
"Kita duduk sini aja ya"
"Hmm... kalian pesen apa?"
"Jus jeruk sama Bakso Bu Eti aja, feb kalo gw. Kalo sarah mau apa?"
"Samain aja lah"
"Oh oke. Kalo gitu gw pesen dulu. Kalian tunggu aja ya" Salah satu dari mereka berjalan pergi
"Lu kenapa sih Sar? liat apa coba?" tanya seseorang yang penasaran dan ikut melihat ke arah pandangan nya.
"Oh dia tuh Devan. Temen kelas kita juga sar" jelas nya sambil kembali menengok ke arah perempuan yang bernama Sarah. Sedangkan perempuan itu masih menatap lekat laki laki berhoodie dengan kepala yang ditutupi topi hoodienya. Berjalan melewati kantin dengan santai dan tak menghiraukan sekelilingnya.
________
Namanya Kian Zeline Zakeisya, salah satu siswi kelas dua belas. Sedangkan yang satunya lagi bernama Sarah Zahin. Anak baru yang baru sekolah hari ini di SMA Bakti. Ya, dia murid pindahan. Cantik, putih, hidung mancung, dan rambut yang bergelombang. Dia juga punya lesung pipi, tubuh langsing dan tinggi 160 cm. Sungguh penggambaran yang hampir sempurna bukan. Dan teman yang satunya lagi bernama Febbry Lovata. cewek cantik, dengan kulit sawo matang, mata coklat seperti bule, dan rambut panjang yang selalu di gerai lurus, tingginya juga sama dengan Kian dan sarah. Bedanya kalo Kian memiliki tubuh yang lebih berisi dari mereka berdua, sedikit bantet. Rambut pendek sebahu tapi selalu di kuncir, hidung yang tak semancung mereka berdua dan pipi yang lebih lebar dan bulat dari mereka, tapi masih aman kok berat badan masih berada di angka baik baik saja.
Sedangkan laki laki yang di tatap lekat oleh si Sarah adalah Devan Kavindra Bagaskhara. Siswa yang cukup misterius di sekolah. Yah, dia memang terbilang tampan namun juga cuek dan dingin. selama ini juga tak ada pernah meliat dia bicara berdua sama siswi di sekolah. Dari gosip yang sering beredar, banyak siswi yang suka sama dia, tapi mereka pada takut. Ntah kenapa, padahal dia sama saja dengan laki laki pada umumnya hanya terbilang lebih dingin seperti kulkas. Memiliki tinggi 178 cm, hidung mancung, alias mata tebal, mata bagai elang (yang membuat orang banyak takut padanya), dan kulit yang tak terlalu putih.
Kembali ke cerita ya~
"Yeyyy, makanan datang guys. Kuy makan" ucap febbry yang heboh datang ke meja mereka.
"Thanks Feb."
"Yoi sama sama, santuy aja kali Sar."
"Gimana Sar? Enak gak?" Tanya Kian pada Sarah setelah suapan pertamanya.
"Enak kok Ki"
"Ya jelas enak lah kalo makanan Bu Eti. Tapi sayang kalo jajan di Bu Eti kagak boleh ngutang. Tapi kalo lo mau utang sama mbak Yanti aja. Anak anak pada langganan disana kalo masalah utangan"
"Heh! ngadi-ngadi aja lo Feb. Sarah kok lo suruh utang sih"
"Ya enggak. sapa tau dia minat kan ye."
"Lo pikir Sarah kayak lo Feb. kagak lah. Oh ya Sar, kok lo bisa pindah kesini?"
"Hilih kepo banget sih lu Kian" cibir Febbry
"Oh itu, papa ada kerjaan di kota ini. Jadi gw juga ikut."
__ADS_1
"Wah, sama kayak Kian dong. Kalo Bokap nya ada kerjaan di luar kota pasti juga gitu, tapi bundanya doang yang ikut. Dia enggak. Berarti mama sama papa lo juga disini?"
"Eh itu, enggak. Mama gak ada. Jadi cuma gw sama papa aja, hehe"
"Kok bisa gak ada?" Tanya Febbry penasaran. Namun terlihat perubahan raut wajah dari Sarah ketika pertanyaan itu dilontarkan padanya.
"Heh banyak tanya banget sih lo Feb (sambil menyikut Febbry, sedangkan ia hanya mengangkat alis sebelah). Oh ya Sar, abis ini kita ajak lo liat liat sekolahan ini mau gak?" Mengalihkan pembicaraan agar suasana tak canggung.
"Tapi kan abis ini masih ada mapel" ucapnya yang dengan ekspresi wajah sudah normal.
"Oh itu lo tenang aja. Jam bahasa Indonesia gurunya gak ada. Paling nanti di kasih tugas, ya sebelum itu kita jalan dulu lah."
"Weh, Ki lo gak lagi sakit kan?"
"Paan sih Feb, gila ya lo."
"Gak, gak biasa aja lo kayak gitu. Lo kan anak emas di sekolah, tumben aja gitu lo punya pemikiran kayak gitu."
"Anak Emas?" Tanya Sarah
"Eh lo belum tau ya Sar. Nih siswi yang ada di depan lo termasuk anak yang berprestasi. Dari kelas satu sampai naik kelas tiga kemarin gak berubah ubah posisi nomor satu di kelas. Tapi kayaknya sekarang Kian Zeline Zakeisya udah punya saingan."
"Emang siapa?"
"Haduh, kumat dah penyakit ni anak. Dengerin ya Febbry yang cantik anak Bu Nani, rangking satu itu bisa jadi punya siapa aja. Ntah itu gw, Sarah atau pun elo. Gak usah jadi kompor yak, dalam hal belajar itu dah biasa. Jangan sampai cuma gara gara hal itu hubungan temen jadi bubar."
"Bener tu Ki"
Febbry pun langsung kicep alias diam. Tak lama hening beberapa saat, Kian membuka suara kembali.
"Jadi Sarah? lo mau apa gak?"
"Boleh deh."
Dan benar saja setelah makan di kantin mereka bertiga langsung melesat pergi.
"Emm, Sar lo mau kemana dulu?"
"Terserah kalian aja. Gw sih ikut aja."
"Oh oke deh."
Pada akhirnya Kian dan Febbry mengajak Sarah untuk meliat ruang kelas beserta memperkenalkan namanya. Dan tentu saja di tengah perjalanan pasti bertemu dengan siswa siswi lain. Dan hal ini juga menjadi perbincangan ditengah sana. Secara Sarah yang begitu cantik dan elegan pastilah banyak pasang mata yang takjub dengan dirinya.
__ADS_1
"Hai, lo Sarah anak baru di kelas IPA itu kan ya?" Ucap seorang laki laki ketika mereka lewat di depannya. Dan tentu dengan ramah beserta senyumannya yang manis itu sarah menjawab. Tambah si siswa itu jadi salting.
"Aelah kendaraan roda tiga jadi salting Sarah, gara gara lo senyumin." Celetuk Febbry
"Itu Bemo Feb, dia kan Bimo"
"Ya udah Kian, beda beda tipis juga. Iya kan?" ucapnya sambil mengangkat kepalanya sebentar pada Bimo, seperti meremehkan Bimo. Tentu saja si mpu sedikit kesal.
"Kurang ajar banget sih Lo lambe turah. Nama gw Bimo. Bimo Sanjaya. Apa kurang jelas hah!"
"Haduh haduh udah yak. Bimo, Febbry gak usah berantem."
"Lo disogok apa sih ama nih bocah Ki? Mau aja temenan ama lambe turah kayak dia."
"Gw gak sogok Kian ya. Tapi karna gw cantik dan baik hati juga pastilah Kian mau temenan sama gw. Sarah juga. Dan inget ya Bimo, gak usah sok kegantengan lo deketin Sarah. Tipe Sarah bukan kaya lo tong."
"Bilang aja lo cemburu feb." Celetuk teman Bimo bernama Dion.
"Hah! Cemburu ama makhluk kayak Bimo. Gak mungkin lah." Bantah Febbry
"Songong banget lo Feb. Gw juga ogah mau sama lo. Tapi gw sumpahin lo suka ama gw, ngejar ngajar gw tapi gw bakal tetep tolak lo." ucapnya
"Oh ya Sar. Gw duluan ya. Nanti kita lanjut kenalannya, yang jelas gak ada lambe turah yang bakal ganggu." lanjutnya.
"Hehe...iya"
"Astaga Febbry mampus lu di sumpahin ama Bimo. Kan gw udah berapa kali bilang tu mulut di jaga. Jangan nyolot banget sama orang."
"Bodo amat gw gak peduli. Gw juga masih kesel tau gak ama manusia gak punya otak kaya dia tuh."
"Jadi lo masih dendam ama dia?"
"Ya iyalah Kian. Gila aja gw mau baikkan ama tuh anak. Dan gw juga gak peduli sama yang dia bilang." Ucap Febbry ketus.
.
.
.
.
.
__ADS_1