terpaksa Papi menuruti kemauan Kakek kamu. Namun ketulusan cinta Mami kamu, membuat Papi juga tersentuh. Hingga kami benar-benar saling mencintai.


Kakek Sultan yang sejak awal sudah tau niat Papi yang sebenarnya mendekati Mami tentu saja tidak setuju saat Papi ingin melamarnya. Karena cinta kami yang kuat, Mami meminta Papi untuk membawanya pergi dari rumah keluarga nya, karena dia yakin bahwa Papi juga benar-benar mencintai nya.


Namun kakek yang sudah di kuasai dendam tidak puas jika belum melihat kehancuran Mahendra. Dia juga mengusir kami.


Jadi kami memutuskan pergi dari keluarga. Saat itu supir baru Papi yang bernama Wisnu meminta ikut dengan kami, padahal Papi tidak bisa membayar gajinya. Tapi dia bersikeras ingin bekerja dengan kami. Belakangan kami baru tau ternyata dia adalah orang suruhan kakek Sultan yang ditugaskan mengawasi kami.


Dan Wisnu itu adalah Ayah Navya."


Terkejut lagi Dafin. Matanya melotot melihat Papinya. "Ya benar Nak, Wisnu melaporkan keadaan kami, apapun yang kami lakukan, dan yang kami alami pada Kakek Sultan. Pada suatu hari dia pernah melaporkan bahwa Papi dan Mami hidup bahagia walaupun sederhana. Niatnya agar Sultan Mahendra mau menerima kami kembali dalam keluarga. Tapi beliau tidak percaya. dan malah memecat Wisnu."


Tapi saat kakek Wijaya mulai sakit-sakitan, dia memanggil Papi kembali ke rumah. Dia menyesal dan meminta maaf atas perlakuan nya. Kami kembali ke keluarga Wijaya tepat seminggu sebelum Kakek meninggal.


Wisnu pernah membujuk Kakek Sultan untuk memaafkan kami setelah Kakek meninggal. Menjelaskan sejak awal bukan Papi yang punya niat buruk, tapi kakak Wijaya. Wisnu tetap tidak di terima apalagi kata-katanya, kakek tetap menuduh nya penghianat.

__ADS_1


Dia selalu berusaha menyatukan keluarga Wijaya dan Mahendra tapi Kakek kamu terlalu keras kepala. Hingga dia terpikir untuk mempertemukan Papi dan Indra bersama Syifa.


Mereka senang sekali mengetahui niat kami ingin menemui Ayahnya. Tapi belum sempat kami menjalankan niat itu, takdir mengacaukan semua. Indra dan Syifa kecelakaan tepat setelah bertemu dengan Papi. Papi tiba di lokasi dan melihat mobil yang mirip dengan milik mereka, ternyata benar. Tapi malah Kakek kamu menyangka Papi penyebab kecelakaan itu. Dia semakin membenci Papi.


Dia memaksa Papi menyerahkan Mami kembali padanya, menurutnya Papi tidak bisa membahagiakan Mami. Tapi Papi tidak mungkin berpisah dari Mami kamu, jadi kami memutuskan menghilang sejenak untuk lari dari Kakek Sultan. Sampai beberapa tahun menyelidiki akhirnya dia menemukan Wisnu lagi. Dan itulah penyebab kecelakaan Wisnu. Kakek kamu menyuruh orang-orang nya mengikuti Wisnu yang sedang dalam perjalanan menuju rumah kita. Mungkin saat itu dia menyadari siapa yang mengikuti dia. Yang jelas Wisnu pasti berusaha menghindari mereka agar jangan sampai tahu kediaman kita. Atau malah mereka yang sengaja mencelakai. Papi juga tidak tahu pasti. Tapi polisi berhasil menyelidiki mobil yan mengikuti mobil Wisnu saat itu, mereka memang suruhan Sultan Mahendra.


Hanya saja Papi tidak pernah menceritakan ini pada Mami kamu. Karena ini menyangkut Ayahnya. Papi tidak ingin Mami kamu membenci Ayahnya.


Papi minta bantuan teman Papi untuk menutup kasus ini dan mengatakan bahwa apa yang menimpa keluarga Navya adalah murni kecelakaan tunggal. Hanya untuk menjaga perasaan Mami kamu. Papi menemui Kakek Sultan diam-diam dan mengatakan untuk tidak menggangu keluarga kita, karena sewaktu-waktu Papi bisa saja membuka kembali kasus kematian orang tua Navya. Maka sejak saat itu Kakek tidak pernah lagi mencari Mami, kebetulan juga dia harus membawa Alvi ke luar negeri.


Jadi bukan hanya karena janji Nak. Papi merawat Navya semata-mata karena untuk membalas budi Ayahnya yang sudah banyak sekali berkorban demi kebahagiaan keluarga kita. Kalau Mami, anggap saja itu hadiah untuk nya, Karen keadaan kesehatan Mami, tidak memungkinkan lagi bagi kami untuk memberikan kamu saudara kandung. Navya adalah kebahagiaan tersendiri bagi Mami kamu." Ada kesedihan di mata Damar saat mengenang keadaan istrinya yang saat itu sangat menginginkan memiliki bayi lagi. Namun keadaan tubuhnya yang tidak memungkinkan membuatnya mengurungkan niat itu.


Dafin terpaku. Kenapa dia baru tahu sekarang. Gadis itu, gadis yang ia anggap sebagai orang yang sudah merusak kebahagiaan keluarga kecilnya. Ternyata adalah sumber kebahagiaan keluarganya. Ibunya. Dan demi keselamatan keluarga nya, ayah gadis itu sudah berkorban nyawa.


Dan Mami, ya Tuhan... Apa yang sudah aku lakukan padanya. Aku tega-teganya mengecewakannya, dia tulus. Harusnya aku belajar dari ketulusannya pada Navya.


Dafin tertunduk sambil batinnya terus mengucapkan maaf pada Navya dan Maminya.


Damar melihat penyesalan di mata Dafin saat ini. Rasa bersalah pada Navya, Mami dan Papinya. Damar mendekati anak semata wayangnya itu, lalu menepuk pundaknya. "Kamu bisa memperbaiki semuanya Fin. Saatnya kamu menebus kesalahan pada dua wanita yang sangat berharga di keluarga kita."


"Ada satu hal yang Papi minta dari kamu." Dafin menoleh pada Papinya. "Tolong tetap rahasia kan soal kecelakaan yang menimpa orang tua Navya ini dari Mami dan dari Navya sendiri. Semata-mata hanya untuk menjaga perasaan mereka dan hubungan keluarga kita."


"Ya Pi. Dafin berjanji.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2