
Membuat darah dari orang itu mengenai Geor yang berada tak jauh di depannya. Mata Geor membulat sempurna melihat itu. Bagaimana bisa orang itu tertembak pas di jantung, padahal ia sendiri belum menarik pelatuk.
Seketika orang tersebut langsung jatuh kebelakang dengan dada kiri yang bersimbah darah. Dan tak lupa cipratan darah itu ada di tangan dan wajah Geor.
"Kau terlalu lamban dalam melakukan sesuatu nak. Ku pikir kau sangat pandai hingga tak akan berfikir panjang untuk membuat orang itu bertanggung jawab." Remeh seseorang yang berdiri di tengah pintu ruangan itu dan tentu saja berada di belakang Geor.
Geor menoleh kebelakang dan melihat orang yang sudah menembak laki laki itu sampai tewas. Geor memang ingin laki laki itu bertanggung jawab namun bukan seperti ini caranya. Hingga ia terlihat begitu gemetar setelah adegan itu.
"Ziko.." Ucapnya dengan suara yang kecil. Yang merupakan salah satu temannya. Ziko hanya tersenyum miring melihat wajah kaku Geor.
Mendengar suara tembakan itu membuat setengah orang yang ada di club berlari keluar dan sebagiannya lagi langsung menuju sumber suara.
Yang kemudian tak lama bebrapa polisi datang, melihat Geor yang masih menggenggam pistol dan berlumuran darah membuat para polisi langsung membawa Geor ke kantor polisi.
Geor sudah menjelaskan apa yang terjadi saat di sana. Namun polisi tak percaya sama sekali dan alangkah terkejutnya dia dengan kesaksian dari wanita yang ia tolong malah memfitnah dirinya bahwa ia hendak mengotori diri wanita itu.
Tentu saja keluarga wilson tak tinggal diam. Namun Geor sudah harus di penjara selama tiga bulan, dan selama itu juga kelurga wilson mencari barang bukti untuk membebaskan Geor dalam kurungan.
Hingga akhirnya ia bebas dan tersangka sudah dinyatakan positif bersalah menggantikan ia dalam jeruji besi. Tapi tetap saja banyak manusia yang tak suka dengan keluarga itu. Hingga gosip tentang Geor yang masuk penjara masih beredar dalam beberapa kalangan orang yang tentunya berada dalam kelas atas. Namun Geor tak menggubrsinya sama sekali.
Karena kejadian itu membuat orang makin banyak membenci Geor bukan karena sikapnya melainkan mereka tak bisa memasukkan Geor ke dalam penjara dengan sangat lama. Hingga suatu hari ia kembali di jebak dengan seorang perempuan. Namun Geor berusaha agar hal itu tak terjadi hingga ia keluar dari dalam kantor dengan obat yang pengaruhnya semakin kuat.
Membuatnya begitu susah untuk berfikir. Ada seseorang yang sengaja memberikan obat di minuman Geor, malam saat ia sedang lembur di kantor. Tak ada teman temannya di sana menyisakan ia seorang diri dan seorang pelayan, yang bahkan ia tak tau kenapa pelayan itu belum pulang.
Geor berjalan sempoyongan sampai luar kantor takut ia khilaf pada perempuan itu dan terjebak dalam permainan mereka. Hingga ia benar benar sudah tak tahan lagi. Secara kebetulan juga ada seorang wanita yang menabraknya dengan tak sengaja. Wanita itu begitu polos, sederhana dan ntah lah Geor merasa wanita begitu cantik tanpa riasan di wajahnya. Dan mulailah Geor khilaf hingga berakhir ia tertidur dalam mobil.
Pagi ia bangun dalam keadaan yang mengenaskan (tanpa pakaian) di dalam mobil, di tambah lagi ia melihat ada bercak darah di jok mobil nya. Ia berusaha mengingat kejadian itu, disaat kepala masih terasa sakit karna pengaruh obat semalam. Dan betapa ia merasa bersalah pada wanita yang malam tadi menjadi pelampiasannya.
__ADS_1
Seketika ia ingat dengan pesan ibunya, yang selalu berucap untuk selalu bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Hingga saat itu dia memutuskan mencari wanita itu berniat meminta maaf dan akan bertanggung jawab atas apa yang ia lakukan. Ia juga tak pulang ke rumah karna tak mau membuat malu keluarganya sampai dua kali.
Ia memang pergi dari rumah hari itu untuk mencari wanita yang sudah ia nodai secara paksa. Ia bertekad tak akan pulang sebelum menemukan wanita itu. Bahkan ia mengganti nama belakangnya agar orang lain tak tau jika ia dari keluarga wilson. Dari George Wilson menjadi George Govanie. Merubah sedikit postur badannya agar orang orang di sana tak tau dengan dirinya.
Kembali ke sekarang~
Claudia merenggangkan pelukannya, menatap anaknya itu dengan nanar.
"Katakan! Dimana kau selama ini? Kenapa kau tak pernah pulang."
"Sudahlah Claudia, Geor pasti lelah biarkan dia istirahat dulu." Ucap Sam, lalu Geor menghampirinya dan memeluk ayahnya itu.
"Maaf" Satu kata yang lagi lagi keluar dari mulut Geor terdengar begitu sangat tulus. Bahkan ia sendiri tak tau harus bicara apa, memulai dari mana.
"Kenapa kau selalu minta maaf Geor. Katakan padaku dimana keluarga kecilmu? Usiamu yang sudah seperti ini pasti sudah memiliki keluarga bukan. Bahkan adikmu sudah menikah tak lama dari kepergianmu. Harusnya kau hadir waktu itu mendampingi adikmu itu. Adik kecil yang selalu kau lindungi bahkan saat ia salah kau selalu menerima hukuman atas itu." Ucap Claudia yang tersenyum walaupun matanya ikut berkaca kaca.
"Lalu dimana mereka Geor? Bukankah kau pergi karna menginginkan seseorang?"
"What do you mean mom?"
"Yah sama seperti adikmu. Yang menikahi perempuan yang bahkan mom tak suka padanya. Bukan karna ia yang sederhana, melainkan karna keluarganya. Tapi mom berusaha untuk menerimanya. Dan kami menerima cucu yang sangat tampan darinya. Tapi....."
"Tapi kenapa mom?" Tanya Geor penasaran
"Mereka berpisah hingga anak itu tak lagi pernah kemari. Bahkan dengan adikmu juga, seperti melupakan kami. Sebenarnya apa salah kami hingga kalian berbuat pergi itu? Kami juga orang tua yang ingin melihat kalian bahagia." Kesalnya dengan suara sedikit meninggi di kalimat terakhir.
Tak ada jawaban dari George, bahkan ia hanya menatap momnya yang terlihat sudah ada kerutan di wajahnya itu, namun masih begitu cantik baginya. Seketika bayangan wanita itu terlintas di otak George. Hingga ia tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Ada apa dengan kaki mom? Kenapa pakai kursi roda? Maaf George tak tau, yang bahkan harus nya Geor selalu ada untuk mu mom." Sesalnya
"Kau tau son, usia ku udah hampir menginjak enam puluh tahun. Aku sudah tak kuat lagi untuk berdiri bahkan mengurusi dad mu." Ucapnya memandangi wajah putranya itu.
'Bagaimana ia bisa berkata seperti itu? Sedangkan ia masih bisa memarahi bahkan memukulku jika ia sedang marah. Lalu kekuatan siapa yang ia pakai selama ini, dengan keluhnya terdengar begitu pilu. Bahkan aku berpikir dia akan melakukan hal gila lainnya. Geor apa kau tau mom-mu ini sangat menakutkan ketika kalian tak ada.'
Batin seseorang yang sedang menjerit, menangis dalam hati.
"Lihat saja dad mu, masih begitu gagah dan mungkin masih bisa menikah lagi. Berbeda dengan mom mu ini." Ucap Claudia yang terlihat begitu murung.
'Hey!!! Bagaimana bisa kau berkata seperti itu, disaat kau masih bisa menyeret dan menggantung diri ini. Kenapa dia mengadu pada anaknya seperti itu? Dan membuatku terlihat seperti penjahat disini? Padahal Huwa...'
"Apa yang mom katakan. Aku yakin dad tak akan meninggalkan mom. Dad kan sangat mencintai mom. Iya kan dad?" Tanya Geor sambil mengedipkan satu mata pada ayahnya.
"Yah, kau benar son. Bagaimana daddy meninggalkan mom mu begitu cantik dan baik ini." Balas Sam dengan senyum lebar. Yang kini suasananya tak seharu dan kaku seperti tadi.
Tanpa mereka bilang, Geor pun sudah tau dengan keadaan yang ada. Ibunya yang memang tegas dalam mendidik bahkan bisa dibilang keras juga. Claudia bahkan sangat adil antara Geor dan adiknya. Jika salah maka tetaplah salah, dan mereka akan mendapatkan hukuman. Tak perduli itu adiknya Geor ataupun Geor. Membuat Sam kadang takut dnegan istrinya itu. Claudia memiliki prinsip tanggung jawab adalah hal penting bagi seorang laki laki walaupun tanggung jawab merupakan hal yang harus dimiliki semua orang. Kedua anaknya laki laki tentu saja tugas mereka untuk menjaga istri dan anaknya kelak. Claudia tak mau nantinya mereka yang memiliki semena mena terhadap perempuan.
Sedangkan ayahnya terbilang suami suami takut istri namun begitu pengertian dan berhati lembut pada anak anaknya. Geor masih ingat dulu bagaimana ibu nya marah pada ayahnya itu, hingga harus tidur bersama dia dan adiknya sewaktu kecil. Kenangan itu membuatnya tertawa kecil. Walaupun begitu Geor sangat menginginkan kehidupan seperti itu. Namun apalah daya ia melakukan kesalahan besar hingga harus bertanggung jawab atas hal itu.
.
.
.
.
__ADS_1
To be countinue.....