Menggenggammu Yang Hanya Sementara (Revisi)

Menggenggammu Yang Hanya Sementara (Revisi)
#21


__ADS_3

Namun kenyataan yang didengar Zanna sungguh membuatnya terkejut. Ia benar benar tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Yah, perempuan itu adalah Dewi. Seorang perempuan yang menjadi orang ketiga dalan rumah tangga Zanna dan Daren.


Dewi bercerita kalau selepas surat perceraian itu ditanda tangani, Daren langsung pergi tanpa bertanggung jawab sedikit pun pada Dewi.


Dewi juga memberitahu Zanna, jika memang benar bahwa mereka dijebak namun anak itu benar benar anak Daren. Zanna tak percaya jika Daren benar benar melakukan hal tersebut. Ia pikir Daren akan bertanggung jawab karna jika dilihat Daren tak mungkin seburuk itu sampai tak mau mengakui anaknya. Hingga tak beberapa lama kemudian Dewi drop di karena kan mengeluarkan darah yang sangat banyak saat melahirkan tadi. Dan pada saat itu Dokter memberitahu Zanna jika Dewi sudah meninggal. Alhasil Zanna yang tak tega harus menitipkan bayi itu di panti asuhan, pun memutuskan untuk mengadopsinya.


Zanna yang tak tau seluk beluk keluarga Dewi sedangkan anak itu juga darah daging suaminya. Karena melakukan hal itu kavin sempat tak suka pada Zanna. Namun lambat laun, dengan pengertian zanna yang selalu menasehati kavin dan menceritakan yang sebenarnya, kavin pun menerima anak itu. Namun tetaplah kebenciannya terhadap Daren malah bertambah dengan sikap Daren yang seperti itu.


Beberapa tahun berselang, Gio sudah tumbuh menjadi anak yang tampan. Namun kehidupan anak itu tidak lah berjalan lancar seperti anak pada umumnya. Hal ini disebabkan Zanna yang menderita penyakit Leukemia. Sebenarnya hal ini bukan tanpa sebab, kebiasaan Zanna yang kurang teratur dalam menjaga kesehatan, ditambah lagi ada beberapa penyakit sebelumnya yang membuat kondisi tubuhnya semakin lemah dan komplikasi. Yang akhirnya keseimbangan daya tahan tubuh beserta fungsi beberapa organ tubuh dalam tubuhnya menjadi tak stabil.


Kavin yang saat itu belum bisa bekerja di Karena kan masih SMP membuatnya terpaksa memakai uang yang ditinggalkan oleh Daren dulu. Kavin dengan dibantu oleh tetangganya menjual rumah besar pemberian papanya itu. Namun masih menyisakan beberapa barang lain yang memang kavin tak menjualnya langsung. Dan pada saat itu kavin yang masih berumur tiga belas tahun dipaksa untuk menjadi dewasa dan mandiri. Ia yang mengurus adiknya beserta mamanya yang sakit itu.

__ADS_1


Bahkan Kavin meminta dokter untuk menyembuhkan mamanya walaupun harus berobat sampai luar negeri. Dokter yang tak tega itu pun, membantu semaksimal mungkin untuk menyembuhkan Zanna.


Berselang satu tahun kemudian keadaan Zanna lumayan membaik. Namun seperti kertas yang sudah tercoreng pena yang kemudian dihapus, maka tetap saja akan meninggalkan bekas. Begitu pun dengan kesehatan Zanna. Zanna sudah tidak bisa lagi bekerja dan hanya bisa diam di rumah sambil merawat Gio. Kavin juga termasuk anak yang hemat, sisa uang yang masih setengah itu dia simpan. Ia takut jika suatu hari Zanna kembali memerlukan uang.


Anak SMP yang hanya bisa bekerja di toko itu, tak bisa menghasilkan uang yang bisa memenuhi kebutuhan pokoknya. Hingga terkadang ia mengambil sedikit uang dari ATM papanya. Tak berselang lama Zanna kembali dengan keadaannya yang memburuk membuatnya harus di rawat di rumah sakit. Karna kavin benar benar menyayangi mamanya, ia ingin kalau perempuan itu sembuh.


Akhirnya kavin menjual semua barang yang ada dan menggunakan uang sisa waktu itu, kecuali motor yang memang sudah dihadiahkan oleh papanya untuk dirinya sewaktu kecil. Motor kesayangan itu belum pernah ia pakai sampai ia menginjak kelas satu SMA. Bukan tanpa alasan ia tak menjual motor itu. Sedari ia SMP kavin mulai tau dunia perjudian. Awalnya ia tak mau mengikuti itu, namun saat itu zanna benar benar membutuhkan uang. Kavin berusaha untuk mencari papanya untuk meminta bantuan.


Keadaan Zanna yang kadang membaik kadang drop, membuat kavin untuk selalu belajar memikirkan sesuatu di depan. Seperti selalu menyiapkan tabungan untuk Zanna. Tapi akhir akhir ini Zanna sering sekali masuk rumah sakit bahkan keluarnya pun lama. Sama seperti sekarang ini, sedangkan uang yang ditabung oleh kavin sudah sangat menipis.


Sebenarnya Kavin sendiri sudah sedari dulu tak ingin lagi sekolah, ia ingin fokus dengan merawat Zanna dan Gio. Namun Zanna tidak mengizinkannya. Ia pun terpaksa sekolah sambil bekerja. Pagi ia bersekolah, siang ia bekerja, dan malam juga begitu. Namun jika ada job balapan maka ia akan belapan malam itu. Zanna merasa bersalah dan kasihan pada kavin pun pernah berfikir untuk mengakhiri hidupnya agar anaknya itu tak terus terusan kesulitan. Namun Kavin selalu datang dan mencegah hal itu. Hingga pada suatu hari ia meminta sesuatu pada Zanna, jika Zanna ingin kavin sekolah maka Zanna pun harus sembuh dan tidak boleh melakukan hal itu lagi.

__ADS_1


Zanna nampak berpikir, ia tak mau anaknya susah dan menjadi lebih susah lagi jika tak bersekolah. Akhirnya ia pun mengiyakan apa yang dimau oleh kavin. Walaupun disamping itu setiap hari ia harus merasa pedih menyaksikan kerja keras anaknya itu. Jujur saja Zanna bahkan tau apapun yang dilakukan kavin. Tanpa kavin memberitahukan padanya.


________


Mendengar semua cerita Zanna, tanpa terasa ia mengeluarkan air mata. Ia begitu tak menyangka dibalik Devan yang selalu terkenal misterius ada cerita keluarga yang ia simpan sendiri. Wajar saja jika sampai saat ini sifatnya yang acuh bahkan dengan pelajaran disekolah. Kian pun merasa jika ia berada di posisi Devan belum tentu ia sanggup. Bahkan di saat sekarang keluarganya yang jauh darinya dengan pokok permasalahan yang hampir sama dengan yang dialami oleh Devan, ia pun merasa tak sanggup.


Sekarang ia mengerti kenapa Devan sangat kesal didekat oleh perempuan duluan. Ia juga tau sekarang tanggung jawab yang ada di bahu Devan bukanlah tanggung jawab kecil yang bisa dipermainkan.


Kian menatap sendu Zanna yang terlihat begitu menyesal dengan apa yang pernah ia lakukan dulu. Wajah yang letih dengan keadaan dan letih karna selalu menjadi beban.


"Ma.... Dari cerita mama kian sadar. Kalo Devan gak seperti yang kian pikir. Devan yang terlihat selalu buruk dalam berperilaku, malah ternyata anak yang berbakti bahkan bertanggung jawab sama ibunya. Kian iri dengan sikap dewasa Devan dalam mendapat masalah. Dan kian juga merasa bersyukur karena mama bisa bertahan sampai sekarang dan kian bisa ketemu mama. Kian janji bakal selalu ada disini buat nemenin mama. Mama yang kuat ya." ucapnya melihat Zanna yang terlelap karena sudah lelah. Ia mengecup lama kening Zanna. Tak lupa juga ia membenarkan selimut yang menutupi tubuh zanna.

__ADS_1


Kian yang masih menggendong Gio di pelukannya, beralih duduk di sofa. Dan karena lelah ia pun ikut terlelap namun masih memeluk gio. Gio terlihat begitu anteng dan nyaman di pelukan Kian sampai tak merasa terusik dengan apa yang dilakukan oleh Kian.


__ADS_2