Mencintaimu Karena Terbiasa

Mencintaimu Karena Terbiasa
Melepaskan...


__ADS_3

"Berhenti Kak!"


Navya masuk bersama Alvi tepat saat Hana memegang pena di tangannya.


"Navya?"


Semua yang ada di ruangan itu menoleh ke arah mereka yang masih berdiri di depan pintu.


Navya bergegas mendekati Hana. Mengambil benda di tangan nya dan kertas yang ada di atas meja.


"Mas Dafin, tolong jangan lakukan ini. Jangan ceraikan Kak Hana."


"Vya, apal maksud kamu Nak?" Finny bingung dengan apa yang Navya lakukan.


"Mi, kak Hana hamil. Ada cucu Mami dan Papi di perutnya saat ini."


"Navya, apa yang kamu katakan?" Dafin gusar, menatap Navya dan Hana bergantian meminta jawaban dari kedua gadi di depannya. Lalu dia mendekati Hana.


"Han, apa benar apa yang dikatakan Navya? Apa benar kamu hamil?" Lengan kekar Dafin mencengkeram bahu Hana kuat, membuatnya meringis tapi tidak berani menepis. Dafin yang menyadari Hana kesakitan lalu melepaskan tangannya.


"Han, jawab aku sekarang!"


Hooeeekkkkk


Sudah tidak tertahan lagi menahan perutnya yang bergejolak. Hana berlari ke kamar mandi. Jelas Finny dan Damar semakin terheran-heran.


Sarah mengejarnya, takut anak nya kenapa-kenapa. "Hana hati-hati." Dafin juga menyusul Sarah dan Hana.


Sementara itu Finny dan Damar meminta penjelasan dari Navya tentang apa yang di katakan gadis itu barusan.


"Sayang, apa yang terjadi sebenarnya?" Pak Yamin, semua ini benar?"


Alvi sudah seperti asisten Navya. Mengeluarkan kertas dari amplop coklat yang ia pegang, memberikan kepada Damar. Lalu membacanya bersama sang istri. Finny tak kuasa menahan haru, dia menutup mulutnya. Terkejut dengan apa baru saja ia ketahui.


Bersamaan dengan Hana, Dafin dan Sarah yang berjalan ke ruangan tempat dimana mereka berkumpul. Dafin terlihat khawatir pada gadis yang ia papah.


"Dafin...." Maminya memberikan kertas pemeriksaan Hana dari dokter kepada Dafin. Mendekati mami nya setelah dia membantu Hana duduk. Membaca kertas yang di berikan Finny padanya.


Lalu dia menghampiri Hana kembali, bersimpuh di depan paha gadis itu. "Han, apa ini benar?" Tapi Hana tidak menjawab, malah menangis dan menggeleng pelan. "Hana, lihat aku!" Dafin bicara dengan gusar, dia tidak sabar menunggu pengakuan Hana.

__ADS_1


"Tidak akan ada yang berubah Fin, kalau pun ini benar. Semuanya akan berakhir. Kamu dan aku akan berakhir. Aku menerima semua keputusan kamu, kebencian kamu, aku pantas mendapatkan itu. Aku akan menjaganya sendiri dengan baik, kamu jangan khawatir."


"Kak, jangan mengambil keputusan sendiri. Kita masih bicarakan lagi."


"Enggak Vy, ini hanya kesalahan. Anak ini adalah kesalahan. Aku harusnya tidak sampai ke tahap ini."


"Kak, jangan bohongi diri kakak sendiri. Kakak mencintai Mas Dafin. Kakak melakukan semua itu karena kakak mencintai Mas Dafin."


Hana tersenyum miris. "Navya, jangan membuat ku malu. Sudah banyak kesalahan yang aku lakukan padamu, jangan berbaik hati lagi padaku."


"Kak, Vya tidak mengorbankan hati dan perasaan Vya dalam hal ini. Tapi karena Mas Dafin masih mencintai kakak." Navya melihat Dafin. "Iya kan Mas?" Lelaki itu hanya diam, tidak menjawab.


"Vy, Dafin membenciku. Dia sangat kecewa padaku. Sudah, jangan membahas kami lagi. Tolong jangan membuat aku merasa bersalah lagi."


"Sayang, apa yang kamu lakukan?" Finny menyentuh bahu Navya.


"Mami, pasti Mami menginginkan kamu semua bahagia kan? Kebahagiaan Mas Dafin ada pada Kak Hana. Mas Dafin masih mencintai kak Hana."


Navya mengambil Hp miliknya, membuka pesan singkat Dafin yang lelaki itu kirim padanya kemarin.


"Lihat ini, pesan ini dikirimkan untuk Vya. Tapi mas Dafin mengetik nama Kak Hana. Mas Dafin merindukan Kak Hana."


Navya mendekati mereka berdua, mengambil tangan Hana dan tangan Dafin lalu menyatukan keduanya. "Kalian harus tetap bersama demi keponakan Vya. Biarlah Vya yang mengalah. Tolong jangan biarkan anak kalian tersiksa karena perpisahan."


"Mami, Papi, tolong berikan restu kalian pada mereka. Vya yakin, Mami pasti menginginkan kami bahagia kan, biarkan kami memilih kebahagiaan kami sendiri. Kebahagiaan Mas Dafin adalah Kak Hana. Begitu juga sebaliknya."


"Sayang, kamu yakin dengan apa yang kamu lakukan?" Finny tak menyangka apa yang dilakukan Navya saat ini.


Gadis itu lalu memeluknya. "Mi, jangan khawatir. Vya gak akan meninggalkan Mami, kemanapun Navya pergi, bersama siapa pun Vya menghabiskan hidup, Vya gak akan meninggalkan Mami. Mami adalah rumah bagi Navya."


Dan yang terjadi selanjutnya adalah drama air mata. "Maafkan Mami Nak. Mami minta maaf pada kalian. Mami pikir dengan menjadi kan kamu menantu Mami, kamu akan selalu bersama Mami, Mami bisa menjamin kebahagiaan kamu. Tapi Mami salah, ternyata itu hanyalah keegoisannya Mami. Hanya karena takut kehilangan kamu, Mami malah membuat kamu menderita."


"Mi, jangan bicara begitu. Vya gak pernah mengalahkan Mami atas semua yang terjadi. Vya selalu sayang sama Mami dan Papi."


"Mulai sekarang, cobalah menerima Kak Hana. Dia sudah akan memberikan Mami dan Papi cucu."


Lalu Navya menoleh pada Alvi. Memberi kode agar Alvi memberikan satu amplop coklat lagi padanya. Yang berisikan berkas perceraian dirinya dan Dafin. "Mari kita selesaikan yang ini. Vya butuh bantuan Mas Dafin." Sambil dia menyerahkan amplop itu padanya.


"Vya mau Mas Dafin, kak Hana dan anak kalian bahagia selalu." Dafin bukannya menerima apa yang di sodorkan Navya padanya, malah memeluk gadis itu.

__ADS_1


"Terimakasih adikku." Navya tersenyum tapi dia menangis. Terharu dengan kata yang di ucapkan Dafin untuknya. Bertahun-tahun dia mengharapkan Dafin menyebut dirinya sebagai adik, sekarang dia mendapat pengakuan Dafin.


"Maafkan aku, selama ini sudah membuat kamu tidak nyaman di rumah kita. Ku pikir kamu masih gadis kecil yang merepotkan dan membuat kekacauan di rumah, tapi kamu lebih dewasa dan kuat daripada aku. Terimakasih selalu memberikan kebahagiaan dalam keluarga kita. Aku juga mau kamu menemukan kebahagiaan kamu yang lain." Bicara dan melirik Alvi sambil tersenyum.


Bisa Alvi artikan, tatapan mata Dafin adalah untuk membuat dirinya cemburu. Lihat, aku sedang memeluk gadis yang kamu cintai. Kamu pasti cemburu. Tapi Alvi mencoba tersenyum dan bersikap biasa saja.


Navya mengangguk, mengaminkan doa yang di. ucapkan Dafin untuk nya. Adegan itu membuat semua orang tersenyum sambil mengeluarkan air mata. Keharuan yang di ciptakan Dafin dan Navya sebagai Kakak dan Adik.


Hana ikut memeluk mereka. Juga menyampaikan terimakasih nya pada Navya. Banyak sekali yang sudah di lakukan oleh gadis itu untuk nya. Rasanya tidak cukup jika hanya mengucapkan terimakasih.


Sarah pun memeluk Navya sambil menangis. Dia merindukan Hafizah, dia bahagia sekali Navya memiliki hati sebaik dan selembut ibunya. Rela berkorban untuk siapapun, menyayangi orang-orang di sekelilingnya dengan tulus. Persis seperti yang Navya lakukan. Dia juga memanjatkan doa untuk gadis di dalam pelukannya, agar suatu saat Navya juga akan menemukan kebahagiaan nya sendiri.


Dafin menandatangani surat perceraian nya dan Navya pada akhirnya. Dan saat itu juga, m Dafin kembali melakukan akad nikah dengan Hana, dengan Yamin sebagai wali nikah Hana.


Sebagai permintaan Hana, sebab dia baru beberapa waktu terakhir mengetahui Yamin adalah ayahnya. Dan akan merasa sangat bahagia jika Yamin mau menikah kan dirinya lagi dengan Dafin.


Alvi masih setia di sana menunggu Navya, sampai semuanya selesai. Termasuk acara pernikahan yang dilakukan secara mendadak. Lalu mereka lanjutkan dengan makan siang bersama. Ketika hari menjelang sore Alvi berpamitan untuk pulang. Navya memutuskan untuk ikut bersamanya, banyak yang ingin dia bicarakan lagi dengan Alvi.


Salah satunya Navya ingin berterimakasih secara khusus pada mantan Bos nya itu.


Damar dan Finny mengizinkan Navya pulang bersama Alvi. Sebelum Alvi masuk ke mobil, Dafin menghampirinya.


"Aku titipkan Navya padamu kak." Ucapnya sambil menepuk bahu Alvi.


"Kamu tidak perlu mengajari, aku adalah orang yang paling tidak rela dia terluka. Aku akan selalu menjaga nya."


"Yaaa.. Aku percaya padamu."


Bersambung


Author minta Like, komentar dan Vote ya... 🙏🙏🙏🥰🥰🥰


Kalau boleh hadiah juga... 🤭🤭🙏🙏


Terimakasih yang sudah mendukung aku dan suka dengan karyaku. Semoga kalian sehat selalu dan rezeki kalian lancar semuanya.


Yang belum klik Favorit jangan lupa klik ya, agar membersamai kelanjutan kisah cinta Alvi dan Navya....


Selama hangat dari Qi_Qi 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2