Menggenggammu Yang Hanya Sementara (Revisi)

Menggenggammu Yang Hanya Sementara (Revisi)
#48


__ADS_3

Dari pertengkaran malam itu antara Kian dan ayahnya, membuat Kian masih merasa kesal pada ayahnya. Ia memutuskan untuk berangkat sangat pagi bahkan kedua orang tuanya saja belum bangun untuk sarapan. Kian meninggalkan selembar sticky note di meja makan yang berisi bahwa ia sudah pergi karena harus piket kelas dan lapangan.


Bekas tamparan yang masih mengecap dan berbekas di kedua pipi Kian yang bahkan sudut bibirnya juga membuatnya harus memakai masker ke sekolah agar tak terlalu mencolok.


Karna masih sangat pagi ia sampai di sekolah, sehingga baru ia lah yang ada di kelas. Ia yang tak punya kerjaan akhirnya memilih untuk membersihkan kelas walaupun sebenarnya bukan hanya sendirinya yang piket kelas, namun ia membersihkan kelas itu sendiri. Bahkan juga setelah itu ia langsung membersihkan lapangan sekolah.


Kian yang masih asik menyapu halaman sendiri tiba-tiba dihampiri seseorang. Kian yang tau siapa itu cuek saja, namun tidak dengannya. Ia meneliti dari ujung kepala sampai ujung kaki membuat Kian merasa risih.


"Argghhh.... Kenapa sih feb? Perhatiin gw gitu banget." Kesal Kian.


"Lah, ternyata elo Ki, kirain siapa. Ngapain lo pake masker segala? Jangan-jangan bibir lo bengkak ye gara-gara di sengat lebah yak, ha...ha....ha.... Atau jangan-jangan......." Ejeknya.


"Jangan-jangan apa hah? Sembarangan lo kalo ngomong. Gw lagi jerawatan woy. Makanya pake ini, biar gak keliatan kayak zombie."


"Jerawatan doang kali Ki, manusiawi. Kalo wajah lo gak ada jerawatan atau masalah kulit lainnya tuh baru patut di pertanyakan."


"Loh kenapa emang? Kan bagus tuh wajah bersih, kinclong tanpa ada masalah kulit kayak jerawat, komedo atau pun minyak."


"Lah masalah dong. Jangan jangan lo manekin lagi Ha.... Ha.... Lo liat tuh manekin di butik pada kinclong bener bahkan gak ada masalah dikit pun."


"Hmm... Iya-in deh. Tapi jerawat yang tumbuh banyak banget di pipi gw. Ntar orang pada geli gitu."


"Jerawat loh. J-E-R-A-W-A-T, bukan buruk rupa." Ucapnya kesal sebab Kian yang hanya masalah itu pun harus malu.


"Btw, tumben banget lo dateng pagi?"


"Oh, gw kan hari ini piket double markonah. Dah ah, dari tadi ngobrol mulu. Lo lanjutin sapu bagian ini. Gw mau buang sampah dulu. Tongnya udah penuh, tuh sampah gak bakal muat lagi." Kian yang sudah mengangkat satu tong sampah penuh isinya.


"Gak mau gw bantuin nih?"


"Gak. Gak usah. Lanjutin aja sana."


"Ki.... Ki.... Tunggu bentar." Febbry menarik bahu Kian yang hendak pergi.


"Apaan lagi sih Feb!!"

__ADS_1


"Lu liat gak kemaren, sw si Sarah."


"Gak." Ucap Kian yang hendak pergi namun lagi lagi di tahan oleh Febbry.


"Bentar dulu napa sih Ki. Gw rasa mereka udah jadian deh. Soalnya kemarin dia bikin story whatsapp makan bareng gitu. Dan memang akhir-akhir ini kan mereka deket banget. Yang waktu itu juga sampai si Jerry datang ke kelas buat ketemu Sarah."


"Huh.... Ya Allah, maafkan teman hamba yang satu ini. Yang selalu aja ngomongin orang." Ucap Kian yang menengadahkan wajahnya ke atas.


"Heh! Febbry. Terus hubungannya ama gw apa markonah. Lo nahan gw cuma mau ngomong gini doang. Buang buang waktu gw aja. Toh kalo pun mereka bener jadian ya gak apa apa dong. Gak buat lo rugi juga kan? Biang gosip lo." Kesal Kian.


"Iya sih. Tapi si Devan gimana?"


"Mana gw tau." Ucap Kian singkat.


'Ya wajar sih Sarah gak mau. Lah mereka kan sodaraan Feb.' Batin Kian. Yang kemudian beranjak pergi membawa tong sampah yang penuh itu.


Huph...


Seseorang memegang tong yang ada di tangan Kian, berniat untuk membantu Kian mengangkatnya.


"Apa lagi sih. Minggir gak."


"Lebay lo Jer. Gak usah.... gak usah. Gw kuat kok. Mending sekarang lo minggir gw mau lewat."


"Lo bantah banget sih Kian kalo gw bilangin. Tuh juga kenapa lo pake masker?" Ucap Jerry yang hendak meraih masker Kian.


Plak...


Bukhh...


"Akhh.... Sakit Kian." Rintihnya.


Awalnya kedua tangan Kian sibuk memegang tong, namun karena tangan Jerry yang hendak meraih masker yang ada di mulutnya, membuatnya melepas satu pegangan tangannya pada tong dan menghentikan Jerry dengan menampar tangannya. Dan tanpa ia sengaja tong itu malah menimpa kaki Jerry yang berada di depannya.


"Eh... Sorry sorry Jer. Gw gak sengaja." Ucap Kian melihat Jerry yang berjingkrak jingkrak karena kakinya kesakitan.

__ADS_1


Melihat sarah dari kejauhan membuat Kian yang hendak membantu Jerry malah meninggalkannya.


"Sekali lagi maaf ya Jer, gw gak sengaja." Ucap Kian berlari meninggalkan Jerry sambil menggotong tong sampah itu.


Di sepanjang jalan Kian hanya bisa ngedumel tak jelas karena tadi.


"Haduh.... Ni anak maunya apa sih. Gw udah sering bilang jangan deketin gw, masih aja. Kalo Sarah yang liat salah paham gimana ya? Pengen gw gibeng juga lo Jer. Sekarang aja dia masih marah sama gw, tambah lo yang kayak gini tambah lah dia bakal marah lagi sama gw Jerry." Roceh Kian yang tak selesai selesai.


Jam istirahat berbunyi, semua siswa siswi pergi ke kantin. Begitu juga dengan Febbry dan Kian. Namun saat perjalan ke sana, ia malah di cegat oleh siapa lagi kalau bukan Sarah.


Sarah menarik tangan Kian untuk masuk ke dalam ruangan kosong lalu mendorongnya ke tembok.


"Woy Sar. Gila lo ya!" Kesal Febbry yang melihatnya.


"Gini kan lo di perlakuin sama Devan waktu itu? Yang dimana lo bela-belain gw. Dan gak taunya lo malah nusuk gw dari belakang!!"


"Maksud lo apa Sarah?!"


"Lo tau Feb, selama ini Kian baik banget ya. Bahkan selalu dukung gw buat deket sama Devan. Semangatin gw terang terangan. Tapi apa? Di belakang gw dia malah deket sama Devan. Gw tau gw sama Devan sekarang sodara tiri. Tapi kenapa waktu itu lo malah dukung gw ha?"


Febbry yang melihat keduanya hanya diam seperti orang bodoh. Tak tau apa apa dan hanya menyimak. Tak mau tambah ribut.


"Sar, dengerin gw dulu. Gw juga gak tau kalo lo sama Devan punya hubungan. Terus gw juga gak mau nusuk lo dari belakang. Gw sama Devan gak ada apa-apa. Cuma temen gak lebih. Dan gw kenal juga....."


"Apa?! Alasan lo. Dan tadi pagi gw liat lo sama Jerry. Mau lo apasih Kian!!! Lo tau kan gw udah deket sama Jerry! Bisa gak sih lo gak rebut yang itu juga dari gw. Gak nusuk dan nikung gw lagi hah?!"


Plak....


Satu tamparan melayang ke wajah Kian hingga membuat maskernya terbuka....


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2