
Kian kembali ke kamar Zanna dengan udah merubah raut wajah yang tadinya kesal dan garang menjadi netral kembali. Dan saat dia masuk tentunya ia orang yang ada di dalam bertanya tanya.
"Ki, kamu gpp nak? Kavindra nyakitin kamu ya? Ntar mama marahin dia."
"Huh...kak kavin emang gitu. selalu aja kasar ke cewek." roceh gio dengan wajah cemberutnya.
"Gak kok. Kak kian gak diapa apain sama kak kavin" ucap Kian berusaha meyakinkan Gio si anak polos itu.
"Emang kamu kenal sama kavin ki?"
Ceklek....pintu terbuka dan muncul lah kavin dengan wajah yang masih terlihat kesal. Ketiga orang itu melihatnya. Ia tak mengeluarkan suara sedikit pun bahkan wajahnya yang sangat menakutkan. Setelah melihat Devan yang seperti itu, kian kembali fokus pada Zanna.
"Kenal ma. Dia temen kelas Kian. Di kelas biasa di panggil Devan."
"Oh gitu. Gimana tingkah dia si sekolah ki?" tanya Zanna. Kian melihat pada pada Devan yang sudah menggenteng jaket di bahunya hendak pergi. Devan hanya menatap kilas kian dengan pandangan tak suka lalu berlalu pergi.
"Dia pendiam ma, tak terlalu banyak teman. Tapi dia baik. Kadang kalo lagi kumat ya emang ngeselin."
"Hahah... Kian gak usah kamu tutup tutupi kelakuan kavin. Mama aja udah tau, tingkah keras kepala dan egoisnya."
"Hehehe... Bahkan banyak siswi yang ia buat patah hati, karena sifatnya itu. Mereka semua malah takut. hahaha"
"Benarkah? mama tau pesona anak mama tidak pernah bohong. Tapi seperti yang kamu katakan ki, dia agak menyeramkan. hahaha"
"Hahaha.... sudahlah ma. Nanti dia denger bisa ngamuk lagi. oh ya ma, Gio ayo kita makan dulu. Devan udah bawain makanan nih." ajak kian.
__ADS_1
Gio yang begitu manja pada Kian, memaksa kian untuk menyuapinya. Sehingga harus berganti menyuapi Gio dan Zanna.
"Ki kamu gak makan?"
"Kian nanti aja ma. Yang penting mama dulu makan. Soalnya abis ini mama harus minum obat."
"Mama capek ki. Mama udah gak mau lagi rasanya. Minum obat atau pun gak sama saja hasilnya. Lagian kasian kavin yang setiap hari harus kerja. Pulang sekolah kerja terus malamnya juga begitu. Tak ada lagi waktu waktu dia untuk belajar. Bahkan waktu itu dia memutuskan untuk tidak mau sekolah demi menjaga mama. Namun mama memaksanya agar terus sekolah. Ini semua salah mama, andai mama gak sakit, hiks...."
Kian menenangkan Zanna, dengan mengelus elus bahunya. Agar sedih zanna bisa berkurang.
"Ma, semua ini takdir. Mama mau seberusaha apapun kalo takdir mama bilang mama bakal sakit ya sakit. Jangan menyalahkan diri sendiri."
"Tanya takdir Ki, kapan bisa jemput mama. Kasihan kavin. Harusnya ia hanya mengurus adiknya ini malah harus menanggung mama juga. Andai waktu itu gak terjadi, mungkin sekarang kavin seperti anak lainnya."
"Maksud mama?"
Kavin langsung memberikan hp nya pada Zanna. Setelah membaca pesan itu zanna sangat syok namun ia berusaha tegar. Ia langsung menelpon nomor itu dan benar saja jika wanita yang ada di telpon itu mengakui segala hal yang ditanyakan Zanna. Mulai dari mereka menjalin hubungan sampai wanita itu hamil dan meminta pertanggung jawaban.
Kavin yang mendengar hal itu sangat benar benar membenci ayahnya. Dan perceraian pun tak bisa dielakkan. Padahal Daren mengaku jika wanita itu hanyalah jebakan semata.
___flash back
.......
"Zanna percaya lah, aku bahkan tidak mengenal wanita itu. Waktu itu aku hanya dijebak oleh mereka."
__ADS_1
Lirih Daren ketika pertengkaran itu terjadi
"Tapi, sekarang wanita itu sudah hamil mas. Kamu harus bertanggung jawab. Ingat aku tidak akan pernah sudi untuk dipoligami!! lebih baik tanda tangani surat ini, dan segeralah bertanggung jawab pada wanita itu."
"Tapi Zanna aku benar benar tidak melakukannya secara sengaja dan aku pun tak mencintainya."
"Kavin, kamu percayakan sama papa nak?" mohon Daren, meraih tangan kavin dan berlutut padanya. Namun kavin malah menarik tangannya dari genggaman Daren, pergi dan bersembunyi di balik tubuh ibunya. Air mata kavin dan Daren sudah tak terbendung lagi. Sedangkan Zanna berusaha untuk tetap terlihat kuat.
"Mas, aku juga perempuan. Aku tau kamu waktu itu tidak sengaja, dan kamu tidak mencintainya. Tapi kamu juga harus memikirkan jabang bayi yang ada di rahim wanita itu. Dia perlu ayah, dan dia juga darah daging kamu."
"Aku tidak yakin Zanna anak itu benar benar anakku."
"Tapi buktinya sudah ada. Pagi ini foto USG beserta tes DNA pun sudah ada di hp mu."
"Tapi Zanna itu juga bisa dipalsukan." bantahnya
Namun siapa sangka wanita itu datang ke rumah Daren dan Zanna yang kemudian membuat suasana tambah panas dan tumit. Wanita itu membawa semua bukti yang ia punya hingga membuat Daren mati kutu. Akhirnya surat perceraian itu sudah di tanda tangani Daren karena paksaan dari Zanna.
Daren pun pergi bersama wanita itu, namun perlu i garis bawahi bahwa Daren tak mengambil sedikit pun atau sepeser pun dari harta yang dimiliki nya. Daren termasuk juga pengusaha kaya yang juga sukses. Bahkan cabang dari perusahannya sudah ada beberapa. Ia memberikan semua hartanya pada Zanna dan kavin kecuali perusahaan dialah yang akan mengelolanya tanpa serpihan sedikit uang atau sisa dari semua harta yang ia berikan.
Beberapa bulan berlalu, Zanna memutuskan untuk bekerja. Kavin sebenarnya melarang Zanna untuk bekerja. Namun saat itu kavin hanyalah anak kecil yang tak tau harus berbuat apa. Hingga Zanna pun mulai bekerja. Setiap pagi dan siang ia akan mengantar dan menjemput kavin sekolah.
Namun naasnya ketika Zanna pulang dari menjemput kavin, ada seorang perempuan yang hampir menabrak mobil mereka. Tapi untung saja tak tertabrak. Zanna melihat kondisi perempuan yang begitu miris, yah air ketuban yang sudah pecah menandakan bahwa ia akan melahirkan. Dengan dibantu para warga yang ada disana Zanna melesat dengan cepat ke rumah sakit.
Setelah menunggu hingga beberapa jam akhirnya perempuan tersebut berhasil melahirkan seorang anak laki laki dengan sehat dan selamat. Zanna mencoba berbicara pada perempuan itu dan meminta maaf karna kejadian yang hampir menabrak perempuan itu. Perempuan itu pun tak menyalahkan Zanna. Zanna mencoba bertanya mengenai keluarganya agar ia bisa menelpon dan memberitahukan keluarganya.
__ADS_1
Namun kenyataan yang didengar Zanna sungguh membuatnya terkejut. Ia benar benar tak menyangka akan terjadi hal seperti ini. Yah, perempuan itu adalah......